cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
IDENTIFIKASI BANGUN GEOMETRI DALAM PRODUK KERAMIK DAN VAVIN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN mATEMATIKA (Sebuah Kajian Konseptual) I Gusti Agung Oka Yadnya
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.535 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12654

Abstract

Kurangnya media pembelajaran merupakan salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar matematika siswa jenjang SD dan SMP. Oleh karena itu, guru wajib mencari solusi atas permasalahan tersebut. Beberapa jenis media pembelajaran telah tersedia di sekitar lingkungan sekolah. Salah satu jenis media pembelajaran matematika yang ada di lingkungan sekolah adalah keramik dan vavin. Kedua jenis produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tiga dimensi maupun media dua dimensi. Vavin memiliki keunggulan karena bentuk fisiknya yang beragam. Sedangkan keramik memiliki keunggulan karena berwarna dan ada pula yang bergambar. Banyak jenis keramik yang bergambar bangun-bangun geometri, mulai bangun-bangun dasar (basic shapes) sampai bangun-bangun yang kompleks (complex shapes).  Berdasarkan hasil kajian kritis, yang didukung dengan literatur-literatur yang relevan, dapat ditemukan bahwa keramik dan vavin dapat dijadikan media pembelajaran untuk enam topik bahasan matematika, yaitu: Bangun Datar, Bangun Ruang Sisi Datar, Transformsi, Simetri, Pengubinan, dan Teselasi. Cara pemanfaatannya ada dua macam, yaitu sebagai media praktik dan sebagai objek pengamatan.
KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA DAN METODE KERJA KELOMPOK Ni Nengah Astri Minanti; I Nyoman Tika; I Wayan Karyasa
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.251 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12655

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) hasil belajar siswa; 2) aktivitas belajar siswa; dan 3) respon siswa terhadap pembelajaran dengan penggunaan metode tutor sebaya dan metode kerja kelompok. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA di SMA Negeri 1 Singaraja dengan jumlah siswa 277 siswa. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa kelas X MIA 5 (Eksperimen 1) dan 32 siswa kelas X MIA 2 (Eksperimen 2) yang dipilih melalui teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa, dan respon siswa. Data skor hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik anakova pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan siswa yang belajar dengan metode kerja kelompok. Dengan kata lain kedua metode ini sama-sama mampu meningkatkan hasil belajar dan dapat diterapkan pada materi stoikiometri. Aktivitas siswa pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 dikategorikan baik. Siswa menunjukkan respon positif terhadap metode tutor sebaya dan metode kerja kelompok.
KONSTRUKSI BARISAN HITUNG SERAGAM SEIMBANG BERBASIS BARISAN TRANSISI KODE GRAY N. D. Sintiari; I. N. Suparta; D. Waluyo
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.356 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi barisan hitung seragam seimbang φ(n,t) untuk beberapa pasangan terurut (n,t) dimana faktor persekutuan terbesar dari n dan t, dilambangkan dengan fpb(n,t) lebih dari 1. Barisan hitung seragam φ(n,t) adalah barisan hitung n-bit dimana banyaknya perubahan bit diantara sebarang dua katakode berurutan adalah t. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, dengan cara mencermati dan menelaah pengetahuan dalam berbagai sumber pustaka yang menunjang penelitian ini. Dalam hal ini juga digunakan kerja laboratorium dengan menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mencari konstruksi barisan hitung seragam, langkah pertama adalah menentukan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah kedua adalah mentransformasi barisan transisi kode Gray n-bit menjadi barisan transisi dari barisan hitung seragam φ(n,t) dengan menggunakan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah ketiga adalah menganalisis distribusi barisan transisi dari φ(n,t) apakah dapat menghasilkan barisan hitung seragam seimbang. Hasil penelitian ini adalah beberapa konstruksi barisan hitung seragam yang memiliki sifat-sifat tertentu. Beberapa konstruksi tersebut merupakan barisan hitung seragam seimbang.
TINDAK GURU FISIKA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 SAWAN I M Semaranatha; I B P Mardana; N K Rapi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.283 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12657

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan  tindak guru fisika dalam perencanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa (2) mendiskripsikan tindak guru fisika dalam pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa (3) mendeskripsikan tindak guru fisika dalam penilaian pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru fisika yang mengajar di kelas X dan XII IPA  SMAN 1 Sawan, yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) Perencanaan pembelajaran berpusat pada siswa guru model menyiapkan silabus dan RPP. Pemahaman guru model mengenai perencanaan pembelajaran diperoleh melalui contoh-contoh yang diberikan pada saat mengikuti pelatihan atau diklat. (2) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru model memiliki perbedaan. Guru A menerapkan pembelajaran berkelompok yang merupakan pembelajaran berpusat pada siswa, namun tidak dapat diterapkan secara utuh pada setiap fase pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa hanya sampai pada proses eksplorasi sedangankan untuk elaborasi, konfirmasi, dan kegiatan penutup kembali menggunakan pembelajaran langsung melalui tanya jawab atau diskusi kelas. Sedangkan Guru B menerapkan pembelajaran langsung (direct instruction) yang belum mencerminkan pembelajaran berpusat pada siswa. (3) Penilaian pembelajaran berpusat pada siswa yang dilakukan guru model meliputi penilaian kongnitif,  afektif, dan psikomotor namun belum dapat terlaksana dengan baik dikarenakan permasalahan yang dihadapi dalam penilaian tersebut.
PENENTUAN PERUBAHAN KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA SEKAM PADI DAN TULANG SAPI MENGGUNAKAN DSC (DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY) I Made Griya Adi Parta; Made Vivi Oviantari; Gede Agus Beni Widana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.743 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik fisika kimia sekam padi dan serbuk tulang sapi karena pengaruh perubahan suhu. Hal ini dilakukan karena keberhasilan sintesis senyawa anorganik berbasis solid state ditentukan oleh pemilihan suhu yang tepat dan ini dapat diketahui dengan menggunakan scanning calorimetry. Subjek dalam penelitian ini adalah sekam padi dan tulang sapi, sedangkan objek penelitian ini yaitu karakteristik fisika kimia sekam padi dan dari serbuk tulang sapi. Metode yang digunakan untuk menentukan karakteristik fisika kimia adalah dengan menggunakan DSC. (Differential Scanning Calorimetry) yang ditunjukkan dengan timbulnya reaksi endotermik dan eksotermik. Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik fisika kimia sekam padi dan tulang sapi yang teramati dari rentangan suhu 50-600°C. Karakteristik yang ditunjukkan oleh sekam padi yaitu, pada rentangan suhu 140-253°C terjadi proses endotermik yaitu penguapan H2O, rentangan suhu 253-415°C terjadi proses endotermik yaitu penghilangan senyawa organik  serta pembakaran karbon dan pada rentangan suhu 415-581°C terjadi proses eksotermik yaitu pembentukan kristal SiO2. Karakteristik yang ditunjukkan oleh tulang sapi yaitu pada rentangan suhu 135-157°C  terjadi proses endotermik yaitu penguapan H2O, pada rentangan suhu 157-195°C terjadi proses endotermik yaitu penghilangan senyawa organik hal ini juga terjadi pada rentangan suhu 195-231°C yang menunjukkan terjadi proses endotermik yaitu penghilangan senyawa organik.  
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ASETON DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Komang Mirah Meigaria; I Wayan Mudianta; Ni Wayan Martiningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.439 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12659

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahuigolongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak aseton daun kelor dan ujiaktivitas antioksidan dari ekstrak aseton daun kelor (Moringa oleifera). Sampeldaun kelor yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Kecamatan Seririt,Buleleng. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui golongansenyawa antioksidan yang terkandung dalam ekstrak aseton daun kelor; (2)mengetahui keberadaan aktivitas antioksidan dalam ekstrak aseton daun kelor; (3) mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan yang terkandung dalam ekstrak aseton daun kelor dengan menghitung nilai IC 50 . Teknik ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah maserasi dengan menggunakan pelarut aseton. Hasil maserasi tersebut kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 11,5684 g. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Analisis kekuatan antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai IC 50 yang didasarkan pada persentase peredaman radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) oleh sampel uji. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan perbandingan nilai IC 50 dari sampel ekstrak aseton daun kelor dengan nilai IC 50 vitamin C. Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak aseton daun kelor menunjukkan indikasi kuat adanya senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Adanya penurunan absorbansi DPPH pada setiap kenaikan konsentrasi dari sampel uji terhadap blanko mengindikasikan adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak aseton daun kelor. Berdasarkan perhitungan nilai IC 50 diperoleh hasil bahwa nilai IC 50 dari ekstrak aseton daun kelor sebesar 427,49 µg/mL sedangkan nilai IC 50 dari vitaminC adalah 35,52 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak aseton daun kelormemiliki aktivitas antioksidan yang lemah dibanding vitamin C.
STUDI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMA NEGERI 1 BANGLI K. G. Darmayasa; Ketut Suma; I P. B. Mardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.579 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pengelolaanpembelajaran fisika dengan pendekatan saintifik yang dilakukan guru pada tahapperencanaan, pelaksanaan, dan evalusi. Bentuk penelitian ini adalah penelitiankualitatif. Tahapan yang ditempuh dalam penelitian ini adalah pra lapangan,lapangan, dan pasca lapangan. Sampel sumber data penelitian diperoleh secarapurposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakanmetode dokumentasi, kajian dokumen tertulis, observasi partisipasi pasif,wawancara mendalam dan triangulasi. Sumber data primer didapat dari 2 orangguru fisika yang mengajar di Kelas X. Sumber data sekunder diperoleh melaluikepala sekolah dan 6 orang siswa. Data yang diperoleh dalam bentuk kajiandokumen tertulis, catatan lapangan, serta transkrip hasil observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi dan penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data dilaksanakan melalui validitas internal, validitas eksternal, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai beriku. (1)Perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru sudah sesuai dengankurikulum dan kelima kegiatan pokok pendekatan saintifik yang terdiri darimengamati, menanya, mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan direncanakan pada langkah-langkah pembelajaran yang termuat dalam RPP. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. (3) Evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kelima kegiatan pokok pendekatan saintifik sudah terlihat pada semua aspek, namun masih perlu disempurnakan terutama pada tahap pelaksanaan dan penilaian. Kendala utama yang sering dialami guru fisika dalam pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik terletak pada alokasi waktu dalam melaksanakan pelajaran dan banyak penilaian yang dilakukan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRANSFORMASI BERBASIS GEOGEBRA N. W. Karmila Putri; I M. Candiasa; Gede Suweken
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.151 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12661

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancangan(blue print) media pembelajaran transformasi; (2) mendeskripsikan hasilimplementasi media pembelajaran transformasi menggunakan GeoGebra sebagaiaplikasi basis, Visual Basic sebagai layout, Quiz Maker sebagai aplikasi pembuatkuis, dan Windows Movie Maker sebagai aplikasi pembuat video tampilan awalmedia; dan (3) mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran transformasiberbasis GeoGebra. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yangterdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatassampai tahap develop. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisisdata kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediapembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat diterima sebagai mediapembelajaran dengan persentase skor dari ahli isi sebesar 98,46%, dari ahli desainpembelajaran sebesar 80%, dari ahli media sebesar 84,62%, dan dari sembilanorang siswa sebesar 90,77%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan mediapembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai mediadalam mempelajari materi transformasi baik oleh siswa maupun guru
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA I.M.K. Wijaya; Gede Suweken; N.M.S. Mertasari
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.43 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasiberprestasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, akan diselidiki siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran mana yang memiliki motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika yang paling baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIA non unggulan SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 252 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil kuesioner motivasi berprestasi dan tes prestasi belajar matematika dianalisis menggunakan Uji-t dan MANOVA. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) motivasi berprestasi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (2) prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended learning mempunyai perbedaan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika siswa
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS OPEN SOURCE SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Urip Vidanti; I Gusti Ayu Mahayukti; I Putu Wisna Ariawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.316 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS)berbasis open source software GeoGebra yang memenuhi kriteria perangkatpembelajaran menurut Nieveen yaitu valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelasVIII SMP Negeri 1 Singaraja. Pengembangan LKS berbasis open source softwareGeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D yang dimodifikasimenjadi 3 tahap yaitu: (1) tahap define, (2) tahap design, dan (3) tahap develop. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi untuk mengukur kevalidan perangkat, angket respon siswa dan guru untuk mengukur kepraktisan dan tes prestasi belajar untuk mengukur keefektifan LKS dan media GeoGebra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan yaitu LKS dan media GeoGebra telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil uji validasi menunjukkan LKS dan media GeoGebra memenuhi kriteria sangat valid. Kepraktisan dari LKS dan media GeoGebra dilihat dari keterlaksanaan LKS dan media GeoGebra saat pelaksanaan uji coba di kelas VIII A6 SMP Negeri 1 Singaraja. Berdasarkan hasilnya pengolahan data, LKS dan media GeoGebra mendapat tanggapan sangat positif dari guru maupun siswa, sehingga perangkat tersebut dapat dikatakan praktis. Untuk kefektifan, sesuai hasil yang diperoleh LKS dan media GeoGebra sudah dikatakan efektif karena lebih dari 85 % siswa di kelas telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

Page 5 of 21 | Total Record : 202