cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Search results for , issue "2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013" : 118 Documents clear
KEMAMPUAN KOMUNIKASI EFEKTIF DUNIA PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SEBAGAI BAHAN REFLEKSI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Made Kurnia Widiastuti Giri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Perubahan kurikulum bukan merupakan sebab utama penurunan maupun peningkatan mutu pendidikan. Kompleksitas faktor yang berperan dalam pendidikan menyebabkan kurikulum menyumbangkan andil yang besar dalam pelaksanaan pendidikan bersinergi dengan faktor lain. Kurikulum 2013 memberikan warna baru dalam pendidikan dengan menegaskan pentingnya proses belajar yang tidak lagi menetitikberatkan pada hasil belajar kognitif semata. Implementasi dari kurikulum 2013 adalah melalui pendekatan scientific dengan menekankan pada penilaian aspek kognitif, afektif dan psikomotor dari peserta didik. Kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif dalam pembelajaran memiliki peran penting dalam metode pembelajaran dengan pebdekatan scientific. Guru sebagai fasilitator juga dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif sehingga merubah paradigma terdahulu dimana pemaparan guru sebagai ceramah yang meniadakan keaktifan dari siswa untuk menalarkan ilmu dalam fenomena yang akan dihadapi secara nyata. Dunia pendidikan ilmu kedokteran telah menerapkan pendekatan scientific dan sebagai produknya adalah tenaga dokter yang mampu mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis mereka dalam menangani masalah kesehatan pasiennya. Ilmu kedokteran dasar dipadukan dengan ilmu kedokteran klinis bersinergi dalam blok dalam kurikulum yang menyajikan kasus dan memberikan kesempatan peserta didik berpikir kritis melalui pendekatan scientific seperti yang dapat diimplementasikan dalam dimensi pedagogik modern dari kurikulum 2013 pada siswa.
STRATEGI BELAJAR BERBASIS PENGEMBANGAN KOMPETENSI GENERIK DALAM PENDIDIKAN SAINS Putu Yasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan luas dari dari negara-negara maju bedampak pada seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Tujuan pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan global kehidupan masyarakat di masa depan. Oleh karena itu, sistem pendidikan haruslah visioner yaitu  mampu membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang memadai dan fleksibel untuk diadaptasikan dalam kehidupan masa depan mereka. Kondisi ini mengarahkan pada paradigma berpikir dalam mengembangkan instruksional pendidikan yang tidak lagi hanya berbasis konten bidang spesifikasi bidang keilmuannya tetapi juga menekankan pada berbagai aspek bidang kompetensi. Penyempurnaan pendidikan diarahkan pada pengembangan tiga unsur utama kompetensi yaitu; 1) ketrampilan kognitif 2) keterampilan personal, dan 3) keterampilan intrapersonal. Pendidikan sains selain menekankan pada aspek kompetensi bidang sains itu sendiri juga harus menekankan pada aspek kompetensi generik sebagai outcomes dari seluruh proses yang dilakukan peserta didik. Kompetensi dimaksud meliputi; keterampilan berpikir kritis dan pemecahan  masalah, keterampilan dalam teknologi dan komunikasi, kolaborasi, dan keterampilan mengarahkan pembelajaran secara mandiri.  Penyempurnaan kurikulum sains diarahkan pada upaya mereformasi strategi pembelajaran yang difokuskan pada perlunya melibatkan siswa dalam membuat keputusan tentang bagaimana sains berdampak pada kehidupan mereka dan bagaimana menggunakan pengetahuan sains untuk menyelesaikan masalah, yaitu melalui strategi pembelajaran aktif berpusat pada siswa, yang melibatkan siswa pada proses-proses; predicting, inferring, connecting, summarizing, visualizing, and questioning dalam memahami dan memecahkan masalah dunia nyata mereka.
PORTOFOLIO ONLINE SEBAGAI MEDIA ASESMEN PENDIDIKAN KARAKTER TERPADU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ni Made Sri Mertasari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pembelajaran matematika dimaksudkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berkarakter. Pelaksanaan pendidikan karakter yang dimulai sejak tahun 2011 tidak dirancang berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan semua mata pelajaran, termasuk matematika. Pemberlakuan kurikulum 2013 dengan pendidikan karakter di dalamnya dibarengi dengan perubahan kebijakan, antara lain perubahan pelaksanaan evaluasi. Titik berat evaluasi tidak hanya pada kompetensi materi, melainkan juga pada keingintahuan dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan model evaluasi terpadu yang dapat sekaligus mengevaluasi kompetensi di bidang materi, keingintahuan, aktivitas, dan komponen pendidikan karakter. Melalui kesempatan ini dicoba diperkenalkan model evaluasi melalui portofolio online untuk dimanfaatkan sebagai media asesmen terpadu mata pelajaran matematika dan pendidikan karakter. Portofolio online dikembangkan sebagai media untuk menampung semua karya siswa, baik karya atas permintaan guru maupun karya atas inisiatif sendiri. Komunikasi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dapat dilakukan melalui e-mail, chatting, facebook, twitter, sms, atau fasilitas komunikasi yang sudah disediakan pada media tersebut. Mekanisme seperti ini diharapkan mampu memonitor kemajuan belajar siswa dan sekaligus melatih keberanian siswa mengemukakan pendapat, melatih kejujuran, melatih tanggung jawab, melatih kebiasaan menghargai karya orang lain, dan melatih kemandirian
PENGEMBANGAN MODEL TWO TIERED BERBANTUAN SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN PECAHAN I Nyoman Gita
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh prototype model two tiered berbantuan scaffolding (model 2TS) yang valid.  Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilandasi teori pengembangan Plomp.. Prosedur penelitian ini adalah: preliminary investigation, design, dan realization/ construc-tion phase. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitin menunjukkan bahwa model 2TS  merupakan model pembelajaran yang valid.
MODEL PPM MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI UNTUK MEMBENTUK SIKAP POSITIF SISWA N N Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan prototipe model dan perangkat pembelajaran pemecahan masalah (PPM) matematika berorientasi kearifan lokal Bali untuk siswa SD, yang valid dan layak pakai. Model dan perangkat pembelajaran yang dihasilkan sebagai sarana dalam pembentukan sikap positif siswa terhadap matematika. Penelitian pengembangan ini, dirancang selama tiga tahun, dengan mengadaptasi model 4 D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Pada tahun pertama ini, pelaksanaan tahap define dan design untuk melakukan analisis kebutuhan dan penyusunan prototipe model dan perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualifikasi valid dan layak pakai
PENERAPAN STRATEGI PROBLEM POSING YANG DISAMPAIKAN SECARA BLENDED LEARNING PADA PERKULIAHAN CHEMICAL BONDING I Made Kirna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan partisipasi mahasiswa, (2) meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (4) mendekripsikan persepsi mahasiswa terhadap penerapan strategi problem posing yang disampaikan secara blended learning pada perkuliahan Chemical Bonding. Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia sebanyak 32 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak dua siklus tindakan. Data penelitian terdiri atas partisipasi mahasiswa dalam kegiatan online dan tatap muka, hasil belajar, dan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan diskusi online dan tatap muka sangat tinggi, (2) tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siklus 1 dan siklus 2, namun hasil belajar termasuk baik pada siklus 2; dan (3) mahasiswa memberikan respons yang positif terhadap penerapan pembelajaran ini.
KONSEPSI KIMIA SISWA KELAS XII DI KOTA SINGARAJA I Wayan Suja; I Nyoman Retug
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan distribusi konsepsi kimia siswa kelas XII di kota Singaraja, (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami siswa.  Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri dan Swasta kelas XII Jurusan IPA di kota Singaraja.  Sampel diambil secara acak sejumlah 128 siswa, masing-masing satu kelas dari setiap sekolah.  Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan disediakan satu option kosong, disertai tingkat keyakinan siswa terhadap kebenaran jawabannya.  Analisis data dilakukan secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan, (1) konsepsi kimia siswa kelas XII adalah: menguasai konsep (12,62%), tidak tahu konsep (5,31%), kurang pengetahuan (25,17%), dan mengalami miskonsepsi (57,41%); serta (2) miskonsepsi terjadi pada setiap butir soal yang diujikan, terendah pada penentuan keadaan setimbang (7,03%), sebaliknya tertinggi pada penentuan pH larutan asam sangat encer (83,59%).
PEMBERDAYAAN MAHASISWA PESERTA KIMIA ORGANIK (KMA504) MENGGUNAKAN TUGAS PRESENTASI KELOMPOK DAN PENULISAN JURNAL METAKOGNITIF Srini M Iskandar; Lina Arifah Fitriyah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Mata kuliah (KMA504) disajikan dalam semester genap bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana angkatan 2013 kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengikuti perkuliahan Kimia Organik (KMA504) sejumlah 23 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa peserta Kimia Organik (KMA504) dengan pemberian tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif. PTK ini dirancang dalam 2 (dua) siklus, yang setiap siklusnya meliputi 4 (empat) tahap yaitu, siklus I terdiri: (1) Perencanaan yaitu penyusunan kelompok berdasarkan nilai pretes, pendistribusian sub materi pokok yang akan dipresentasikan oleh tiap kelompok, penyampaian daftar rujukan dan menyiapkan alat penilaian; (2) Pelaksanaan yaitu PBM (presentasi oleh tiap-tiap kelompok belajar); (3) Observasi yaitu penilaian unjuk kerja presentasi semua kelompok, dan melakukan penilaian hasil belajar; (4) Analisis dan Refleksi, menarik kesimpulan bahwa siklus I belum memuaskan karena rerata skor tes adalah 65,12. Kesimpulan ini mengakibatkan bahwa siklus II harus dilaksanakan. Tahap-tahap Siklus II pada hakekatnya langkah-langkahnya hampir sama dengan Siklus I, kecuali pada Siklus II ditekankan pada penulisan jurnal metakognitif. Hasil Siklus Siklus II memuaskan karena rerata skor tes adalah 81,81. Terjadi kenaikan rerata sebesar 16,69. Tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih baik, selain itu penulisan jurnal metakognitif juga telah mampu memacu antusiasme dalam belajar. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif dapat memberdayakan mahasiswa peserta Kimia Organik (KMA504).
KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DO TALK RECORD DALAM SAINS I Made Mariawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Salah satu factor kesulitan siswa memecahkan masalah adalah adanya miskonsepsi terhadap konsep-konsep yang terkait dengan masalah sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah sains siswa. Pengembangan strategi pemecahan masalah telah dilakukan, seperti UQAPAC problem solving strategi, pemecahan masalah menggunakan DENT, dan pemecahan masalah Polya. Strategi pemecahan masalah tersebut, secara eksplisit tidak melakukan reduksi miskonsepsi dalam langkah-langkah pembelajaran sehingga miskonsepsi tetap terbawa dalam langkah-langkah memecahkan masalah selanjutnya. Model pembelajaran pemecahan masalah Do Talk Record merupakan model pembelajaran pemecahan masalah yang digunakan untuk mengakomodasi kelemahan-kelemahan dari model pembelajaran pemecahan masalah yang sudah ada. Karakteristik model pembelajaran do talk record adalah (a) berlandaskan teori belajar konstruktivisme, (b) menggunakan pendekatan saintifik, (c) mempunyai tujuan mereduksi miskonsepsi dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, (d) memiliki sintax do (melakukan) kegiatan eksplorasi konsep, identifikasi konsep, mengkaitkan antar konsep, rencana solusi, dan solusi, talk (mengungkapkan) hasil kegiatan eksplorasi, identifikasi, kaitan antar konsep, rencana solusi, dan solusi melalui diskusi, record (merekam/mendokumentasikan) langkah-langkah dan hasil pemecahan masalah.
ANALISIS PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG DAMPAK PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DALAM PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK TERHADAP KESEHATAN (STUDI MENUJU PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA YANG AMAN BAGI KESEHATAN) I Ketut Lasia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan mahasiswa tentang dampak penggunaan bahan kimia terhadap kesehatan manusia. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia yang mengikuti mata kuliah praktikum kimia organik tahun 2013. Sedangkan obyek penelitian adalah pengetahuan mahasiswa tentang dampak penggunaan bahan kimia terhadap kesehatan. Pengetahuan mahasiswa tersebut meliputi: pengetahuan tentang sifat fisik dan kimia bahan yang digunakan dalam praktikum, pengetahuan tentang dampak yang ditimbulkan bahan kimia terhadap kesehatan, pengetahuan tentang cara menggunakan bahan kimia yang aman terhadap kesehatan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi ketika mahasiswa praktikum. Data kemudian dianalisis persentasenya dan dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 80% mahasiswa tidak mengetahui sifat fisik dan kimia bahan yang digunakan, 85% mahasiswa tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan bahan kimia yang digunakan terhadap kesehatan, dan 85%  tidak tahu  cara menggunakan bahan kimia yang aman terhadap kesehatan.  

Page 8 of 12 | Total Record : 118