cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA BIDANG ASTRONOMI Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada hasill penelitian hibah bersaing tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil keterampilan laboratorium mahasiswa calon guru fisika pada bidang Astronomi. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Perangkat Praktikum Berbasis Kemampuan Generik Sains (PP-BKGS). Perangkat praktikum dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi perangkat melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun akademik 2013/2014 dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PP-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum IPBA pada bidang Astronomi. Keterampilan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum tergolong baik. (2) Respon mahasiswa terhadap PP-BKGS adalah positif.Kata-kata kunci: astronomi, keterampilan laboratorium, profil.Abstract: This article is based on research grant competition in 2014 years. The purpose of this study was to describe the profil of the laboratory skills of students in the field of Astronomi. Learning is done through the implementation a Learning Program of Skills Laboratory- Based on Generic Science Ability. Learning program of skills laboratory was developed using research and development strategy. The development process of three steps: (1) Preliminary Studies, (2) Preparation/ development program, (3) Validation Program through limited trials. The study was conducted in the sixth semester student in Department of Physics Education in the Bali "LPTK" in the academic year 2013/2014, with one group pretest-posttest design. The results obtained from this study were (1) laboratory skills that can be developed with this program is a skill in designing, conducting and reporting laboratory activities of Earth and Space Science in lithosfer field. Student's ability in designing, conducting and reporting an experiment are very good, (2) The response of students is positive.Keywords: astronomics, laboratory skills, profile
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI BERBANTUAN MEDIA ICT Ni Nyoman Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan: (1) prototipe model pembelajaran pemecahan masalah matematika SMP berorientasi kearifan lokal Bali beserta perangkat pembelajarannya yang valid, efektif, dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dimaksud, berupa: (a) buku petunjuk guru, (b) RPP, (c) buku siswa, dan (d) media ICT serta lembar kerja siswa. Penelitian pengembangan ini, dilaksanakan selama tiga tahun menggunakan desain pengembangan 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian ini baru sampai pada tahap develop. Tahap define dan design telah menghasilkan draf model dan perangkat pembelajaran dengan kualifikasi valid. Pada tahap develop, melakukan uji efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran dan perangkatnya melalui uji coba terbatas. Uji efektifitas dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dari sebelum dan sesudah pelaksanaan uji coba. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa tentang model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah semua perangkat pembelajaran yang dihasilkan berkualifikasi valid, efektif, dan praktis. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dinilai layak untuk melakukan tahap disseminate pada wilayah sekolah yang lebih luas.Kata-kata kunci: kearifan lokal, media ICT, kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran pemecahan masalah.Abstract: The aim of the staudy was to produce: (1) prototype of Junior High School Mathematic problem- solving instructional model oriented on Balinese local wisdom and learning tools are valid, effective, and practical. The instructional devices mentioned included: (a) Teacher's mannual, (b) Instructional planning, (c) student's text book and (d) ICT media and student's worksheets. This development research was conducuted for about three years using 4-D model development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). This study had just reached development stage. The define, and design stage had resulted draft of model and instructional devices wit valid qualification. In the develop stage a limited try-out of the model and its devices should be done. The effectiveness test would be viewed from the improvement of ability to solve mathematics problems before and after the try-out was conducted. The practicality testing was made based on the teacher and student responses toward the instructional model and its devices. The subjects of the study involved teachers and students of class VIII SMPN 4 Singaraja. The data were collected by using observation sheet, questionnaire, and test of mathematic problem solving ability. The analysis was conducted descriptively. The results indicated that all the instructional devices produces were found valid, effective, and practical. Based on the findings, it was feasible to dissiminate this model in the wider range of schools.Keywords: local wisdom, ICT media, ability to solve mathematic problems, problem solving instructional model.
PDL SYSTEM SEBAGAI MODEL DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 I Putu Artawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan model pembelajaran PDL(Personal Desk Lab). Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Creative Thinking Skill dan Pemahaman Konsep Fisika siswa dalam implementasi curriculum 2013. Spesifikasi produk yang diharapkan dalam penelitian ini berupa Model Pembelajaran. Model Pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran dengan Personal Desk Laboratory (PDL). Pada penelitian ini dikaji model yang akan dikembangkan baik secara operasional prosedur penyusunan model maupun bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan saat penerapan model saat proses belajar mengajar berlangsung (uji coba produk). Prosedur pengembangan dilakukan dengan beberapa tahapan utamanya dalam penyusunan model yaitu: Penentuan Topik/Pokok Bahasan, Penyusunan Langkah Kerja dan Desain Alat. Instrumen yang diperlukan dalam pengumpulan data meliputi instrumen tingkat validitas perangkat atau model, instrumen pengamatan subyek penelitian terhadap model yang diberikan dan instrumen terhadap hasil belajar pembelajar. Model yang dikembangkan masih terbatas pada beberapa topik yaitu: Kinematika Gerak, Getaran, Optik, dan Fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berkategori efektif sebagai model yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil eksperiment yang dilakukan pada setiap pertemuan, diperoleh hasil yang sesuai dengan teori dan tujuan yang diharapkan. Data ini juga didukung dengan tingkat partisipasi siswa dalam setiap proses pembelajaran yang secara umum berkategori aktif. Hasil belajar juga menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep/topik yang dibelajarkan pada saat uji coba produk.Kata-kata kunci: model pembelajaran, PDL (Personal Desk Laboratory), hasil belajar, kurikulum 2013Abstract: This research and development aimed at knowing effectiveness of PDL (Personal Desk Lab) learning model. Generally, the present study aimed at improving Creative Thinking Skill and Comprehending physics concept of students in curriculum 2013 implementation. The specification of products that would be expected was in the form of Learning Model. The Learning model meant was PDL (Personal Desk Lab) learning model. This study examined the future developing model in the form of model developing procedure and steps of implementing the procedure in teaching learning process (try out of the product). The development procedure was conducted by some steps of developing model, those were; determining topic, developing worksteps and tools design. The instruments needed in collecting the data consisted of; validity instrument, instrument of observing research subject on model given and instrument toward achievement of teaching and learning. The model developed was still limited to some topics such as; mechanics (kinematics), vibration, optics, dan fluid. The result of this research showed that the model developed categorized into effective model of teaching and learning. This was proved in the result of experiment conducted in each meeting. It was obtained appropriate result and theory and purposes espected. This data also supported by students participation in each process of teaching and learning which was generally categorized as active participation. The achievement result also showed that there was significant improvement toward comprehending concept/topic given in try out of the product.Keywords: learning model, PDL (Personal Desk Laboratory), achievement result, curriculum 2013
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BILINGUAL BERBASIS PERTANYAAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Putu Budi Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengahasilkan LKS Berbasis Pertanyaan (LKS Bilbaper) yang digunakan untuk memahami konsep biologi dan keterampilan proses sains di SMP. Secara khusus tujuan penelitian adalah: a) melakukan analisis kebutuhan untuk mengembangkan LKS Bilbaper., b) melakukan analisis standar isi dan dokumen kurikulum IPA/sains SMP, c) menyusun buram (draf) LKS Bilbaper, d) menganalisis dan merevisi LKS Bilbaper berdasarkan data hasil reviewer, dan e) mendeskripsikan hasil analisis keefektifan LKS Bilbaper untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP. Metode penelitian pengembangan menggunakan ADDIE Model yang terdiri dari tahap Analisis (Analysis), tahap Perancangan (Design), tahap Pengembangan dan Produksi (Development and Production), tahap Implementasi (Implementation), dan tahap Evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukan bahwa LKS Bilbaper yang dikembangkan memenuhi syarat atau layak digunakan dalam pembelajaran sains biologi di SMP, efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep biologi dan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP, aktivitas belajar siswa menggunakan LKS Bilbaper termasuk baik dan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan LKS Bilbaper adalah positif.Kata-kata kunci: keterampilan proses sains, LKS bilbaper, pemahaman konsep,Abstract: This study aimed to develop a questions-based worksheet that used to enhance the understanding on biological concepts and science process skill in junior high school. The specific aims of this study were; a) to conduct need analysis for developing the question-based worksheet, b) to analyze standard contents and science curriculum documents of junior high school, c) to construct the worksheet draft, d) to analyze and revise the draft of the worksheet based on the data resulted by the reviewers, and, e) to describe the results of analysis on worksheet effectiveness in improving the understanding of concepts and science process skill of junior high school students. Research development method used ADDIE model that consist the stages of analysis, design, development and production, implementation, and evaluation. Study result shows the developed question-based worksheet meets the terms or suited to be used in science teaching-learning process in junior high school, can be used to enhance understanding of biological concepts effectively and to enhance the science process skill of junior high school students. The student learning activity using the worksheet is good and the student responses on learning process using the worksheet is positive.Keywords: question-based worksheet, science process skills, understanding of biological concepts
MODEL BELAJAR PEMECAHAN MASALAH BERBASIS KONTEKS UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI GENERIK SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Putu Yasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan luas dari negara-negara maju bedampak pada seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Tujuan pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan global kehidupan masyarakat di masa depan, membentuk masyarakat yang mampu berpikir kritis dalam memcahkan msalah, bekerja sama dalam team work, memenage dirinya dalam belajar, berkomunikasi, dan memanfaatkan perkembagan IT sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi generik siswa yang meliputi keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis, keterampilan dalam team work, dan keterampilan dalam self directed learning (SDL). Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran dengan menerapkan model belajar pemecahan masalah berbasis konteks. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa. rerata kompetensi generik siswa dari keadaan awal, siklus I dan siklus II terjadi peningkatan (57; 71,67; dan 81,33). Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa secara umum model belajar pemecahan masalah berbasis konteks dapat mengembangkan kompetensi generik siswa SMA Negeri 3 Singaraja menujukea rah yang positipKata-kata kunci: Model belajar belajar, pemecahan masalah, dan kompetensi GenerikAbstract: The very rapidly and broadly development of the science and technology of developed countries impacts to the all aspects of human social life, including in the education aspect. The purpose of the education is to prepare human resources to compete and contribute in the gobal development of the community life in the future, develops the community that able to critical thingking in thr problem solving, work together in team work, self directed learning, communicate globally, and uses theĀ competence including; problem solving skill, critical thingking skill, team work skill, and SDL. The study was done as the class action research with two learning sicles by implementing context based problem solving learning model. The analysis data indiceted that there were increased to the average of students generic competencies from base line to the first learning cycle and the second learning cycle (38; 68; and 72). Based on the data analysis indicates thet generally the generic competencies of students of SMA Negeri 3 Singaraja can be developed by the learning model of problem solving based context.Keywords; learning model, problem solving, and generic competence
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ORIENTASI IPA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA KONSEP ELASTISITAS & HUKUM HOOKE, DAN FLUIDA STATIS Rosyid Rosyid; Budi Jatmiko; Imam Supardi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Orientasi IPA dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Desain yang digunakan adalah control group pretest and postest design. Implementasi model dilakukan di dua sekolah masing-masing sebanyak tiga kelas eksperimen (model pembelajaran Orientasi IPA) dan satu kelas kontrol (model konvensional). Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan uji statistik inferensial ANOVA satu jalur dan uji-t dua sampel yang independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Orientasi IPA efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan capaian N-gain tinggi daripada model pembelajaran konvensional dengan capaian N-gain sedang.Kata-kata kunci: Efektivitas, Keterampilan berpikir kritis, Model pembelajaran
MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI VARIASI MODEL UMPAN BALIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN GAYA KOGNITIF Ni Made Sri Mertasari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh model umpan balik terhadap motivasi belajar matematika. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Negeri di Kota Singaraja menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2 melibatkan 100 siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan umpan balik dari teman sejawat memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan umpan balik dari guru. Selanjutnya ditemukan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara model umpan balik dan gaya kogntif siswa terhadap motivasi belajar siswa. Siswa yang memiliki gaya kognitif field independenlebih cocok dengan pembelajaran matematika dengan umpan balik dari teman sebaya, sebaliknya siswa yang memiliki gaya kognitif field independenlebih cocok dengan pembelajaran matematika dengan umpan balik dariguru. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, disarankan untuk menerapkan pembelajaran dengan umpan balik dari teman sebaya dengan mempertimbangkan gaya kognitif siswa.Kata-kata Kunci: Umpan balik teman sebaya, gaya kognitif, motivasi belajarAbstract: The objective of the research is to study the effect of feedback model on mathematics learning motivation by considering cognitive style. The research using experimental method with 2x2 factorial design and conducted conducted at Singaraja for State Junior High School with sample of 100 students..The result of the research indicates that the mathematics learning motivation of students who follow instructional with peer feedback is higher than those from students who follow instructional with teacher made feedback. Furthermore, it is found that there is interaction effect between feedback model and cognitive style on mathematics learning motivation. Students with field independent cognitive style appropriates with mathematics instruction with peer feedback, otherwise students with field dependent cognitive style appropriates with mathematics instruction with feedback from teacher. Finally, in order to enhance student learning motivation, it is recomended to use peer feedback model in mathematics instruction by considering cognitive style.Keywords: peer feedback, cognitive style, learning motivation
ANALISIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) B NEGERI SINGARAJA Tia Rahmawati; I Made Candiasa; I Made Suarsana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perencanaan pembelajaran, kualitas pelaksanaan pembelajaran, kualitas evaluasi pembelajaran, dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) B Negeri Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran terkategori baik dengan persentase skor perencanaan pembelajaran sebesar 87,5%, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran terkategorikan baik dengan persentase skor pelaksanaan pembelajaran sebesar 82,14%, kemampuan guru mengevaluasi pembelajaran terkategorikan cukup dengan persentase skor sebesar 75%, dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika yaitu belum tersedianya buku pelajaran khusus untuk SDLB B, kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa, belum adanya pengawas khusus SDLB, kurangnya ketersediaan media pembelajaran.Kata-kata kunci:SDLB B, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaranAbstract: The aims of this qualitative research are to thoroughly observe the qualities of lesson plans, implementations, evaluations and obstacles faced in the mathematics classroom of SDLB B N Singaraja. Purposive sampling was used to select the needed samples of the research. The data were gathered through observation, interview and document analysis. The data analysis showed that the teacher's ability in order to construct the lesson plans was good (87,5%), the implementation of the lesson plan in the learning activities was good (82.14%), and the teacher's ability to evaluate the instructional activities was enough (75%). Furthermore, it is found that some problems encountered in mathematics teaching-learning activities in SDLB B N Singaraja were caused by the lack of textbooks, the difficulties in teacher's-student's communication, the absent of supervisor specializing in special learning and the lack of media for learningKeywords: SDLB, lesson plan, learning implementation, learning evaluation
KIMIA HIJAU DALAM PRAKTIKUM LAJU REAKSI I Wayan Redhana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bahan-bahan yang aman bagi manusia dan ramah bagi lingkungan pada praktikum laju reaksi. Studi ini dilakukan dengan mengkaji literatur dan mengeksplorasi gagasan yang terkait dengan praktikum kimia ramah lingkungan. Ada empat jenis praktikum yang dilakukan pada topik laju reaksi, yaitu: pengaruh luas permukaan, konsentrasi, suhu, dan katalis masing-masing terhadap laju reaksi. Pada praktikum pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah tablet efervesen (dalam bentuk utuh dan butiran dengan massa yang sama) dan air. Pada pengaruh konsentrasi dan suhu masing-masing terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan tablet vitamin C, iodium tincture, hidrogen peroksida, dan pati. Sementara itu, pada praktikum pengaruh katalis terhadap laju reaksi, bahan-bahan yang dapat digunakan adalah hidrogen peroksida dan kentang. Bahan-bahan ramah lingkungan ini menggantikan bahan-bahan kimia pada praktikum tradisional, seperti larutan HCl, Na2S2O3, dan FeCl3 yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.Kata-kata kunci: bahan kimia berbahaya, bahan ramah lingkungan, praktikum kimia hijauAbstract: This study aimed at describing and analyzing materials being safe for human and friendly for environment at chemical rate practicum. The study was conducted by reviewing references and exploring ideas related to the environmentally friendly chemistry practicum. There were four topics of chemical rate practicum, namely: the effect of surface area, concentration, temperature, and catalyst toward the chemical rate, respectively. At the effect of surface area of reactans toward the chemical rate, materials being used were effervescent tablet (in form of chunks and granules at the same mass) and aquadest. At the effect of concentration of reactans and temperature toward the chemical rate, respectively, materials being used were vitamin C tablets, tincture of iodine, hydrogen peroxide, and starch. Meanwhile, at the practicum of the effect of catalyst toward the chemical rate, materials being used were hydrogen peroxide and potato. These materials replaced chemicals used in the traditional practicum, such as solution of HCl, Na2S2O3, and FeCl3 being dangerous to the human and environment.Keywords: hazardous chemicals, environmentally friendly materials, green chemistry practicum
PARADIGMA BARU PEMBELAJARAN KIMIA SMA I Wayan Subagia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia merupakan salah satu pelajaran IPA yang kurang diminati oleh kebanyakan peserta didik SMA. Hal tersebut tidak terlepas dari cara buku menyajikan materi, cara guru mengajarkan kimia, informasi publik yang diterima peserta didik, dan tujuan siswa belajar kimia. Tulisan ini menguraikan ideĀ­ide baru pelaksanaan pelajaran kimia SMA untuk menguatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran kimia. Tulisan ini merupakan konstruksi teoretis pembelajaran kimia yang disusun berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman panjang dalam praktik pembelajaran ilmu kimia, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, yang diberi nama paradigma baru pembelajaran kimia SMA. Hasil konstruksi tersebut merekomendasikan tiga ide pokok yang dapat digunakan untuk penguatan peminatan peserta didik terhadap mata pelajaran kimia di SMA. Pertama, pembelajaran kimia SMA harus diawali dengan membangun cara berpikir baru peserta didik tentang mata pelajaran kimia. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan bahwa kimia itu penting, menyejahterakan, menyenangkan, menyehatkan, dan bermanfaat bagi semua orang . Kedua, setiap pembelajaran materi kimia SMA harus dikaitkan kembali dengan eksistensi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif terhadap setiap aspek materi kimia yang dipelajari. Dengan demikian, peserta didik mampu melihat peranan kimia dalam menjelaskan atau memecahkan masalah sehari-hari dan bukan hanya dilihat sebagai pengetahuan belaka. Dengan tiga cara tersebut diharapkan, kesadaran, minat dan motivasi peserta didik belajar kimia dapat ditingkatkan.Kata-kata kunci: paradigma baru, pelajaran kimia, SMAAbstract : Chemistry is one of science subject matter which is less interested by many Senior High School students. This cannot be separated from the way books present materials, the way teachers teach describes new ideas of teaching senior high school chemistry to str chemistry subject. This writing is a theoretical construction of chemistry teaching formulated based on long observation and experiences in chemistry teaching, both at school and in university, called as new paradigm of teaching Senior High School Chemistry. There are three main ideas of teaching chemistry teaching of Senior High School chemistry should be initiated thinking of chemistry subject. This can be done by explaining that chemistry is important, prosperous, joyful, healthful, and useful for all people. Second, each part of chemistry learning should be connected back to the existence of chemistry in daily life. Third, students should be trained to think critically and creatively toward all aspects of chemistry learnt. Therefore, students are able to see the power of chemistry in describing and solving daily problems, and it is not seen as knowledge only. Based in these three ideas of chemistry teaching, it is expected that the awareness, interest, and motivation of students to learn chemistry can be improved.Keywords: new paradigm, chemistry learning, and senior high school

Page 7 of 11 | Total Record : 108