cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2014)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI DESA ULUDANAU OGAN KOMERING ULU SELATAN Ragil Riyadi; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.449 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.312

Abstract

 Penyebab kematian bayi dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu berat badan lahir rendah, asfiksia, tetanus, infeksi dan masalah pemberian minuman dan ASI. Kematian bayi baru lahir yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama, dapat dicegah jika bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama setelah kelahirannya. Hal ini didukung oleh hasil SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2012 menemukan bahwa angka kematian bayi di indonesia saat ini adalah 32 per 1.000 kelahiran hidup. Di Lampung, angka kematian bayi mencapai 35 per 1.000 kelahiran hidup dan di Bandar Lampung angka kematian bayi mencapai 132 kasus. Diketahui Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2014.Jenis penelitian adalah Kuantitatif, dengan rancangan Survei Analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2014, sampel 175 orang. Analisis data menggunakan uji Chi square.Sebagian besar responden melaksanakan inisiasi menyusu dini yaitu 162 orang (92,6%), sebagian besar responden mengalami  ASI eksklusif yaitu 158 orang (90,3%). ada hubungan yang bermakna pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas rajabasa indah bandar lampung tahun 2014 dengan p value <α (0,000 < 0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Rajabasa Indah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kemampuan berkomunikasi, dan mengedukasi para ibu hamil tentang pentingnya inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap ibu post partum.
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Tyan Sera Sera; Triyoso Triyoso; Prima Dian Furqoni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.239 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.270

Abstract

 Perilaku caring perawat menjadi sangat penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di rumah sakit, dimana kualitas pelayanan menjadi penentu citra institusi pelayanan yang nantinya akan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien/keluarga. Keluhan atas pelayanan keperawatan justru sering muncul dari keluarga pasien jiwa yang mendampingi pasien kontrol/berobat jalan. Ketidakpuasan keluarga pasien jiwa tersebut terkait dengan perilaku perawat yang tidak caring. Hasil wawancara terhadap sepuluh orang keluarga pasien yang sedang mendampingi pasien berobat di Ruang Poliklinik Jiwa Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung, diperoleh gambaran bahwa enam orang (60%) menyatakan perilaku perawat tidak caring.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien jiwa yang sedang mendampingi pasien kontrol/berobat di IRJ RSJD Provinsi Lampung Tahun 2014. Sampel adalah sebagian dari populasi yaitu 40 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bahwa perilaku perawat caring sebanyak 24 responden (60,0%), dan responden yang menyatakan puas sebanyak 22 (55,0%) responden. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan keluarga pasien jiwa di IRJ RSJD Provinsi Lampung Tahun 2014 ( p-Value 0,005). Saran untuk perawat pelaksana agar meningkatkan kemampuan perilaku caring dengan cara evaluasi berkala terkait perilaku caring-nya. Bagi manajemen RS perlu melakukan supervisi, menyediakan kotak saran/dan SMS sentral pengaduan. Bagi Institusi pendidikan agar meningkatkan kemampuan perilaku caring mahasiswa keperawatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMPN SATAP 2 AIR NANINGAN KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2014 Venita Nita Andryani Rika; Lidya Aryanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.928 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.271

Abstract

Persalinan adalah proses fisiologis yang harus dialami oleh setiap wanita yang melahirkan, rasa nyeri pada persalinan disebabkan karena kontraksi selama pembukaan dan penipisan servik. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2013 diperkirakan diseluruh dunia terdapat sekitar 873.000 angka kematian ibu akibat masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% diantaranya terjadi di Negara-negara berkembang. Berdasarkan data Dinkes (2012) angka kematian ibu tertinggi di Provinsi Lampung adalah di wilayah Bandar Lampung  untuk tahun 2012 sebesar 30 % per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini diketahui pengaruh massage effleurage terhadap  nyeri  persalinan  pada  ibu inpartu kala I fase aktif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sinta Bandar Lampung Tahun 2014.Rancangan penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan One group pretest – posttest design. Sampelpenelitian berjumlah 20 ibu bersalin yang diambil dengan tehnik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Uji statistik yang digunakan adalah Uji t – dependent dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian uji statistik didapatkan nilai p value = (0,000) < α (0,05), yang menunjukkan ada perbedaan yang signifikan nyeri persalinan sebelum dan sesudah dilakukan massage effleurage, sehingga dapat disarankan agar para tenaga kesehatan mengupayakan massage effleurage untuk mengatasi nyeri persalinan pada kala I fase aktif.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGUJIAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Lolita Sary; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.626 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.165

Abstract

Sejak setengah abad yang lalu telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pada perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang menghirup asap rokok. Manfaat remaja jika mampu berhenti merokok sejak dini secara total maka tekanan darah dan kadar CO cenderung kembali normal, lingkunan sosial menjadi sehat, pengeluaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Berhenti merokok harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang yang memiliki niat kuat untuk berhenti merokok akan lebih mampu berhenti merokok secara total. Untuk mampu berhenti merokok diawali dengan niat dan komitmen perokok untuk berhenti merokok. Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepercayaan, keluarga, teman, dan iklan terhadap komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di kota Bandar Lampung salahsatunya melalui media CD Interactive.Jenis penelitian ini adalah kolaborasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasinya adalah semua siswa (SMP/sederajat dan SMA/sederajat) di Kota Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang sampai pengambilan data masih berperilaku merokok. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling (kuantitatif) dan purposive sampling (kualitatif). Pengambilan data menggunakan kuesioner (kuantitatif) dan indepth interview (kualitatif). Untuk analisis data menggunakan uji chi square (kuantitatif) dan content analysis (kualitatif).Hasil penelitian didapatkan lebih banyak responden yang berkomitmen untuk pencegahan tersier (56.7%) dengan usia remaja akhir (16 – 19 tahun (55%). Tingkat pendidikan responden lebih banyak SMA/sederajat (56.4%), dan tidak percaya dengan mitos/image merokok sebesar 55.2%. Ada pengaruh usia (p value = 0.000), tingkat pengetahuan (p value = 0.000), kepercayaan (p value = 0.000) dan tidak ada pengaruh tingkat pendidikan (p value = 0.500)  dengan komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di Kota Bandar Lampung. Disarankan untuk setiap sekolah meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok melalui penyuluhan yang rutin terjadwal minimal sebulan sekali dan pemberian promosi kesehatan sebagai upaya pembentukan komitmen dalam pencegahan tersier terhadap perilaku merokok melalui media promosi kesehatan yang baik.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SEKSIO SESARIA DI RUMAH SAKIT ABDUL MOELOEK (RSAM) PROVINSI LAMPUNG 2013 Tri Suci Yuni; Rilyani Rilyani; Riska Wandini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.531 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.273

Abstract

 Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin <11%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization ( WHO ) memperkirakan bahwa 35 - 75 %  ibu hamil di negara berkembang dan 18% ibu hamil di negara maju mengalami anemia, diperkirakan jumlah ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia mencapai 57,1 %, untuk provinsi Lampung mencapai 32% dan kota lampung tahun 2010 adalah ibu hamil  yang dilakukan pemeriksaan Hb sebanyak 16969 jiwa (81,22 %) dan kadar Hb nya 11-12 gr% sebanyak 4.162 jiwa (20%) dan kadar Hb 10 gr% sebanyak 2409 jiwa (11,53%). Tujuan dari penelitian ini diketahui pengaruh pemberian tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia di Puskeamas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung Tahun 2014.Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi adalah 56 ibu hamil yang memeriksakan Hb nya. Sampel penelitian ini berjumlah 20 ibu hamil yang mengalami anemia. Instrument dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T test dependent dengan tingkat kemaknaan 0.005.Hasil penelitian uji statistik didapatkan nilai p value 0,000, yang menunjukan ada peningkatan yang signifikan pada kadar Hb ibu sebelum dan sesudah diberikan tablet Fe, sehingga dapat disarankan  kepada para tenaga kesehatan agar untuk meningkatakan promosi kesehatan kepada ibu hamil  agar dapat mencegah dan tidak terjadi lagi kejadian anemia pada ibu hamil.
ANALISIS PROMOTER GEN β GLOBIN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PROMOTER PREDICTION SERVER : KAJIAN PADA GEN β THALASSEMIA Zainul Ikhwan; Hevi Horiza; Weni Enjelina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.486 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.268

Abstract

 Anak sekolah sebagai generasi penerus dan aset dan investasi utama dalam perkembangan dan keberlanjutan pembangunan. Oleh karenanya derajat kesehatannya perlu dijaga, dibina dan ditingkatkan. Sebagian besar anak sekolah dasar tidak sempat sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini disebabkan keterbatasan waktu orang tua, tidak sempat menyediakan sarapan ataupun anak yang tidak selera untuk sarapan. Makanan jajanan hadir sebagai jawaban atas permasalahan ini, dimana harganya sangat murah, mudah diperoleh dan banyak ragamnya, tapi disisi lain kualitas makanannya masih jauh dari aman, sehat dan bergizi. Upaya menyelenggarakan sanitasi makanan yang efektif melalui makanan, manusia, dan peralatan. Tujuan penelitian : hubungan pengetahuan pengelolaan makanan dengan praktek hygiene sanitasi makanan, peralatan makan dan kebersihan fasilitas pada kantin di Sekolah Dasar Negeri KotaTanjungpinang Tahun 2013Jenis penelitian deskriftif analitik, penelitian lapangan yang bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional.Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan mengunakan uji chi-square.Karakteristik individu penjamah makanan 40,0% berusia 41-48 tahun, 73,9% perempuan, 73,9% telah bekerja 1-7 tahun, tamat SLTA37,8%, berstatus kawin 77,8%, sebanyak37,6% mengikuti penyuluhan, dan 44,4% sudah pelatihan. Pengetahuan hygiene sanitasi kategori baik 80,0%,tindakan hygiene sanitasi kategori 33,3% bertindakan kurang, tindakan hygiene sanitasi peralatan 98,7% pada tindakannya tidak terdapat kawat kasa pada ventilasinya, tindakan kebersihan fasiltas sanitasi 28,9% bertindakan kurang. Hasil analisi data diperoleh ada hubungan pengetahuan pengelolaan makanan dan tindakan hygiene sanitasi makanan (p=0,048) ; tidak ada hubungan yang signifikan antar pengetahuan pengelolaan makanan dan tindakan sanitasi peralatan makanan (p=0,114) dan tindakan sanitasi peralatan makanan (p=0,250)Disarankan kepada Dinas kesehatan membentuk sentra pedagang untuk sekolah serta meningkatkan upaya pengawasan dan pembinaan dan peningkatan pengetahuan siswa sebagai konsumen makanan jajanan tentang keamanan dan keracunan makanan. Bagi Dinas Pendidikan diharapkan memberikan pengetahuan dan pemahaman serta pembimbingan di lapangan baik dari segi penjaja makanan maupun terhadap murid dan terhadap kegiatan pembinaan dan pengawasan dipandang perlu dilakukan peningkatan melalui evalasi oleh instansi terkait secara berjenjang. 
HUBUNGAN PENYULUHAN DAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DENGAN PENINGKATAN CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS WAY JEPARA TAHUN 2014 Rizki Pratiwi Amalia; Eka Trismiana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.073 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.798

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh lingkungan yang dapat mempengaruhi gaya hidupremaja termasuk kebiasaan mengkonsumsi makanan. SMA Negeri I Metro merupakan salah satu sekolah menengah atasyang terdapat di Kota Metro, berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diketahui bahwa pada TahunAjaran 2011/2012 rata-rata nilai ujian nasional sebesar 51,3,TahunAjaran 2012/2013 rata-rata nilai ujian nasional sebesar 46.86 dan pada Tahun Ajaran 2013/2014 rata-ratanilai ujian nasional sebesar 46.85. hal ini menunjukkan terjadi penurunan pada rata-rata nilai ujian nasional. Tujuan daripenelitian ini adalah diketahui hubungan antara asupan gizi dengan prestasi belajar pada siswa SMA Negeri I Metro Tahun2014.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik, pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian iniadalah semua siswa kelas XI SMA Negeri I sejumlah 237 orang. Sampel sejumlah 149 respomden. Alat pengumpulan datayang digunakan pada penelitian ini lembar observasi. Analisa data yang digunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan asupan gizi normal sebanyak 81 responden(54,7%). Responden denganp restasi belajar baik sebanyak 130 responden (87,8%). Ada hubungan yang signifikan antaraasupan gizi dengan prestasi belajar pada Siswa SMA Negeri I Metro Tahun 2014 (p value 0,007).Saran pada siswa agarlebih memperhatikan asupangizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh seperti menghindari makan makanantinggi kalori namun rendah serat seperti junk food.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Bagus Pranata; Umi Romayati Keswara; Muhamad Arifki Zaenaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.873 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.153

Abstract

Berbagai masalah fisik, psikis , dan sosial akan muncul pada usia lanjut sebagai akibat dari proses menua Permasalahan yang sering terjadi pada lanjut usia adalah berkaitan dengan mobilisasi. Salah satu faktor psikis yang mempengaruhi mobilisasi adalah dimensia. Tingkat prevalensi dan insidensi demensia di Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, dan Jepang. Pada tahun 2020 diprediksi tingkat pravalensi dan insidensi dimensia di indonesia mencapai 1.016,8 juta orang dan 314,1juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dimensia dengan mobilsasi pada lansia  di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung Tahun2014Jenis penelitian kuantitatif, analitik dengan  cross sectional. Populasi seluruh lansia yang tinggal di Panti Werdha Lampung yang berjumlah 100 orang, sampel sebanyak 51 responden. Analisa bivariat uji Chi Square.Hasil analisis adanya hubungan antara dimensia dengan mobilisasi dengan nilai P-Value 0,030 dengan OR 0,228. Diharapkan bagi panti werdha  dapat mengadakan pelatihan khusus bagi para pengasuh agar dapat mengaplikasikan kegiatan–kegiatan yang dapat mengatasi dimensia seperti olahraga, aroma terapi, brain gym dan terapi humor. Selain itu juga untuk dapat meningkatkan aktivitas lansia dengan berolahraga dan memperbanyak kegiatan padat karya bagi lansia seperti menambahkan kegiatan pembuatan kerajinan tangan secara terjadwal dalam kegiatan sehari – hari lansia.
KINERJA TENAGA PELAKSANA GIZI : PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MESUJI Sefanadia Putri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.218 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.275

Abstract

Abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas  tahu. Nangka memiliki serat seperti daging sehingga abon ampas tahu yang ditambahkan nangka muda diharapkan memiliki tekstur seperti abon daging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ampas tahu dan nangka muda yang tepat sehingga menghasilkan abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang paling disukai serta untuk mengetahui kandungan protein dan serat kasar abon ampas tahu yang disubstitusi oleh nangka muda.Perlakuan yaitu formulasi antara ampas tahu dan nangka muda yang terdiri dari 5 taraf, dengan perbandingan yaitu 100 : 0 (R) sebagai kontrol, 75 : 25 (F1), 50 : 50 (F2), 25 : 75 (F3) dan 0 : 100 (F4) untuk mendapatkan suatu produk yang dapat diterima berdasarkan uji organoleptik yang paling disukai yang dibandingkan dengan kontrol. Selanjutnya seluruh sampel dilakukan pengujian kandungan protein dan serat kasar. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya pengaruh substitusi nangka muda terhadap uji organoleptik abon ampas tahu (p < 0,05). Abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang terbaik didapat pada abon formula 2 yaitu abon ampas tahu yang disubstitusi nangka muda dengan perbandingan yaitu 50 : 50 dengan kandungan protein sebesar 4,99% serta kandungan serat kasar sebesar 13,2155%. 
PEMERIKSAAN, PERAWATAN DAN SENAM PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMAS KOTA BUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2017 Suyanto Suyanto; Giri Udani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.442 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.1201

Abstract

Prestasi belajar yang diperoleh seseorang mahasiswa pada suatu saat banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor.Salah satu faktor adalah faktor eksternal meliputi; guru, metode belajar mengajar, asal daerah, lingkungan belajar, status sosial orang tua, jenispendidikan, kesesuaianminat, lingkungantempattinggal, kondisikesehatandansebagainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruhterhadapprestasibelajarmahasiswa Diploma III Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang tahun2010-2011. Rancangan penelitian merupakan studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Diploma III Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang tahun akademik 2012-2013dengan besar sampel sebanyak 81 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Squre dan multiple logistic regressiondengan model prediksi.Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara jenis pendidikan, pemilihan/peminatan,kondisi fisologis dan tempat tinggal dengan prestasi belajar. Sedangkan variabel kekhususan berhubungan dengan prestasi belajar. Setelah dilakukan uji multivariat diperoleh Hasil bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan prestasi belajar adalah kekhususan.Kesimpulan menunjukkan variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar dalam analisis bivariat dan multivariat adalah kekhususan sehingga disarankan Perlu diam bilkebijakan pada tahap seleksi administrasi penerimaan mahasiswa yaitu jika memungkinkan perlu ditetapkan persyaratan kekhususan IPA untuk dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di Program Diploma III Keperawatan agar lebih meningkatkan kualitas pendidikan yang berdampak pada mutu lulusan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10