cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan" : 23 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA Indrasari, Nelly
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.658 KB)

Abstract

Perawatan payudara selama kehamilan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian ASI. Tetapi sebagian besar ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara karena kurangnya pengetahuan dalam perawatan payudara itu sendiri. Berdasarkan prasurvey yang dilakukan peneliti pada 10 orang ibu hamil yang datang ke Pos Kesehatan Kelurahan Rajabasa Raya Rajabasa Bandar Lampung Tahun 2013 diperoleh hasil 4 orang (40%) ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang perawatan payudara selama kehamilan dan 6 orang (60%) ibu hamil yang berpengetahuan kurang baik tentang perawatan payudara selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan pelaksanaan perawatan payudara di Pos Kesehatan Kelurahan Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil mulai dari tua kehamilan (24 minggu) sampai umur kehamilan 40 minggu datang selama bulan Januari-Juni 2013 berjumlah 54 orang ibu hamil dan diambil sampel sebanyak 48 orang dengan teknik Purposive Sampling atau pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri-ciri atau sifat populasi yang diketahui sebelumnya. Data yang dikumpulkan data primer, Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan check list. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil analisis penelitian dari 48 responden, pengetahuan ibu hamil termasuk dalam kategori kurang baik yaitu 31 orang (64,6%), pelaksanaan perawatan payudara dalam kategori kurang baik yaitu 33 orang (68,8%). Hasil analisis dengan uji chi square  didapat variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan ibu hamil dengan pelaksanaan perawatan payudara (p-value = 0,038; OR=4,688). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan pelaksanaan perawatan payudara. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan bagi petugas kesehatan sebagai bahan informasi bagi bidan supaya dapat memberikan informasi lebih dini dan mengajarkan pada ibu hamil tentang pelaksanaan perawatan payudara selama masa kehamilan. 
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN COPING TO CHANGE TERHADAP AMBIDEXTERITY: STUDI PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Manik, Velda Ruth Ruminar
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.953 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan coping to change terhadap ambidexterity pada perawat Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan analisis antar dimensi dari variabel yang diteliti. Variabel kecerdasan emosional memiliki empat dimensi, yaitu self emotion appraisal, others emotion appraisal, use of emotion dan regulation of emotion. Variabel coping to change tidak memiliki dimensi. Variabel ambidexterity memiliki dua dimensi yaitu eksploitasi dan eksplorasi. Penelitian dilakukan terhadap 122 perawat di pelayanan rawat inap Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS 21 yaitu analisis deskriptif dan general linear model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) self emotion appraisal memiliki pengaruh terhadap eksploitasi, sementara others emotion appraisal, use of emotion, regulation of emotion dan coping to change tidak memiliki pengaruh terhadap eksploitasi, 2) self emotion appraisal dan coping to change memiliki pengaruh terhadap eksplorasi, dimensi lainnya yaitu others emotion appraisal, use of emotion dan regulation of emotion tidak memiliki pengaruh terhadap eksplorasi. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK THALASEMIA Pranajaya, Raden; Nurchairina, Nurchairina
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.324 KB)

Abstract

Thalasemia adalah penyakit keturunan yang memerlukan pengobatan dan perawatan ber kelanjutan.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak thalasemia di RSUD Dr H Abdul Moeloek . Desain penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional  .Populasi semua anak thalasemia usia 5 – 18 tahun dengan sampel 102 responden (purposif sampling). Waktu penelitian September sampai Oktober 2015. Pengumpulan  data kualitas hidup diukur dengan  kuesioner PedsQL. Analisis data univariat menggunakan mean dan prosentase,  analisis bivariat dengan Uji T independen  dan uji Korelasi . Hasil penelitian univariat  didapatkan Rerata kualitas hidup subyek penelitian ini adalah 62,75. Rata-rata usia responden 10,38 tahun,berjenis kelamin perempuan (52 %),  tingkat pendidikan  SD (61,8%),pendidikan  ayah dan ibu adalah SMU (46,1 % dan 33,3 %) , pekerjaan ayah buruh / petani 65,7 %. Hb pretransfusi  6,43 gr%, kelasi besi secara teratur 61,8 %. frekuensi transfusi  setiap 4,28 minggu sekali dan dukungan keluarga  57,65. Analisis bivariat ,variabel yang tidak berhubungan jenis kelamin(P value 0,358 ). pendidikan ibu (P value 0,118), pemakaian kelasi besi yang teratur ( P value 0,079), kadar Hb pre transfusi (P value =0,617), frekwensi transfusi (P value =0,419). Variabel yang berhubungan umur (P value 0,014), pendidikan anak (P value 0,022), pendidikan ayah( P value 0,000), pekerjaan ayah ( P value 0,014) dan  dukungan orang tua (p value 0,018).Simpulan faktor yang berhubungan  dalam penelitian ini adalah umur  pendidikan anak/ayah,pekerjaan ayah serta dukungan orang tua.Saran agar RSUD Abdul Moeloek meningkatkan kualitas hidup anak  , dengan memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua anak  setiap kunjungan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN PASIEN PENDERITA HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN KONSULTASI GIZI Febriyana Pratami; Ratna Dewi; Musiana Musiana
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.692 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.350

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah dari normal yang dapat menimbulkan kesakitan dan disabilitas.  Prevalensi hipertensi meningkat setiap tahun dan menjadi perhatian di negera-negara berkembang, termasuk Indonesia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan pasien penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan konsultasi gizi, perbedaan peningkatan rerata pengetahuan pasien hipertensi berdasarkan tingkat pendidikan, dan perbedaan peningkatan rerata pengetahuan pasien hipertensi berdasarkan pekerjaan. Desain penelitian menggunakan pre-experiment one group pre and post test.  Sampel adalah pasien penderita hipertensi yang melakukan konsultasi gizi di RSUD Martapura berjumlah 52 orang yang diambil secara acak.  Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada a 0.05. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan tentang gizi adalah 40,48 dan rerata nilai setelah penyuluhan adalah 61,15, dengan perbedaan yang signfikan 20,87 (r 0,000 < a 0,05). Berdasarkan tingkat pendidikan, perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi signifikan 8,23 (r 0,000 < a 0,05), demikian pula berdasarkan pekerjaan, perbedaannya signifikan 7,26 (r 0,000 < a 0,05).  Diharapkan petugas kesehatan terutama perawat di fasilitas kesehatan harus memberikan edukasi kesehatan melalui berbagai metode penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. 
DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PENCERNAAN Putri Wulansari; Heni Apriyani
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.166 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.341

Abstract

Penyakit gastrointestinal adalah suatu penyakit pada jalan makanan atau pencernaan. Hasil presurvey menunjukkan bahwa penyakit dengan gangguan pencernaan yang terdapat di ruang penyakit dalam pada tahun 2012 - 2014 adalah Thypoid berjumlah 83 orang, Gastritis 660 orang, GE 238 orang, Hepatitis sebanyak 177 orang. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti pada pasien yang dirawat dengan gangguan pencernaan yaitu gastritis, klien memiliki keluhan nyeri ulu hati, mual, muntah, dan tidak nafsu makan.Peneliti juga menemukan bahwa diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh perawat tidak sesuai dengan keluhan pasien. Perawat yang bertugas di ruang penyakit dalam  diantaranya mengatakan bahwa sering sekali mereka mengalami kesulitan dalam penegakan diagnosis keperawatan yang sesuai dengan proses keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan yang muncul pada pasien dengan gangguan pencernaanl yang dirawat di Ruang Penyakit Dalam  RSD  HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2015, selama bulan Juni – Juli. Desain penelitian adalah deskriptif, yang melibatkan 25 responden melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan  aktual yang dialami pasien adalah : Nausea (100% responden), nyeri akut (91,7% responden), gangguan pola tidur (58,33% responden, dan gangguan menelan (58,33% responden, dan gangguan mukosa oral (50% responden). Saran bagi pihak RS adalah menjadikan diagnosis  keperawatan temuan sebagai dasar pembuatan standar asuhan keperawatan bagi pasien dengan keluhan gastrointestinal yang dirawat di RSD HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Sedangkan rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah melanjutkan penerapan standar asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pencernaan. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA Pamingki Ritno A R; Yuni Astini; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.838 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.376

Abstract

Partus lama adalah salah satu penyumbang kematian ibu di Indonesia. Menurut data prasurvey di RSB Permata Hati Kota Metro tahun 2015 terdapat 228 ibu bersalin yang mengalami partus lama dari 2076 ibu bersalin. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama di RSB Permata Hati Kota Metro Tahun 2015. Jenis penelitian survey analitik, rancangan penelitian cross secsional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang melahirkan di RSB Permata Hati Kota Metro yang berjumlah 2076 orang. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 400 orang dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan rekam medik dan analisa data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian didapat ada hubungan antara umur ( = 13,622, p-value 0,00 dan OR = 3,490), kelainan letak janin ( = 10,569, p-value 0,01dan OR = 3,312), janin besar ( = 10,830, p-value 0,01 dan OR = 3,747), dan ketuban pecah dini ( = 22,823, p-value 0,00  dan OR = 4,376) dengan kejadian partus lama di RSB Permata Hati Kota Metro Tahun 2015. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan pendataan ibu hamil  untuk dijadikan sebagai sasaran informasi tentang upaya pencegahan komplikasi persalinan. Membagi buku KIA kepada semua ibu hamil yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan untuk dapat dipahami dan dipelajari ibu hamil tentang hal-hal yang dapat beresiko terhadap komplikasi persalinan khususnya partus lama. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI-HARI Kodri Kodri; El Rahmayati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.455 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.355

Abstract

Jumlah lansia yang berada di wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Lampung Tengah sebesar 2.647 jiwa terdiri dari kemandirian A berjumlah 1.035 jiwa, kemandirian B berjumlah 1.584 dan  kemandirian C berjumlah 28 jiwa. Hal ini di karena faktor kondisi kesehatan, kondisi sosial, dukungan keluarga dan kondisi ekonomi lansia yang mempengaruhi kemandirian lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kesehatan, kondisi sosial, dukungan keluarga dan kondisi ekonomi dengan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari di Puskesmas Wates Lampung Tengah.Jenis penelitian adalah kuantitatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berjumlah 157 lansia. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan dianalisa dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kondisi kesehatan, kondisi sosial dan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia sedangkan kondisi ekonomi tidak ada hubungan kemandirian lansia. Analisa peneliti dapat menyimpulkan ada bahwa faktor kesehatan, sosial, dan dukungan keluarga mempengaruhi kemandirian lansia. Saran bagi instansi kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan pada masyarakat tentang lansia guna membantu meningkatkan angka harapan hidup pada lansia. 
PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN TANJUNGKARANG DAN PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN KOTABUMI Sono Sono
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.559 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.337

Abstract

Indeks prestasi adalah salah satu alat ukur terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendikan khususnya pada bidang akademik. Tujuan penelitian ini adalah  Mengetahui Perbandingan  Prestasi Akademik mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Kotabumi dengan Prodi  DIII Keperawatan Tanjungkarang  Tahun 2011 – 2014. Rancangan penelitian ini deskriptif analitik, Variable penelitian ini adalah :Program Studi DIII Keperawatan sebagai variabel independen dan Nilai indeks prestasi kumulatif   mahasiswa sebagai variabel dependen. Sebagai Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Keperawatan Kotabumi dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Tanjungkarang satu angkatan tahun akademik 2011/2012 s/d 2013/2014.Sampel pada penelitian adalah keseluruhan populasi, 106 mahasiswa Prodi Keperawatan Tanjungkarang dan 75 mahasiswa prodi keperawatan kotabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data sekunder, yang didapat dari dokumentasi nilai  bagian akademik pada kedua prodi yang diteliti. Setelah data dikumpulkan, dilakukan pengolahan data dan analisis menggunakan analisis t test dengan bantuan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara IPK mahasiswa Prodi Keperawatan Tanjungkarang dengan Kotabumi, dalam pembahasan IPK yang merupakan hasil belajar yang berbeda dapat ditinjau dari perbedaan komponen pembelajaran antara kedua Prodi, dimana dari aspek kemampuan awal mahasiswa (input) dan aspek proses pembelajaran dalam hal ini dosen memiliki perbedaan yang cukup besar antara prodi keperawatan Tanjungkarang dengan Kotabumi. Penelitian ini merekomendasikan untuk mengusulkan penambahan tenaga dosen dan peningkatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru pada Prodi Keperawatan Kotabumi. 
EDUKASI DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES Jasmani Jasmani; Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.463 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.371

Abstract

Hasil survei oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 jumlah penderita diabetes mellitus di dunia 200 juta orang, Indonesia adalah yang terbesar keempat. Pada tahun 2011, ada sekitar 5,6 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes mellitus. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007, prevalensi nasional DM di Indonesia sebanyak 5,7%. Beberapa faktor yang berhubungan dengan diabetes dan kadar glukosa darah adalah obesitas, riwayat keluarga dan gaya hidup kurang aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan edukasi oleh perawat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus secara keseluruhan pada bulan Januari-Februari 2014 sebesar 36 pasien, sedangkan sampel yang diambil dari seluruh populasi 36 responden (total populasi). Analisis univariat digunakan untuk mengetahu distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil peneliian menjelaskan bahwa pelaksanaan edukasi DM oleh perawat sebagian besar kurang baik, yaitu sabanyak 19 (52,78%), sedangkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes yang edukasinya kurang baik oleh perawat rata-rata 283,77 mg/dl, sedangkan pada pasien diabetes yang edukasinya baik oleh perawat rata-rata 258,825 mg/dl. Hasil analisis lanjutan menunjukan ada hubungan edukasi oleh perawat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes dengan nilai p value: 0,044. Berdasarkan hasil tersebut disarankan agar perawat meningkatkan kualitas edukasi pada pasien diabetes melalui kegiatan pelatihan khusus edukator DM.
PERAN ORANG TUA DALAM KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK USIA 6-8 TAHUN Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.627 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.377

Abstract

Kebiasaan mencuci tangan adalah suatu perilaku sehat yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang. Mencuci tangan sebelum makan memakai air dan sabun dapat mengurangi penularan infeksi bakteri. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2012, angka kesakitan penyakit pada sistem pencernaan seperti diare untuk semua umur di Provinsi Lampung dari tahun 2005-2012 cenderung meningkat, yaitu dari 9,8 per 1000 penduduk menjadi 18,24 per 1000  penduduk. Data yang didapat dari Puskesmas Pembantu Desa Sindang Sari tahun 2013 kunjungan paling banyak dengan kasus sistem pencernaan, seperti diare sebanyak 45 kasus, typoid 30 kasus, ispa 40 kasus, disentri 25 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak usia 6-8 tahun di Desa Sindang Sari Tanjung Bintang Lampung Selatan tahun 2014. Metode penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni 2014. Dengan sample 60 keluarga yang mempunyai anak usia 6-8 tahun. Tehnik pengambilan dengan simple random sampling. Hasil penelitian yang diperoleh sebagian besar peran ibu berkategori baik dengan jumlah 42 responden (70,0%). Dan peran ayah sebagian besar berkategori baik dengan jumlah 41 responden (63.3%). Pelaksanaan cuci tangan sebagian besar berkategori baik dengan jumlah 42 orang reponden (70,0%). Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p Value = 0,00 dan nilai α = 0,05 maka nilai p Value < α, dan nilai OR = 104 dengan demikian  disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran ibu dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak. Dan dari hasil uji statistik didapatkan nilai p Value = 0,00 dan nilai α = 0,05 maka nilai p Value < α, dan nilai OR = 160 dengan demikian  disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran ayah dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak usia 6-8 tahun di Desa Sindang Sari Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan Tahun 2014. Dari hasil penelitian disarankan kepada setiap orang tua yang memiliki anak usia 6-8 tahun untuk memberikan contoh dan fasilitas untuk mencuci tangan.      

Page 1 of 3 | Total Record : 23