cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
ISSN : 26543702     EISSN : 26220725     DOI : -
Core Subject : Science,
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology an international journal focuses on biological science, biotechnology, bioremidiation, environmental biology, and biological education. It is intended to communicate original research and article review in current issues on the subject. The subject covers field studies and literary with various perspectives, both interdiscipline and multidiscipline, i.e. ecology, technology, education and much more. This journal is published by Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Indonesia, and managed to be issued twice in every volume. We warmly welcome contributions from scholars and researchers of many disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023)" : 13 Documents clear
Community Structure and Macroalgae Diversity in Peh Pulo Beach, Blitar Regency Sofiyana, Marinda Sari; Sholihah, Mar’atus; Setyaningsih, Dewi
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.17767

Abstract

The coastal area of Peh Pulo Beach, located in the Blitar Regency, has a high potential for biodiversity, including macroalgae. This research aims to understand the community structure and diversity of macroalgae at Peh Pulo Beach. The sampling was conducted on August 2023 using the 1 x 1 m quadrant transect method. Macroalgae were collected at three observation stations, with three plots observed at each station. Abiotic environmental parameters measured included temperature, salinity, pH, light intensity, and substrate. The results of macroalgae identification at Peh Pulo Beach reveal 21 species belonging to 16 genera and 14 families. These species were classified into Chlorophyta (9 species), Phaeophyta (4 species), and Rhodophyta (8 species). The Shannon Diversity Index value obtained is 2.84, indicating that the macroalgae diversity along the coast of Peh Pulo falls under the moderate category.
Ethnobotani of Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) in Darupono Village, Kendal District Dinalhaq, Putri Cahya; Wahidah, Baiq Farhatul; Miswari, Miswari
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.18573

Abstract

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Darupono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman suweg di Desa Darupono, organ tanaman suweg apa saja yang dimanfaatkan, dan potensi tanaman suweg, serta mengetahui cara budidaya tanaman suweg di Desa Darupono. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode survei, wawancara semi terstruktur, dan menggunakan data pendukung yaitu kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik acak sederhana dan snowball sampling. Penelitian yang dilakukan di Desa Darupono menunjukkan bahwa tanaman suweg memiliki beberapa potensi antara lain mencegah diabetes, antibakteri, dan antikanker, serta dapat diolah menjadi tepung suweg dan bahan dasar pembuatan mie. Tanaman suweg dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Darupono sebagai bahan pangan yaitu dengan cara dikukus, direbus, digoreng, dan diolah menjadi emping, com, pote dan sayur daun oblok-oblok suweg . Selain itu, suweg juga digunakan untuk upacara adat tujuh bulanan atau dalam bahasa Jawa disebut mitoni. Masyarakat Desa Darupono membudidayakan suweg dengan menanam umbi-umbian. Tahapan budidaya suweg adalah penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.
Ethnobotani of Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) in Darupono Village, Kendal District Dinalhaq, Putri Cahya; Wahidah, Baiq Farhatul; Miswari, Miswari
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.18573

Abstract

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Darupono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman suweg di Desa Darupono, organ tanaman suweg apa saja yang dimanfaatkan, dan potensi tanaman suweg, serta mengetahui cara budidaya tanaman suweg di Desa Darupono. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode survei, wawancara semi terstruktur, dan menggunakan data pendukung yaitu kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik acak sederhana dan snowball sampling. Penelitian yang dilakukan di Desa Darupono menunjukkan bahwa tanaman suweg memiliki beberapa potensi antara lain mencegah diabetes, antibakteri, dan antikanker, serta dapat diolah menjadi tepung suweg dan bahan dasar pembuatan mie. Tanaman suweg dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Darupono sebagai bahan pangan yaitu dengan cara dikukus, direbus, digoreng, dan diolah menjadi emping, com, pote dan sayur daun oblok-oblok suweg . Selain itu, suweg juga digunakan untuk upacara adat tujuh bulanan atau dalam bahasa Jawa disebut mitoni. Masyarakat Desa Darupono membudidayakan suweg dengan menanam umbi-umbian. Tahapan budidaya suweg adalah penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

Page 2 of 2 | Total Record : 13