cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAMPUNG WONOSARI KECAMATAN MESUJI TIMUR Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.177 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.246

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, stroke merupakan pembunuh nomor satu. Provinsi Lampung terdiagnosis tenaga kesehatan 5,4‰. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik, dan kurang olahraga, meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Berdasarkan data angka kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung selama tahun 2015 terdapat 449 penderita stroke dengan 130 kasus kematian yang diakibatkan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara aktivitas fisik dan hiperurisemia dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua klien di Ruang Bougenvil RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung bulan Januari – Maret 2016 sejumlah 129 klien. Sampel 57 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan uji chi square Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan aktivitas sedang yaitu sebanyak 42 responden (73,7%), kadar ureum normal yaitu sebanyak 37 responden (64,9%), mengalami stroke non hemoragik yaitu sebanyak 34 responden (59,6%). Ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,001), hiperurisemia (p value 0,012) dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Saran dalam penelitian bagi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko stroke dengan menempelkan poster-poster terkait penyakit stroke dilingkungan rumah sakit seperti di ruang tunggu pasien
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALARIA DESA SIDODADI PADANG CERMIN PESAWARAN 2011 Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.18 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.119

Abstract

Pedahuluan: Menua adalah suatu proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa kanak-kanak masa dewasa dan masa tua, memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun secara psikis. Hasil pre survey di Kecamatan Way Halim, dari wawancara 10 orang diketahui (60%) mengatakan sering cepat lelah dan lemas, khawatir akan kesehatannya, sulit tidur, cepat sekali terbawa emosi, tersinggung, hilangnya nafsu makan, (40%) merasa cemas terhadap kesehatannya fisiknya yang terkadang menurun seperti letih, lemas, nafsu makan berkurang, kehilangan pasangan hidup, merasa sedih karena tidak bisa berkerja aktif lagi, kerapihan dan kebersihan diri kurang, sulit tidur nyenyak, lebih ingin menyendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini semua lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 yang berjumlah 3.465 orang, sampel yang diambil sebanyak 186 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Penelitian diperoleh 186 responden mendapat peran keluarga diantaranya peran keluarga tidak baik (53.2%), peran keluarga baik (46.8%). Sedangkan responden mengalami depresi sebanyak (52.2%), tidak mengalami depresi sebanyak (47.8%). Ada hubungan antara peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 215,543. Diharapkan keluarga di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung mempertahankan keperdulian dan peranannya didalam keluarga terhadap lansia, untuk mencapai tujuan agar dapat mencegah bertambahnya depresi pada lansia khususnya lansia yang mengalami depresi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI BPS AGNES WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ike Ate Yusviska
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.111 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i3.2

Abstract

Komplikasi kebidanan adalah kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan janin dalam kandungan, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk penyakit menular dan tidak menular yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin. Secara nasional cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe tahun 2014 sebesar 85,1%, data tersebut belum mencapai target program tahun 2014 sebesar 95%. Provinsi di Indonesia pada tahun 2014 dengan cakupan Fe3 tertinggi terdapat di Provinsi Bali (95%), DKI Jakarta (94,8%), dan Jawa Tengah (92,5%). Sedangkan cakupan terendah terdapat di Provinsi Papua Barat (38,3%), Papua (49,1%), dan Banten (61,4%) Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester iii di Bps Desi Andriani Kelurahan Sukaraja Bandar Lampung tahun 2016.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross secsional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 34 orang.Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil: Pada penelitian diketahui, pengetahuan responden dengan kategori kurang baik sebanyak 21 orang (61,8%). Status gizi responden dengan kategori cukup sebanyak 22 orang (64,7%). Konsumsi tablet Fe responden dengan kategori tidak teratur sebanyak 19 orang (55,9%), kejadian anemia dengan kategori tidak anemia sebanyak 18 orang (52,9%). Ada hubungan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia, dengan nilai pvalue = 0,014, OR = 8,667. Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia, dengan nilai pvalue = 0,011, OR = 8,667. Ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia, dengan nilai pvalue = 0,006, OR = 8,667. Diharapkan ibu hamil dapat mencari sumber informasi lain melalui buku bacaan dan mengikuti berbagai penyuluhan yang diselenggarakan oleh petugas kesehatan guna menambah pengetahuan ibu tentang penanganan anemia pada kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA PADA PESERTA JKN DI KECAMATAN PRINGSEWU TAHUN 2014 Djunizar Djamaludin; Triyoso Triyoso; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.791 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i1.209

Abstract

Penyakit DM merupakan penyakit gangguan metabolik terutama metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh berkurangnya atau ketiadaan hormon insulin dari sel beta pankreas, atau akibat gangguan fungsi insulin, atau keduanya. Hasil data awal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung, didapatkan bahwa pasien diabetes melitus Tahun 2014 berjumlah 1.123 orang, dengan perawatan luka kaki sebanyak 268 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan perawatan kaki dengan kejadian luka pada kaki pada penderita diabetes melitus di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif, desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes militus di ruang poli penyakit dalam, ruang mawar dan kutilang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung pada tahun 2014 sebanyak 1.123 orang dengan sampel 94 orang, pengambilan sampel menggunakan accidental. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil uji penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang tidak melakukan perawatan kaki, sebanyak 76 responden (80,9%), dan responden yang terjadi luka kaki yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Ada hubungan antara perawatan kaki dengan kejadian luka kaki pada pasien diabetes melitus Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan p-value = 0,000 dan OR =10,833. Diharapkan bagi masyarakat yang menderita diabetes mellitus untuk lebih aktif dalam usaha menambah pengetahuan dengan mengikuti kelas perawatan kaki danmelakukan perawatan kaki dengan rutin serta melakukan perlindungan terhadap trauma – sepatu khusus.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANC DI PUSKESMAS PADA WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA BANDAR LAMPUNG Vida Wira Utami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.567 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.157

Abstract

Persentase Pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia yang menggunakan metode kontrasepsi mencapai 61,4 %. Pola pemakaian kontrasepsi terbesar yaitu suntik sebesar 31,6%, pil sebesar 13,2%, IUD sebesar 4,8 %, implant 6,8%, kondom sebesar 1,3%, MOW sebesar 0,3%, MOP sebesar 0,2%. Berdasarkan data BKKBN Provinsi Lampung di Provinsi Lampung jumlah peserta KB aktif jenis IUD adalah 1236 orang (1,24%) dari 9424.179 akseptor KB. Di BPS Sulasmi, S.ST didapat data akseptor KB pada bulan agustus 2014 yaitu, sebanyak 23 akseptor KB suntik 1 bulan, 38 akseptor KB suntik 3 bulan, 3 akseptor KB implant, 4 akseptor KB Pil, dan 2 akseptor KB IUD. Penggunaan alat kontrasepsi IUD masih sangat jauh dari target yang ditetapkan yaitu 80%. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendidikan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke BPS Sulasmi, S.ST yang berjumlah 43 orang. Jenis data primer dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi penggunaan alat kontrasepsi yang tidak menggunakan IUD sebanyak 33 orang (76,7%), Distribusi frekuensi pengetahuan kurang baik sebanyak 22 orang (51,2%), Distribusi frekuensi pendidikan dasar sebanyak 26 orang (60,5%). dan Hasil analisa bivariat dengan menggunakan chi-square didapatkan hubungan pengetahuan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan p-value=0,034,OR=0,16. dengan menggunakan chi-square didapatkan hubungan pendidikan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan p-value=0,041. Sehingga Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat lebih rutin lagi dalam memberikan konseling kepada akseptor KB khususnya tentang penggunaan alat kontrasepsi IUD serta memberikan leaflet tentang alat kontrasepsi IUD kepada akseptor KB yang berkunjung, khususnya akseptor KB, sehingga kontrasepsi IUD lebih diminati sebagai kontrasepsi yang efektif dan aman.
STIGMATISASI PENDERITA KUSTA DI DESA SIDODADI ASRI BANJAR AGUNG LAMPUNG SELATAN Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.641 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.281

Abstract

Pendahuluan:Perlakuan diskriminatif penderita Kusta ditengah-tengah masyarakat memperburuk keadaan penderita itu sendiri. Penderita Kustaberjuang untuk mencapai kesembuhan dari penyakitnya, disamping itu juga keinginan untuk terlepas dari isolasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Kusta dan stigmatisasipenderita Kusta Di Desa Sidodadi Asri Wilayah Puskesmas Banjar Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015.Metode:Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan metodependekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah random sampling dari total 356 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah Desa Sidodadi Asri dan yang diambil berjumlah 188 Kepala Keluarga. Setelah melengkapi data demografi dilanjutkan dengan mengajuan beberapa pertanyaan dalam penelitian ini meliputi instrument untuk mengetahui dimensi pengetahuan masyarakat dengan 15 pertanyaan dan instrument untuk mengetahui dimensi stigma pada penderita Kusta dengan 10 pertanyaan. Semua pertanyaan diajukan dalam waktu yang bersamaan. Analysisbivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Dalam penelitian diperoleh pengetahuan tentang kusta sebagian besar dalam kategorikurang sebesar 54,3 %, dan stigmatisasi masyarakat terhadappenderita kusta dengan sebesar 52,1 %. Hasil Uji Chi squarediperoleh p-value = 0,000 < 0,05Diskusi:disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan stigmatisasi masyarakat terhadap penderita penyakit kusta di Desa Sidodadi Asri Wilayah Puskesmas Banjar Agung KabupatenLampung Selatan tahun 2016. Pentingnya perawat yang bekerja di Puskesmas Banjar Agung Kabupaten Lampung Selatan lebih meningkatkan penyuluhan tentang penyakit Kusta kepada masyarakat setempat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, pengaruh yang membawa perubahan prilaku, dan akhirnya dapat memperlakukan penderita Kusta di daerahtersebut kearah yang lebih baik dan berdampak yang positif untuk kesembuhan penderita Kusta.
PENGARUH PEMBERIAN DISCHARGE PLANNING TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN DIRI (SELF CARE) PADA PASEN PASCA STROKE di RUANG BOUGENVILLE RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROPINSI LAMPUNG Yulina Yulina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5587.234 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.192

Abstract

Tindakan melakukan perawatan diri sangat penting karena merupakan salah satu kemampuan dasar lusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan uai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri. Pasien stroke adalah pasien yang tidak dapat beraktivitas seperti biasa dikarenakan mobilitas fisik yang terbatas sehingga mengalami gangguan perawatan diri,Desain penelitian menggunakan desain pra eksperimental (one group pre and post test design). Sampel g diambil pada penelitian ini yaitu 108 responden. Penelitian ini menggunakan analisa IJji paired sample t test gan standar error 0,05 untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan discharge planning.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS KESUMADADI KECAMATAN BEKRI LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012 Mindo Lupiani; Holidy Ilyas; Kunthi Oktiani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.656 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i3.146

Abstract

ABSTRACT : THE PARENT EDUCATION, ATTITUDE, IMMUNISATION STATUS OF CHILDREN, FAMILY INCOME AND NUTRITIONAL STATUS OF GROUPS OF CHILDREN UNDER THE AGE OF 5 YEARS AT BERINGIN JAYA KEMILING BANDAR LAMPUNG Background : Nutritional status is the expression of a balanced state in the form of a particular variable, or the embodiment of nutriture in a particular form. Prevalence of stunting nutrition problem in Indonesia is still high, that is equal to 37,2%. Prevalence Bandar Lampung city is 44.6% and Kemiling District is 39.6%. Purpose :The purpose of this study is to determine the risk factors associated with nutritional status of children. Methods: This study used cross sectional design. The population of 671 infants with the sample of research that used as many as 88 balita. The sample technique uses cluster sampling technique. Data collection using questioner, height is measured directly and calculate the age of toddler. The child's nutritional status is then measured based on the TB / U index. In this study also examined the relationship of immunization status, maternal education, mother attitude and family income with nutritional status of children. Data analysis with chi square test. This research was conducted at Beringin Jaya, Kemiling Sub District in March 2017. Results: The study showed normal toddler's nutritional status of 78.4% and short-term nutritional status of 21.6%. The result of bivariate analysis showed that variables related to nutritional status were mother's attitude (p = 0,003) and family income (p = 0,032). While unrelated variables namely the status of immunization (p = 0.380) and maternal education (p = 0.249). In accordance with the results of the study, it is advisable that families with low incomes should be upgraded to be able to choose and buy food at cheap prices with good nutrition and quality so that the nutrition of children is sufficient.Pendahuluan: Status gizi adalah ekspresi dari keadaan seimbang dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk tertentu. Prevalensi masalah gizi stunting di Indonesia masih tinggi, yaitu sebesar 37,2%. Prevalensi di kota Bandar Lampung sebesar 44,6% dan di Kecamatan Kemiling sebesar 39,6%.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan status gizi  balita.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 671 balita dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 88 balita. Teknik sampel menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, tinggi badan diuukur secara langsung dan menghitung usia  balita. Status gizi anak kemudian diukur berdasarkan indeks TB/U. Dalam penelitian ini juga diteliti hubungan status imunisasi, pendidikan ibu, sikap ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Analisis data dengan uji chi square. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling pada bulan Maret 2017.Hasil: penelitian menunjukkan status gizi balita normal sebanyak 78,4% dan status gizi balita pendek sebanyak 21,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan status gizi yakni sikap ibu (p= 0,003) dan pendapatan keluarga (p= 0,032). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan  yakni status imunisasi (p= 0,380) dan pendidikan ibu (p= 0,249). Sesuai hasil penelitian,disarankan keluarga dengan pendapatan rendah perlu ditingkatkan kemampuannya agar dapat memilih dan membeli  makanan dengan harga murah dengan nilai gizi dan kualitas yang baik agar gizi balita tercukupi.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI DI BPS MASNONI TELUK BETUNG UTARA KOTA BANDAR LAMPUNG Astriana Astriana; Irma Lilis Suryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.748 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.102

Abstract

Pendahuluan: Salah satu indikator terpenting dalam menilai pemenuhan nutrisi pada bayi adalah dengan memperhitungkan berat badan. Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan bayi pada semua kelompok umur. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan berat badan bayi dan mencegah terjadinya kurang gizi pada bayi yang dapat diperkenalkan dan aman bagi bayi adalah pijat bayi. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayidi BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung Tahun 2016.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung pada Agustus-September sebanyak 23 bayi. Teknik pengambilan Sampel total populasi adalah sebanyak 23sampel. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar obsrvasi dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil: Pada penelitian didapatkan bahwa rata-rata berat badan bayi sebelum pijat adalah 4,86 Kg, dengan SD 0,84, rata-rata berat badan bayi sesudah pijat adalah 5.72 Kg, dengan SD 0,85. Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung. Ibu yang memiliki bayi disarankan agar mengikuti pelatihan cara memijat bayi yang benar sehingga bisa melakukan sendiri pemijatan pada bayinya di rumah agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayinya karena pijat bayi sangat bermanfaat sekali baik bagi bayi maupun ibunya dan kerugiannya relatif tidak ada.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Kabupaten Lampung Timur ) Teguh Pribadi; Eka Trismiyana; Novi Maria
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.316 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.179

Abstract

Pendahuluan: Persepsi masyarakat mengenai tuberkulosis paru dianggap sebagai suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memalukan. Dukungan sosial pada penderita tuberkulosis akan memberikan dukungan psikologis yang dapat meningkatkan status mental sehingga dapat meningkatkan status kesehatan penderita tuberkulosis yang merupakan salah satu faktor penting dalam pengobatan tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberculosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan sampel 190 orang yaitu masyarakat yang berada disekitar rumah penderita tuberkulosis paru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument penelitian yaitu instrument test Pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru dengan 10 pertanyaan dan lembar ceklis stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru dengan 14 pertanyaan.Hasil: Dalam penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 97 orang (51,05%). Sebagian besar responden memilki stigmatisasi negatif yaitu sebanyak 106 orang (55,79%). Hasil uji Chi square diperoleh p-value = 0,000 < 0,05Diskusi: Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017. Pengetahuan masyarakat dengan pengetahuan baik memiliki peluang untuk stigma positif terhadap penderita tuberkulosis paru.Saran: Pentingnya perawat yang bekerja di Puskesmas Karang Anyar untuk mengintensifkan lagi penyuluhan khususnya tentang penyakit tuberkulosis paru dan perlu dibuat strategi informasi kesehatan tentang tuberkulosis paru di Puskesmas Karang Anyar seperti penyebaran leaflet tuberkulosis paru, poster, penyiaran di media massa, dan lain-lain.

Page 10 of 63 | Total Record : 624