cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2009)" : 12 Documents clear
ACTIVITIES USED IN COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Fadilah, Ridha
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3045

Abstract

Communicative Language Teaching (CLT) is an approach to the teaching of second and foreign languages that stress on functional as well as structural aspects of language, combining these into a more fully communicative view. Learners learn the language used in real life by using target language in the classroom. It is appropriate to use communicative approach in teaching and learning language. It can make students able to communicate effectively in target language based on structural, functional and social meaning. In this paper, I will present communicative language teaching versus whole language teaching; structural, functional and social meaning of language; and classroom activities used in communicative language teaching.
AL-WALAYAH (KEWALIAN) DALAM PANDANGAN IBN ARABI Rif?at, Muhammad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3034

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai pandangan al-walayah Ibn Arabi, meliputi: hakikat, ciri, keistimewaan, tingkatan wali dan konsep khatam al-awliya. Ibn Arabi menggunakan istilah wali untuk semua orang suci, termasuk nabi dan rasul. Kerasulan dan kenabian sebagai pangkat dalam kewalian adalah bersifat temporal, tetapi kewalian itu sendiri bersifat permanen. Khatam al-anbiya mempunyai kedudukan yang sebanding dengan khatam al-awliya. Namun mengenai kedudukan antara nabi dan wali, ini bisa dilihat dari ungkapannya,?andaikata kasyaf awliya bertentangan dengan undang- undang nabi, maka yang harus diikuti adalah undang-undang nabi. Seorang wali berhak meniadakan dan mengubah hukum Islam apapun yang berdasarkan ijtihad, tapi bukan terhadap hukum yang diwahyukan kepada nabi?.
PENANAMAN CINTA LINGKUNGAN OLEH GURU PAI DI SMP DAN SMA MUHAMMADIYAH KOTA BANJARMASIN AR, M. Ramli
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3047

Abstract

Lingkungan dapat dijadikan media untuk menumbuhkan dan menanamkan kecintaan para siswa terhadap lingkungan, yang berimplikasi terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Materi PAI apa saja untuk menanamkan cinta lingkungan kepada siswa? (2) Apa saja kendalanya, dan (3) Apa saja upaya guru PAI untuk menanamkan cinta lingkungan kepada peserta didik? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan guru PAI yang mengajar di SMP dan SMA Muhammadiyah di wilayah Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa (1) materi mata PAI, meliputi: aspek keimaman, akhlak, fiqih, sejarah Islam, dan Qur'an Hadits, (2) kendala-kendalanya di antaranya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran siswa yang kurang, kurangnya dana dan sarana yang belum memadai, waktu yang tersedia relatif sedikit, (3) upaya-upaya yang dilakukan oleh guru PAI di antaranya penyampaian materi PAI, menampilkan keteladanan, mengajak para siswa berkaryawisata, penanaman disiplin, kerja nyata guru dan siswa di lingkungan sekolah
WACANA AGAMA DAN KETUHANAN DALAM PEMIKIRAN IMMANUEL KANT Hakim, Abdul
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3036

Abstract

Bagi Kant, Tuhan tidak bisa diketahui lewat jalan ilmu pengetahuan. Karena pintu akal budi teoritis telah tertutup, maka satu-satunya jalan yang tersedia adalah melalui akal budi teoritis atau moralitas. Kant menganggap bahwa Tuhan bukanlah masalah ilmu pengetahuan yang bisa dibuktikan secara teoritis, melainkan masalah iman yang bisa dibuktikan melalui akal budi praktis murni. Terhadap agama Kant memformulasikan agama dalam batas rasionalitas tertentu dan karena hal ini tampaknya ia banyak mereduksi agama atau Kekristenan menjadi sebatas agama moral dan rasional, namun yang perlu sebagai bahan pertimbangan kita adalah ?sejauhmana agama itu mampu membuat manusia (umat beragama) menjadi lebih bermoral?.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN VOKASIONAL SEBAGAI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA TERAMPIL: TEORI EKONOMI PENDIDIKAN DAN BEBERAPA PENDEKATANNYA Hermina, Dina
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3032

Abstract

Salah satu tantangan pendidikan adalah bagaimana pendidikan dapat menjadi produk yang dicari, sebagai barang superior. Tantangan lain adalah menjadikan pendidikan sebagai investasi, yaitu apabila hasil pendidikan mempunyai return (nilai balik) yang lebih besar dari yang diberikan. Investasi dalam pendidikan adalah kesempatan kerja. Secara demikian maka pendidikan merupakan investasi sumberdaya manusia. Melalui cara-cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap, dan produktivitas pendidikan memberikan sumbangan terhadap pembangunan sosial ekonomi nasional. Menurut teori ilmu ekonomi, pendidikan dapat dipandang sebagai sebuah proses, dengan dasar teori fungsi produksi, dan aplikasinya menggunakan model input, proses, output dan outcome, di samping itu dipandang sebagai komoditas, dengan dasar teori barang, dan aplikasinya pada supply and demand.
GERAKAN POLITIK MASYUMI DALAM MEMBENDUNG KOMUNISME PADA MASA KONSTITUANTE 1956-1959 Kurdi, Sulaiman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3033

Abstract

Mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, Islam menjadi salah satu kekuatan ideologi yang berpengaruh di Indonesia yang mencita- citakan Islam sebagai dasar negara, tapi keinginan tersebut mengalami kegagalan, hal ini terlihat dalam sidang-sidang parlementer, seperti dalam sidang BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945. Sidang Badan Konstituante 1956-1959 secara garis besar terbagi dalam tiga golongan pembela gagasan dasar negara yaitu: Islam, nasionalis-sekuler dan komunis. Dari ketiga golongan tersebut yang paling mencolok perdebatan antara kelompok pembela dasar negara menurut Islam dan Pancasila. Masyumi bersama partai politk Islam lainnya sama- sama memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Namun, yang paling menarik perdebatan anggota-anggota Konstituante dengan Masyumi mengenai pembelaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara oleh PKI. Dalam realitas di masyarakat, munculnya fatwa anti komunis oleh Pimpinan Masyumi Jawa Barat yang menganjurkan agar seluruh Indonesia dibentuk Front Anti Komunis sebagai pernyataan pendirian tegas dan tantangan perlawanan terhadap ideologi komunis. Dan dalam dinamika sosial politik masih adanya tarik menarik antara Islam dan komunis sampai saat ini.
ACTIVITIES USED IN COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Ridha Fadilah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3045

Abstract

Communicative Language Teaching (CLT) is an approach to the teaching of second and foreign languages that stress on functional as well as structural aspects of language, combining these into a more fully communicative view. Learners learn the language used in real life by using target language in the classroom. It is appropriate to use communicative approach in teaching and learning language. It can make students able to communicate effectively in target language based on structural, functional and social meaning. In this paper, I will present communicative language teaching versus whole language teaching; structural, functional and social meaning of language; and classroom activities used in communicative language teaching.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN VOKASIONAL SEBAGAI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA TERAMPIL: Teori Ekonomi Pendidikan dan Beberapa Pendekatannya Dina Hermina
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3032

Abstract

Salah satu tantangan pendidikan adalah bagaimana pendidikan dapat menjadi produk yang dicari, sebagai barang superior. Tantangan lain adalah menjadikan pendidikan sebagai investasi, yaitu apabila hasil pendidikan mempunyai return (nilai balik) yang lebih besar dari yang diberikan. Investasi dalam pendidikan adalah kesempatan kerja. Secara demikian maka pendidikan merupakan investasi sumberdaya manusia. Melalui cara-cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap, dan produktivitas pendidikan memberikan sumbangan terhadap pembangunan sosial ekonomi nasional. Menurut teori ilmu ekonomi, pendidikan dapat dipandang sebagai sebuah proses, dengan dasar teori fungsi produksi, dan aplikasinya menggunakan model input, proses, output dan outcome, di samping itu dipandang sebagai komoditas, dengan dasar teori barang, dan aplikasinya pada supply and demand.
PENANAMAN CINTA LINGKUNGAN OLEH GURU PAI DI SMP DAN SMA MUHAMMADIYAH KOTA BANJARMASIN M. Ramli AR
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3047

Abstract

Lingkungan dapat dijadikan media untuk menumbuhkan dan menanamkan kecintaan para siswa terhadap lingkungan, yang berimplikasi terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Materi PAI apa saja untuk menanamkan cinta lingkungan kepada siswa? (2) Apa saja kendalanya, dan (3) Apa saja upaya guru PAI untuk menanamkan cinta lingkungan kepada peserta didik? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan guru PAI yang mengajar di SMP dan SMA Muhammadiyah di wilayah Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa (1) materi mata PAI, meliputi: aspek keimaman, akhlak, fiqih, sejarah Islam, dan Qur'an Hadits, (2) kendala-kendalanya di antaranya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran siswa yang kurang, kurangnya dana dan sarana yang belum memadai, waktu yang tersedia relatif sedikit, (3) upaya-upaya yang dilakukan oleh guru PAI di antaranya penyampaian materi PAI, menampilkan keteladanan, mengajak para siswa berkaryawisata, penanaman disiplin, kerja nyata guru dan siswa di lingkungan sekolah
GERAKAN POLITIK MASYUMI DALAM MEMBENDUNG KOMUNISME PADA MASA KONSTITUANTE 1956-1959 Sulaiman Kurdi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3033

Abstract

Mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, Islam menjadi salah satu kekuatan ideologi yang berpengaruh di Indonesia yang mencita- citakan Islam sebagai dasar negara, tapi keinginan tersebut mengalami kegagalan, hal ini terlihat dalam sidang-sidang parlementer, seperti dalam sidang BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945. Sidang Badan Konstituante 1956-1959 secara garis besar terbagi dalam tiga golongan pembela gagasan dasar negara yaitu: Islam, nasionalis-sekuler dan komunis. Dari ketiga golongan tersebut yang paling mencolok perdebatan antara kelompok pembela dasar negara menurut Islam dan Pancasila. Masyumi bersama partai politk Islam lainnya sama- sama memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Namun, yang paling menarik perdebatan anggota-anggota Konstituante dengan Masyumi mengenai pembelaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara oleh PKI. Dalam realitas di masyarakat, munculnya fatwa anti komunis oleh Pimpinan Masyumi Jawa Barat yang menganjurkan agar seluruh Indonesia dibentuk Front Anti Komunis sebagai pernyataan pendirian tegas dan tantangan perlawanan terhadap ideologi komunis. Dan dalam dinamika sosial politik masih adanya tarik menarik antara Islam dan komunis sampai saat ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 12