cover
Contact Name
Alvian Pristy Windiramadhan, S.Kep., Ners., M.Kep
Contact Email
alvianpristy28@gmail.com
Phone
087828773889
Journal Mail Official
uppmstikesim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA
Published by STIKES Indramayu
ISSN : 23382597     EISSN : 26148048     DOI : https://doi.org/10.36973/jkih
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni" : 6 Documents clear
ANALISIS PERILAKU DAN KEBUTUHAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA Mizna Sabilla; Thresya Febrianti; Rusman Efendi
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.601 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.153

Abstract

Permasalahan remaja sampai saat ini masih tinggi, diantaranya perilaku seksual dan penggunaan Napza yang dapat meningkatan penularan HIV AIDS. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) penting diberikan sebagai wadah dalam menyebarkan informasi kesehatan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perilaku berisiko remaja serta kebutuhan informasi Seksualitas, Napza, dan HIV AIDS melalui PIK R. Metode yang digunakan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisis bivariat, sedangkan data kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku berisiko remaja terkait HIV AIDS, namun masih ditemukan 21,1 % mahasiswa yang perilakunya berisiko. Analisis kualitatif menyebutkan bahwa mahasiswa memerlukan informasi terkait kesehatan reproduksi, Napza dan HIV AIDS. Saran: Adanya advokasi kepada pimpinan UMJ untuk menghidupkan kembali PIK R UMJ, kerjasama dengan BKKBN, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DPMP3AKB) dan BNN serta sosialisasi kepada seluruh mahasiswa UMJ terkait PIK R UMJ.
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI SEKOLAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG MEROKOK PADA SISWA KELAS VII DI SLTP N 13 KOTA TANGERANG Happy Novriyanti Purwadi; Bambang Setiaji; Mary S Maryam
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.528 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.157

Abstract

Pendahuluan, Perilaku merokok dimulai pada usia anak-anak dan remaja. Berdasarkan hasil Riskesdas provinsi Banten 2013, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas di Kota Tangerang yang menjadi perokok setiap hari 25%, dari data tersebut yang sudah menjadi perokok aktif usia 10-14 tahun 2 % dan usia 15-19 tahun 21,7 %. Dengan kata lain hampir separuh perokok aktif sudah dimulai dari usia remaja. Besarnya potensi menjadi perokok dikalangan siswa karena kurangnya pemahaman tentang merokok, serta lingkungan yang sangat mempengaruhi baik dalam keluarga dan teman,sehingga diperlukan adanya pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan-pesan dengan media, sehingga diharapkan dapat merubah perilakunya ke arah positif. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperimen dengan pre and post test group design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari dua kelompok (cetak dan elektronik) dengan jumlah 84 responden dari 322 siswa/i. Hasil Penelitian terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok media elektronik dan cetak. Peningkatan pengetahuan setelah diberikan intervensi media cetak (booklet) dan elektronik (video) ditandai dengan nilai p= 0.000. kemudian adanya peningkatan sikap ditandai dengan nilai significancy sebesar 0.001 (p < 0.05). Kesimpulan dan Saran, perbedaan rata-rata untuk pengetahuan sebesar 0.66 point dan sikap sebesar 0.02 point sehingga dapat disimpulkan penggunaan media elektronik lebih efektif dalam perubahan penggunaan dan sikap responden tentang merokok, hal ini tidak lepas dari peran sekolah dalam pemberian penyuluhan kesehatan yang dapat menggunakan media elektronik, untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan sekolah.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN OBAT-OBATAN TRADISIONAL TERHADAP IBU NIFAS DI PUSKESMAS KARANGGAN KABUPATEN BOGOR 2018 Nurulicha Nurulicha
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.787 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.158

Abstract

Dampak dari penggunaan minum jamu adalah Jamu dipercaya memiliki kandungan yang dapat menyeimbangkan kembali ketidakseimbangan unsur-unsur dalam tubuh yang dapat berpotensi menimbulkan penyakit sehingga tercapainya kondisi sehat. Tetapi jika berlebihan dalam mengonsumsi jamu yang berasal dari bahan alami akan memberikan efek yang berarti pada saluran pencernaan, seperti mulut terasa terbakar, perut terasa panas, dan kontraksi otot usus meningkat sehingga merangsang untuk buang air besar lebih sering dalam bentuk cair. Tujuan penelitian diketahuinya faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu nifas terhadap penggunaan obat-obatan tradisional di Puskesmas Karanggan kabupaten Bogor tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain survey cross sectional. Pengambilan sampel berjumlah 73 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil Analisis bivariat menunjukkan hubungan umur p = 0.0045, pengetahuan p= 0,002 ,jarak p = 0.002, dukungan p = 0,004 dengan pemanfaatan obat obatan tradisional terhadap ibu nifas.Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara umur,pengetahuan ibu, jarak ke pelayanan, dan dukungan dengan pemanfaatan obat-obatan terhadap ibu nifas. Saran pada penelitian yaitu bagi kader dan petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pemanfaatan obat-obatan terhadap ibu nifas.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI Tantri Puspita; Ernawati .; Dadang Rismawan
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.989 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.159

Abstract

Pencegahan komplikasi penderita hipertensi dapat dilakukan dengan aktif melaksanakan diet. Keberhasilan perilaku kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah efikasi diri. Penelitian ini berjenis deskriptif korelatif dengan 155 responden yang menderita Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Guntur Kabupaten Garut. Variabel yang diteliti meliputi efikasi diri dan diet pada penderita hipertensi. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 70,3 % (109 orang), berusia 46-65 tahun 52,3% (81 orang), dan berpendidikan SD 79,4% (123 orang). Selain itu, sejumlah 38,7% (60 orang) responden memiliki efikasi diri yang rendah dan tidak patuh untuk menjalankan diet hipertensi 42,6% (66 orang). Uji chi-square menunjukan hubungan positif antara efikasi diri dengan kepatuhan diet hipertensi pada penderita hipertensi (p= 0,013). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,296. Diharapkan, tenaga medis terutama perawat, dapat membantu klien untuk patuh terhadap dietnya, dengan meningkatka efikasi diri.
PENGARUH FUNGSI PENGARAHAN KETUA TIM TERHADAP KINERJA PERAWAT DI KABUPATEN INDRAMAYU Wiwin Nur Aeni; Winani Winani; Aan Setianingsih
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.823 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.161

Abstract

Kinerja perawat akan mempengaruhi lama hari rawat pasien, tingkat kepuasan pasien, juga citra rumah sakit. Pengelolaan pelayanan keperawatan dapat dioptimalkan salah satunya melalui fungsi pengarahan dari ketua tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungsi pengarahan ketua tim terhadap kinerja perawat di salah satu RS di Kabupaten Indramayu.Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di instalasi rawat inap salah satu RS di Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 70 perawat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner untuk variabel pengarahan dan lembar observasi untuk variabel kinerja. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengarahan ketua tim sebanyak 52,9 % masih dikategorikan kurang baik dan kinerja perawat sebanyak 57,1 % kurang baik.Kesimpulan: Terdapat pengaruh fungsi pengarahan ketua tim terhadap kinerjaperawat (P value 0,000).Saran: diharapkan ketua tim dapat meningkatkan pengarahan terhadap perawat.
FAKTOR RISIKO PENDERITA HIV AIDS DI KABUPATEN GONDANG LEGI MALANG Linda Prasetyaning Widayanti
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.835 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.162

Abstract

HIV/AIDS adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Prevalensi dan insidensi penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Penemuan ARV, peningkatan aktivitas seksual tidak aman,meluasnya penggunaan narkotika suntik adalah beberapa hal yang menjadi pemicu meluasnya penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penderitaHIV/AIDS di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif observasional. Data yang digunakan adalah data sekunder dan dianalisa menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah mayoritas penderita HIV/AIDS berusia antara 20-29, berjenis kelamin perempuan, bekerja dalam sektor informal dan terkena HIV/AIDS karena aktivitas seksual tidak aman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6