cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hsibyan@unsiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ
ISSN : 2534689X     EISSN : 26143763     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNSIQ (Jurnal PPKM) merupakan media komunikasi dan desiminasi hasil-hasil penelitian, pengabdian, studi kasus dan ulasan ilmiah (terapan) bagi ilmuwan dan praktisi di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2014 dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo secara berkala empat bulan sekali yaitu bulan Januari, Mei dan September dengan ISSN (print) 2354-869X | ISSN (online) 2614-3763.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2021): Mei" : 15 Documents clear
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PT. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Kristianto, Fesa Putra; Widianto, Wahyu; Pangestika, Erlina
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1705

Abstract

PT. X adalah perusahaan furnitur yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Bahan baku kayu yang digunakan PT. X dalam memproduksi furnitur adalah kayu sungkai. Kelebihan kayu sungkai adalah serat dan garis kayu yang bagus. Akan tetapi kayu sungkai mempunyai kelemahan yaitu tidak tahan air dan hama khususnya untuk kayu yang berbentuk papan. Sistem persediaan yang digunakan PT. X saat ini kurang optimal. Hal ini dikarenakan jumlah persediaan bahan baku PT. X sangat banyak sehingga mengeluarkan biaya penyimpanan dan pemesanan yang besar. Oleh karena itu mengendalikan persediaan bahan baku pada PT. X sangat diperlukan. Salah satu metode yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ) model Q. Dengan menggunakan EOQ model Q, PT. X dapat mengoptimalkan persediaan berdasarkan permintaan pasar. Hasil analisa perbandingan metode EOQ model Q dengan metode manajemen persediaan PT. X ditinjau dari total biaya tahunan yaitu untuk metode EOQ model Q sebesar Rp. 2.697 Juta sedangkan untuk metode manajemen persediaan PT. X sebesar Rp. 3.407 Juta. Hal ini menunjukkan bahwa dengan metode EOQ model Q perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 709 Juta dan efisiensinya mencapai 20,82%.
PERENCANAAN ULANG BENDUNG TANDU UNTUK PENINGKATAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN DI KABUPATEN WONOSOBO Faqih, Nasyiin; Khoir, Abdaul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1779

Abstract

Di kabupaten Wonosobo terdapat bendung tandu yang sudah lama dibangun untuk mengaliri area irigasi seluas 240 Ha yang belakangan ini mengalami masalah pada lahan pertanian warga yang memanfaatkan bendung tandu. Masalah yang dialami warga yaitu jumlah ketersediaan air yang kurang memenuhi pada area persawahan, bahkan tak sedikit yang mengalami kekeringan panjang dikarenakan air irigasi sudah tidak mengalir lagi ke sawah tertinggi atau terjauh. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan ulang bendung tandu. Perencaan bendung tandu melalui tahapan perencanaan badan bendung yang didapat dari hasil analisa debit banjir rencana. Perhitingan Debit banjir rencana ini menggunakan metode rasional dengan periode ulang 50 tahun. Acuan yan didapat dari curah hujan kabupaten wonosobo sehingga mendapatkan debit banjir rencana 430,72 m3/dt. Dimensi saluran primer dengan perhitungan saluran pasangan didapat lebar bawah 0,6 m dengan tinggi air 0,47 m, tinggi jaggaan 0,4 m sesuai aturan tabel koefesien strikler. Panjang saluran primer direncanakan 200 m.
PENGALAMAN PERAWAT IGD DALAM MERAWAT PASIEN COVID 19 : STUDI KUALITATIF DI IGD RUMAH SAKIT DI SEMARANG Marwiati, Marwiati; Komsiyah, Komsiyah; Indarti, Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1784

Abstract

Corona Virus Disease 19 merupakan penyakit menyerang sistem pernafasan dan membuat penderitanya mengalami sesak nafas dan manifestasi lainnya. IGD adalah tempat pasien menjalani skrining pertama kali sampai ditentukan untuk perawatan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman perawat gawat darurat dalam mengelola dan merawat pasien COVID 19. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. lima topik utama yaitu bagaimana pengalaman perawat di IGD, sistem penanganan IGD 19 pasien COVID, upaya perlindungan diri agar tidak terpapar, konflik yang dan sistem dukungan peer group yang dapat digunakan sebagai koping adaptif pada perawat selama merawat 19 pasien COVID. Ini merupakan pengalaman pertama perawat dalam memberikan pengobatan kepada 19 pasien COVID. Burn out dan rasa cemas yang timbul harus dikelola oleh perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif.
KONSEP MACAPAT PADA PERMUKIMAN DESA-DESA DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Hermanto, Heri; Hendriani, Adinda Septi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1810

Abstract

Macapat adalah konsep tradisi bermukim di Jawa yang sudah berumur tua. Macapat adalah pola perkembangan permukiman yang bermula dari satu desa induk yang dikelilingi oleh empat anak desa yang terletak di empat penjuru mata angin. Konsep mancapat menjadi suatu tatanan kerja masyarakat dengan tradisi sawah dan menjadi basis geopolitik yang penting bagi kerajaan Hindu untuk mencapai kejayaannya. Sejak dulu masyarakat di kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo mengandalkan pertanian jagung dan tembakau pada ladangnya. Tradisi bermukim di desa-desa di kecamatan Kejajar diduga menggunakan konsep Macapat (Hermanto,H,2016). Kegiatan penelitian lanjutan dengan tema konsep Macapat pada permukiman desa di kecamatan kejajar ini menjadi penting, karena konsep Macapat dipakai pada masyarakat dengan tradisi sawah sedangkan di Kecamatan kejajar adalah masyarakat dengan tradisi ladang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Kreo yang di kelilingi oleh desa Tieng, desa Serang, desa kejajar, dan desa Buntu menggunakan konsep macapat dengan satu desa dikelilingi oleh 4 desa, tetapi tidak pada posisi 4 penjuru mata angin karena terhalang oleh alam.
PENGUATAN KARAKTER KEBANGSAAN MELALUI BUDAYA SEKOLAH Setyorini, Ika; Prasetyo, Danang; Mazid, Sukron; Tuasikal, Patma
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1812

Abstract

Penguatan karakter kebangsaan dilakukan melalui pembiasaan budaya positif disekolah secara efektif melalui pembinaan sehingga mencerminankan nilai religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, dan tanggung jawab. Artikel ini bertujuan untuk mengambarkan penguatan nilai karakter kebangsaan melalui budaya sekolah. Penulisan artikel menggunakan studi kepustakaan atau library research, dengan menggunakan metode penelitian diskriptif-kritis dengan memberikan penekanan pada kekuatan analsis dari sumber dan data yang diperoleh dari teori dan naskah yang diterjemahkan dengan berlandasan tulisan yang mengarah pada topik utama penelitian ini. Hasil kajian analisis menunjukan bahwa penguatan karakter kebangsaan melalui budaya sekolah yaitu (1) perlu dilakukan secara konsitensi melalui aksi nyata (best practice), (2) adanya interkasi oleh seluruh elemen warga sekolah, (3) perlu membangun kolaborasi, dan kerjasama dengan warga masyarakat, warga sekolah dan lingkungan sekitar, (4) membangun kesepakatan dalam lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 15