cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018" : 23 Documents clear
Validitas dan Reliabilitas Tes Keterampilan Berpikir Kritis Tipe B I Wayan Redhana
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas tes keterampilan berpikir kritis tipe B yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Untuk itu, tes diuji pada tiga SMA yang ada di Provinsi Bali. Sampel dipilih dengan teknik multistage cluster sampling. Jumlah sampel siswa yang terlibat pada uji tes ini sebanyak 90 orang. Uji tes ini menghasilkan 32 butir soal valid dari 50 butir soal dengan nilai validitas 0,209 – 0,588 dan reliabilitas tes sebesar 0,802. Ketiga puluh dua butir tes dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis untuk tingkat SMA.Kata kunci: validitas, reliabilitas, tes, berpikir kritis
Variasi Konsentrasi Isolat Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amaranthus tricolor) N P Ristiati; N L P M Widiyanti; N L K Partati
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan pemberian isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik dengan variasi konsentrasi (10%, 20% dan 30%) dan (2) konsentrasi isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor). Penelitian ini merupakan penelitian sungguhan (true experimental) dengan desain The Randomized Post Test Only Control Group Design yang dilengkapi dengan rancangan lingkungan yaitu Rancangan Acak Lengkap. Sampel yang digunakan adalah tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan panjang 1,5 cm dan memiliki daun berjumlah dua helai. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik anava satu arah (Anova One Way). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan pemberian bakteri penambat nitrogen non simbiotik dengan variasi konsentrasi dengan nilai F 30,84 serta nilai signifikansi 0,0001 dan (2) isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) adalah konsentrasi 20% dengan rata-rata berat kering 0,35 gram, karena dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 77,14%.Kata kunci: Amaranthus tricolor, isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik, pertumbuhan.
Wisata Rurung Berorientasi Ergo-Entrepreneurship Dengan Pesona Kampung I Made Sutajaya; I Wayan Sukra Warpala
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dengan pesona kampung dapat meningkatkan sikap kewirausahaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Penelitian quasi eksperimental yang dipadukan dengan pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatore (SHIP) ini melibatkan 32 subjek yang dipilih secara acak bertingkat. Rancangan penelitian menggunakan post test only group design (treatment by subject design). Variabel bebasnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dengan pesona kampung dan variabel tergantung adalah sikap kewirausahaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan pemukiman. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mencari persentase perubahan dan dilanjutkan dengan uji beda t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan sikap kewirausahaan masyarakat setempat secara bermakna sebesar 21,61% (p<0,05), (2) implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan pemukiman secara bermakna sebesar 22,47% (p<0,05), dan (3) kendala yang dihadapi terkait dengan implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship lebih bersifat teknis dan ekonomis yang dapat ditanggulangi melalui program kesadaran (awareness program). Simpulannya adalah implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan sikap kewirausahaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan pemukiman.Kata Kunci: Ergo-entrepreneurship, Pemberdayaan, dan Wisata Rurung
Meningkatkan Sikap Ilmiah Mahasiswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) berbasis Lesson Study Ni Putu Sri Ratna Dewi; I Made Citra Wibawa
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study. Dalam proses pembelajaran sebelumnya, diketahui sikap ilmiah mahasiswa masih rendah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang salah melakukan prosedur kerja ketika praktikum dan kurang mampu menganalisis data hasil praktikum. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi semseter III tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap plan, do dan see. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pempelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study dapat meningkatkan sikap ilmiah mahasiswa. Hal ini terbukti dari hasil analisis yang menyatakan bahwa pada siklus I rerata nilai sikap ilmiah mahasiswa sebesar 118,28 yang berada pada kategori tinggi, sedangkan Pada siklus II rerata sikap ilmiah mahasiswa menigkat menjadi 134,96, dari kategori tinggi menjadi kategori sangat tinggi. Meningkatnya sikap ilmiah mahasiswa karna pada setiap sintak model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) mahasiswa diberikan kesempatan untuk melatihkan indikator-indikator sikap ilmiah serta mahasiswa mendapat perhatian lebih baik dengan adanya observer ketika proses pembelajaran berlangsung.Kata kunci: sikap ilmiah, kooperatif GI, lesson study
Studi Pendahuluan Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Salingtemas Berorientasi Pendidikan Karakter Putu Prima Juniartina; Ni Luh Pande Latria Devi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran IPA pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan kemampuan perpikir siswa dan mengembangkan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini tuntutan kurikulum dalam pembelajaran adalah siswa mampu mengkontruksi pengetahuannya sendiri, memiliki sikap ilmiah serta memiliki karakter yang baik, dan guru hanya sebagai mediator serta fasilitator dalam proses pembelajaran. Menindaklanjuti tuntutan tersebut, faktanya dilapangan dalam proses pembelajaran IPA belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai tuntutan kurikulum. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis Salingtemas berorientasi pendidikan karakter. Sebelum melakukan pengembangan bahan ajar tersebut, perlu dilakukan studi pendahuluan dari penelitian utama tentang pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi pendidikan karakter untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk merancang draft bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kurikulum di sekolah, indikator pemahaman konsep, indikator pendidikan karakter dan metode salingtemas. Studi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPA dan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang perlunya pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi Pendidikan karakterKata kunci: studi pendahuluan, bahan ajar ipa terpadu, salingtemas
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Etnosains Bagi Calon Guru IPA Putri Sarini; Kompyang Selamet
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar mata kuliah Etnosains untuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket analisis kebutuhan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar yang digunakan kurang relevan dengan etnosains Bali; dan (2) kesulitan mahasiswa menemukan sumber belajar yang sesuai dengan mata kuliah etnosains. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perlu dilakukan pengembangan bahan ajar untuk Mata Kuliah Etnosains di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha.Katakunci: analisis kebutuhan, bahan ajar, etnosains
Pengaruh Sterilisasi Terhadap Kadar Unsur Hara Limbah Cair Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sartika Tangguda; I Nyoman Dodik Prasetia
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan pada kegiatan budidaya udang vaname, selain mengandung unsur hara, juga mengandung kontaminan berupa zooplankton dan diatom yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga diperlukan sterilisasi limbah untuk mengurangi resiko kontaminasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlakuan sterilisasi terhadap kadar unsur hara pada limbah cair tambak udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 2 perlakuan, yaitu limbah tidak steril (perlakuan A) dan limbah steril (perlakuan B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi efektif digunakan untuk mengurangi jumlah kontaminan. Kadar unsur hara pada perlakuan A adalah 38,7650 mg/l C organik; 0,4570 mg/l N; 0,3800 mg/l P; 6,3380 mg/l K; 1,5307 mg/l Fe; 38,8920 mg/l Na; 0,0232 mg/l Cu; 0,0138 mg/l Zn; dan 0,0106 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B adalah 42,8087 mg/l C organik; 0,4850 mg/l N; 0,4140 mg/l P; 6,9640 mg/l K; 1,6250 mg/l Fe; 40,4160 mg/l Na; 0,0247 mg/l Cu; 0,0154 mg/l Zn; dan 0,0118 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B lebih tinggi dibandingkan kadar unsur hara pada perlakuan A sehingga apabila digunakan untuk menumbuhkan Chlorella sp. maka pertumbuhannya akan lebih baik pada perlakuan B dibandingkan dengan perlakuan A.Kata kunci: kontaminan, sterilisasi, limbah steril
Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Pengelolaan Terumbu Karang di Pulau Lembongan, Bali I Nyoman Dodik Prasetia; . Supriharyono; Sutrisno Anggoro; Lachmuddin Sya’rani
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem terumbu karang Pulau Lembongan memiliki nilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Pemanfaatan terdiri dari kegiatan: perikanan tangkap; budidaya perairan; perhubungan; dan pariwisata. Tingginya pemanfaatan kawasan terumbu karang dapat menurunkan daya dukung lingkungan. Beberapa indikator ke arah penurunan kualitas dan kuantitas terumbu karang adalah: 1. Pemanfaatan kawasan terumbu karang yang berlebihan; 2. Kegiatan pariwisata yang tidak ramah lingkungan; 3. Kegiatan investasi yang tidak sehat; dan 4. Perebutan kawasan pesisir antar stakeholder. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan terumbu karang. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan wawancara. Penelitian menunjukkan masyarakat Pulau Lembongan menyadari terumbu karang memberikan manfaat terhadap kehidupan seperti: terumbu karang sebagai rumah ikan dan karang berfungsi memecah gelombang. Persepsi masyarakat terhadap kondisi karang 10 tahun yang lalu dengan sekarang adalah terjadinya penurunan dalam kuantitas dan kualitas. Tingkat pastisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dalam kategori tinggi, dimana: 1) masyarakat menyatakan siap melakukan upaya pelestarian lingkungan; dan 2) masyarakat ingin terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan. Hal ini menunjukkan masyarakat menyadari ada kaitan antara karang dengan kehidupan masyarakat.Kata kunci: terumbu karang, masyarakat Pulau Lembongan, persepsi dan partisipasi
Diversitas Spesies Ikanpada Ekosistem Pesisir Desa Pacung Kabupaten Buleleng Bali Gede Iwan Setiabudi; Gede Merta; Maria Niken Tri Ubaya Sakti; I Putu Mangku Mariasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas ekosistem pesisir Desa Pacung Kecamatan Tejakula Buleleng, Bali. Hal tersebut berkaitan dengan pencadangan desa tersebut untuk RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan pulau-pulau Kecil) di kawasan perairan Kabupaten Buleleng. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan zonasi wilayah perairan. Metode yang digunakan mengambil data dibagi 2 yaitu wawancara dan untuk data bawah air digunakan tehnik penyelaman, videografi dan fotografi. Pengambilan data dilakukan pada 18 stasiun di bulan Maret 2018. Jumlah ikan yang berhasil diidentifikasi adalah 73 spesies. Jumlah tersebut berasal dari 10 ordo yaitu Callionimiformes, Gobiiformes, Perciformes, Pleuronectiformes, Scombriformes, Scorpaeniformes, Tetraodontiformes dan Trachiniformes. Ordo yang mendominasi adalah Perciformes, sebesar 80,2%. Delapan ordo ikan yang teridentifikasi berasal dari kawasan dengan tutupan terumbu karang yang rendah.Kata Kunci: Diversitas, Ikan, Ordo, Perciformes, Pacung
Studi Tentang Keanekaragaman dan Kemelimpahan Endopsammon pada Berbagai Ragam Corak Habitat dalam Kawasan Taman Nasional Bali Barat Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti halnya endopsammon di kawasan lainnya, maka endopsammon yang hidup dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat diduga sangat dipengaruhi oleh corak habitat yang beragam di dalam lingkungan laut kawasan Taman Nasional Bali Barat. Terkait dengan itu, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah keragaman corak habitat di dalam Taman Nasional Bali Barat mempengaruhi keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon yang hidup disana. Dalam penelitian ini sampel endopsammon diambil pada 25 stasiun yang mana masing-masing stasiun mewakili satu corak habitat. Untuk mendapatkan data jenis endopsammon yang ada di dalam substrat pasir dan lumpur, dilakukan langkah-langkah ; a) pengambilan sampel substrat dengan menggunakan core ; b) ekstraksi endopsammon dengan menggunakan teknik pembasuhan ; c) pengawetan dengan formalin 4 % dan pewarnaan spesimen dengan rose bengal, dan : d) pengamatan mikroskopik dan identifikasi jenis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan uji statistik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ; a) keanekaragaman endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 22 (nilai H’ = 3,6844, jumlah spesies = 54) ; b) keanekaragaman endopsammon terendah ditemukan di stasiun 8 (nilai H’ = 2,4772, jumlah spesies = 16) ; c) kemelimpahan endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 2 (jumlah individu = 220) ; d) kemelimpahan endopsammon terendah ditemukan di stasiun 20 ( jumlah individu = 29) ; e) corak habitat memiliki pengaruh signifikan terhadap keanekaragaman endopsammon (p = 0,000, F = 77,17) ; f) corak habitat memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kemelimpahan endopsammon (p = 0,000, F = 237,14).Kata Kunci = Endopsammon, Keanekaragaman, Kemelimpahan, Corak Habitat.

Page 2 of 3 | Total Record : 23