cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
KONSEP TA’LĪM AL-MUTA’ALLIM DALAM KULTUR ADAB PERGURUAN TINGGI ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN Samdani Samdani; Isny Lellya
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i1.4559

Abstract

Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to reveal the basic framework of the culture of manners in Islamic universities in South Kalimantan, especially in the three Islamic Colleges in South Kalimantan. The adab was analyzed by pivoting on the values in the Ta'līm al-Muta'allim book. The results of this study also revealed comprehensively the perceptions of lecturers and students on manners in the learning process, the values of adab were analyzed using a value analysis approach using data collection techniques, interviews, surveys and observations. Based on the research results, it was indintified that the values of adab and the way of thinking of lecturers and students in the learning process are in accordance with the values of adab as stated in the Ta'līm al-Muta'allim book. The awareness to implement certain adab was based on the goals to be achieved in the learning process or in the framework of seeking knowledge. Adab also takes place in certain dimensions, such as adab to Allah and the Prophet (spiritual attitude dimension) which is the core and basis of other dimensions; adab to humans (integration of the dimensions of spiritual and social attitudes); adab to oneself and to fellow humans (integration of the dimensions of spiritual & social attitudes). Some of the values implemented in the learning process could be seen in the doctrinal process of seeking knowledge conveyed by several lecturers to students, lecturers 'exposure to students regarding the virtues of studying, the students' intentions to study, the way students chose friends in association, how the students respected the lecturers, time management in learning, and some implementation of values that were in line with what was stated in the Ta'līm al-Muta'allim book.Kajian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif ini berupaya mengungkapkan kerangka dasar budaya adab yang berlangsung di perguruan tinggi Islam di Kalimantan Selatan, khususnya di tiga Sekolah Tinggi Agama Islam yang ada di Kalimantan Selatan. Adab tersebut dianalisis dengan kacamata nilai-nilai yang tertuang dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim. Selain itu, hasil penelitian ini juga mengungkapkan secara komprehensif mengenai persepsi dosen dan mahasiswa mengenai adab dalam proses pembelajaran, nilai-nilai adab tersebut dianalisis dengan pendekatan analisis nilai dengan menggunakan teknik mengumpulan data wawancara, survei, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai-nilai adab dan cara berfikir dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan pembelajaran sangat sesuai dengan nilai-nilai adab yang tertuang dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim. Kesadaran untuk mengimplementasikan adab tertentu didasari pada tujuan yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran atau dalam kerangka mencari ilmu pengetahuan. Adab juga berlangsung dalam dimensi-dimensi tertentu, seperti adab kepada Allah dan Nabi (dimensi sikap spiritual) yang menjadi inti dan dasar dimensi lainnya; adab kepada manusia (integrasi dimensi sikap spiritual dan sosial); adab kepada diri sendiri dan kepada sesama manusia (integrasi dimensi sikap spiritual dan sosial). Adapun beberapa nilai yang terimplementasikan dalam proses pembelajaran dapat terlihat dalam proses doktrin tentang hukum mencari ilmu yang disampaikan oleh beberapa dosen kepada mahasiswa, adanya pemaparan dosen kepada mahasiswa terkait keutamaan menuntut ilmu, niat para mahasiswa menuntut ilmu, cara para mahasiswa dalam memilih sahabat dalam pergaulan, cara para mahasiswa menghormati dosen, pengaturan waktu dalam belajar, dan beberapa implementasi nilai yang sejalan dengan apa yang tertuang dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim. 
PENGUATAN PERKEMBANGAN ANAK MELALUI ALUNAN LAGU PENGANTAR TIDUR “DINDANG BANJAR” Rusma Noortyani; Mutiani Mutiani; Syaharuddin Syaharuddin; Jumriani Jumriani; Ersis Warmansyah Abbas
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i1.4638

Abstract

Abstract: Literature leaves a deep meaning that can be taken for life. One of the literary works in question is a local literary work, namely Dindang Banjar. In particular, the existence of the Banjar walls that are still maintained today makes it interesting to study. The Dindang Banjar can be called a song when you put your child to sleep. Chanting through the lyrics of the Dindang Banjar is delivered with great affection and deep love from parents to children. This study aims to describe the implementation of the advice in the lyrics of the Banjar songs. The descriptive qualitative is used for the method because it produces data and analysis in the form of phenomenon descriptions. Data collection is used through observation, interview, and documentation techniques. The results found that the lyrics came from the sincere hearts of parents and have a charm that is second to none into the soul of a child. Dindang Banjar implies values, such as; honesty, persistence, and intelligence. This lyric contains praise to Allah SWT, salawat to the Prophet Muhammad, good prayers from parents, parents' hope that children have faith, obey parents, keep away from cheating and feeling lazy, advice there is no sense of resentment and don't there is jealousy, advice away from cheating and keep jealousy. Even though the child who was sung was not yet understood, the message was already heard. Later in its growth, the child will hear the advice in the lyrics of the Dindang Banjar.Keywords: Literature, Dindang banjar, and value Abstrak: Karya sastra menyisakan makna mendalam yang dapat diambil untuk kehidupan. Satu diantara karya sastra yang dimaksud adalah karya sastra lokal yakni Dindang Banjar. Secara khusus, keberadaan Dindang Banjar yang masih terpelihara sampai sekarang menjadikan hal menarik untuk diteliti. Dindang Banjar dapat disebut sebagai lagu saat menidurkan anak. Nyanyian melalui lirik Dindang Banjar disampaikan dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta yang dalam dari orang tua kepada anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi nilai petuah dalam lirik Dindang Banjar. Metode yang digunakan dengan deskriptif kualitatif karena menghasilkan data dan analisis berbentuk deskripsi fenomena. Pengumpulan data digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memaparkan bahwa Dindang Banjar keluar dari hati yang tulus orang tua dan memiliki daya tarik yang tidak ada duanya hingga memasuki ke dalam jiwa anak. Dindang Banjar menyiratkan nilai-nilai, seperti; kejujuran, keteguhan, dan kecerdasan. Lirik ini berisi pujian kepada Allah S.W.T., salawat kepada Nabi Muhammad saw., do’a yang baik, harapan orang tua agar anak memiliki iman, patuh kepada orang tua, menjauhkan diri dari kecurangan dan rasa malas, petuah jangan ada rasa dendam dan jangan ada rasa iri, petuah jauhkan dari sifat curang dan jauhkan rasa dengki. Meskipun anak yang didendangkan itu belum mengerti, pesan itu sudah didengarnya. Kelak dalam pertumbuhannya anak memahami petuah dalam lirik Dindang Banjar tersebut.Kata kunci: Karya Sastra, Dinding Banjar, dan Nilai
FKUB DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT TENGGER Triana Rosalina Noor; Idrus Idrus; Mohamad Mujib Ridwan; Maskuri Maskuri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i1.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spirit toleransi yang dikembangkan FKUB melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama pada masyarakat Tengger. Penelitian ini dilakukan di masyarakat muslim Tengger tepatnya di Desa Sukapura dan Desa Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah jajaran FKUB yang merupakan salah satu penggiat toleransi di Kabupaten Probolinggo.Hasil penelitian ini adalah spirit toleransi yang dikembangkan FKUB dan tokoh agama setempat melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama telah membawa dampak positif. Masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Sukapura dan Desa Krucil mampu hidup berdampingan dengan damai. Nilai-nilai toleransi tersebut adalah saling menghormati, kebebasan beragama, menerima keberadaan orang lain dan berpikir positif. Pada proses implementasinya, proses penanaman spirit toleransi kepada masyarakat Muslim dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti suroan, istighosah, pengajian umum, kegaiatan mauludan dan kegiatan tahlil. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, nilai toleransi tersebut diimplikasikan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya spirit toleransi (tolerance knowing), untuk selanjutnya masyarakat muslim akan bisa merasakan “rasa” dari pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat (tolerance feeling) dan pada akhirnya bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat sehingga terciptalah kerukunan umat beragama (tolerance action).
UNGKAPAN HONORIFIK MUTLAK DALAM MENGAKOMODASI SAPAAN DAN VERBA KEISLAMAN PADA NOVEL KARYA OKKY MADASARI Mochamad Nuruz Zaman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2130

Abstract

Abstract: This research is sociolinguistics approach of language contact of absolute honorifics in accommodating Islamic addresses and verbs on Okky Madasari’s novels. This is conducted by qualitatively descriptive by analyzing the data to be categorized the Islamic addresses and verbs in order to focus on those novels. Islamic addresses consist of nobility, general society, and Islamic verbs simultaneously able to well integrate on Okky Madasari’s novels. This development of Islamic addresses and verbs is substantially supporting theory of honorifics expressions focusing on Javenese lexicon and Indonesian language referent of respecting the utterance participants based on appropriate words. 
PEMBERONTAKAN KESATUAN RAKJAT JANG TERTINDAS (KRJT) DI KALIMANTAN SELATAN (1950-1963): SEBUAH KAJIAN AWAL Muhammad Iqbal
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2153

Abstract

Artikel ini membahas ihwal historiografi Pemberontakan Kesatuan Rakjat jang Tertindas (KRjT) yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan pada kurun waktu 1950-1963. Tahun 1950 adalah awal mula pasukan Ibnu Hadjar memilih desersi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masuk ke dalam hutan di perbukitan Meratus, guna melakukan gerakan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia, sedangkan pada 1963 merupakan tahun menyerahnya KRjT dan ditangkapnya Ibnu Hadjar. Simpulan tulisan ini menunjukkan bahwa munculnya KRjT diakibatkan oleh pengkristalan rasa ketidakpuasan dan sakit hati atas kebijakan Jakarta dalam memperlakukan para bekas gerilyawan lokal pada awal 1950-an. Ibnu Hadjar dan pengikutnya merasakan adanya kesenggangan yang timbul antara apa yang mereka harapkan dalam segi status dan perolehan materi, dengan apa yang mereka miliki atau kapasitas mereka untuk mendapatkannya (deprivasi relatif)
HANTU DI TENGAH KERAMAIAN KOTA BANJARMASIN Nasrullah Nasrullah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2154

Abstract

Hantu dianggap sesuatu yang irasional sehingga dijauhi dari kajian ilmiah. Padahal dalam praktek sehari-hari, hantu dibicarakan, diperbincangkan, dan menjadi bahan kegelisahan masyarakat. Geertz melihat fenomena ini sebagai nalar awam (common sense), atau sebagai sesuatu yang menjadi pengetahuan umum tetapi tidak dikaji secara kokoh. Hantu pada awalnya menempati daerah angker, sepi, terpencil, tetapi pada saat ini lokasi hantu bertransformasi ke kota. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dipertegas bukan meneliti hantu tetapi meneliti tentang pengetahuan, kepercayaan, pemahaman atau bahkan kesaksian seseorang terhadap hantu. Peneliti menggunakan analisa strukturalisme Levi-Strauss terhadap fenomena hantu yang dianggap sebagai suatu mitos, sebab hantu dapat berbuat dan menjadi apa saja. Dengan cara demikian, peneliti menemukan hal-hal rasional di balik fenomena irasional ini yakni adanya konstruksi social yang disebut bagaduhan, serta keberadaan hantu dalam imajinasi manusia tidak lain karena adanya nalar awam dan mitos yang terus berkembang
FIQH AL-AQALLIYYAT AS AN AMERICAN VERSION OF LOCAL WISDOM Abas Mujiburohman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2091

Abstract

This article discusses a type of local wisdom in the field of Islamic legal culture that is developing among Muslims of the United States as they are minority in the country. Using Clifford Geertz’ and others’ understanding of law as part of culture, this article is arguing that the eventual religious tradition of a local community will grow from the convergence of varied traditions brought by individual Muslims from their cultures of origin. Following a process called territorialization, cultural interactions within a local community will result in the production of three religious traditions: the continuing, the improvised, and the suppressed traditions. Local practice as witnessed by the writer in his field research among Muslims of Lansing, Michigan is categorized as part of the second tradition. Further, this kind of local wisdom has been observed among American Muslim scholars. Among them is Taha Jabir Al-Alwani who has proposed the term fiqh al-aqalliyyat for the collections of new practices of Islamic teachings that are related to the status of Muslims being minority in the country. 
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) DALAM PERSPEKTIF ISLAM Nida Humaida; Miftahul Aula Sa'adah; Huriyah Huriyah; Najminnur Hasanatun Nida
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v18i1.3483

Abstract

The Sustainable Development Goals (SDGs) are the global agenda, agreed by world leaders in the United Nations. They are aimed at reducingpoverty, fighting inequality, and stopping the effects of climate change on the global environment. This paper discusses the concept of SDGs, consisted of 17 goals from the perspective of Islam Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. This literatures study used descriptive qualitative method. It is found that, the concepts of Islam are in line with the SDGs. Islam also has a way to fight poverty by doing zakat (charity), fasting, and a simple and healthy lifestyle, promoting fair rights between women and men and assurring equivalent positions between both, and instructing human beings to manage the environment wisely and to maintain the balance of nature. Moving ‘Muslim Power’ to achieve SDGs as a form of their ‘taqwa’ to their God is the challenge for the government, civil society organizations, and scholars in promoting SDGs or Sustainable Science to society and to higher education especially in the Islamic Universities (PTKI).Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan atau Sustainable Development Goals merupakan skema program kebijakan yang disepakati para pemimpin dunia untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan, dan mengakhiri dampak perubahan iklim global. Artikel ini, mendiskusikan konsep SDGs yang terdiri dari 17 goal dalam perspektif Islam Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian literatur ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep Islam searah/berkelanjutan dengan tujuan SDGs. Islam juga memiliki cara untuk memerangi kemiskinan dengan zakat, puasa, dan pola hidup yang sederhana, memberikan hak-hak secara adil antara perempuan dan laki-laki dan menegaskan tidak ada posisi yang ekuivalen di antara keduanya; dan memerintahkan manusia untuk mengelola lingkungan secara bijak dan menjaga keseimbangan alam. Menggerakkan massa Islam untuk membantu dalam pencapaian SDGs sebagai wujud ketaqwaan mereka kepada Allah SWT menjadi tantangan bagi pemerintah, organisasi masyarakat, maupun akademisi dalam mensosialisasikan SDGs serta Sustainable Science ke masyarakat maupun ke pendidikan tinggi khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). 
Madihin: Kesenian Tradisional Masyarakat Banjar Sebagai Media Dakwah Islam Zulfa Jamalie
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 2, No 1 (2003)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v2i1.322

Abstract

Penggarapan madihin sebagai media dakwah Islam, terutama bersifat lokal masih minim sekali. Oleh karena itu yang mendalam dan modifikasi terhadap pemanfaatn madihin sebagai media rakyat (folk media) dibidang dakwah urgent sebagaimana halnya ludruk dari Jawa Timur. Dengan demikian, madihin tidak hanya sebagai penyampai pesan-pesan keagamaan sekaligus berfungsi sebagai media hiburan dan pendidikan.
KEKERABATAN DAN INTERAKSI SIMBOLIK BIDAN KAMPUNG DENGAN URANG HALUS DALAM MASYARAKAT BANJAR Arni Daily
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2199

Abstract

This article is an important part of the exploration of the development of local treasures related to the beliefs and behavior of traditional village midwives towards supernatural beings. The midwives in East Banjarmasin have a belief that there are supernatural creatures called supernatural beings, besides genies and angels. Their relationship with this supernatural person is very close, because supernatural people are part of their kinship. This supernatural person is believed to have taught them to massage through dreams. This creature can become an animal. Unseen people are people or humans who are God-idolized, can the time in the womb disappear by itself, or after birth disappear. The behavior of traditional village midwives towards these occult people is that they always establish kinship, by giving offerings in the form of bitter coffee, sweet coffee, water, sticky rice, eggs, bananas, red and white porridge. In Islam it is not explicitly talked about this supernatural person, there are only supernatural beings (genies and angels). It could be that in Islam the occult is grouped into genie, because genie means hidden, and the occult is also hidden. But according to the author, if there is a magic person other than the genie, then there is an Al-Quran verse that supports implicitly, namely in the Surah An-Nâs verses 4-6. That is the whisper of evil hidden into the chest (heart), not ears, and which whispers it from the genie and human.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menggambarkan khazanah lokal yang berhubungan dengan kepercayaan serta perilaku bidan kampung terhadap makhluk supernatural. Menggunakan metode penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi, peneliti mendeskripsikan pendapat dan persepsi Bidan Kampung di Kota Banjarmasin  yang memiliki  kepercayaan adanya makhluk supernatural yang disebut orang gaib, selain jin dan malaikat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hubungan mereka dengan orang gaib ini sangat dekat, karena orang gaib bagian dari kekerabatan mereka. Orang gaib inilah yang diyakini telah   mengajari  mereka memijat melalui mimpi. Makhluk ini bisa menjelma menjadi binatang.  Orang gaib menurut pemahaman luas berupa orang atau manusia yang digaibkan Allah, bisa waktu dalam kandungan hilang dengan sendirinya, atau setelah lahir menghilang. Perilaku bidan kampung terhadap orang gaib diketahui selalu menjalin hubungan kekerabatan,  dengan cara memberi sesajen berupa kopi pahit,  kopi manis,  air putih,  nasi ketan, telor, pisang, bubur merah dan putih. Dalam  Islam tidak  secara tegas dibicarakan tentang orang gaib ini, yang ada hanya makhluk gaib ( jin  dan malaikat). Bisa saja dalam  Islam orang gaib itu dikelompokkan kepada jin, sebab jin artinya tersembunyi, dan orang gaib itu juga tersembunyi adanya. Namun menurut penulis,  apabila orang gaib itu benar ada selain jin, maka ada saja ayat Al-Quran yang mendukung  secara tersirat, yaitu pada surah An-Nâs ayat 4-6. Yaitu bisikan kejahatan tersembunyi ke dalam dada (hati), bukan ke telinga, dan yang membisikan itu dari golongan jin dan manusia.