cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMP N 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH TAHUN 2014 Iwan Shalahuddin; Sandi Irwan Sukmawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.592 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.6

Abstract

ABSTRACT: KNOWLEDGE OF TUBERCULOSIS AND PATIENT COMPLIANCE WITH ANTI-TUBERCULOSIS CHEMOTHERAPY USING THE DIRECTLY OBSERVED TREATMENT, SHORT-COURSE STRATEGY (DOTS) AMONG PATIENTS ATTENDING TUBERCULOSIS CLINICS AT DR. SLAMET HOSPITAL GARUT-WEST JAWA Background: Estimated in Indonesia in 2013 about 90 million people diagnosed tuberculosis, in West Java in 2015 about 30 thousand patients and in Garut in 2015 about 12 thousand cases of tuberculosis. Knowledge is a very important domain resulting patient medications adherence and recovery Purpose: Knowing that correlation between knowledge of tuberculosis and patient compliance with antituberculosis chemotherapy using the directly observed treatment, short-course strategy (DOTS) among patients attending tuberculosis clinics at DR. Slamet Hospital Garut-West Jawa Methods: The research was conducted in two ways: knowledge variable by questionnaire and for the compliance variable by observation. Type of research used descriptive correlation with sample of 30 patients. Knowledge variables in two groups, that were good knowledge and poor of knowledge, while for compliance variables into two group; patient takes medication regularly or irregularly for 6 months. Test statistic used Chi Square test. Results: The patient knowledge in poor category and noncompliance medications, with p = 0.00 indicates there is a positive correlation between knowledge of tuberculosis and patient compliance with anti-tuberculosis chemotherapy using the directly observed treatment, short-course strategy (DOTS) and when patient has a poor knowledge would be 13.375 times potentially become noncompliance to take medicine. Conclusion: There is a positive correlation between knowledge of tuberculosis and patient compliance with antituberculosis chemotherapy using the directly observed treatment, short-course strategy (DOTS) among patients attending tuberculosis clinics at DR. Slamet Hospital Garut-West Jawa. Suggestions; to be regularly to give health educations to improve the patients knowledge. Latar Belakang: Perkembangan penyakit tuberkulosis didunia diperkirakan pada tahun 2005 yaitu 9 juta pasien tuberkulosis baru, di Indonesia pada tahun 2013 sekitar 90 juta orang didiagnosa tuberkulosis, di Jawa Barat  pada tahun 2015 sekitar 30 ribu  pasien dan di Garut pada tahun 2015 sekitar 12 ribu kasus tuberculosis. Pengetahuan  merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang. Kepatuhan adalah derajat dimana pasien mengikuti anjuran klinis dari dokter yang mengobatinya.  Tujuan: Mengetahui ada hubungan antara pengetahuan pasien tentang tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat di Poliklinik DOTS RSU dr Slamet Garut.  Metode: Penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu untuk variabel pengetahuan dengan menyebarkan kuesioner dan untuk variabel kepatuhan dengan mengadakan observasi. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan sampel 30 pasien. Variabel pengetahuan dikelompokan menjadi dua, yaitu pengetahuan baik dan kurang dikatakan pengetahuan baik apabila nilai total skor persentase kuesioner (P) ≥ 75 % dan kurang bilamana total skor persentase (P) < 75 %, sedangkan untuk variabel kepatuhan dikelompokan juga kedalam dua, yaitu patuh dan tidak patuh, dikatakan patuh bila mana pasien minum obat secara teratur selama 6 bulan dan tidak patuh bilamana pasien tidak teratur minum obat. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistiuk yang digunakan yakni uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian pengetahuan pasien termasuk kedalam kategori kurang, dan hasil observasi kepatuhan diperoleh hasil sebagian pasien tidak patuh, dengan p = 0,00 < α = 0,05 menunjukan terdapat hubungan positif antara pengetahuan pasien tentang Tuberkulosis dengan Kepatuhan minum obat, dan resiko bila pengetahuan kurang maka akan terjadi 13,375 X pasien menjadi tidak patuh minum obat.  Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara pengetahuan pasien tentang TB dengan kepatuhan minum obat di Poliklinik DOTS RSU dr. Slamet Garut  
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PRESTAI BELAJAR PADA REMAJA PUTRA DI SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG Sunarsih Sunarsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.222 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i1.230

Abstract

Berdasarkan data pada tahunh 2010 dari 56 jumlah Sekolah Menengah Atas di Bandar Lampung diantaranya yaitu 17 SMA negeri dan 39 diantaranya SMA Swasta diketahui bahwa hampir 80% siswa yang merokok lebih banyak di SMA swasta dibandingkan dengan SMA negeri. Hasil pre survey terhadap 17 siswa dari 131 siswa remaja putra di SMA PersadaBandar Lampung pada tanggal 15 maret 2013 diperoleh data 14 (82,3%) mengatakan merokok dan 3 (17,6%) tidak merokok. Hasil wawancara diketahui bahwa dari 14 orang siswa yang merokok terdapat 10 (71,5%) siswa mengalami penurunan prestasi belajar sedangkan 4 (28,5%) lainnya tidak mengalami penurunan prestasi belajar. Dengan penelitian inidiketahui hubungan antara perilaku merokok dengan prestasi belajar pada remaja putra di SMA Persada Bandar Lampungtahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Persada Bandar Lampung sebanyak 131 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 98 responden yang didapatkan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil uji statistik didapat ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan prestasi belajar pada siswa remaja putra di SMA Persada Bandar Lampung tahun 2013 dengan P value 0,000. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi serta dapat memberi masukan untuk mengurangi kebiasaan merokok khususnya remaja putra saat ini.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012 Hanif Andri Irvanto; Zaenal Abidin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.687 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.161

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari suatu penyakit tidak menular. Secara nasional prevalensi perokok saat ini 34,7 persen.Berdasarkan Riskesdas tahun 2010 prevalensi merokok provinsi Lampung menempati urutan ke 10 dengan presentase sebesar 38%. Tidak menutup kemungkinan tenaga kesehatan yang bekerja di suatu instansi pemerintah mempunyai perilaku merokok. Hal ini karena dipengaruhi berbagai faktor terhadap perilaku merokok tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan norma subyektif dengan niat berhenti merokok pada pegawai laki-laki di lingkup dinas kesehatan wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2014. Jenis penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai laki-laki yang merokok di lingkup Dinas Kesehatan kabupaten Mesuji tahun 2014 yang berjumlah 61 orang yang terdiri dari staff PNS maupun TKS. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian diperoleh p-value 0,644 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan sikap dengan niat berhenti merokok dan diperoleh p-value 0,461 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan norma subyektif dengan niat berhenti merokok. Untuk itu perlu dibuatkan peraturan Bupati tentang Kawasan Tanpa Rokok, pembuatan poster, leaflet dan pin tentang bahaya merokok serta mmeberikan sanksi bagi pelanggar dengan lisan maupun tertulis.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMHUBUNGANI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Linawati Novikasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.877 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.284

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit virus berat yang ditularkan oleh nyamuk endemik dibanyak negara di dunia, termasuk di Indonesia; ini di tandai dengan meningkatnya permeabilitas pembuluhdarah, hipovolemia dan gangguan mekanisme penggumpalan darah sehingga berdampak buruk bagi kesehatanbila tidak dicegah. Penyakit ini bukan hanya menyerang orang dewasa tetapi juga orang anak-anak. PuskesmasIring Mulyo merupakan Puskesmas di Kota Metro dengan kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi, sampaidengan Januari 2015 tercatat 22 kasus dengan 1 orang meninggal karena DBD (Dinas Kesehatan Kota Metro,2015). Tujuan penelitian diketahuinya hubungan antara tingka pengetahuan orang tua tentang DBD dengankejadian DBD pada anak di Puskesmas Iring Mulyo Kota Metro tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan case control. Populasipenelitian adalah orang tua yang meliliki anak usia ≤ 21 tahun yang pernah mengalami DBD pada tahun 2014 diPuskesmas Iring Mulyo Kota Metro sebanyak 22 orang. Sampel 66 reponden dengan menggunakanperbandingan 1 kasus : 2 Kontrol sejumlah 22 kasus dan 44 kontrol responden. Pengambilan sampel denganteknik accidental sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisa menggunakan uji(chi square).Hasil penelitian, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan orang tua tentangdemam berdarah dengue dengan kejadian demam berdarah dengue di Puskesmas Iring Mulyo Kota Metro tahun2014 dengan p value 0,016 dan OR 4,500 (CI 95% : 1,448-13,982). Saran bagi petugas kesehatan agarmembuat x banner atau poster untuk mengevaluasi faktor lain yang dapat mencegah terjadinya DBD dimasyarakat dan diharapkan dapat menjadi bahan monitoring dan evaluasi program pemberantasan penyakitmenular (P2M).
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA MANDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Muhammad Arifki Zainaro; Dherlirona Dherlirona; Ayesha Norabela
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.34 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.196

Abstract

ABSTRACT: PATIENT SATISFACTION AND QUALITY OF CARE AT CLINIC (DIRA MEDIKA) GOTONG ROYONG BANDAR LAMPUNG    Background: The degree of public health of a country is influenced by the presence of health facilities. The health facilities reviewed in this section consist of health care facilities and government health education institutions that produce health workers. High quality healthcare services are an integral part of WHO's goals by using a key health care approach. Until now access to health services has become a priority in all WHO state members of the Southeast Asian region. Purpose: Known relationship of patient satisfaction and quality of care at Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Methods: This research type was quantitative research with cross sectional design. The population of this study were all patients who visited the Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung on December-February 2017 with the sample of 91 respondents with Accidental sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis used chi square. Results: Rating by responden in courtesy in poor category of 34 (37,4%),  of 50 (54,9%) Communication was unfavorable,  29 (31,9%) less of credibility, of 51 (56,0%) stated that security was poor and of 52 (57,1%) were dissatisfied. There influencing of courtesy with p value = 0.002, Communication p value = 0,001 Credibility p value = 0.001. Security and satisfaction p value = 0,001 Conclusion: There was correlation of patient satisfaction and quality of care at Clinic Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Suggestion to management to be improving quality of care by workshops to the staff nurses. Pendahuluan: Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan sarana kesehatan. Sarana kesehatan yang diulas pada pada bagian ini terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan milik pemerintah yang menghasilkan tenaga kesehatan. Pembangunan kesehatan merupakan penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Jasa layanan kesehatan yang bermutu tinggi merupakan bagian terpadu dari tujuan WHO dengan menggunakan pendekatan kunci berupa layanan kesehatan primer. Hingga saat ini akses ke layanan kesehatan telah menjadi prioritas di semua anggota negara bagian WHO wilayah Asia Tenggara. Berdasarkan prinsip pemerataan, indikator cakupan paling banyak digunakan untuk memantau kinerja layanan kesehatan. Efektifitas dan efisiensi layanan kesehatan saat ini mendapat perhatian yang sama baik dari para pembuat kebijakan, penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. Tujuan: Diketahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang  berkunjung ke Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung sampai dengan bulan Desember-Februari 2017 yaitu sebanyak 3.015 pasien, sampel sebanyak 91 responden dengan teknik Accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square.  Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Diketahui courtesy kurang baik dan sebanyak 34 responden (37,4%) 50 responden (54,9%) mengatakan Communication kurang baik, sedangkan 41 responden (45,1%) menyatakan Communication baik. 29 responden (31,9%) credibility kurang baik 51 responden (56,0%) menyatakan security kurang baik Diketahui sebanyak 52 responden (57,1%) tidak puas. Ada pengaruh courtesy p value = 0,002 communication p value = 0,001 Credibility t p value = 0,001 Security terhadap kepuasan pasiendi Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung kepuasan pasiendi Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung p value = 0,001 Simpulan: Terdapat hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Dira Medika Gotong Royong Bandar Lampung. Disarankan bagi klinik untuk kebijakan pemerintahan daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan di Klinik pratama yang bekerjasama dengan BPJS pada umumnya dan Klinik Dira Medika  pada khususnya.  
PERBEDAAN METODE PENYULUHAN LEAFLET DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENEMPELAN STIKER PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI DESA NEGLASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATIBUNG 2012 Mirta Mirta; Ririn Sri Handayani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.204 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.149

Abstract

Cronic Kidney Desease sebagai suatu kerusakan ginjal dimana nilai dari GFR kurang dari 60 mL/min/1.73 m2 selama tiga bulan atau lebih. Hemodialisasebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisametabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air,natrium,kalium,hidrogen,urea,kreatinin, dan zat-zat lain melalui membran semipermiabel sebagai pemisahdarah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi. Hipotensi Intradialisis merupakan salah satu komplikasi dari proses intradialisis, kejadiannya 20–35 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan interdialisis dengan kejadian hipotensi intradialisis. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 142 orang yaitu pasien hemodialisa dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data yang dianalisis adalah kenaikan berat badan interdialisis sebagai variabel bebas. Dan data hipotensi intradialisis sebagai variabel terikat. Data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan program komputer. Analisis univariat ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini didapatkan kejadian hipotensi intradialisis sebesar 26.8 % (38 responden), analisis uji hipotesis dengan derajat kepercayaan CI 95 %. Uji statistik chi square p-value 0.005 < α =0.05, dengan OR 3,157 yang artinya kenaikan berat badan interdialisis > 6 % lebih besar tiga kali lipat beresiko terjadinya hipotensi intradialisis daripada kenaikan berat badan interdialisis < 6 %. Variabel independen dengan variabel dependen mempunyai hubungan bermakna. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan perawat lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan, terutama tentang kebutuhan cairan tubuh pasien dan masalah hipotensi intradialisis, serta meningkatkan keterampilan dalam penentuan berat badan kering yang tepat. Juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel independen yang berbeda.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PELAKSANAAN SADARI PADA MAHASISWI TINGKAT II KEBIDANAN UNIVERSITAS BATAMTAHUN 2014 Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.629 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.111

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan bagian yang harus diupayakan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu indikator keselamatan pasien adalah meningkatkan keamananobat-obatan yang harus diwaspadai, akan tetapi kesalahan administrasi obat menjadi masalah utama di rumah sakit yang perlu diupayakan penyelesaiannya. Sistem informasi yang didukung dengan perkembangan tehnologi dapat menjadi upaya penyelesaian masalah administrasi obat tersebut, salah satunya yaitu penggunaan BarCode Medication Administration (BCMA). Tujuan penulisan ini untuk menganalisa penggunaan BCMA sebagai salah satu sistem informasi manajemen yang berperan dalam manajemen keselamatan pasien.Metode: Penulisan menggunakan literatur review beberapa jurnal mengenai keselamatan pasien, penggunaan sistem informasi tehnologi dalam keperawatan dan penggunaan BCMA. Hasil: Dari analisa menemukan bahwa BCMA berperan penting dalam penurunan kejadian kesalahan pemberian obat, sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien. Optimalisasi penerapan BCMA perlu dilakukan dengan cara meningkatkan sosialisasi dan pelatihan BCMA pada tenaga kesehatan, termasuk perawat. Selain itu pembangunan tim, budaya kolaborasi yang baik dan dukungan manajer juga diperlukan untuk mengoptimalkan penerapan BCMA. Adaptasi teori perubahan Lewin dinilai efektif dalam penerapan BCMA di rumah sakit.Diskusi: Disimpulkan dengan memperhatikan beberapa aspek, penerapan BCMA sangat direkomendasikan untuk dikembangkan di rumah sakit yang ada di Indonesia sebagai upaya peningkatkan manajemen keselamatan pasien.
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAOKULI PADA PASIEN GLAUKOMA DI RSUD.DR.H.ABUL MOELOEK TAHUN 2014 Riswantoro Riswantoro; Ririn Sri Handayani; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4484.131 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i1.265

Abstract

Perawat berperan dalam pencegahan infeksi nosokomial, hal İni disebabkan perawat merupakan salah satu anggota tim kesehatan yang berhubungan langsung dengan klien dan bahan infeksius diruang rawat, Perawat juga bertanggung jawab menjaga keselamatan klien dirumah sakit melalui pencegahan kecelakaan, cidera, trauma, dan penyebaran infeksi nosokomial (Simanjuntak, 2001), Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomİal di ruang bedah dan ICU Rumah Sakit umum Demang Sepulau Raya tahun 2012,Desain penelitian Observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu şeluruh perawat diruang bedah dan ICU Rumah Sakit Umum Demang Sepulau Raya sebanyak 33 orang Analisis penelitian menggunakan Chi square. Hasil uji statistik univariat didapat responden perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial sebagian beşar dalam katagori aktif yaitu 24 orang (72,7%), pengetahuan perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial sebagian beşar dalam kategori baik yaitu 26 orang (78,8%) sikap perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial sebagian beşar dalam kategori positif sebesar sebesar 21 orang (63,6%). Hasil uji statistik diperoleh Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku perawat terhadap pencegahan infeksi nosokomial (p value 0,013), Ada hubungan sikap dengan perilaku perawat terhadap pencegahan infeksi nosokomial (p value 0,009). Diharapkan rumah sakit lebih dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama mutu perawat tentang infeksi nosokomial dengan cara memberikan pelatihan secara kognitif tentang pencegahan infeksi nosokomİal di rumah sakit khususnya di ruang bedah dan ICU.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA PULAU PAHAWANG KEC. PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3520.469 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.184

Abstract

Asi mempunyai nilai gizi yang tinggi untuk bayi. pengetahuan berperan penting dalam mendukung teknik pemberian asi pada bayi, di wilayah puskesmas yosodadi metro timur.Desain penelian yang digunakan menggunakan deksriptif korelsi.Saran pada penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sesuai referensi dalam dunia pendidikan khhususnya ilmu keperawatan.
HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA CEMPAKA RAJA KECAMATAN SUNGKAI JAYA KABUPATEN LAMPUNG UTARA Hesti Platini; Endah Panca Lidya; Nurlaeci Nurlaeci
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.511 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.136

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung kongestif dapat menurunkan produktivitas bahkan dapat menyebabkan kematian. Angka kekambuhan setelah rawat inap sering terjadi akibat pola aktivitas yang tidak terkontrol dan gaya hidup yang kurang baik. Gagal jantung dapat mempengaruhi nilai saturasi oksigen, hal ini berkaitan dengan rehabilitasi pasien baik selama rawat inap maupun post hospitalisasi. Penatalaksanaan pasien gagal jantung yaitu dengan rehabilitasi sebagai upaya menstabilkan haemodinamik. penatalaksanaan diantaranya latihan pernapasan sebagai bentuk rehabilitasi non farmakologi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahu pengaruh inspiration muscle training terhadap nilai saturasi oksigen (SpO2) pada pasien gagal jantung kongestif.Metode: kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan pre-post test. Metode pengambilan sampel yaitu concecutive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol dengan total sampel 30 responden pasien gagal jantung di RSUD dr Slamet Garut. Analisa data dengan menggunakan uji Paired Sample Test.Hasil: menunjukan adanya pengaruh signifikan setelah dilakukan intervensi latihan otot diafragma (p=0,000) dengan kelompok kontrol (p=0,614). Inspiration Muscle Training dapat meningkatkan nilai saturasi oksigen (SpO2) pada pasien gagal jantung kongestif dan merupakan latihan pernapasan yang efektif untuk membantu menstabilkan sirkulasi oksigen.

Page 6 of 63 | Total Record : 624