Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Rangka Pengembangan Metode Tahsin Al Qur’an untuk Perfomansi Peserta Didik di Wilayah Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi) Mawanti, Dwi; Hasona, Ahmad Hasmi; Miswari, Miswari
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.128 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.897

Abstract

Community service activities such as mentoring in training methods tahsin quran aims to provide mentoring, knowledge and skills in Tahsin method for early childhood teachers for early childhood and kindergarten in kedungsepur region. This activity will be an innovative stimulus that Raudhatul Athfal and kindergarten teachers can interact and brainstorm in addressing the needs of the introduction of increasingly complex, particularly related to methods tahsin quran. The target audience in the activities is teachers Raudhatul Athfal and kindergartens in the region kedungsepur totaling 100 people. Assistance in the development of methods tahsin done with lectures, demonstrations and exercises are accompanied by question and answer. Lecture method is used to explain the concept of tahsin method. Demonstration methods used to denote a work process ie development stages tahsin learning the Qur’an, while the method of exercise to practice learning methods tahsin. While the question and answer method to allow participants to consult in overcoming obstacles in the learning method tahsin quran.The availability of sufficient expertise in the development of teaching tahsin methods for teacher’s Raudhatul Athfal or kindergartens in the region Kedungsepur, the enthusiasm of the participants, support of school principals on the implementation of activities and funding support from Islamic Higher Education Directorate of Religious Affairs in 2015 is implementation supporting these activities. The constraints faced is limited time for training.The benefits that can be obtained by the participants of this activity can know the various methods tahsin quran, such as: Nuroniyah, Qiraati, Ummi, and Yanbu'a. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendam­pingan dalam pelatihan metode tahsin al-qur'an bertujuan untuk memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan dalam Metode Tahsin Untuk Anak Usia Dini Bagi Guru-Guru Paud Dan TK Di wilayah kedungsepur. kegiatan ini akan menjadi rangsangan inovatif agar para guru RA dan TK dapat saling berinteraksi dan brainstorming dalam menyi­kapi kebutuhan pengenalan yang kian kompleks, khususnya terkait metode tahsin al-qur'an. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru-guru RA dan TK di wilayah kedungsepur yang berjumlah 100 orang. Pendampingan dalam pengembangan metode tahsin dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep metode tahsin. Metode demons­trasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap pengembangan pembelajaran tahsin al-qur'an, sedangkan metode latihan untuk memprak­tikkan pembelajaran metode tahsin. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran metode tahsin al-qur'an.Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengem­bangan pembelajaran metode tahsin bagi guru RA dan TK di wilayah kedungsepur, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari Diktis Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama tahun 2015 merupakan pendukung terlak­sananya kegiatan ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk pelatihan.Adapu manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan ini antara lain dapat mengenal beragam metode tahsin al-quran, seperti : Nuroniyah, Qiraati, Ummi, dan Yanbu'a.
Mengelola Self Efficacy, Perasaan dan Emosi dalam Pembelajaran melalui Manajemen Diri Miswari, Miswari
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 15 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v15i2.910

Abstract

This study is grounded from the reality there are many students who do not yet have self efficacy during the learning process. This reality is a major problem of the declining quality of teaching and learning activities. This reality became a concern teacher to find a solution. This study aimed to describe the urgency, the rule and functions and methods that can be used teachers to foster self efficacy learners. The type of this study is a research library with a logical approach unrealistic. The data obtained through the study of assosiated libraries with realities on theground. While the results of the study is: first, self efficacylearners is very important in the learning process quality. Since he became the internal factors of learners to be ready to receive the knowledge.Second, the role and function of self efficacy in self learners can improve learning outcomes that a better qualified, because of the self-learners have the feeling that sure can judge him, controlling him, causing positive emotions about what he faced. Third, how to do to foster self efficacy is to train the management of self-learners. Self-management starts with the train-ability learners specify learning objectives, and be able to motivate and provide reinforcement to ourselves. هذه الدراسة تستندت على واقع الكفاءة الذاتية أثناء عملية التعلم. هذه احلقيقة هي املشكلة الرئيسية يف تدهور نوعية األنشطة التعليمية والتعلم. هذه احلقيقة هي أيضا مصدر االهتمام للمعلمني إلجياد حله. هدفت هذه الدراسة إىل وصف االستعجال، والقواعد، وظائف واألساليب اليت ميكن استخدامها من قبل املعلمني لتعزيز املتعلمني الكفاءة الذاتية. هذا البحث هو مكتبة األحباث مع نهج منطقي ليست واقعية. مت احلصول على البيانات من خالل باحث مكتبة مع الواقع على األرض. يف حني أن نتائج البحث هي: أوال، الكفاءة الذاتية للطالب أمر مهم جدا يف جودة العملية التعليمية. منذ توليه العوامل الداخلية املتعلمني لتكون جاهزة الستقبال املعرفة. ثانيا، دور ووظيفة الكفاءة الذاتية يف املتعلمني الذاتي ميكن أن حتسن نتائج التعلم العالي اجلودة، وذلك ألن الطالب لديهم شعور واضح ميكن تقييم والسيطرة على أنفسهم اليت ميكن أن تسبب املشاعر االجيابية حول ما واجه. ثالثا، كيفية زراعة املتعلمني الكفاءة الذاتية. هو خدعة لتدريب اإلدارة الذاتية املتعلمني. تبدأ اإلدارة الذاتية، مع القدرة على تدريب الطالب على حتديد أهداف التعلم وحتفيز وتوفري التعزيز لنفسه.
Perlunya Manajemen Pengelolaan Well Being Bagi Pendidik Miswari, Miswari
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i1.14222

Abstract

Pendidik merupakan amanah yang amat strategis dalam menunjang proses dan hasil  pendidikan secara keseluruhan. Bahkan pendidik sebagai gerbang awal yang representatif dalam kondisi dan kinerja pendidikan. Pengaruh positif pendidik di dalam kelas amat sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan dan memandu pemikiran peserta didik yang masih sangat membutuhkan bimbingan menuju pengembangan potensi dirinya. Pendidik bukan hanya transfer of knowledge akan tetapi juga mendidik terkait dengan nilai-nilai, dimana memberikan, menanamkan, dan menumbuhkan nilai pada peserta didik. Maka dari itu, kinerja pendidik berdasar pada kompetensi dan berlandaskan kualitas kepribadian yang harus dapat terwujudkan secara nyata. Kompetensi pendidik dapat mewujudkan kemampuannya dalam  kualitas kepribadian untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikan agar kebutuhan dan tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Well-Being pendidik berkaitan dengan bagaimana seorang pendidik mampu berfungsi positif secara psikologis dalam hidupnya, yang diukur dari enam aspek yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup serta pertumbuhan pribadi. Well-Being pendidik dapat meningkatkan kesadaran kinerjanya lebih tinggi dalam kompetensi dan kewajibannya menjadi seorang pendidik. Akan lebih baik jika well-being yang dimiliki pendidik lebih terarah dan terstruktur dengan dikelola sesuai fungsi manajemen. Dengan memiliki well-being seorang pendidik dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik terhadap peserta didiknya.The educator is a very strategic mandate to support the process and the result of education as a whole. Even educators as a representative early gate in educational conditions and performance. The positive influence of educators in the classroom is very important to answer the educational challenges and guide the thinking of learners who still desperately need guidance towards the development of his potential. Educators are not only transfer of knowledge but also educate related to values, which give, instill, and grow value to the learners. Therefore, the performance of educators based on competence and based on the quality of personality that must be realized in real. The competence of educators can realize their ability in the quality of personality to interact with the educational environment so that the needs and goals of education can be achieved effectively. Well-Being educators relate to how an educator is able to function psychologically positively in his life, measured from six aspects of self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, environmental mastery, goals in life and personal growth. Well-Being educators can raise their awareness of higher performance in competence and their obligation to become an educator. It would be better if the well-being of the educator is more directed and structured with managed according to management functions. By having a well-being an educator can interact and communicate well to learners.
Efektivitas Model Pembelajaran Stay and Stray dengan Media Flashcard Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Pernapasan di Kelas XI SMA Setiawati, Diah; Miswari, Miswari; Hidayat, Saifullah
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol. 1 No. 1 (2019): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v1i1.4954

Abstract

Kreativitas guru dalam mengembangkan model dan media pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan minat, keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Stay and Stray dengan media Flashcard terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan di kelas XI IPA SMA Negeri 5 Semarang. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain Quasi eksperimen Pre-test and Post-test group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada kelas XI IPA 4 dan XI IPA 8 menggunakan 2 metode, yaitu metode tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 93,5 dan kelas kontrol adalah 79,25. Data yang diperoleh adalah thitung = 8,699 dan ttabel= 1,669, karena thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Stay and Stray dengan media Flashcard pada materi sistem pernapasan terbukti efektif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Semarang.
SARANA OLAHRAGA DENGAN PENEKANAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI WADAH INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI KABUPATEN KUBU RAYA Miswari, Miswari
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.11189

Abstract

Kalimantan Barat memiliki banyak potensi dari sisi geografis maupun pada sumber daya manusianya. Hal tersebut seiring dengan pembinaan dan kesehatan masyarakat yang saat ini hanya dilakukan oleh pemerintah daerah pada sebuah Sarana Olahraga Sultan Syarif Abdurahman yang berfasilitas minim dan tidak memaksimalkan potensi yang ada. Serta tidak adanya Sarana Olahraga yang mampu mewadahi setiap fasilitas olahraga serta menunjang kebutuhan olahraga dengan standar Keolahragaan baik itu untuk kepentingan atlet serta untuk kesehatan masyarakat. Berangkat dari kebutuhan dan permasalahan tersebut memberikan gagasan pada penulis berupa kajian dan perancangan sarana olahraga dengan penekanan ruang terbuka hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat di bupaten Kubu Raya dengan potensi yang dimiliki Kabupaten itu sendiri. Kajian dilakukan mengingat sarana olahraga dengan penekanan Ruang Terbuka Hijau memiliki kegiatan yang kompleks. Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalah menggunakan tahapan gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, pra rancangan dan pengembangan rancangan. Pendekatan konsep yang dilakukan pada perancangan ini ialah Ruang Terbuka Hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat. Hal tersebut dibuat agar atlet dan masyarakat selain mendapatkan kesehatan jasmani, mereka juga dapat bersantai dan melepas penat dalam melakukan aktifitas kerja mereka sehari-hari.   Kata Kunci: Olahraga, Ruang Terbuka Hijau, Interaksi Sosial
Perlunya Manajemen Pengelolaan Well Being Bagi Pendidik Miswari, Miswari
widiyanto Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v4i1.14222

Abstract

Pendidik merupakan amanah yang amat strategis dalam menunjang proses dan hasil  pendidikan secara keseluruhan. Bahkan pendidik sebagai gerbang awal yang representatif dalam kondisi dan kinerja pendidikan. Pengaruh positif pendidik di dalam kelas amat sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan dan memandu pemikiran peserta didik yang masih sangat membutuhkan bimbingan menuju pengembangan potensi dirinya. Pendidik bukan hanya transfer of knowledge akan tetapi juga mendidik terkait dengan nilai-nilai, dimana memberikan, menanamkan, dan menumbuhkan nilai pada peserta didik. Maka dari itu, kinerja pendidik berdasar pada kompetensi dan berlandaskan kualitas kepribadian yang harus dapat terwujudkan secara nyata. Kompetensi pendidik dapat mewujudkan kemampuannya dalam  kualitas kepribadian untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikan agar kebutuhan dan tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Well-Being pendidik berkaitan dengan bagaimana seorang pendidik mampu berfungsi positif secara psikologis dalam hidupnya, yang diukur dari enam aspek yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup serta pertumbuhan pribadi. Well-Being pendidik dapat meningkatkan kesadaran kinerjanya lebih tinggi dalam kompetensi dan kewajibannya menjadi seorang pendidik. Akan lebih baik jika well-being yang dimiliki pendidik lebih terarah dan terstruktur dengan dikelola sesuai fungsi manajemen. Dengan memiliki well-being seorang pendidik dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik terhadap peserta didiknya.The educator is a very strategic mandate to support the process and the result of education as a whole. Even educators as a representative early gate in educational conditions and performance. The positive influence of educators in the classroom is very important to answer the educational challenges and guide the thinking of learners who still desperately need guidance towards the development of his potential. Educators are not only transfer of knowledge but also educate related to values, which give, instill, and grow value to the learners. Therefore, the performance of educators based on competence and based on the quality of personality that must be realized in real. The competence of educators can realize their ability in the quality of personality to interact with the educational environment so that the needs and goals of education can be achieved effectively. Well-Being educators relate to how an educator is able to function psychologically positively in his life, measured from six aspects of self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, environmental mastery, goals in life and personal growth. Well-Being educators can raise their awareness of higher performance in competence and their obligation to become an educator. It would be better if the well-being of the educator is more directed and structured with managed according to management functions. By having a well-being an educator can interact and communicate well to learners.
E Effectiveness of Consuming Boiled Eggs on Healing Time Perennial Wounds in Postpartum Mothers Wulandari, Lusia Asih; Safitri, Eka Yuni; Yulianingsih, Wulan; Firawati, Nani; Farina, Farina; Sulinanda, Welia Rosa; Sulastri, Sulastri; Miswari, Miswari; indah, Sri
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 9 No 2 (2024): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v9i2.3568

Abstract

One of the causes of postpartum maternal deaths is infection in the perineal wound due to lack of adequate wound care, which causes secondary bleeding during the postpartum period, as well as triggering local and general infections. The impact of perienal suture wounds can cause infection and disruption of the mother's movements and activities. Accelerating wound healing during the postpartum period is highly expected, one of which is by consuming high levels of protein, namely eggs. This study aims to determine the effectiveness of giving boiled eggs on healing perineal wounds in postpartum mothers. The observation case study method using observation sheets and checklists with a continuity of care approach was given to postpartum mothers, Mrs. R at Adeyane Midwife Independent Practice, Tanggamus Regency from 30 December- 3 January 2024. Data analysis by comparing the data obtained with existing theory. Complementary midwifery care for postpartum mothers by consuming boiled eggs twice a day for a week or as long as the wound has not healed. As a result, giving postpartum mothers boiled egg whites will speed up the healing of perineal wounds. It is expected that providers of midwifery care services will always maintain existing midwifery services and continue to develop the latest knowledge.
Ethnobotani of Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) in Darupono Village, Kendal District Dinalhaq, Putri Cahya; Wahidah, Baiq Farhatul; Miswari, Miswari
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.18573

Abstract

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Darupono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman suweg di Desa Darupono, organ tanaman suweg apa saja yang dimanfaatkan, dan potensi tanaman suweg, serta mengetahui cara budidaya tanaman suweg di Desa Darupono. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode survei, wawancara semi terstruktur, dan menggunakan data pendukung yaitu kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik acak sederhana dan snowball sampling. Penelitian yang dilakukan di Desa Darupono menunjukkan bahwa tanaman suweg memiliki beberapa potensi antara lain mencegah diabetes, antibakteri, dan antikanker, serta dapat diolah menjadi tepung suweg dan bahan dasar pembuatan mie. Tanaman suweg dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Darupono sebagai bahan pangan yaitu dengan cara dikukus, direbus, digoreng, dan diolah menjadi emping, com, pote dan sayur daun oblok-oblok suweg . Selain itu, suweg juga digunakan untuk upacara adat tujuh bulanan atau dalam bahasa Jawa disebut mitoni. Masyarakat Desa Darupono membudidayakan suweg dengan menanam umbi-umbian. Tahapan budidaya suweg adalah penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.
Ethnobotani of Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) in Darupono Village, Kendal District Dinalhaq, Putri Cahya; Wahidah, Baiq Farhatul; Miswari, Miswari
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v6i2.18573

Abstract

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa Darupono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman suweg di Desa Darupono, organ tanaman suweg apa saja yang dimanfaatkan, dan potensi tanaman suweg, serta mengetahui cara budidaya tanaman suweg di Desa Darupono. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode survei, wawancara semi terstruktur, dan menggunakan data pendukung yaitu kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik acak sederhana dan snowball sampling. Penelitian yang dilakukan di Desa Darupono menunjukkan bahwa tanaman suweg memiliki beberapa potensi antara lain mencegah diabetes, antibakteri, dan antikanker, serta dapat diolah menjadi tepung suweg dan bahan dasar pembuatan mie. Tanaman suweg dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Darupono sebagai bahan pangan yaitu dengan cara dikukus, direbus, digoreng, dan diolah menjadi emping, com, pote dan sayur daun oblok-oblok suweg . Selain itu, suweg juga digunakan untuk upacara adat tujuh bulanan atau dalam bahasa Jawa disebut mitoni. Masyarakat Desa Darupono membudidayakan suweg dengan menanam umbi-umbian. Tahapan budidaya suweg adalah penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.