cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
PENGARUH ARANG AKTIF DAN ZEOLIT SEBAGAI MEDIA ADSORBEN DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM KROM PADA AIR LIMBAH CAIR PENYABLONAN PAKAIAN Suyanto Suyanto; Anita Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.314 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.88

Abstract

 Kejadian cidera kepala akibat kecelakaan lalu lintas  banyak dialami akibat tidak menggunakan helm atau helm tidak memenuhi standar atau menggunakan helm  tidak benar sehingga helm terlepas pada saat kejadian kecelakaan.  Sehingga cidera kepala menjadi  urutan ke 3  dari 10  penyakit terbanyak di RSAM tahun 2012.Selama ini penggunaan helm dipersepsikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap  Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 yang lebih  condong pada pendekatan yuridis. Pendekatan pendidikan kesehatan belum dikembangkan  agar persepsi pengendara sepeda motor terhadap penggunaan helm berubah. Oleh karena itu hasil penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan kesehatan dapat mengubah persepsi  terhadap penyakit cidera kepala sehingga muncul kepatuhan  menggunakan helm.Penelitiandilaksanakan bulan Desember 2013 menggunakan desain kuasi eksperiment pretest-posttest with control group dengan alat bantu VCD. Sebagai populasi para siswa SMA pengendara sepeda motor di Bandar Lampung dan yang menjadi sampel yaitu  siswa SMA Negeri  7 dan 16,  SMA Budaya dan SMA Persada sebanyak 130 orang.Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan Mc Nemar dan uji Chi Square menyatakan perbedaan  signifikan antara persepsi terhadap penyakit cidera kepala sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p value 0,000. Demikian juga dengan kepatuhan menggunakan helm terdapat perbedaan yang signifikan ( p value 0,000) antara sebelum dan seudah diberikan pendidikan kesehatanDisarankan pada  Kepolisian  menggunakan  alat bantu VCD dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan helm pada pengendara sepeda motor seperti saat menunggu pembuatan SIM di Polresta Bandar Lampung. Bagi PT Jasa Rahardja dapat membantu pembiayaan pengadaan VCD tersebut  karena dapat memberikan keuntungan dengan berkurangnya beban biaya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung asuransi.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA SIDOWALUYO KECAMATAN SIDOMULYO LAMPUNG SELATAN 2013 Sutini Sutini; Siti Patimah; Ana Iriana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.268 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.170

Abstract

Pengawasan antenatal merupakan salah satu strategi yang harus diintensifkan dan sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Dalam upaya memperkecil kesulitan karena kehamilan resiko tinggi , bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan berkualitas, dan memiliki kemampuan teknis kebidanan dan kemampuan komunikasi yang baik. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal care. Metode yang digunakan yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang ke Puskesmas yang dilakukan KIP/K oleh bidan, Sampel penelitian 30 orang, Teknik pengambilan sampel acsidental. Penelitian dilakukan di Puskesmas Paseh Kabupaten Sumedang pada bulan Mei – Juni 2011. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan KIP/K oleh bidan tentang antenatal care sebagian besar melaksanakan sesuai langkah-langkah KIP/K sebanyak 23 orang (76,7%), kepuasan ibu hamil atas pelayanan antenatal care sebgian besar termasuk kategori puas sebanyak 20 orang (66,7%), ada pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal dengan nilai ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal care.
Hubungan keaktifan kader dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak balita ke Posyandu di Desa Banding Agung Wilayah Kerja Puskesmas Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2012 Muslim Leorima; Gunawan Irianto; Yulina Yulina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9502.755 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.127

Abstract

Pelayanan keperawatan sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor penentu citra ititusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Salah satu indikator dari mutu pelayanan keperawatan itu adalah puasan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan sien terhadap pelayanan keperawatan di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung Tahun 2012. Desain penelitian Analitik ngan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini pasien yang menjalani rawat inap selama 3 hari atau di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung pada bulan Januari 2013 sebanyak 34 orang. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian ada hubungan antara dimensi tangible pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien -value = 0,049, OR 5,625). Ada hubungan antara dimensi empati pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (plue 05001, OR 23,375). Tidak Ada hubungan antara dimensi cepat tanggap pelayanan keperawatan dengan puasan pasien (p-value = 0,383, OR 2,450). Ada hubungan antara dimensi keandalan pelayanan keperawatan dengan puasan pasien (p-value = 0,017, OR 7,700). Ada hubungan antara dimensi kepastian pelayanan keperawatan dengan puasan pasien di RS DKT Bandar Lampung Tahun 2012 (p-value = 0,020, OR 7,500). Saran untuk manajemen Imah Sakit perlu menetapkan kebijakan dan langkah untuk menangani keluhan pasien tentang perawat dengan ndekatan persuasif kepada para perawat melalui supervisi kepala ruang, dan pemberian reward untuk meningkatkan puasan pasien 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 NEGERI AGUNG KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014 Shinta Arini Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.006 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i3.13

Abstract

Ansietas merupakan pengalaman emosi dan subyektif tanpa ada objek yang spesifik sehingga orang merasakan suatu perasaan was-was (khawatir) seolah-olah ada sesuatu yang buruk akan terjadi dan pada umumnya disertai gejala-gejala otonomik yang berlangsung beberapa waktu. dari hasil prasurvey pada tanggal 2 April di Pustu Kali balok Bandar Lampung dengan wawancara terhadap 10 responden, 7 responden (70%) yang telah melakukan imunisasi polio anaknya mengatakan tidak mengetahui tentang imunisasi polio, sedangkan 3 responden (30%) mengatakan mengetahui. Selain itu dari 10 responden tersebut, 6 responden (60%) mengatakan cemas pasca imunisasi polio, sedangkan 4 responden (40%) mengatakan tidak cemas. Tujuan diketahui Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Imunisasi Polio Dengan Tingkat Kecemasan Pasca Imunisasi Polio Di Pustu Kali Balok Bandarlampung Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian cross sectional, Penelitian ini telah dilaksanakan di Posyandu Kali balok, yaitu pada bulan januari 2017. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita pada bulan januari 2017 di pustu Kali Balok yaitu sebanyak 867, sampel sebanyak 274 ibu, ( dengan kriteria inklusi ibu yang mempunyai bayi diwilayah kerja pustu Kali balok, Ibu yang bersedia menjadi responden dan bayi yang memiliki KMS ), teknik pengambilan sampel proporsi, analisa data menggunakan chi square.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 231 orang (84.3%), dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 43 orang (15.7%). Ibu yang tidak ada kecemasan sebanyak 237 orang (86.5%) dan yang mengalami ecemasan sebanya 37 orang (13.5%).Ada hubungan antara pengetahuan tentang imunisasi polio dengan tingkat kecemasan pasca imunisasi polio di Pustu Kali Balok Bandarlampung tahun 2017, P-value 0.000 < α (0.05), dengan nilai Odd Ratio 7.167.Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan untuk fasilitas kesehatan agar memberikan konseling dan penyuluhan kepada masyarakat tentang imunisasi polio supaya tingkat pengetahuan masyarakat bertambah sehingga masyarakat tidak mengalami kecemasan pasca imunisasi polio.
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN PREEKLAMPSIA TERHADAP KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG BULAN JANUARI TAHUN 2014 Shinta Arini Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.65 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.242

Abstract

Pendahuluan: Penyakit DM merupakan penyakit gangguan metabolik terutama metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh berkurangnya atau ketiadaan hormon insulin dari sel beta pankreas, atau akibat gangguan fungsi insulin, atau keduanya. Hasil data awal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung, didapatkan bahwa pasien diabetes melitus Tahun 2014 berjumlah 1.123 orang, dengan perawatan luka kaki sebanyak 268 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan kaki dengan kejadian luka pada kaki pada penderita diabetes melitus di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes militus di ruang poli penyakit dalam, ruang mawar dan kutilang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung pada tahun 2014 sebanyak 1.123 orang dengan sampel 94 orang, pengambilan sampel menggunakan accidental. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Pada penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang tidak melakukan perawatan kaki, sebanyak 76 responden (80,9%), dan responden yang terjadi luka kaki yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Ada hubungan antara perawatan kaki dengan kejadian luka kaki pada pasien diabetes melitus Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan p-value = 0,000 dan OR = 10,833. Diharapkan bagi masyarakat yang menderita diabetes mellitus untuk lebih aktif dalam usaha menambah pengetahuan dengan mengikuti kelas perawatan kaki dan melakukan perawatan kaki dengan rutin serta melakukan perlindungan terhadap trauma – sepatu khusus.
ANALISIS SEKUEN NUKLEOTIDA E/NS1 GENE JUNCTION VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 ASAL DKI JAKARTA, INDONESIA Dwi Nopriyanto; Rr.Tutik Sri Hariyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.158 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.118

Abstract

Professional nursing services demanded professionalism of nurses in providing nursing care in improving quality of care. The purpose of optimization implementation team models the assignment method is to set up the necessary efforts to improve kuwalitas in performing nursing care. The design was a pilot study involving 14 respondents. How sampling with purposive sampling by select qualified nurse with the head of the room and the team leader and four wards for the implementation of standard operating procedures. Troubleshooting in RS X by using the cycle plan do check and action (PDCA), through a program with a handy guide a team method, SPO weigh receive using S-BAR communication and integrated patient progress notes, socializing, discussion and role play.Results: Increased understanding of head room and team leaders on the implementation of the methods of nursing care team models look of a mean value of 66.04 before the event and after the intervention to 85.8. In the implementation handover between shift tendency implementation is in accordance with the steps in the SPO, caused by obstacles in the implementation of the management of time in implementation and change the handover between shift in wards receive care. Decumentation implementation of integrated patient progress notes have not been optimal at the time of writing assessment and planning to be done, it is because of the lack of uniformity and guidance in the writing of SOAP.Recommendation: Created a policy by the director to set the guide books that have been designed. The field of nursing along with its head room should exercise direction and control functions in the implementation of handover between shifts in the wards and conduct intensive guidance and control in the writing of patient progress notes by focusing on writing SOAP, so the implementation will run optimally.Pelayanan keperawatan profesional menuntut adanya profesionalisme perawat dalam memberikan asuhan keperawatan  dalam peningkatan mutu pelayanan.Tujuan optimalisasi pelaksanaan metode penugasan model tim yaitu untuk menyiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagai upaya untuk meningkatkan kuwalitas dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Desain yang digunakan adalah pilot study dengan melibatkan 14 responden Cara pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan memilih perawat dengan kualifikasi kepala ruangan dan ketua tim serta 4 ruang rawat untuk pengimplementasian standar prosedur operasional. Pemecahan masalah di RS X dengan menggunakan siklus plan do check and action (PDCA), melalui program pembuatan buku panduan metode tim, SPO timbang terima menggunakan komunikasi S-BAR dan catatan perkembangan pasien terintegrasi, sosialisasi, diskusi serta role play.Hasil: Meningkatnya pemahaman kepala ruangan dan ketua tim  mengenai pelaksanaan metode asuhan keperawatan model tim terlihat dari nilai rerata sebelum kegiatan 66,04 dan setelah kegiatan menjadi 85,8. Dalam pelaksanaan timbang terima antar shift kecenderungan pelaksanaan sudah sesuai dengan langkah-langkah dalam SPO, hambatan dalam pelaksanaan disebabkan oleh manejemen  waktu dalam pelaksanaan serta mengubah pola timbang terima antar shift diruang rawat. Pelaksanaan pendokumentasia catatan perkembangan pasien terintegrasi belum optimal pada saat menulis assesment dan planning yang akan dikerjakan, hal tersebut karena belum adanya keseragaman dan panduan dalam penulisan SOAP.Rekomendasi: Dibuat suatu kebijakan oleh direktur untuk penetapkan buku panduan yang telah dirancang. Bidang keperawatan  beserta kepala ruangan hendaknya menjalankan fungsi pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan timbang terima antar shift di ruang rawat serta  melakukan bimbingan dan pengontrolan secara intensif dalam penulisan catatan perkembangan pasien dengan menitik beratkan pada penulisan SOAP, sehingga pelaksanaan akan berjalan dengan optimal. 
HUBUNGAN ASAM LEMAK JENUH, TAK JENUH GANDA DAN SERAT DENGAN RASIO LDL/HDL PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD Dr. HI. ABDUL MOELOEK Rilyani Rilyani; Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.777 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.289

Abstract

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh kita untuk melawan segala penyakit yang datang. Kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut AIDS. Di Indonesia sendiri diperoleh data sampai dengan September 2014 jumlah pengidap HIV sebanyak 150,296 orang sedangkan untuk pengidap AIDS sebanyak 55,799 orang, prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk berdasarkan propinsi, terdapat 5.56 % di Lampung, sedangkan angka kejadian AIDS tertinggi pada rentang usia 20- 29 tahun. Oleh karena itu dibutuhkan perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik untuk menghindari infeksi dari virus HIV. Hasil surve awal pada 10 pelajar hanya 4 orang yang memiliki pengetahuan baik dan 6 orang lain memiliki pengetahuan kurang baik. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Persada Bandar lampung Tahun2015.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey analitik menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelajar kelas X dan XI di SMA Persada Bandar Lampung Tahun 2015 yang berjumlah 203 orang. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 135 orang dengan teknik sampling proporsional random sampling. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, sikap, keterpaparan sumber informasi, dan peran teman sebaya mempunyai hubungan yangbermakna terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Persada Bandar Lampung Tahun 2015. Dengan p-value 0.025, OR sebesar 2.66, α 0.05, dan CI 1,20- 5.90 untuk pengetahuan, p-value 0.009, OR sebesar 3.08,α 0.05, dan CI 1.38-6.86 untuk sikap, p-value 0.000, OR sebesar 5.34, α 0.05, dan CI 2.18-13.05 untuk keterpaparaan sumber informasi, dan p-value 0.021, OR sebesar 2.83, α 0.05, dan CI 1.24-6.47 untuk peran temansebaya.
FAKTOR-FAKTOR SANITASI LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KEMUNING LAMPUNG UTARA TAHUN 2014 Astriana Astriana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.956 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i1.208

Abstract

Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja (PIK-KRR) adalah suatu wadah atau tempat kegiatan untuk memperoleh informasi dan konsultasi bagi remaja yang mempunyai masalah kesehatan khususnya masalah kesehatan reproduksi, di MA siswa yang kurang memanfaatkan PIK KRR sebanyak 50 orang (70.4 %). Tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dengan pemanfaatan pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja (PIK-KRR) di MA AL-Makmur kecamatan wonosobo, kabupaten Tanggamus Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Jumlah populasi 71 responden dimana pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisisa data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Squere.Hasil penelitian sebagian besar berpengetahuan kurang 52 orang (73.2 %) jika dibandingkan dengan pengetahuan baik. Dalam memanfaatkan PIK berada pada kategori kurang baik sebanyak 50 orang (70.4 %). Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 < α = 0,05 menyimpulkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan pemanfaatan PIK-KRR.Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam membimbing remaja khususnya dalam program peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan yaitu penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, bina keluarga remaja ( BKR), sehingga pelaksanaan PIK KRR di sekolah-sekolah dapat dimanfaatkan dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMITMEN PENCEGAHAN TERSIER PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS SE-KOTA METRO TAHUN 2012 Susy Puspasari; Indah Wahyuni Nggobe
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.496 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i3.156

Abstract

Background: Hemodialysis is a therapy to replace kidney’s role which commonly used among patients with chronic kidney failure, besides kidney transplantation and peritonial dialysis. Compliance therapy among hemodialysis patient is  very crucial to be observed, because there will be accumulation of harmful substances as a product of metabolism in blood if the patient isn’t compliant which will impact their quality of life. Purpose: To understand the relationship between hemodialysis therapy compliance with patient’s quality of life in Cibabat hospital Cimahi which held on May 21-27 2015 with 37 respondents. Methods: Type of research design used is descriptive correlation with purposive sampling. Instruments used are demographical and quality of life questionnaire.  Results: Research’s result was tested with Chi Square showing that most respondents who’s compliance in doing hemodialysis therapy is 81,1% (30 people) and most respondents has good quality of life 75,7% (28 people). Correlation coefficient Chi Square test shows p 1 (p > 0,05) which means there are no significant relationship between hemodialysis therapy compliance with patient’s quality of life, with correlation strength (OR) = 0,85 shows compliant patient has chance 0,85 times higher to have a good quality of life than patients who don’t compliant in doing hemodialysis therapy.Pendahuluan: Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti fungsi ginjal yang paling banyak digunakan oleh pasien dengan gagal ginjal kronik, selain transplantasi ginjal dan dialisis peritonial. Kepatuhan terapi pada penderita hemodialisa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena jika pasien tidak patuh akan terjadi penumpukan zat-zat berbahaya dari tubuh hasil metabolisme dalam darah sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani terapi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien di unit hemodialisis RSUD Cibabat-Cimahi yang dilakukan pada tanggal 21 – 27 Mei 2015 dengan jumlah responden 37 orang.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pengambilan sampel purpusive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi dan kualitas hidupHasil: Dengan uji Chi Square dengan hasil menunjukkan sebagian besar responden patuh menjalani terapi hemodialisa 81,1% (30 orang) dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik  75,7% (28 orang). Dari uji koefisien korelasi Chi Square didapat nilai p 1 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak  terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan menjalani terapi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien, dengan kekuatan korelasi (OR) = 0,85 menunjukan bahwa pasien yang patuh memiliki peluang 0,85 kali memiliki kualitas hidup baik dibandingkan dengan pasien yang tidak patuh  menjalani terapi hemodialisa.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG 2013 Muhammad Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.991 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.280

Abstract

Gangguan pola tidur adalah rasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari, sulit tidur pada waktu tidur yang diinginkan. Data seluruh pasien preoperasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung tahun 2014 dengan jumlah 1570 orang. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah pasien preoperasi di ruang Mawar sebanyak 311 dari 3.306 pasien dan jumlah pasien preoperasi di ruang Kutilang sebanyak 228 dari 2.509 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi di ruang mawar dan kutilang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif, desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien preoperasi di ruang mawar dan kutilang, yaitu sebanyak 539 orang dan sampel 45 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan penyakit dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan p-value = 0,002 dan OR = 11,375, ada hubungan lingkungan dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan p-value = 0,002 dan OR = 9,500. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat dapat mencegah terjadinya gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan cara menyarankan pasien membaca buku, membatasi jumlah keluarga yang menunggu, apabila nyeri tidak teratasi perawat dapat memberikan obat nyeri kepada pasien.

Page 7 of 63 | Total Record : 624