cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
PERANAN MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH SEBAGAI PENDUKUNG DAN PENGEMBAN VISI DAN MISI ALMAMATER Isa Anshari
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3161

Abstract

Visi dan misi fakultas Tarbiyah adalah berupaya menjadi pelopor dalam rangka melakukan atau melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, merniliki komitmen yang kekal dalam pembaharuan pemikiran pengembangan pendidikan Islam dan kehidupan yang disinari oleh ajaran Islam serta berupaya menjadi pusat pengembangan ilmu pendidikan Islam. Seluruh elemen Fakultas Tarbiyah, unsur pimpinan dan perangkatnya, dosen dan karyawan, terutama mahasiswa/alumni merniliki tanggungjawab terhadap pengem-bangan pemberdayaan visi dan misi fakultas Tarbiyah tersebut. Tanggungjawab itu diwujudkan dengan kesungguhan dalam mengaktualisasikan misi almamatemya, menjaga citra diri dan fakultas melalui otonomisasi pendidikan, peningkatan kualitas SOM dan perubahan orientasi kerja
HERMENEUTIKA HADIS ABŪ SYUQQAH Hanief Monady
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1130

Abstract

Dalam studi pemikiran Islam zaman modern ini, hermeneutika merupakan trend baru yang sebelumnya tidak mendapat cukup banyak perhatian dari sarjanawan dan cendikiawan muslim. Hermeneutika mulai banyak digemari setelah informasi dan pengetahuan tentangnya banyak menggeliat setelah banyak tulisan dan karya yang muncul dari penulis dan cendikiawan Arab kontemporer. Adapun kata hadis, yakni adalah segala sesuatu yang diambil dari Rasulullah SAW, baik berupa sabda, perbuatan, taqrīr, atau sifat-sifat beliau baik di masa sebelum beliau diangkat menjadi rasul, ataupun sesudahnya. Beberapa sarjana Muslim yang to some extent menerima Hermeneutika, tentang bagaimana memahami ayat-ayat Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW antara lain Fazlur Rahman, Mohammed Talbi, Nasr Hamid Abū Zaid, Muhammad Abid Al Jabiri, Aminah Wadud, Muhammad Sabesthari, Muhammad Syahrur, Abdullah Saeed, dan masih banyak lagi. Salah satu tokoh Muslim yang melakukan upaya tersebut, ialah Abū Syuqqah.
ANALISIS LOGIS DAN EPISTEMOLOGIS ISTINBATH HUKUM BERBASIS ILMU DHARURI DAN NAZHARI Zainal Pikri; Agustini Agustini
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i2.5219

Abstract

This article explores the construction of the definition of "fiqh" in several books of ushul fiqh of the mutakallimūn school by starting from an exploration of the classification of knowledge in Islamic philosophy and theology. Furthermore, this article identifies the implications of the classification of knowledge in theology, namely ‘ilm dharūrī (immediate knowledge) and ‘ilm nazharī (discursive knowledge) as the basis for the formation of ushul fiqh, with the main focus on the term "fiqh" in several books of ushul fiqh by mutakallimūn. In the final section, this article discusses two logical and epistemological aspects of the nazharī paradigm and analyzes the example of nazharī reasoning in usul fiqh from Al-Amidi in those two aspects. This article argues that logical and epistemological analysis within the nazharī paradigm can identify divine elements and human understanding in the steps producing Islamic law so that the distinction between syariah and fiqh can be clarified systematically.Artikel ini menelusuri konstruksi definisi “fiqh” dalam beberapa kitab ushul fiqh aliran mutakallimūn dengan memulai dari eksplorasi klasifikasi ilmu dalam filsafat Islam dan kalam. Selanjutnya artikel ini mengidentifikasi implikasi klasifikasi ilmu dalam kalam, yaitu ilmu dharūrī dan nazharī sebagai dasar dalam pembetukan ilmu ushul fiqh, dengan fokus utama pada istilah “fiqh” pada beberapa kitab ushul fiqh aliran mutakallimūn. Pada bagian akhir, artikel ini membahas dua aspek logis dan epistemologis dari paradigma ilmu nazharī dan menganalisis contoh penalaran nazharī dalam ushul fiqh dari Al-Amidi dari sisi kedua aspek ini. Artikel ini berargumen bahwa analisis logis dan epistemologis dengan paradigma ilmu nazharī dapat memilah unsur ilahi dan pemahaman manusia dalam langkah-langkah istinbāth hukum Islam sehingga pembedaan antara syariah dan fiqh dapat diklarifikasi secara sistematis. 
PEMBELAJARAN KONTEKTUAL PADA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA Mahutma Gandhi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3031

Abstract

Keberhasilan pembelajaran IPS di sekolah dasar akan terwujud bila siswa berada dalam posisi membangun pengetahuan mereka lewat keikutsertaan secara aktif dalam proses pembelajaran. Keikutsertaan siswa dapat berbentuk pembelajaran berbasis kegiatan. Pembelajaran kooperatif dan penemuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang pembelajaran kontekstual dalam mengajarkan IPS di Kelas III Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kelas dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Latar situasi sosial adalah tempat yakni 4 (empat) SDN yang ada di Kecamatan Banjarmasin Utara, pelaku adalah Guru dan kegiatannya adalah proses pembelajaran IPS SD di Kelas III. Sedangkan subjek penelitian ini adalah peristiwa, manusia dan situasi yang diamati dalam hal ini pembelajaran kontekstual dalam proses pembelajaran IPS di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat berlangsung baik di luar maupun di dalam kelas sesuai dengan tingkat kemampuan siswa memahami apa yang telah dimiliki atau pengalaman yang telah dimilikinya.
PERILAKU EKONOMI DAN KEBERAGAMAAN KOMUNITAS PEDAGANG BANJAR DALAM PERSPEKTIF SUFISTIK Abd. Adim
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v17i1.2763

Abstract

This research was directed to see the extent of the role of the Sufistic dimensions of economy behavior and the religiosity of Banjarese traders community. The purpose is to study the economy behavior and the religiosity of Banjarese traders community and to understand the Sufistic Dimension by using Sufistic Analysis and Max Weber’s theory. He argued that religion has implications for religious and economy thinking. Prof. Jacquen Austry argued that the Islamic concept of economics has perfection in economic practice compared to the concept of Capitalism and Socialism because it is based on the basis of Islamic teachings, namely the holy Al-Qur’an and the As-Sunnah which are absolutely true. This study is a qualitative research. It uses descriptive-analytic methods. It uses some data collection techniques; they are interview, observation and documentation. Understanding and belief in the Sufisitic Dimension which is considered important for understanding mystical privileges to open the invisible divine veils, but it can be felt as a belief in the blessing media in the area of “Ihsan” in seeking of sustenance from God, then transforms the understanding of exoteric values into esoteric characteristics according to the religious experience of the Banjarese traders community when entering the transcendental region. Penelitian ini diarahkan untuk melihat sejauh mana peran dimensi sufistik pada perilaku ekonomi dan keberagamaan komunitas pedagang Banjar. Adapun tujuannya adalah mengetahui perilaku ekonomi dan keberagamaan komunitas pedagang Banjar dalam memahami dimensi sufistik dengan menggunakan analisis sufistik dengan menggunakan teori Max Weber. Dia mengemukakan bahwa agama memberikan implikasi kepada pemikiran agama dan ekonomi. Prof Jacquen Austry mengemukakan mazhab ekonomi Islam memiliki kesempurnaan dalam praktek ekonomi dibanding Mazhab Kapitalisme dan Sosialisme karena berpatokan pada dasar ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mutlak kebenarannya. penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui metode deksriptif-analitik dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Oleh sebab itu sebuah pemikiran tentang fenomena perilaku ekonomi yang berada pada komunitas pedagang Banjar perlu dikaji. Jadi pemahaman dan keyakinan terhadap dimensi sufistik juga dianggap urgen dalam memahami keistimewaan mistis guna membuka tabir Ilahi yang tidak terlihat oleh mata dhahir, namun dapat dirasakan seperti keyakinan terhadap media berkah pada wilayah ihsan dalam mencari rezeki Tuhan, kemudian mentranformasikan pemahaman nilai yang bersifat eksotoris ke sifat isotoris menurut pengalaman keberagamaan komunitas pedagang (religious experience) ketika masuk ke wilayah transcendental.
IMPLEMENTASI HITUNG BINI PADA PEMBELAJARAN BERHITUNG DI KALANGAN WARGA KEAKSARAAN FUNGSIONAL BUDI MULIA DI DESA BAKAPAS KECAMATAN BARABAI Wardatul Baidha
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v14i2.1669

Abstract

Dalam mengembangkan kemajuan warga belajar, pendidikan kekasaraan fungsional sangat penting. Pendidikan keaksaraan fungsional adalah program pengembangan kemampuan seseorang dalam menguasai dan menggunakan keterampilan membaca, menulis dan menghitung. Salah satu kemampuan yang ingin dicapai dalam pendidikan keaksaraan fungsional adalah kemampuan berhitung dan dalam masyarakat Banjar ada salah satu cara berhitung cepat yang dinamakan Hitung Bini. Cara ini bisa diterapkan pada operasi hitung matematika seperti, penjumlahan, pegurangan, perkalian dan pembagian. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif  Subyek dalam penelitian ini adalah 1 tutor berhitung dan 20 warga belajar, sedangkan obyeknya adalah implementasi pendidikan keaksaraan fungsional Budi Mulia, implementasi Hitung Bini dan kendala-kendala dalam pengimplementasian Hitung Bini pada Pembelajaran berhitung di kalangan warga keaksaraan fungsional di Desa Bakapas Kecamatan Barabai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini ditemukan  bahwa proses pembelajaran berhitung di PKF Budi Mulia menggunakan hitungan tradisional yang dikenal dengan istilah Hitung Bini yang merupakan hitung kira-kira atau perkiraan. Kendala dalam pengimplementasiaan Hitung Bini, pertama kemampuan tutor dalam melaksanakan pembelajaran. Kedua, faktor usia dari warga belajar. Ketiga, daya pikir dan daya ingat dari para warga belajar yang berbeda-beda. Keempat, latar belakang sosial (pekerjaan) dari para warga belajar.
BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG HISTORIOGRAFI BANJAR Nor Ipansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i1.3069

Abstract

Masalah penulisan sejarah (historiografi) Banjar sepertinya kurang mendapat perhatian. Karenanya sejarawan Banjar di daerah ini sangat langka. Untuk menulis sejarah Banjar yang lengkap bahannya bukan tidak ada, umpamanya yang ditulis oleh Belanda. Sumber-sumber sejarah baik Iisan, tulisan, atau benda-benda peninggalan yang ada di daerah ini sangat banyak dan perlu digali, terutama kisah-kisah sejarah yang tersebar dari mulut ke mulut para tecuha masyarakat Banjar. Historiografi Banjar akan lebih bermakna kalau mengikuti perkembangan metodologi penulisan sejarah modem. Oleh karenanya penggunaan metodologi dan teori penting dilakukan dalam historiografi, agar sejarah yang dihasilkan tidak sekadar kisah, tetapi mempunyai nilai historitas
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF TRANSFORMASI SOSIAL Ali Akbar
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v9i2.3154

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-murid dengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam atau mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia yang berpedoman pada syariat Allah. Konsep dasar pembaharuan pendidikan harus didasarkan pada asumsi-asumsi dasar tentang manusia menurut ajaran Islam, filsafat dan teori pendidikan Islam yang dijabarkan dan dikembangkan berdasarkan asumsi-asumsi tentang manusia dan lingkungannya. Atau dengan kata lain pembaharuan pendidikan Islam adalah filsafat dan teori pendidikan yang sesuai dengan ajaran pendidikan, dan untuk lingkungan (sosial-kultural). Konsep dasar pendidikan Islam supaya relevan dengan kepentingan umat Islam dan relevan dengan perkembangan zaman
Pancasila dalam Pusaran Diskursus Liberalisme versus Komunitarisme Otto Gusti Madung
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.768

Abstract

Abstract: This paper attempts to show that a democratic order is not built onthe procedural ethics as assumed by liberals, but it is required a substantiveethical foundation. The reason is the democratic system is not contained ofatomistic individuals without social relations. A democratic process always movesin a society characterized by social relations and the various formation pro-cesses of complex communities. Democracy is built on formal yet fragilecollective identity. In the context of Indonesia, Pancasila is an expression of thecollective identity. As a collective identity, Pancasila has no ends and always inthe process of being and find themselves in a new way. At the end of thepaper, two methods; deliberative and agonistic democracy method are pre-sented. These methods are offered by contemporary political philosophy inresolving conflicts of value in the middle of pluralism.
SUMBER BELAJAR DAN PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Sri Anitah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3024

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan Depdiknas untuk meningkatkan mutu pendidikan, seperti perubahan kurikulum, peningkatan mutu pendidik melalui pendidikan lanjut, sertifikasi guru maupun dosen, sarana dan prasarana. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran, yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan mutu pendidikan. Banyak komponen sistem pendidikan khususnya pembelajaran yang perlu mendapat perhatian, salah satu diantaranya adalah sumber belajar. Salah satu komponen yang menjadi topik pembahasan dalam seminar ini adalah sumber belajar dan pembelajaran itu sendiri yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Kita semua mennyadari bahwa paradigma pembelajaran saat ini telah bergeser dari teacher centered ke student centered . Peserta didik dapat berlajar dari berbagai sumber yang terhampar di sekeliling kita, jadi guru atau dosen bukan lagi merupakan satu-satunya sumber informasi. Begitu pula berbagai jenis strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan peserta didik telah banyak dikembangkan. Namun bagaimanakah penerapannya dalam proses pembelajaran, masih perlu mendapat perhatian, sejauh mana semua itu terlaksana sesuai dengan harapan