cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2" : 8 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS PAYUNGREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Lidya Eka Wijayanti; Zaenal Abidin; Marinah Marinah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.322

Abstract

Misi program pengendalian penyakit kusta adalah menyembuhkan dan meningkatkankualitas hidup penderita kusta. Kualitas hidup seseorang tidak hanya diukur dari aspekkesehatannya saja, akan tetapi juga dari aspek-aspek lain seperti sosial, ekonomi,emosional, dan hak azasi, sehingga perlu bermitra dengan sektor terkait. Angka akibatkecacatan pada penyakit kusta masih tinggi, yaitu sekitar 1.500 kasus cacat tingkat 2ditemukan tiap tahunnya di Indonesia. Di Puskesmas Payungrejo angka kecacatanpenderita pada tahun 2009 adalah 100% dari 9 kasus, pada tahun 2010 menjadi 80 %dari 12 kasus, dan pada tahun 2011 angka kecacatan penderita menjadi 34, 3 % dari 35penderita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kusta yang berjumlah35 penderita dengan tehnik sampel total population.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pada variabel pengetahuan( p value =0,016), sikap ( p value = 0,018), dan jarak tempuh dengan keterlambatan pencarianpengobatan (p value = 0,038). Penempatan petugas kesehatan di daerah yang sulitdijangkau, serta penyuluhan kepada penderita, keluarga, dan masyarakat oleh petugaskesehatan sangat efektif membantu mereka dalam mengenali tanda-tanda dini penyakitkusta,sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam mencari pengobatan.Kata Kunci : Pencarian Pengobatan, Pengetahuan, Sikap, Jarak tempuh, Kusta
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PEROKOK DI SMK 2 MEI BANDAR LAMPUNG Herwan Dinata; Lolita Sari; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.327

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi oleh deposit yang melekat padapermukaan gigi, deposit tersebut meliputi stain, plak, dan karang gigi (calculus). Faktoryang mempengaruhi pembentukan plak, stain dan calculus adalah rokok. Perokok diIndonesia tahun 2010 yang tercatat oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai34,7%. Tiga dari empat laki–laki di Indonesia merupakan perokok. Prevalensi tertinggiusia mulai merokok 15-19 tahun sebesar 43,3%. Tujuan penelitian untuk mengetahuihubungan perokok dengan kebersihan gigi dan mulut.Jenis penelitian analitik, rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitiansiswa laki-laki di SMK 2 Mei Bandar Lampung berjumlah 1.502 orang, besarnya sampelmenggunakan tabel Krejcie dan berjumlah 310 orang. Teknik pengambilan sampelproporsional stratified random sampling. Analisa data Chi Square dengan tingkatkemaknaan alpha 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan katagori perokok dengankebersihan gigi dan mulut (p value = 0,066). Tidak ada hubungan golongan perokokdengan kebersihan gigi dan mulut (p value = 0,353). Pentingnya penerapan programanti merokok melalui konseling, program asuhan kesehatan gigi dan mulut di sekolahmelalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penelitian lebih lanjut terhadap faktor fisiologis,diet makanan, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut.Kata kunci: Kebersihan gigi dan mulut, Perokok
Hubungan keaktifan kader dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak balita ke Posyandu di Desa Banding Agung Wilayah Kerja Puskesmas Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2012 Fatma Helna; Khoidar Amirus; Gunawan Irianto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.323

Abstract

Program posyandu dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat, makadiharapkan masyarakat sendiri yang aktif membentuk, menyelenggarakan,memanfaatkan dan mengembangkan Posyandu sebaik-baiknya. Kelangsungan Posyandutergantung dari partisipasi masyarakat itu sendiri. Kunjungan balita ke Posyandu di DesaBanding Agung juga belum memenuhi target yang ditentukan, yaitu 70%, dimana padatahun 2009 nilai D/S 52,2%, tahun 2010 nilai D/S 55,7% dan pada pertengahan tahun2011 bilai D/S baru mencapai 50,2%. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungankeaktifan kader dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak balita kePosyandu di Desa Banding Agung Wilayah Kerja Puskesmas Pedada KabupatenPesawaran Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasiadalah ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) di Desa Banding Agung WilayahKerja Puskesmas Pedada Kabupaten Pesawaran sebanyak 78 orang. Sampel 78responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan kader kurang aktifyaitu sebanyak 43 responden (55,1%), mendukung yaitu sebanyak 48 responden(61,5%), tidak aktif membawa balita ke posyandu yaitu sebanyak 47 responden(60,3%). Ada hubungan yang signifikan antara keaktifan kader (p value 0,016, OR3,732), dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak ke Posyandu (p value0,004, OR 6,469). Saran bagi petugas kesehatan agar meningkatkan pemberianinformasi pada masyarakat melalui penyuluhan baik secara langsung maupun tidaklangsung yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.Kata Kunci : Keaktifan kader, dukungan keluarga, Posyandu Balita
PENGEMBANGAN METODE CENTRIFUGE PEMERIKSAAN DARAH TEBAL MALARIA (Studi Kasus di Kabupaten Musi Rawas) Muhamad Nizar; Suharyo Hadisaputo; Ludfi Santoso
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.328

Abstract

Malaria, penyakit menular dengan karakteristik demam interminten disebabkan olehP.falciparum, P.vivax, P.ovale dan P.malariae. Masih menjadi permasalahan kesehatanmasyarakat terutama pada anak dan ibu hamil. Pada umumnya terdapat di negara yangterbentang antara 64° LU dan 32° LS, ketinggian 400 – 2800 meter di atas permukaanlaut. Menurut WHO setiap tahunnya diperkirakan ada 250 juta dengan kematian hampir880.000 kasus. Di Indonesia, hasil Riskesdas 2007 insiden malaria sekitar 2,85% danpada tahun 2010 sekitar 10,6% keduanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis. Cakupanpemeriksaan mikroskopis terjadi penurunan dari 20% (2007) menjadi 0,6% (2010). Olehkarena itu, perlu dikembangkan metode centrifuge dengan tujuan menilai indikatorsensitivitas, spesifisitas, PPV, NPV, akurasi dan analisis Kappa.Desain penelitian, uji diagnostik dengan mengembangkan metode centrifugepemeriksaan darah malaria di Kabupaten Musi Rawas dari Februari sampai April 2011.Sampel diperoleh sebanyak 211 suspek malaria yang diambil secara seleksi kasuskegiatan PCD dan ACD di empat Puskesmas dengan AMI > 10‰. Sebagai kriteriainklusif, riwayat demam > 38°C, menggigil, berkeringat dingin, sakit kepala, mialgia dansplenomegali. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan tabel 2 x 2.Proporsi penemuan plasmodium metode centrifuge sekitar 3,3%, mikroskopissebagai gold standard sediaan darah tebal 3,3% dan sediaan darah tipis 1,9%. Nilaisensitivitas mendeteksi Plasmodium sediaan tebal sekitar 57,1%, sediaan tipis 100% danjenis P.falciparum hanya 50%, serta jenis P.vivax mencapai 100%. Nilai spesifisitassediaan tebal 98,5%, sediaan tipis 98,5% dan jenis P.falciparum 99% serta jenis P.vivax99,5%. Nilai PPV pada sediaan tebal dan tipis, keduanya diperoleh 57,1%, untuk jenisP.falciparum 50% dan P.vivax 66,6%, nilai NPV pada sediaan tebal dan tipis, Plasmodiumterdeteksi 98,5% dan 100%, sedangkan jenis P.falciparum dan P.vivax sekitar 99% dan100%. Akurasi sediaan tebal dan tipis sekitar 0,97 dan 0,98 dan akurasi terhadap jenisP.falciparum dan P.vivax sekitar 0,98 dan 0,99. berdasarkan persetujuan Kappa,mendeteksi Plasmodium dengan sediaan tebal 55,8% dan sediaan tipis 72,1% dan jenisP.falciparum 49%, P.vivax 79,8%.Simpulan dan Saran. Metode ini lebih tepat mendeteksi jenis P.vivax sebagai metodealternatif yang baik. Disarankan metode ini dapat diterapkan sebagai metode alternatifpemeriksaan darah malaria untuk evaluasi program eliminasi dan lebih efektif diterapkandi Puskesmas atau Rumah Sakit serta perlunya studi lanjut dengan beberapa goldstandard, mikroskopis, RDT dan PCR terutama di daerah endmisitas tinggi yang berbeda.Kata Kunci : Metode Centrifuge, mikroskopis, sensitivitas, spesifisitas.
Hubungan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Penengahan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan 2012. Mahmud Mahmud; Ahcmad Farich; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.324

Abstract

Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, karenaangka kesakitannya tinggi dan berpotensi untuk menyebabkan kematian,terutama apabila pengelolaan penderitanya terlambat dilakukan, faktorpenunjang terjadinya diare antara lain sanitasi lingkungan yang buruk. Di DesaPenengahan jumlah kejadian diare balita tahun 2010 sebanyak 44 kasus (2,1%)dan tahun 2011 meningkat 2 kali lipat lebih besar, yaitu menjadi 97 kasusdengan IR 39,4 % dari target penemuan kasus diare pada balita di DesaPenengahan sebesar 64 kasus dengan IR 26,0 %. Tujuan penelitian diketahuihubungan kondisi sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita didesa Penengahan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan tahun2012.Jenis penelitian ini Kualitatif dengan pendekatan Potong lintang (Crosssectional). Populasi adalah seluruh rumah yang mempunyai balita. Besar sampelsebanyak 57 balita. Teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling.Analisis dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil analisa univariat didapatkan penderita diare sebanyak 42 orang (73,7%)penderita dengan sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 35orang (52,6%), penderita dengan tempat pembuangan tinja yang tidakmemenuhi syarat sebanyak 30 orang (52,6%), penderita dengan tempatpembuangan sampah yang memenuhi syarat 38 (66,7%), penderita dengan SPALyang tidak memenuhi syarat sebanyak 42 orang (73,7%). Sedangkan analisisbivariat menunjukan bahwa ada hubungan sarana air bersih (p value = 0,022;OR = 5,0), ada hubungan tempat pembuangan tinja (p value = 0,001; OR =13,0), ada hubungan tempat pembuangan sampah (p value = 0,026; OR = 10,5)dan ada hubungan SPAL (p value = 0,001; OR = 9,0). Di sarankan penggerakanmasyarakat dibidang sanitasi atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).Kata Kunci : Diare, balita, sanitasi dasar
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DENGAN GANGGUAN SIKLUS HAID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTAU TIJANG KECAMATAN PUGUNG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2012 Vera Lesmana; Gunawan Irianto; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.325

Abstract

Salah satu pasal dari Millenium Development Goals (MDGs) yang disepakati oleh 189negara termasuk Indonesia adalah peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibusepanjang siklus kehidupan ibu termasuk dalam hal kontrasepsi serta efek kontrasepsitermasuk gangguan siklus haid. Kontrasepsi suntik terdiri dari kontrasepsi suntik 3 bulandan kontrasepsi suntik 1 bulan. Masalah yang sering timbul disebabkan kontrasepsisuntik 3 bulanan yaitu: amenore 60%, oligomenore 20%, dan polimenore20%,sedangkan kontrasepsi suntik 1 bulanan 85% dari akseptor KB tidak mengalamimasalah atau gangguan siklus haid. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui hubunganpenggunaan alat kontrasepsi KB suntik dengan gangguan siklus haidJenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan. Populasiadalah semua akseptor KB Suntik yang berjumlah 347 orang ibu dengan sampel 186orang diambil dengan tehnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakankuisioner yang dianalisis dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menemukan ada sebanyak 67 (36,0%) responden yang mengalamigangguan siklus haid dan terdapat jumlah pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan yaitu140 (75,3%) responden, sedangkan responden dengan kontrasepsi suntik I bulanadalah sebanyak 46 (24,7%) responden. Ada hubungan yang bermakna penggunaan alatkontrasepsi KB suntik dengan gangguan siklus haid di wilayah kerja Puskesmas RantauTijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Tahun 2012 dengan p vallue : 0,005.Nilai OR = 2,78 artinya yang menggunaan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan berpeluang2,78 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan siklus haid dibandingkan respondenyang menggunaan alat kontrasepsi KB suntik 1 bulan. Saran yang dapat diberikankepada akseptor KB suntik yang mengalami gangguan siklus haid agar menggunakanalat kontrasepsi KB non hormonal untuk menghindari efek samping yang berat.Kata Kunci : Kontrasepsi, Gangguan Haid, KB Suntik
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Wulan Marniasih; Dessy Hermawan; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.321

Abstract

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit campak diIndonesia sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang harus ditanganikarena kasus campak masih tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari PuskesmasNatar prevalensi kasus campak di tahun 2010 sebesar 2 kasus meningkat pada tahun2011 menjadi 44 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yangberhubungan dengan kejadian campak di Wilayah Kerja Puskesmas Natar KabupatenLampung Selatan Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan casecontrol. Populasi kasus adalah seluruh anak usia <15 tahun yang terkena campak padatahun 2011. Populasi kontrol adalah anak <15 tahun yang tidak terkena campak. Besarsampel seluruhnya yaitu 60 orang yang terdiri dari 30 orang kasus dan 30 orangkontrol.Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara status imunisasi campakdengan kejadian campak (p-value=0,020 OR=4,030), ada hubungan antara status gizidengan kejadian campak (p-value=0,004 OR=5,5) dan ada hubungan antara kondisiventilasi dengan kejadian campak (p-value=0,016 OR=4,571). Faktor yang tidakberhubungan dengan kejadian campak antara lain ASI Eksklusif, status sosial ekonomidan kepadatan hunian rumah.Untuk mencegah penyakit campak diharapkan bagi masyarakat terutama para ibuuntuk mengimunisasi anak mereka dengan imunisasi campak, memperhatikan gizi anakdengan asupan makanan bergizi dan memenuhi kriteria rumah sehat. Bagi petugaskesehatan Puskesmas Natar agar lebih meningkatkan pelayanan imunisasi dan programsanitasi di Wilayah Kerja Puskesmas.Kata kunci : Status imunisasi campak, ASI eksklusif, status gizi, status sosial ekonomi,kepadatan hunian, ventilasi, kejadian campak
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 Marina Susanti; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.326

Abstract

Prevalensi gizi kurang menurut BB/TB hasil Riskesdas tahun 2010 Provinsi Lampungadalah 13,6%. Di Kampung Tempuran lebih dari 50% ibu balita kurang tepat dalampraktik pemberian makan untuk anaknya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyahubungan pola asuh Ibu dalam praktik pemberian makan dengan status gizi balita usia6-24 bulan di Kampung Tempuran tahun 2012.Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 6 – 24 bulandan bertempat tinggal di Kampung Tempuran. Sampel berjumlah 80 orang (40 kasus dan40 kontrol). Teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan purposive sampling.Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan case control dan uji statistik chisquare.Berdasarkan hasil penelitian, pola asuh ibu dalam praktik pemberian makan padakelompok kasus 80% diberi makanan prelaktal,67,5% tidak diberi kolostrum, 90% tidakASI Ekslusif, 72,5% pemberian MP-ASInya tidak baik, dan 82,5% penyapihannya tidakbaik. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh ibu dalampraktik pemberian makan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan (makanan prelaktalp-value = 0,000 dan OR = 18,857, praktik pemberian kolostrum p-value = 0,029 dan OR= 4,333, praktik pemberian ASI Eksklusif p-value = 0,000 dan OR = 11,000,praktik pemberian MP-ASI p-value = 0,000 dan OR = 23,727, praktik penyapihan pvalue= 0,000 dan OR = 33,000). Disarankan agar penyuluhan yang lebih intensiftentang praktik pemberian makan pada balita bagi masyarakat, diaktifkannya kelas ibudan pemanfaatan pekarangan rumah.Kata kunci : pola asuh ibu, praktik pemberian makan, status gizi

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue