Wahana Matematika dan Sains
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Articles
202 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBANTUAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PEMBIMBING DAN PROGRAM MATHEMATICA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN KALKULUS INTEGRAL
Gusti Ayu Mahayukti
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.553 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12634
Temuan yang diperoleh dalam perkulihaan di jurusan Pendidikan Matematika khususnya pembelajaran Kalkulus Integral menunjukkan bahwa secara kuantitatif hasil belajar Kalkulus Integral selama tiga tahun terakhir masih rendah. Proses pembelajaran yang dilakukan dosen di kelas perlu diperbaiki. Hal ini diantaranya ditunjukkan oleh a) mahasiswa pasif, tidak siap dalam perkuliahan dan dosen jarang menggunakan alat bantu paket program komputer/Mathematica dalam pembelajaran. Dengan melihat kondisi tersebut maka permasalahan yang perlu segera ditangani terkait adalah memilih rancangan dan strategi pembelajaran yang dapat melatih dan sekaligus meningkatkan aktivitas, dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus Integral. Salah satu alternatif tindakan yang dapat dilakukan melalui penelitian tindakan kelas secara kolaboratif adalah dengan memanfaatkan pertanyaan - pertanyaan pembimbing dan bantuan program Mathematica melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS. Data yang dikumpulkan meliputi data aktivitas, prestasi belajar dan persepsi mahasiswa. Data tersebut dikumpulkan dengan lembar observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar, dan prestasi belajar meningkat dari siklus ke siklus. Untuk persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan pertanyaan-pertanyaan pembimbing dan bantuan program mathematica tergolong positif.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KINERJA ILMIAH
I. K. Sudiantara;
P. Artawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.996 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12635
Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan prestasi belajar, (2) meningkatkan kinerja ilmiah, (3) mendeskripsikan tanggapan siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA1 SMA Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 42 orang siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan tes prestasi belajar, lembar observasi, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Prestasi belajar pada akhir siklus I sebesar 78,48 dengan kategori B dan ketuntasan klasikal 85,71%. Rata-rata kinerja ilmiah 79,26 dengan kategori B dan ketuntasan klasikal 100%. (2) Prestasi belajar siswa pada akhir siklus II sebesar 79,50 dengan kategori B+ dan ketuntasan klasikal 90,48%. Rata-rata kinerja ilmiah siswa 81,72 dengan kategori B+ dan ketuntasan klasikal 100%. (3) Rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model inkuiri terbimbing sebesar 71,21 dengan kategori positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar dan kinerja ilmiah siswa kelas XI MIA1 SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share) Berbantuan Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Fisika
I Gd. W. Nida;
I Nym. Pt. Suwindra;
I. Suswandi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.502 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12636
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (think pair share) berbantuan peta konsep (concep-map), kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DI (Direct Instruction); (2) perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan peta konsep dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS; (3) perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran DI; (4) perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model TPS dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran DI. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperiment dengan rancangan one way pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Amlapura Tahun Ajaran 2014/2015 berjumlah 140 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling dengan jumlah 105 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pretasi belajar fisika siswa yang dikumpulkan dengan tes prestasi belajar fisika dalam bentuk pilihan ganda diperluas. Data dianalisis dengan menggunakan statistic dekriptif dan ANAVA yang dilanjutkan dengan statistic Tukey’s HSD pada taraf signifkansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang belanjar dengan menggunakan MTPS-PK, MPTPS, dan MPDI (F = 32,140; p < 0,05) dengan kualifikasi sedang. Hasil tindak lanjut uji Tukey’s HSD, menunjukan bahwa prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan MPTPS-PK lebih baik dibandingkan MPTPS (Δµ= 0,07657; p < 0,05). Prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan MPTPS-PK lebih baik dibandingakn MPDI (Δµ= 0,22886; p < 0,05). Prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan MPTPS lebih baik dibandingkan MPDI (Δµ= 0,15229; p < 0,05).
DISSOLVED ORGANIC MATTER (DOM) DI K-TOWER: PENGARUH DAN SUMBER MASUKANNYA
I G. N. A. Suryaputra
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.126 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12637
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dan sumber masukan DOM dari daratan di K-Tower, sebuah menara navigasi di Teluk Meksiko. Sampel diambil dari lima stasiun antara daratan dengan K-Tower. Salinitas, suhu, dan kedalaman ditentukan dengan menggunakan CTD. Konsentrasi dissolved organic carbon (DOC) dan total dissolved nitrogen diukur dengan menggunakan total organic carbon analyzer yang dilengkapi dengan detektor TNM-1. Sedangkan konsentrasi klorofil-a ditentukan menggunakan sensor YSI. Hasil analisis menunjukkan bahwa perairan di K-Tower masih dipengaruhi oleh masukan dari daratan, namun tidak bersumber dari sisa-sisa tanaman hijau.
KARAKTERISASI DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY HASIL SINTESIS BIOMATERIAL KALSIUM SILIKOPOSFAT
Gede Agus Beni Widana;
Ni Wayan Martiningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.577 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12638
Kebutuhan biorestoratif material untuk tulang dan gigi semakin meningkat untuk semua kalangan dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang semakin baik. Sementara itu ketersediaan bahan baku material anorganik dari deposit mineral untuk biomaterial semakin terbatas. Penelitian pengembangan biomaterial anorganik terbarukan menjadi perhatian besar tidak saja para ahli kimia material tetapi juga ahli medis restoratif tulang dan gigi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan limbah tulang sapi sebagai precursor kalsium posfat dan abu sekam padi sebagai sumber silika amorph.Potensi pemanfaatan lanjutan dari silika amorph abu sekam padi dan kalsium posfat dari limbah tulang sapi menjadi senyawa baru adalah senyawa kalsium silikoposfat karena senyawa ini potensial sebagai salah satu biomaterial atau bioglass restoratif secara klinik seperti implan atau bahan tambal gigi. Karakteristik material bioglass atau gelas yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu semen gelas dengan kegunaan sebagai bahan baku bahan tambal gigi adalah suhu transisi gelas (Tg). Suhu transisi gelas menunjukkan suhu kritis transisi struktur semikristalin dan struktur amorf. Perubahan struktur yang terjadi pada suhu transisi gelas ini ditunjukkan dengan perubahan kapasitas kalori pada suhu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel hasil sintesis dengan nilai perbandingan Si:P = 1:2 menunjukkan karakteristik perubahan fisika dan kimia seperti dehidrasi, suhu transisi gelas dan kristalisasi pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampel dengan perbandingan Si:P = 2:1. Suhu transisi gelas yang menunjukkan suhu kritis transisi struktur semikristalin dan struktur amorf masing-masing tiap sampel yaitu sampel A (Si:P = 1:2) adalah 323,4°C dan sampel A (Si:P = 2:1) adalah 234,12°C. Suhu yang ditetapkan dan digunakan untuk proses sintering atau penyusunan kisi-kisi kristal kalsium silikoposfat melalui pembakaran adalah mulai suhu 421°C.
KAJIAN TRANSPOR KREATININ MENGGUNAKAN MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN
Ni Putu Sri Ayuni;
Dwi Siswanta;
Adhitasari Suratman
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.793 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12639
Penelitian tentang studi transpor kreatinin dengan menggunakan membran PEC kitosan-pektin telah dilakukan. Membran disintesis dengan variasi komposisi kitosan dan pektin (70:30), (80:20), (90:10), kemudian digunakan untuk transpor kreatinin dengan konsentrasi 70, 100, dan 130 ppm. Membran PEC kitosan-pektin juga digunakan untuk transpor kompetisi kreatinin, urea dan vitamin B12. Kreatinin dan campuran 3 kompetisi (kreatinin, urea, dan vitamin B12) yang dilewatkan pada membran kemudian dianalisis jumlah kreatinin yang terdifusi dan nilai fluks pada membran kitosan pektin
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA PEMBELAJARAN SAINS KIMIA SMP
Ni Putu Marheni;
I Nyoman Suardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.398 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12640
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal terhadap hasil belajar siswa, (2) tanggapan siswa dan tanggapan guru terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Payangan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB dan VIIIC. Siswa kelas VIIIB terpilih sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal dan siswa kelas VIIIC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi data kuantitatif berupa hasil belajar siswa dan tanggapan siswa serta data kualitatif berupa tanggapan guru. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik inferensial, yaitu anakova dengan taraf signifikansi 5%. Sementara itu, data tanggapan siswa dan guru dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa, yaitu: hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Siswa dan guru memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM ZONA PROXIMUM DEPELOPMENT
I Made Ardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.272 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v8i2.12641
Banyak pendidik mengalami kesulitan dalam memulai pembelajaran dan bagaimana membelajarkan siswa secara tepat. Sementara itu, mereka harus membelajarkan siswa agar pembelajarannya sesuai dengan 4 pilar menurut UNESCO yakni: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together in peace and harmony. Sehubungan dengan itu, dilakukan penelitian pada Sekolah Dasar (SD) di Singaraja dalam rangka untuk melihat bagaimana keefektivan pembelajaran matematika dalam Zone Proximum Depelopment (ZPD). Keefektivan penelitian dilihat dari aktivitas belajar, prestasi belajar, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Data dikumpulkan melalui oservasi, tes, dan kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: pembelajaran matematika yang dibelajarkan dalam ZPD sangat efektif.
STRATEGI MENGAJAR YANG DIGUNAKAN GURU FISIKA DAN HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 TABANAN
N P V A Wulandari;
Ketut Suma;
N M Pujani
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.776 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v9i1.12642
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis strategi mengajar yang digunakan guru fisika dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 3 orang guru fisika serta 18 orang siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi berperan serta, wawancara yang mendalam, pemberian kuesioner, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi mengajar yang digunakan guru terdiri atas strategi mengajar behavioristik dan strategi mengajar kognitif. Guru A dan Guru C cenderung menggunakan startegi mengajar behavioristik, sedangkan Guru B cenderung menggunakan strategi mengajar kognitif. Kegiatan dominan yang dilakukan dalam menerapkan strategi behavioristik salah satunya memberikan penghargaan kepada siswa dan melakukan pengulangan sampai siswa mengerti, sedangkan kegiatan yang dilakukan dalam menerapkan strategi kognitif antara lain memberikan waktu yang cukup untuk menyelidiki permasalahan dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan diskusi kelompok. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi mengajar yang digunakan guru mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Indikator motivasi yang mampu dimunculkan akibat dari strategi mengajar yang digunakan guru antara lain: (1) Ketekunan dalam belajar, dengan indikator belajar di rumah, 2) ulet dalam menghadapi kesulitan, dengan indikator sikap menghadapi kesulitan, 3) Minat dan ketajaman perhatian, dengan indikator semangat dalam mengikuti PBM, 4) Berprestasi dalam belajar, dengan indikator keinginan untuk berpretasi yang lebih tinggi, 5) Mandiri dalam belajar, dengan indikator penyelesaian tugas.
CONTRIBUTION OF TEACHERS’ UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT
N. M. Aristya Dewi;
Gd. Suweken;
I G. N. Yudi Hartawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.512 KB)
|
DOI: 10.23887/wms.v9i1.12643
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.