cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
EVALUASI PROGRAM RKBI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Candiasa, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rintisan kelas bertaraf internasional (RKBI) pada jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha sudah dibuka mulai tahun 2008. Selama lima tahun beroperasi, belum pernah ada penelitian untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut. Oleh karena itu, untuk saat ini sangat diperlukan penelitian untuk mengevaluasi program tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan CIPP (context, input, process, and product). Penelitian menemukan bahwa operasional program RKBI pada jurusan Pendidikan Matematika sudah berjalan dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, program RKBI pada jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha harus dilanjutkan dengan beberapa perbaikan. Perbaikan paling penting untuk diupayakan adalah pengakuan terhadap kompetensi tambahan yang dimiliki lulusan.Kata-kata kunci: RKBI, CIPP Abstract: World class program for Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education was opened in 2008. This program was hoped yielded mathematics teachers with world class quality. For the five year operation, it is no evaluation for this program yet. Therefore, for this momment, it is important to do the evaluation for this program. Evaluation is done by using CIPP (context, input, process, and product) approach. It was found that the operation of world class program Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education stand in very good cathegory. Considering this result, it is recomended for continuing the operation of world class program for Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education with some improvements. The most important improvement is acknowledgement for their competence.Keywords: World Class Program, CIPP
PENENTUAN GLISERIDA SECARA ENZIMATIS DENGAN SISTEM DISPOSABLE BIOSENSOR Tika, I Nyoman; Triagusiana, I Gusti Ayu; Rasana, I D Raka
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan gliserida secara enzimatis menggunakan disposable biosensor telah dilakukan. Gabungan enzim (enzim lipase, gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) diamobilisasi pada matrik pendukung PVC (polyvinyl Chloride) dan silikon berpori. Enzim amobil dirangkaikan pada elektroda dari sistem disposable biosensor. Dalam penelitian ini, substrat yang mengandung gliserida dikatalisis secara bertingkat dengan enzim berturut-turut yaitu enzim lipase termostabil yang dihasilkan bakteri termofilik isolate Banyuwedang (Baccillus BYW2), gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) menghasilkan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida selanjutnya bereaksi dengan O2 membentuk H2O. Pengurangan kadar oksigen dalam sistem diukur menggunakan alat DO meter. Arus akibat reaksi oksidasi digunakan untuk mengukur konsentrasi gliserida. Konsentrasi enzim optimum dan kejenuhan permukaan PVC dan silikon berpori yang stabil digunakan sebagai parameter keberhasilan respon sensor. Konsentrasi gliserida dengan dua matrik PVC dan silikon pada rentang antara 0-25 µM dalam buffer posfat menunjukkan garis lurus. Hal ini menunjukkan matrik PVC dan silikon dapat digunakan untuk mengukur gliserida system disposable biosensorKata-kata kunci : biosensor, digliserida, lipase, PVC, silikon berpori.Abstract: Determination of glycerol enzymatically using a disposable biosensor has been done. Combined enzyme (lipase, glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) immobilized on a supporting matrix of PVC (polyvinyl chloride) and porous silicon. Immobilized enzyme coupled to the electrodes of a disposable biosensor system. In this study, the substrate containing glycerides multilevel catalyzed by the enzyme consecutive thermostable lipase produced by thermophilic bacteria isolates Bishopscourt (Baccillus BYW2), glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) produces hydrogen peroxide. Hydrogen peroxide then reacts with O2 to form H2O. Reduction of the oxygen content in the system was measured using a DO meter. Flow due to the oxidation reaction is used to measure the concentration of glycerides. The optimum enzyme concentration and saturation PVC surface and a stable porous silicon is used as a parameter of success of the sensor response. Concentrations of glycerides with two matrices PVC and silicon in the range between 0-25 mM in phosphate buffer showed a straight line. This shows the matrix of PVC and silicon can be used to measure the disposable biosensor system glycerides.Key words: biosensors, diglycerides, lipase PVC, porous silicon
PENDAMPING PENYUSUN ASESMEN FISIKA BERBASIS OSN BAGI GURU SMP NEGERI DI KOTA TABANAN Sudiatmika, A.A.Istri Agung Rai
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama kegiatan P2M ini, mendiskripsikan 1) kemampuan guru pendamping pembina olimpiade OSN Fisika di SMP di kota Tabanan dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade, dan 2) respon para peserta pelatihan terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN, 3) keberhasilan pelaksanaan pendampingan penyusunan asesmen fisika berbasis OSN. Untuk mencapai tujuan di atas, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2012 bertempat di SMP N 2 Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru (sains-fisika) SMP N Kota Tabanan. Data dikumpulkan teknik observasi, teknik pencatatan dokumen dan teknik angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) Guru pendamping pembina OSN fisika di SMP N di kota Tabanan memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade; 2) peserta pelatihan menunjukkan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN; 3) Pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN berhasil. Beberapa hal positif yang diperoleh setelah kegiatan pendampingan ini adalah 1) para guru pendamping pembina olimpiade fisika memperoleh pendalaman materi-materi fisika dalam tataran OSN, 2) para guru peserta pelatihan mengetahui teknik penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN yang secara langsung dapat diterapkannya dalam membina kegiatan olimpiade, dan 3) tersedianya asesmen fisika SMP berbasis OSN yang akan digunakan oleh para guru pembina dan para siswa sebagai salah satu acuan sumber belajar dalam persiapan menghadapi OSN.Kata-kata kunci : asesmen, fisika, pendampingan, OSN
PENGARUH IMPLEMENTASI BUKU AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA II TERHADAP KEMAMPUAN GENERIK SAINS MAHASISWA JURUSAN PGSD Margunayasa, I Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pengaruh implementasi buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II terhadap peningkatan kemampuan generik sains pada mahasiswa Jurusan PGSD. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Jurusan PGSD yang berjumlah 40 orang. Rancangan penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Variabel bebasnya adalah buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan generik sains mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis infrensial. Analisis inferensial menggunakan uji t sampel berpasangan. Berdasarkan hasil analisis dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan generik sains yang signifikan setelah implementasi buku ajar berbasis proyek (t = 42,247; p<0,05). Rata-rata kemampuan generik sains mahasiswa meningkat dari 53,00 menjadi 72,25.Kata-kata Kunci : buku ajar, proyek, kemampuan generik sainsAbstract: The aimed of this study was to describe the effect of the implementation of the textbook based project in the Lesson of Science Based Concept II toward the improvement of generic science ability on the students of PGSD department. This research was a quasy experiment. The sample was 40 students at third semester of PGSD department. The research design was One-Group Pretest-Posttest Design. The dependent variable was the implementation of the textbook based project, while the independent variable generic science ability. In analysing data, there were two techniques used, namely: descriptive analysis and inferential analysis. Inferential analysis used paired sample t-test. Based on the result of the research can be showed that generic science ability could improve by using the textbook based project (t = 42.247; p<0.05). The average of generic science ability was improve from 53.00 to 72.25.Keywords: textbook, project, the generic science ability
MODEL MENTAL MAHASISWA CALON GURU KIMIA DALAM MEMAHAMI BAHAN KAJIAN STEREOKIMIA Suja, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan distribusi model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia, serta (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi khusus (specific misconceptions) dan model mental alternatif yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru kimia. Subyek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNDIKSHA yang sedang mengambil mata kuliah Kimia Organik III di Kelas C Semeter V pada tahun ajaran 2013/2014. Jumlah subyek penelitian sebanyak 28 orang. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dua tingkat, terdiri dari bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia adalah: tidak ada konsep (20,71%), miskonsepsi spesifik (33,04%), model mental alternatif (12,50%), dan benar secara ilmiah (33,75%); serta (2) miskonsepsi tertinggi (92,86%) terjadi pada penentuan konfigurasi (R/S) senyawa berdasarkan proyeksi Newman, dan model mental alternatif tertinggi (32,14%) pada penggambaran proyeksi Fischer stereoisomer yang diketahui konfigurasi absolutnya.Kata-kata kunci: model mental, stereokimia, miskonsepsi, model mental alternatif.Abstract: This study aims to: (1) determine the distribution of pre-servicemodel in understanding Stereochemistry subject, and (2) identify and describe                                      specificmisconceptions and alternative mental models. Subjects were students of Chemistry Education Department, Mathematics and Natural Sciences Faculty UNDIKSHA, who are taking courses in Organic Chemistry III in 2013/2014 academic year. The number of study subjects were 28 students. Data were collected through achievement test formed multiple choice of two levels, consisting the contents and reasons. The data were analyzed descriptively. The results showed, ( mental model in understanding the subject of stereochemistry were: no concept (20.71%), specific misconceptions (33.04%), alternative mental models (12.50%), and scientifically correct (33.75%); and (2) highest misconceptions (92.86%) occurred in the determination of the configuration (R/S) compounds based on Newman projections, and highest alternative mental models (32.14%) in the depiction of the projection Fischer of stereoisomers that known its absolutly configuration.Keywords: mental models, stereochemistry, misconceptions, alternative mental models.
PERBANDINGAN TAMPILAN PITA PENANDA DNA (DEOXYRIBONUCLEIC ACID) STANDAR DAN PENENTUAN PANJANG DNA KROMOSOM Y YANG DIISOLASI DARI DARAH MANUSIA PADA PEMISAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERBEDA Widiyanti, Ni Luh Putu Manik; Maryam, Siti; Parwata, I Putu; Mulyadiharja, Sanusi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum ahli biologi mengetahui struktur dari Deoxyribonucleic acid (DNA), mereka mengenal bahwa DNA diturunkan dan gen yang menentukan berasosiasi dengan kromosom. Sekarang diketahui bahwa DNA membawa informasi keturunan dari sel, dan fungsi sebagian besar komponen protein terkemas dan terkontrol sepanjang molekul DNA. Oleh karena itu, semua sel dari semua bagian tubuh akan memberikan profil DNA yang sama bila dilakukan analisis DNA untuk mengkaitkan hubungan kekerabatan seseorang dengan lainnya. Kromosom Y diturunkan dari ayah hanya ke anak laki-laki tidak ke anak perempuan, oleh karena itu pewarisan gen pada kromosom Y bersifat paternal, sedangkan DNA ekstra kromosomal yaitu DNA mitokondria diwariskan secara maternal yaitu dari ibu ke semua anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Di dalam analisis DNA, media pemisahan sangat menentukan tampilan pita DNA marka dan pita DNA yang dianalisis. Media pemisahan DNA yang biasa digunakan adalah agarose. Dalam studi ini, menggunakan media pembanding yaitu Sodium Dedocyl Sulfate Poliacrylamid Gel Electroforesis (SDS PAGE) untuk membandingkan tampilan pita DNA penanda standar dan DNA kromosom Y yang diisolasi dari darah manusia. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa media SDS PAGE menampilkan pita DNA yang lebih jelas pada proses pemisahan untuk kedua DNA. Sedangkan pita DNA yang diisolasi dari darah sampel dengan panjang lebih dari 200 pasangan basa yaitu 225 pasangan basa, menggunakan agarose maupun SDS PAGE.Kata-kata kunci : pita DNA, penentuan panjang molekul DNA, sampel darah, media pemisahan agarose dan Sodium Dedocyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis.Abstract: Before biologist understood the structure of DNA, they had recognized that DNA is inherited traits and the genes that determine them were associated with the chromosomes. Now, the DNA carries the heredity information of the cell, and that the protein components of chromosomes function largest to package and control the long DNA molecule. So that, all of cells from all of part of body will take the same DNA profil if DNA analyzing have done for relationship inherited one person and another. Y chromosome is inherited from father to boys not woman, so that the inherited of gen in Y cromosome is paternality, while extrachromosomal DNA is mitochondria DNA is maternal inherited from mother to all of her children both boys or woman. In DNA analyzing, agarose medium is usually used for separate of DNA. In this study, used another medium for compare the agarose medium is Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis (SDS PAGE) for appear bands of standar marker DNA (DYS-19) and chromosome Y DNA were isolated from human blood. The result showed the SDS PAGE medium had more clear of appear DNA bands in separated process for both of DNA. While band of DNA were isolated from human blood have long more than 200 bp is 225 bp, both using agarose and SDS PAGE.Keywords : bands of DNA, determine long of DNA molecule, human blood sample, separate medium are agarose and Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamid Gel Electroforesis
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TEMPE KACANG HIJAU HASIL PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN INOKULUM TRADISIONAL Maryam, Siti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan salah satu makanan tradisional indonesia dan juga pangan fungsional, yaitu suatu pangan yang apabila dimakan akan berdampak positif pada kesehatan yang disebabkan adanya komponen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada tempe kacang hijua (Vigna radiata L) yang difermentasi menggunakan inokulum tradisional dengan lama waktu fermentasi selama empat puluh delapan jam. Analisis aktifitas antioksidan pada tempe kacang hijau diketahui dengan menggunakan uji DPPH. Data dianalisis dengan jalan mencari rata rata dari aktivitas antioksidan yang berasal dari lima kali pengulangan pembuatan tempe kacang hijau dengan menggunakan inokulum tradisional. Hasil penelitian mengatakan bahwa aktivitas antioksidan pada tempe kacang hijau sebesar 210,7372 mg/L. Disarankan untuk uji organoleptik pada tempe kacang hijau yang difermentasi dengan inokulum tradisional.Kata-kata kunci : tempe kacang hijau, inokulum tradisional, aktivitas antioksidanAbstract: Mung bean tempeh (Vigna radiata L) is one of Indonesian traditional food and functional food, a food that if eaten will have an impact on health due to the presence of antioxidant components. This study aims to determine the antioxidant activity in mung bean (Vigna radiata L) were fermented using traditional inoculum with longer fermentation time for forty-eight hours. Analysis of antioxidant activity in mung bean identified by using DPPH test. Data were analyzed by looking for an average of antioxidant activity derived from five repetitions mung bean tempeh using traditional inoculum. Research suggests that the antioxidant activity on green bean tempeh is 210.7372 mg/L. It is recommended for organoleptic test on mung bean tempeh is fermented with inoculum tradisionalKeywords : mung bean tempeh, inoculum traditional, actyvity antioxidant
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ORIENTASI IPA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA KONSEP ELASTISITAS & HUKUM HOOKE, DAN FLUIDA STATIS Rosyid, Rosyid; Jatmiko, Budi; Supardi, Imam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Orientasi IPA dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Desain yang digunakan adalah control group pretest and postest design. Implementasi model dilakukan di dua sekolah masing-masing sebanyak tiga kelas eksperimen (model pembelajaran Orientasi IPA) dan satu kelas kontrol (model konvensional). Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan uji statistik inferensial ANOVA satu jalur dan uji-t dua sampel yang independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Orientasi IPA efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan capaian N-gain tinggi daripada model pembelajaran konvensional dengan capaian N-gain sedang.Kata-kata kunci: Efektivitas, Keterampilan berpikir kritis, Model pembelajaran
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN INTEGRATIF DAN KOLABORATIF DI SEKOLAH Citrawathi, Desak Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Untuk dapat belajar dengan baik, diperlukan status kesehatan yang optimal. Kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual yang baik pada siswa akan menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam promosi kesehatan dan merupakan startegi promosi kesehatan yang lebih baik dibandingkan strategi lainnya. Melalui pendidikan kesehatan siswa mendapatkan informasi, pengetahuan, dan keterampilan mengenai perilaku hidup sehat, dan gaya hidup yang bersih dan sehat. Melalui pendidikan kesehatan siswa juga mendapatkan akses mengenai berbagai masalah kesehatan. Siswa yang mendapatkan pendidikan kesehatan diharapkan tidak hanya mampu mempraktekkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi mereka juga diharapkan mampu menjadi agen promosi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Sedangkan dalam UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.Kedua Undang-undang tersebut mengamanatkan pentingnya pelaksanaan pendidikan kesehatan di sekolah. Dengan berlakunya Kurikulum 2013, perlu dikembangkan model pendidikan kesehatan integratif dan kolaboratif, melalui pengembangan tema-tema kesehatan atau diintegrasikan pada mata pelajaran yang relevan, dengan lebih mengoptimalkan peranan siswa, guru, dan dukungan partisipatif aktif warga sekolah, orang tua, dan Puskesmas.Kata-kata kunci: pendidikan kesehatan, integratif, kolaboratif.Abstract: Education and health are two interrelated things. To be able to learn well, required optimal health status. Physical, mental, social, and spiritual well the students will support the success of students in learning.Education is one of the important elements in the promotion of health and health promotion is a strategy that is better than other strategies. Through health education students gain information, knowledge, and skills regarding healthy behavior and lifestyle that is clean and healthy. Through healtheducation students also gain access to the wide range of health problems. Students who received health education are expected not only be able to practice healthy behaviors in daily life, but they are also expected to be a health promotion agency in the family and society. In Law No. 20 Year 2003 on National Education System stated that "the National Education serves to developing students' potentials to become a human of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent, and become citizens democratic and accountable. While the RI Law 36 of 2009 on Health stated that the school health organized to enhance the ability of learners healthy life in a healthy environment so that students can learn, grow, and develop into a quality human resources. Both the laws mandates the importance of the implementation of health education in schools. With the enactment of Curriculum 2013, the need to develop models of integrative and collaborative health education, through the development of health themes or integrated in the relevant subjects, to further optimize the role of students, teachers, and support of active participatory citizens of the school, parents, and health centers.Keywords: health education, integrative, collaborative.
CEDERA PADA PEMAIN SEPAKBOLA Artanayasa, I Wayan; Putra, Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera olah raga merupakan aspek penting yang diperhatikan dalam olahraga kompetitif. Penanganan yang kurang baik dapat menghambat performa pemain di lapangan dan mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. Berbagai jenis cedera pada pemain sepakbola antara lain: sprain, strain, knee injuries, compartment syndrome, shin splints, achilles tendon injuries, dan fractures. Beberapa penyebab cedera antara lain: latihan yang berlebihan, ketidakseimbangan, kurangnya pemanasan, metode latihan yang salah, kelainan struktural, kelemahan otot, tendon, dan ligament. Beberapa penanganan cedera antara lain dengan terapi kompres es, kompresi daerah yang cedera, posisikan daerah cedera lebih tinggi dari jantung, dan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Beberapa pencegahan antara lain: menggunakan pelindung tubuh, memilih kelengkapan olahraga yang sesuai, memperkuat otot di daerah yang rentan cedera, dan latihan peregangan.

Page 2 of 11 | Total Record : 108