cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
ANALISIS KANDUNGAN LIQUID SMOKE DARI SEKAM PADI Made Vivi Oviantari; Putu Sumahandriyani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

terbarukan sebagai alternatif pengahasil energi hijau, salah satu pemanfaatannya yakni sebagai sumber energi pada pembakaran bata merah. Pada pembakaran bata dihasilkan limbah asap yang umumnya langsung dibuang ke lingkungan yang tentunya dapat mencemari lingkungan sekitarnya dan juga dapat menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca penyebab global warming. padahal limbah asap tersebut dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali menjadi liquid smoke. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kandungan senyawa-senyawa kimia liquid smoke dari hasil pembakaran sekam padi, serta (2) mengetahui perbedaan kandungan senyawa kimia antara liquid smoke hasil pembakaran sekam padi murni dengan liquid smoke hasil pembakaran bata merah berfillerkan sekam padi. Subjek penelitian ini adalah liquid smoke hasil pembakaran sekam padi saja dan hasil pembakaran sekam padi beserta bata merah, sedangkan objeknya adalah kandungan senyawa-senyawa kimia dari liquid smoke tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair hasil pembakaran bata murni tidak menghasilkan senyawaan lain (kandungan airnya tinggi) sedangkan karakteristik dari asap cair yang dihasilkan dari pembakaran batu bata dan sekam padi mengandung senyawa turunan aldehid, keton, dan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Adapun senyawa lain yang bersifat karsinogen, seperti benzo(a)pirena, tidak terdeteksi sehingga diharapkan asap cair hasil pembakaran sekam padi dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam pengawetan makanan
ADSORPSI ISOTERMAL HERBISIDA PARAQUAT PADA TANAH DI DESA NONBAUN KECAMATAN FATULEU Merpiseldin Nitsae; Philiphi de Rozari; Pius Dore Ola
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerilaku dan nasib herbisida di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh sifat- sifat tanah. Proses adsorpsi paraquat dapat membantu mengurangi pencemaran pada lingkungan tanah namun kelebihan konsentrasi paraquat dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah dan keracunan bagi organisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah serta menentukan kapasitas dan energi adsorpsi paraquat di dalam tanah Desa Nonbaun- Fatuleu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah desa Nonbaun mempunyai 3 jenis meneral yaitu mineral kuarsa, actinolite dan muscovite. Harga kapasitas pertukaran kation tanah Nonbaun berada pada kisaran mineral kaolinit yaitu 9,864 meq/100 gram adsorben dengan nilai pH 5,15-5,30 yang menunjukan tanah Desa Nonbaun-Fatuleu tergolong tanah asam. Hasil ini juga diperkuat dengan harga kadar air dan kadar bahan organik yang relatif kecil yaitu 2,77% dan 7,22%. Kapasitas dan energi adsorpsi mengikuti proses isoterm Langmuir baik sebelum maupun sesudah tanah dijenuhkan dengan paraquat. Dari percobaan ini diperoleh nilai kapasitas yang terikat kuat adalah 3,4693 mg/g tanah dan yang terikat lemah adalah 17,7374 mg/g tanah. Sedangkan Energi adsorpsi paraquat berkisar antara 22,92-23,09 KJ/mol.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI JENIS MASALAH YANG DIBERIKAN KEPADA SISWA Ni Nyoman Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dilihat dari jenis masalah yang diberikan kepada siswa SD kelas V. Jenis masalah yang dikaji meliputi masalah matematika terbuka dan masalah matematika tertutup. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi menggunakan salah satu model rancangan nonequivalent control group designs yaitu the untreated control group design with pretest and posttest. Analisis data menggunakan t-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Laboratorium Undiksha dan SD 1 Banjar Jawa. Masing-masing sekolah tersebut memiliki dua kelas paralel. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2010/2011. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 152 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Semua analisis statistik menggunakan software SPSS 15.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh jenis masalah matematika terbuka lebih tinggi dari siswa yang memperoleh jenis masalah matematika tertutup. Berdasarkan temuan penelitian, guru matematika SD disarankan untuk memberikan jenis masalah matematika terbuka untuk melatih siswa mampu memecahkan masalah secara kreatif.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN C/N DALAM MEDIUM DEGRADASI TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI DALAM MENDEGREDASI MINYAK SOLAR Ni Putu Ristiati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumber pencemaran yang paling tinggi disebabkan oleh tumpahan minyak bumi khususnya minyak solar yang terjadi di lingkungan akuatik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut dengan cara fisik, kimia, dan biologis. Penggunaan bakteri merupakan salah satu cara yang paling efisien dan ramah lingkungan untuk melakukan biodegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis-jenis bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar di perairan pelabuhan Celukan Bawang, dan (2) efektivitas penambahan C/N dalam medium degradasi terhadap kemampuan bakteri dalam mendegradasi minyak solar. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif, dan eksperimental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara (1) pengambilan data di lapangan, (2) analisis sampel di laboratorium.Berdasarkan hasil karakterisasi didapatkan lima isolat bakteri yaitu (1) Bacillus (isolat E dan G2), (2) Pseudomonas (isolat D dan G1), (3) Acetobacter (isolat H), (4) Halomonas (isolat F), dan (5) Neisseria (isolat A, B, dan C2). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman bakteri pendegradasi minyak solar di Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan efektivitas penambahan urea pada media isolasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi minyak solar dengan nilai statistik hitung (21,129) > statistik tabel (11,07), maka Ho ditolak. Dari hasil uji diketahui peringkat perlakuan yang menghasilkan kadar asam oktanoat paling tinggi, yaitu kadar 2 ppm karena kadar asam oktanoat yang dihasilkan rata-rata sebesar 13, 90 mg.
FOTODEGRADASI SURFAKTAN ANIONIK NATRIUM DODESILBENZENASULFONAT TERKATALISIS TiO2 Normah Ceristrisani; Bambang Rusdiarso; Endang Tri Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenghilangan surfaktan anionik berupa natrium dodesilbenzenasulfonat (DBS) yang termasuk dalam golongan Linear Alkilbenzena Sulfonat (LAS), telah dilakukan melalui metode fotodegradasi terkatalisis TiO2. Dalam penelitian tersebut telah dipelajari pengaruh konsentrasi DBS dan waktu penyinaran terhadap efektivitas fotodegradasi DBS yang terkatalisis TiO2.Proses fotodegradasi surfaktan DBS dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan DBS dan serbuk fotokatalis TiO2 dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV dan disertai pengadukan. Kondisi penelitian fotodegradasi adalah 50 mL larutan DBS dengan konsentrasi awal dan waktu penyinaran yang bervariasi. Hasil fotodegradasi ditentukan berdasarkan selisih konsentrasi DBS awal dengan konsentrasi DBS sisa dalam larutan setelah proses fotodegradasi menggunakan metilen biru melalui metode Spektrofotometri UV-Visibel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS dari 15,27 % menjadi 98,55 % dari konsentrasi DBS awal 10 ppm. Fotodegradasi DBS terkatalisis TiO2 juga mengalami peningkatan dengan semakin besarnya konsentrasi DBS awal hingga optimum tercapai yaitu pada konsentrsi DBS awal 40 ppm, sebanyak 99,35 % DBS terdegradasi. Waktu penyinaran yang semakin lama dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS terkatalisis TiO2 sampai 24 jam dengan hasil degradasi sebesar 98,55 % dan untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan penurunan efektivitas fotodegradasi.
PEMBELAJARAN YABNG DISERTAI DENGAN GERAKAN DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNDIKHSA, SINGRAJA-BALI Nyoman Wijana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (2) perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan sama subjek atau treatment by subjek design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Semester I Kelas B Jurusan Pendidikan Biologi Semester I Fakultas Pendidikan MIPA, Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2011/2012 yang mengikuti mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data tentang hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan untuk keluhan muskuloskeletal dikumpulkan dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji t paired. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata prestasi belajar sebelum proses pembelajaran adalah sebesar 0,00 atau 0,00%. Hasil uji beda menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum proses pembelajaran antara Model I dan Model II adalah tidak bermakna (p > 0,05) dan komparabel; (2) ada perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata keluhan muskulosekletal mahasiswa sebelum proses pembelajaran berlangsung antara Model I dan Model II adalah sebesar 0,98 atau perbedaannya hanya mencapai 3,37% dan komparabel. Hasil uji beda menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05). Uji beda dari selisih keluhan muskuloskeletal sesudah proses pembelajaran dengan sebelum proses pembelajaran menunjukkan nilai yang bermakna (p < 0,05).
DEPOSISI CALLOSE HASIL INDUKSI LIPOPOLISAKARIDA BAKTERI Pseudomonas syringae pv. tabaci PADA TANAMAN TEMBAKAU Pipit Marianingsih; Andi Salamah; Yuki Ichinose
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCallose, β-1,3-glukan, merupakan senyawa alami yang terdapat pada tanaman dan terlibat dalam sistem pertahanan tanaman. Callose merupakan bentuk pertahanan tanaman yang penting karena dapat menjadi penghalang awal masuknya patogen ke dalam tanaman. Deposisi callose termasuk ke dalam sistem pertahanan aktif karena akan terinduksi jika tanaman terserang patogen. Molekul patogen yang dilaporkan dapat menginduksi deposisi callose adalah lipopolisakarida (LPS), komponen utama membran luar bakteri gram negatif. Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari induksi deposisi callose pada tanaman tembakau oleh LPS yang diekstraksi dari bakteri Pseudomonas syringae pv. tabaci (Pta). Bakteri Pta merupakan fitopatogen penyebab penyakit wildfire pada tembakau. Untuk pengamatan deposisi callose, daun tembakau diinfiltrasi dengan LPS Pta 400 μg/ml dan 800 μg/ml serta diinkubasi selama 24 jam dan 48 jam. Selanjutnya, klorofil daun diluruhkan menggunakan larutan laktofenol dan daun diwarnai dengan aniline blue. Hasil pengamatan menunjukkan deposisi callose yang telah diwarnai dengan aniline blue tampak berpendar warna hijau ketika diamati menggunakan mikroskop fluoresensi. Intensitas deposisi callose, hasil induksi LPS bakteri Pta, dalam satu daun tampak tidak merata di semua bagian daun, namun dan cenderung terdeposisi di sekitar pertulangan daun.
PENGEMBANGAN VARIATIF RANCANGAN ANTENA PANEL MICROSTRIP TAPERED PATCH DALAM SISTEM KOMUNIKASI WI-FI Putu Artawan; Iwan Suswandi; Ketut Purnamawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada penelitian ini dilakukan pengembangan rancangan antena microstrip tapered patch yang dirancang untuk dilakukan pengukuran parameternya. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan karakteristik antena sebagai parameter antena mikrostrip yang akan diimplementasikan kedalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Penelitian ini sebagai pengembangan variatif rancangan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rancangan variatif antena dan merancang antena yang kemudian diukur untuk mengetahui karakteristik dari antena Microstrip. Metode eksperiment dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pengerjaanya yaitu membuat desain rancangan antena sesuai persamaan yang ada yang kemudian dirancang dengan metode UV Photoresist laminate. Hasil rancangan antena diukur untuk mendapatkan karakteristik sebagai parameter antena meliputi frekuensi (bandwidth), SWR, VSWR, koofesien refleksi, pola radiasi dan penguatan (gain) serta nilai HPBW. Nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter dari sebuah antena sebagai parameter antena yang layak diimplementasikan dalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Hasil penelitian ini meliputi: nilai lebar pita (bandwidth) = 0.21 GHz, VSWR = 1,23, SWR = 1,79, return loss = -20,00 dB, koofesien refleksi = 0,10 dan grafik pola radiasi dengan penguatan (gain) = 17 dB (polarisasi vertikal), 20 dB (polarisasi horizontal). Nilai Half Power Beamwidth (HPBW) 820 untuk pola radiasi vertikal dan pola radiasi horizontal. Kesalahan (error) hasil pengukuran 0,12% dengan keseksamaan 99,88%. Hasil ini memberikan indikasi sebagai rancangan antena yang layak untuk sistem komunikasi wi-fi. Penelitian ini sebagai salah satu aplikasi ilmu Fisika dalam dunia teknologi informasi dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai dinamika wahana salah satu produk penerapan ilmu Fisika dalam bidang Teknologi Informasi.
MITIGASI BENCANA ALAM GEMPA BUMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan: 1) pengetahuan masyarakat Bali tentang bencana alam gempa bumi, 2) pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, dan 3) pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam mitigasi bencana alam gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif yang difokuskan pada penggalian informasi tentang pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Culik Kabupaten Karangasem dan Desa Pengastulan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Dalam penelitian ini dilibatkan 10 orang sebagai informan. Mereka ditentukan dengan cara snow ball dan disertai dengan kesediaan mereka terlibat dalam penelitian ini. Seluruh informasi dikumpulkan melalui wawancara dan kajian pustaka relevan serta dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat bali tidak memiliki pengetahuan memadai tentang bencana alam gempa bumi. Secara tradisional, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh ular besar (naga) yang bergerak di dalam bumi. Secara modern, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh pergeseran lapisan bumi. 2) Masyarakat bali memiliki pengalaman yang beragam dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, antara lain: lari begegas ke luar rumah, masuk ke kolong tempat tidur atau kolong meja, berangkulan satu sama lain, berteriak linuh, linuh, linuh, dan hidup, hidup, hidup. 3) Masyarakat Bali memiliki beberapa cara untuk mitigasi bencana alam gempa bumi yang dilakukan secara spontan turun menurun. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: mencari perlindungan, memberitahukan orang lain, meyampaikan keadaan diri sendiri, dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Teknik Fermentasi Jus Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) Menjadi Wine Tri Ratna Nastiti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWine Belimbing Wuluh adalah hasil fermentasi dari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) yang memiliki khasiat terutama sebagai anti diabetes dan antioksidan. Proses fermentasi menggunakan ragi wine (Saccharomyces cerevisiae) hingga dihasilkan wine yang matang, berwarna keemasan dan mengandung alkohol cukup tinggi. Dalam upaya mendapatkan hasil fermentasi yang maksimal, penelitian dilanjutkan dengan beberapa teknik pengendalian proses diantaranya dengan perlakuan yang difokuskan pada pengolahan buah Belimbing Wuluh sebelum proses fermentasi. Buah yang cukup tua dan matang penuh dibuat jus terlebih dulu sebelum proses fermentasi. Hasil fermentasi dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu dari fermentasi buah tanpa dibuat jus lebih dulu melainkan hanya dibelah dua. Teknik ini dinilai sangat berpengaruh terhadap proses pematangan, citarasa serta aroma wine yang diperoleh. Selanjutnya dilakukan evaluasi atribut sensori yang meliputi cita rasa, aroma, tampilan, warna, dan after taste pada produk wine yang dibuat dari jus dan yang tanpa dibuat jus lebih dulu. Perlakuan yang berbeda sebelum fermentasi menghasilkan wine yang berbeda pula. Wine dari belimbing wuluh yang hanya dibelah menghasilkan wine yang bening, berwarna keemasan namun memiliki cita rasa yang kurang kresss .....,sementara wine dari jus belimbing wuluh agak keruh, berwarna putih kehijauan namun memiliki cita rasa yang lebiht enak. Hasil fermentasi jus buah belimbing memiliki daya terima lebih tinggi dari aspek cita rasa namun kurang dalam aspek tampilan dan warna. Sebaliknya hasil fermentasi buah tanpa di-jus memiliki daya terima tinggi dari aspek tampilan dan warna, sedangkan daya terima cita rasanya kurang.

Page 12 of 12 | Total Record : 120