cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ipteks Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Pembentukan Pembiasaan Agama Pada Anak Melalui Acara Didikan Subuh Harto, Budi
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 4 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.509 KB) | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i4.12

Abstract

Didikan subuh adalah sesuatu kegiatan bernuangsa keagamaan yang sangat diminati  oleh anak-anak didik tingkat TK DAN SD (Pendidikan Dasar). Didikan subuh adalah  salah satu lembaga pendidikan Islam yang potensial dalam mendidik anak-anak muslim menjadi muslim yang berkarakter. Selain acaranya yang menantang bagi anak-anak Pra dan Dasar, dalam  acara tersebut menampilkan kebolehan mereka tentang praktek dan hafalan tentang doa-doa yang berkaitan dengan ajaran Islam, acara dilaksanakan secara bersama-sama(gabungan) antar masjid dan mushalla yang membuat mereka lebih bersemangatDalam moment acara didikan subuh walapun acaranya dilaksanakan sesudah salat subuh berjamaah kelihatan para anak didik terlihat antusias dalam acara tersebut, hal ini dapat dilihat dari kehadiran mereka, rata-rata kehadiran mereka diatas 80%. Dari segi pelaksanaan acara kebanyakan siswa terlihat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan hal ini terlihat ketika ditugaskan dalam menampilkan setiap materi yang diharuskan tampil dalam acara tersebut, sebagian besar mereka dapat melaksanakan point-point  yang ditugaskan kepada siswa.bahkan menjadi kebanggan tersendiri jika mereka dapat tampil dalam acara tersebutDoi: 10.22216/jit.2014.v8i4.12
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI PETAI (Parkia speciosa Hassk.) DENGAN METODA DPPH (1,1-diphenil-2-picryhidrazyl) Verawaty, Verawaty; Ganesia, Sepriza
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 2 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.936 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i2.1028

Abstract

The research about the antioxidant activity of the ethanol extract of the petai (Parkia speciosa Hassk.) peel and seeds have been conduct. The petai peel and seed were extracted using maceration method. Condensed extract was tested against DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhydrazil) as the free radical DPPH by measuring absorbance at a wavelength of 513 nm using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the ethanol extract of the plant petai peel has a strong antioxidant activity with results IC50 at the concentration of 68,79 µg/mL. The ethanol extract of petai seeds having an antioxidant activity very weak with IC50 at a concentration 12743,71 µg/mL. This study used vitamin C as a comparison and found that vitamin C has a strong antioxidant activity with IC50 values at a concentration of 58,87 µg/mL. Ethanol extract petai peel has antioxidant activity similar to the activity of the antioxidant vitamin C.Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit dan biji tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.) yang diekstraksi menggunakan metoda maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh diuji terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhydrazil) sebagai radikal bebas dengan mengukur absorban DPPH pada panjang gelombang 513 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit tanaman petai memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 pada konsentrasi 68,79 µg/mL. Ekstrak etanol biji tanaman petai memilik aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 pada konsentrasi 12743,71 µg/mL. Dalam penelitian ini digunakan vitamin C sebagai pembanding dan diperoleh bahwa vitamin C memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 pada konsentrasi 58,87 µg/mL. Ekstrak etanol kulit tanaman petai memiliki aktivitas antioksidan yang hampir sama dengan aktivitas antioksidan vitamin C.
Senam Kaki Diabetik Efektif Meningkatkan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Wahyuni, Aria
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 2 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.143 KB) | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i2.231

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senam kaki diabetik terhadap Ankle Brachial Index pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test – post-test. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang ada di salah satu wilayah kerja puskesmas yang ada di kota Payakumbuh sebanyak 77 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling  sebanyak 10 orang sampel yang memenuhi kriteria yaitu pasien DM tipe 2 tanpa penyakit penyerta. Rata-rata ABI sebelum dilakukan senam kaki diabetik adalah 0.62 dan rata-rata ABI setelah dilakukan senam kaki diabetik adalah 0.93. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan nilai ABI yang signifikan antara sebelum dan setelah dilakukan senam kaki diabetik (p value = 0,005). Disimpulkan bahwa pelaksanaan senam kaki diabetik dapat meningkatkan ABI pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pasien DM tipe 2 diharapkan untuk dapat memanfaatkan senam kaki diabetik sebagai senam alami yang praktis dalam meningkatkan perfusi ke perifer serta sebagai pencegahan komplikasi pada pasien DM tipe 2 khususnya ke daerah kaki. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah membandingkan efektifitas senam kaki diabetik terhadap gula darah, sensitifitas kak, nilai ABI, dan waktu pengisian kapiler Kata Kunci : Ankle Brachial Index; Diabetes Melitus Tipe 2; Senam Kaki Diabetik. AbstractThis study aims to determine the effect of diabetic foot exercise on Ankle Brachial Index (ABI) in patients with Diabetes Mellitus Type 2. A design used quasy experiment with one-group pre-test –post-test. The population in this study were patients DM type 2 in one of health public centre in Payakumbuh city. The sample was recruited with purposive sampling technique as many as 10 samples that satisfies the criteria of patient namely DM type 2 without comorbidities. The average ABI before diabetic foot exercise is 0.77 and after conducted diabetic foot exercise is 1.00.The results of analysis statistics show there is a significant difference in ABI between before and after conducted diabetic foot exercise. It was concluded that the implementation of the diabetic foot exercise can improve ABI in patients with type 2 diabetes. The study recommends that patients with type 2 DM is expected to be able to take advantage of diabetic foot exercise as a natural practical exercises in improving peripheral perfusion as well as the prevention of complications in patients with type 2 diabetes specifically to the area of the foot. Recommendations for future research is to compare the effectiveness of diabetic foot exercise on blood sugar, leg sensitivity, value of ABI, and capillary refill time Keywords : Ankle Brachial Index; Diabetic Foot Exercise; Diabetes Mellitus Type 2
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK KERING JAHE MERAH TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Arman, Eliza; Almasdy, Deddy; Martini, Rose Dinda
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 3 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.274 KB) | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i3.523

Abstract

Red ginger (Zingiber officinale var rubrum ) is a rhizome plant that is very popular as a spice and traditional medicine in Indonesian society. Ginger as a traditional medicine could be expected to lower blood glucose of patients with diabetes mellitus type 2. Diabetes mellitus is a disease of high prevalence in the world, including Indonesia. This disease is a group of metabolic diseases with the characterization of hyperglycemia that occurs due to abnormal insulin secretion, insulin action or both disorders. This study is a clinical trial with 33 respondents. Inclusion criteria were patients with type 2 diabetes mellitus by sex men and women at the age of 35-60 years . Exclusion criteria were patients with impaired liver, kidney, heart, stomach as well as pregnant and lactating mothers. treatment group getting dried  red ginger powder with a dose of 3 grams per day with a standard medicines while the control group get a standard drug without dried  red ginger powder. Both groups examined the fasting blood glucose (FBG) and 2-hour postprandial blood glucose (2PPBG) before and after treatment. Changes in the levels of GDP and 2PPBG tested by analysis of covariance (ANCOVA) with a significance value of p< 0.05. The conclusion is a dried red ginger powder can lower fasting blood glucose with significant value (p= 0.031 ) While dried red ginger powde GD2PP no effect on the value of significance (p = 0.514 )..Ke word : Red ginger, diabetes mellitus type 2, traditional medicine
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU BERSALIN DI BPS KOTA PADANG TAHUN 2013 Nelwatri, Helpi
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 3 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.408 KB) | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i3.2

Abstract

Salah satu perubahan yg terjadi di masa  nifas (post partum) pada alat reproduksi yaitu terjadi involusi. Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Involusi uteri dapat juga dikatakan sebagai proses kembalinya uterus pada keadaan semula atau keadaan sebelum hamil11. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi involusi uterus antara lain senam nifas, mobilitas dini ibu post partum, inisiasi menyusu dini, gizi, psikologis dan faktor usia serta faktor paritas13. Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan selama 1 jam. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap involusi uterus pada ibu bersalin di BPS Kota Padang.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik  dengan disain Kohort Prospektive. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di BPS Kota Padang tahun 2013 dengan teknik pengembilan sampel dengan concecutive sampling. Variabel-variabel yang dipelajari dalam penelitian ini adalah variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat yang diteliti adalah Involusi uterus Variabel bebas yang diteliti adalah inisiasi menyusu dini (IMD). Penelitian ini menggunakan analisis data secara kuantitatif yaitu: analisis univariabel dan analisis bivariabel dengan menggunakan uji t (t test).Hasil penelitian menunjukan bahwa rata rata Tinggi Fundus uteri pada ibu nifas hari ke 6 yang dilakukan Inisisasi Menyusu Dini (IMD) adalah 10,54 cm dengan standar deviasi 1,103 cm sedangkan tinggi fundus uteri pada ibu n ifas yang tidak dilakukan IMD adalah 13,33 dengan standar deviasi 1,129. Dari hasil uji statistik didapatkan perbedaan rata rata tinggi fundus uteri antara yang dilakukan IMD dan tidak IMD adalah dengan nilai p 0,000 dengan 95% CI 2,143-3,440.Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri yang signifikan antara yang dilakukan IMD dan tidak dilakukan IMD pada ibu bersalin di BPS Kota Padang. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar dapat melakukan pertolongan persalinan dengan IMD.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.2
UJI AKTIFITAS ANTINYAMUK MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR DALAM BENTUK SEMPROT S.Farm, M.Farm, Apt, Yulianis
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 1 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.361 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i1.465

Abstract

Minyak atsiri daun sereh dapur mengandung citronella dan geraniol, kandungan ini mempunyai aktivitas sebagai antinyamuk. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi minyak atsiri menggunakan metoda destilasi air. Minyak atsiri daun sereh dapur diuji dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%, kemudian disemprotkan kepada nyamuk, uji ini juga menggunakan  kontrol (-) berupa zat pembawa tanpa minyak atsiri dan kontrol (+) berupa obat semprot yang beredar dipasaran. Hasil uji aktivitas antinyamuk terhadap 100% kematian nyamuk dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15% berturut turut diperoleh waktu kematian 3.05, 2.03, 1.1 dan 0.6 (menit dan detik), untuk kontrol (-) tidak mempunyai aktivitas membunuh nyamuk, sedangkan kontrol (+) diperoleh waktu 20 detik. Kesimpulan uji aktivitas antinyamuk minyak atsiri daun sereh dapur diperoleh semakin besar konsentrasi, aktivitasnya semakin tinggi.Kata Kunci : Antinyamuk; Minyak atsiri; Sereh dapur.
Pemberian Air Seduhan Bawang Putih terhadap Penurunan Tekanan Darah ,, Mohanis
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 1 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.404 KB) | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian air seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi di Kecamatan Nanggalo Padang.Penelitianini bersifatQuasyEksperimentdengan desainOne Group Pretest Postest, dilakukan diPosyanduLansia RW 01 KelurahanSurauGadangtanggal 19-26 Februari 2014. Populasi berjumlah 70 orang dan sampel 15 lansia hipertensi. Alatpengumpulan data yaitu format pengumpulan data dan lembar observasi yang dianalisa secara univariat dan bivariatdenganuji t test (dependen).Hasil penelitian didapatkanrata-rata tekanan darah sistolik sebelumdansesudah pemberian seduhan bawang putih yaitu165,33±9,9 mmHg dan154±9,1 mmHg, t hitung 12,588. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dansesudahpemberian seduhan bawang putih 96,66±16,858 mmHgdan94±12,98 mmHg, t hitung 14,492. Ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberianseduhan bawang putih.Dapat disimpulkan konsumsi seduhan bawang putih dapat menurunkan tekanan darahpada lansia hipertensi. Diharapkan pada kaderdan lansia hipertensi di posyandu agar dapat mengaplikasikan pembuatan seduhan bawang putih untuk hipertensidengankonsumsisetiappagiselama 7 hariberturut-turut. Kata Kunci : Bawang putih; tekanan darah; hipertensi; posyandu; lansiaThis research aims to determine the effectiveness of the provision of water infusion of garlic on blood pressure in elderly hypertensive at Nanggalo Padang.This research is quasy experiment with one group pretest Posttest design, do atRW 01 Elderly IHC  Surau Gadang village dated February 19 to 26, 2014. The population numbered 70 people and 15 elderly hypertensive sample. Data collection tool that formats data collection and observation sheets were analyzed using univariate and bivariate with t test (dependent).Research results show that average systolic blood pressure before and after the infusion of garlic is 165.33±9.9 mmHg and 154±9.1 mmHg, t value 12.588. The average diastolic blood pressure before and after the infusion of garlic 96.66±16.858 mmHg and 94±12.98 mmHg, t value 14.492. There are significant differences in systolic and diastolic blood pressure before and after the infusion of garlic.It can be concluded steeping consumption of garlic can lower blood pressure in elderly hypertension. Expected in the cadres and the elderly hypertension in neighborhood health center in order to apply the manufacture of steeping garlic for hypertension to consume every morning for 7 days.Keywords : Blood pressure; garlic; hypertensi; health center; aging
IMPLEMENTASI ALGORITMA APRIORI DALAM MENETUKAN PROGRAM STUDI YANG DIAMBIL MAHASISWA Fajri, Ahmad Fikri
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 2 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.285 KB) | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i2.402

Abstract

The decision is something that is very influential in the process of facing the alternative chosen, various constraints in selecting the concentration of study programs that fit the criteria is quite confusing. The purpose of this study to determine the concentration of courses that will be taken by students with the technique of Data Mining using Apriori Algorithm. The system requires training data on whether the student fits the Prodi X. A match prediction can be obtained based on the comparison with other students who have similar student demographics data with A. By using Apriori algorithm is obtained in the form of rules is a collection of frequent itemset with high confidence value.Keputusan merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dalam proses menghadapi alternatif yang dipilih, Berbagai kendala dalam memilih konsentrasi prodi yang sesuai dengan kriteria memang cukup membingungkan. Tujuan penelitian ini untuk menetukan konsentrasi program studi yang akan diambil oleh mahasiswa dengan teknik Data Mining menggunakan metode Algoritma Apriori. Sistem membutuhkan data latih agar dapat membandingkan apakah mahasiswa A cocok dengan prodi X. Prediksi kecocokan dapat diperoleh berdasarkan hasil perbandingan dengan mahasiswa lain yang memiliki kemiripan data demografi dengan mahasiswa A. Dengan menggunakan Algoritma  Apriori didapatkan hasil berupa aturan yang merupakan kumpulan frequent itemset dengan nilai confidence yang tinggi
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus sagita, desi -
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 1 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.322 KB) | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i1.459

Abstract

Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle) adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm.
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PERNAFASAN MENGGUNAKAN METODE CASE BASED REASIONING sadek, samsudin; Usman, Usman
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 4 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.067 KB) | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i3.1034

Abstract

sebuah aplikasi telah dialisis,dirancang, dan diimplementasi, aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Metode Cased-Based Reasoning. Tujuan Aplikasi ini adalah untuk mengidentifikasi 8 Jenis Penyakit Pernapasan pada Manusia dengan 34 gejala. Untuk pengembagan sistem Pakar Menggunakan beberapa fase yaitu: Planing, Analisis, Desain dan Implementasi, dimana pengetahuan berbasis Pakar dan Pengetahuan Berbasis Kasus,  mencocokan kasus yang baru dengan kasus yang lama menggunakan teknik similarity. Aplikasi sistem pakar ini sudah sesui dengan pakar Penyakit pernapasan karena sudah diuji oleh pakar dan Pengguna

Page 10 of 17 | Total Record : 162