cover
Contact Name
Kalis Stevanus
Contact Email
kalisstevanus91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfidei@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
ISSN : 26218151     EISSN : 26218135     DOI : https://doi.org/10.34081/fidei
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika focusing on submission of field research results, systematic Theology, and practical theology, the study of Evangelical Theology and Community Development is not only internal of STT Tawangmangu but also external intitution with ratio 40:60. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika published twice a year is the month of June (the limits of acceptance of the script in March) and December (the limits of acceptance of the script in September).
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Budaya Kekerasan dalam Media Elektronik Ditinjau dari Sudut Pandang Etika Kristen Novita Indriani Rorong; Dicky Dominggus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.945 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v3i1.97

Abstract

Kekerasan telah menjadi sebuah tindakan yang lumrah dan biasa terjadi dalam kehidupan manusia. Kekerasan disebabkan oleh banyak faktor, namun penulis menyoroti bahwa media elektronik yang menyuguhkan film, game, dan musik yang mengandung unsur kekerasan telah memberikan kontribusi besar untuk menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan dalam kehidupan manusia. Artikel ini merupakan sebuah studi untuk membangun pedoman etis sebagai pegangan hidup setiap orang Kristen. Pedoman etis ini merupakan sebuah solusi untuk menjawab permasalahan mengenai budaya kekerasan dalam media elektronik yang terjadi dalam kehidupan manusia di era globalisasi dewasa ini. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini adalah budaya kekerasan dapat diatasi dengan menerapkan prinsip kasih sebagai nilai tertinggi di dalam kehidupan seseorang.  Selain itu, setiap orang perlu mengembangkan sikap moral dalam kehidupannya seperti menghargai manusia sebagai ciptaan Allah yang serupa dan segambar dengan Allah, memiliki kasih terhadap sesama, dan memiliki pengendalian diri dalam segala hal.
Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan Nitis Harsono
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.09 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v3i1.95

Abstract

Bertolak dari pergumulan yang seolah tarik menarik bagi diri Gereja, oleh karena ia sadari bahwa di satu sisi bangsa ini diperhadapkan pada pergumulan yang masih belum terselesaikan, sebagaimana cita-cita para founding fathers yang tertuang dalam Mukadimah UUD 1945, yakni mewujudkan rakyat yang cerdas, sejahtera, bangsa yang berdaulat sehingga berperan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Cita-cita tersebut menjadi konteks nasional, yakni masalah besar bangsa ini, yang sekaligus menjadi medan kehadiran Gereja. Di pihak lain, Gereja bergumul dan merasa dirinya terpisah dari bangsa ini, merasa bukan bagian dari dunia ini. Barangkali pikiran ini muncul karena merasa banyak penolakan terhadap dirinya, sehingga enggan, atau paling tidak membatasi dirinya bergaul dengan masyarakat. Tentunya bisa juga dimaklumi, penolakan terhadap kekristenan tak lepas dari sejarah. Tetapi kira-kira bisa jadi penolakan ini hanya di sebagian dari luasnya bentangan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, dan bisa jadi juga merupakan prasangka. Rasa tarik-menarik tadi adalah kesadaran akan lingkungan atau medan sekitar Gereja yang perlu mendapat perhatian dari karya Gereja. Gereja memang dipandang liyan (asing), bukan dari dunia, tetapi ia menjadi warga dunia itu. Gereja sadari bahwa ia harus hadir bagi dunia, meski di lain pihak condong lebih memerhatikan pergumulan dirinya. Teks Yeremia 29:7, menjadi acuan teologis untuk membangun dan menggugah spiritualitas Gereja menjadi karya iman yang konkrit bagi lingkungannya. Karya iman Gereja bagi lingkungan sesungguhnya turut mengatasi pergumulan bangsa, yang tak terpungkiri dengan sendirinya memberi dampak bagi kelangsungan kehadiran Gereja.
Keterlibatan Jemaat dalam Disiplin Gereja Berdasarkan Matius 18:15-20 Patrecia Hutagalung
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.696 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v3i1.89

Abstract

Salah satu penyebab tidak terlaksananya disiplin gereja adalah ketidaktahuan jemaat terhadap keterlibatannya dalam memulihkan sesamanya yang jatuh dalam dosa.  Disiplin juga dianggap tidak menggambarkan kasih Allah dan hanya tugas dari seorang pemimpin jemaat. Hal ini berujung pada pembiaran sesama yang berdosa tanpa tindakan menegur sebagai upaya untuk pemulihan. Dalam kasus lain, disiplin ditegakkan tanpa dasar kasih, banyak gereja yang kelihatannya malah menjadi tempat praktek menghakimi. Menegur saudara seiman yang jatuh dalam dosa merupakan perintah langsung dari Tuhan Yesus. Ketika jemaat ambil bagian menerapkan disiplin gereja dengan prosedur yang Alkitabiah, jemaat sedang mengejawantahkan kasih Allah yang bertujuan untuk memulihkan. Artikel ini akan menjelaskan peran atau keterlibatan jemaat dalam disiplin gereja berdasarkan Injil Matius 18:15-20, dengan menggunakan metode studi pustaka yang akan meneliti sumber-sumber dari perpustakaan maupun artikel, penelitian terdahulu dan akan dilakukan kajian teologis berkaitan dengan Matius 18:15-20 sebagai landasan Alkitab dalam penelitian ini. Hasil penelitian akan mengemukakan bahwa jemaat memiliki keterlibatan khusus dalam terlaksananya disiplin gereja.
Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan di Dunia Non-Kristen Kalis Stevanus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.082 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v3i1.119

Abstract

Tulisan ini hendak menjelaskan mengenai konsep penginjilan, yang terdiri dari enam pokok bahasan, yaitu: landasan teologis penginjilan, pengertian penginjilan, hakikat penginjilan, motivasi penginjilan, pentingnya penginjilan dan terakhir tujuan penginjilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan penyajian deskriptif. Penginjilan adalah memberitakan tentang karya Kristus yang sudah mati karena dosa-dosa manusia, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga (1 Korintus 15:3-4). Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penginjilan tetap relevan dan mutlak dilakukan dengan bijak serta tulus oleh setiap pengikut Kristus dengan tujuan supaya setiap orang dapat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan beroleh keselamatan. Keselamatan harus diterima secara pribadi, artinya respon yang diberikan bersifat pribadi terhadap berita Injil.
Penciptaan dalam Sastra Hikmat Perjanjian Lama serta Implikasinya bagi Pemeliharaan Alam Roy Charly HP Sipahutar
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.152

Abstract

Artikel ini adalah suatu upaya mencari makna ekoteologis dari teks penciptaan yang ada dalam Sastra Hikmat Perjanjian Lama. Subordinasi tema penciptaan dengan tema teologi lain dalam Perjanjian Lama membuatnya tidak dapat berbicara secara utuh. Demikian pula upaya yang dilakukan dalam menggali tema penciptaan biasanya hanya seputar teks dalam kitab Kejadian, hal tersebut menafikan bahwa ada bagian lain dalam Perjanjian Lama yang berbicara lantang tentang tema penciptaan ini. Oleh karena itu tulisan ini mencoba mengeksplorasi tema penciptaan dari bagian Sastra Hikmat Perjanjian Lama dengan menggunakan metode studi pustaka, meneliti sumber-sumber referensi dari penelitian yang berkaitan dengan teks terpilih dan mengimplementasikannya bagi tanggung jawab umat terhadap pemeliharaan alam. Hasil penelitian mengemukakan bahwa manusia adalah ciptaan yang bertanggung jawab menjamin keteraturan alam, hikmat Tuhan memampukan manusia untuk menjadi sahabat alam.
Implikasi Praktis Konsep Anugerah Bagi Orang Percaya Berdasarkan Surat Roma 3:23-24 Jetorius Gulo
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.105

Abstract

Konsep pemikiran dan cara pandang sebagai orang percaya harus berfokus pada anugerah/kasih karunia Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Keselamatan orang percaya atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib. Anugerah memunyai konsep dasar demikian: “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. Sedangkan konsep “perbuatan baik” adalah “manusia mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan. Kalau seseorang mentaati aturan Alkitab, kalau melakukan amal-ibadah maka orang tersebut akan mendapat pahala, itu adalah konsep “perbuatan baik”. Dimana hal tersebut menunjukkan seseorang belum sadar akan arti penebusan itu. Allah yang penuh kasih sayang terhadap manusia. Dia ingin manusia mengasihi Dia, percaya kepada Dia bagaikan seorang Bapa, mengharapkan seluruh keselamatan dan kebahagiaan hanya dari Dia. Kalau Allah mengampuni manusia yang berdosa, menganugerahkan kepada hidup, bahkan hidup kekal, tujuanNya tidak lain ialah supaya dengan penuh kasih dan percaya kembali kepadaNya.
Peranan Hari Sabat Bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini Erlina Waruwu
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.106

Abstract

Dalam perjalanan umat Kristen dari abad ke abad tema hari sabat menjadi kontroversial yakni muncul beragam pandangan bahkan cenderung saling bertolak belakang. Sebagian terdapat kelompok orang Kristen memiliki sikap mengabaikan hukum hari Sabat karena menganggap sama sekali tidak memiliki peranan penting bagi kehidupan orang percaya masa kini. Penelitian ini menggunakan metode induktif dan kajian kepustakaan. Alasan teologis menjalankan hari Sabat dan peranannya bagi kehidupan orang percaya. Pertama, berbicara dimensi vertikal agar umat Israel mengenang Allah untuk mengadakan persekutuan yang penuh sukacita dengan-Nya dan mengakui Allah sebagai Pencipta yang mengatur, memelihara, dan memiliki segala sesuatu, termasuk umat Israel. Selain itu, berhubungan dengan dimensi horisontal yang mengingatkan bangsa Israel bagaimana Allah telah melepaskan mereka dari penderitaan sebagai budak di masa lampau, sehingga mereka juga memberikan perhentian kepada seisi keluarganya. Kedua, sebagai hari Sabat perhentian yang diberikan-Nya adalah perhentian sebagai hasil dari kelepasan dari beban dosa dan perhentian eskatologis yang akan diterima semua orang percaya dalam dunia kekal di sorga. Ketiga, sebagai kesempatan untuk beribadah, melayani Allah dan sesama, serta bersekutu dengan sesama. Peranan hari Sabat bagi kehidupan orang percaya mencakup secara keseluruhan yakni secara rohani dan jasmani. 
Aplikasi Konsep Ajaran Sehat Menurut2 Timotius 1:13 Oleh Guru Agama Kristen Asni Darmayanti Duha
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.104

Abstract

Peran guru Agama Kristen adalah mengajarkan ajaran sehat. Baik dalam pengajaran, pembimbingan dan proses pembelajaran lainnya yang berkaitan dengan doktrin kekristenan (2 Timotius 1:13) ini berhubungan erat dengan kondisi yang dialami oleh banyak sekolah Kristen dan gereja Tuhan. Metode yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif, yakni yang berkaitan dengan analisis teks Alkitab yang berusaha menggali makna yang sesungguhnya sesuai dengan tujuan penulis kitab. Agar kita dapat mengetahui makna dan konsep ajaran sehat sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka penulis menganalisis teks sebagai acuan untuk menjelaskan konsep ajaran sehat tersebut yang dapat diaplikasikan oleh guru agama Kristen di sekolah, keluarga maupun gereja. Seorang Guru PAK mutlak berpegang teguh pada Firman Tuhan sebagai dasar hidu, melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, hidup penuh kasih, dan hidup dalam iman kepada Tuhan Yesus.
Upaya Guru Sekolah Minggu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Alkitab di Kelas Sekolah Minggu Dwiati Yulianingsih
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.186

Abstract

Guru Sekolah Minggu seharusnya memberitakan Firman Tuhan dengan banyak variasi sehingga menarik minat anak-anak Sekolah Minggu. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, seringkali kali seorang guru Sekolah Minggu terjebak pada penyampaian dengan cara dan metode yang itu itu saja sehingga anak-anak Sekolah Minggu kurang termotivasi untuk belajar Alkitab. Oleh karena itu kajian tentang upaya seorang guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan motivasi anak Sekolah Minggu dalam belajar Alkitab sangat diperlukan. Tujuan dari penulisan ini untuk mendorong guru Sekolah Minggu supaya tidak putus asa mengusahakan adanya cara-cara kreatif supaya motivasi anak Sekoah Minggu meningkat dalam belajar Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang menjelaskan dan menggambarkan tentang upaya apa saja yang seharusnnya dilakukan oleh seorang guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan motivasi belajar Alkitab berdasarkan sumber yang berkaitan, dihubungkan dengan pengamatan dan pengalaman penulis selama menjadi guru Sekolah Minggu dan mentor guru Sekolah Minggu. Hasil penelitian ialah para guru Sekolah Minggu selalu berusaha untuk meningkatkan motivasi anak Sekolah Minggu dalam belajar Alkitab. Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh seorang guru Sekolah Minggu antara lain ialah membuat suasana belajar Alkitab yang menyenangkan, memilih metode pembelajaran Alkitab yang tepat, memberikan hadiah atas keberhasilan anak, termasuk memberikan pujian pada waktu yang tepat.
Menjembatani Injil dan Budaya dalam Misi Melalui Metode Kontektualisasi David Eko Setiawan
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v3i2.132

Abstract

Perjumpaan injil dan budaya dalam misi ada kalanya menimbulkan ketegangan. Bahkan tidak sedikit muncul penolakan akibat kurang pekanya sang pewarta injil terhadap budaya dari masyarakat tertentu. Kepekaan tersebut perlu dibangun agar injil dapat  dikomunikasi kepada mereka sesuai konteks budayanya masing-masing. Tujuannya adalah untuk mengurangi kesalahpahaman disampaikan.  Melalui metode kontekstualisasi, diharapkan ketegangan dapat teratasi serta akan terbangun jembatan yang dapat menghubungkan injil dan budaya.Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah bagaimanakah metode kontekstualisasi dapat menjembatani injil dan budaya dalam misi? Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana metode kontektualisasi dapat menjembatani injil dan budaya dalam misi. Sedangkan metode yang dipakai oleh penulis adalah menggunakan literature reasech. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode kontekstualisasi dapat digunakan dalam menjembatani injil dan budaya  dalam misi bahkan juga dapat mengurangi ketegangan antara injil dan budaya.

Page 5 of 15 | Total Record : 150