cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Setu 1 Mariani, Farida; Barkah, Asep
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11110

Abstract

ABSTRACT Stunting or what is commonly referred to as stunting under five is one of the main nutritional problems suffered by infants in Indonesia. Around 150.8 million or 22.2% in 2017 toddlers suffer from stunting in the world. Information on the prevalence of stunting in children under five compiled by WHO (World Health Organization) shows that in the Southeast Asian region, Indonesia is ranked third with the highest prevalence. The prevalence of stunting among toddlers in 2005-2017 in Indonesia averaged 36.4%. Based on distribution points, almost all provinces except South Sumatra and Bali, have stunting percentages above the WHO limit. The provinces with the highest stunting were West Sulawesi (39.7) and East Nusa Tenggara (38.7). Based on West Java Profile data for 2021, the prevalence of short toddlers based on the height-for-age index (TB/U) in 2021 is 6.08%. Health Profile of Bekasi Regency for 2020, based on the Anthropometric Index, namely height for age (PB/U or TB/U), there are 4.2% of toddlers with stunting status. Factors that influence the incidence of stunting in toddlers are knowledge, attitude. Analyzing the relationship between knowledge and attitudes with stunting in toddlers at the Setu 1 Health Center. Analytical with cross sectional approach. The sample in this study were all mothers with toddlers aged 0-60 months who were treated at the Setu 1 Health Center on 01-30 May 2023 when the questionnaire was distributed to 51 people. The sampling technique uses accidental sampling. There are toddlers who experience stunting 3.9%. Respondents with good knowledge were 58.8% and respondents who had a positive attitude were 70.6%. There is a relationship between knowledge and the incidence of stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a value of p.value.0.004. And there is a relationship between attitude and stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a p.value of 0.25. There is a relationship between knowledge, attitudes and stunting in toddlers. Health workers are expected to be more active in providing education about stunting to the public so that the incidence of stunting in toddlers is reduced. Keywords: Knowledge, Attitude, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting atau yang biasa disebut dengan peristiwa balita pendek adalah salah satu permasalahan gizi utama yang diderita oleh bayi di Indonesia. Sekitar 150,8 juta atau sebesar 22,2% pada tahun 2017 balita menderita stunting di dunia. Informasi mengenai prevalensi pada balita yang mengalami stunting yang dihimpun WHO (World Health Organization) menampilkan bahwa di regional Asia Tenggara, Indonesia berada pada peringkat ketiga dengan prevalensi paling tinggi. Prevalensi pada balita stunting tahun 2005- 2017 di Indonesia rata-rata sebesar 36,4%. Berdasarkan titik sebaran, hampir seluruh provinsi kecuali Sumatera Selatan dan Bali, memiliki persentase stunting di atas batas WHO. Adapun provinsi dengan stunting tertinggi adalah Sulawesi Barat (39,7) dan Nusa Tenggara Timur (38,7). Berdasarkan data Profil Jawa Barat tahun 2021, Prevalensi balita pendek berdasarkan indeks tinggi badan per umur (TB/U) tahun 2021 sebesar 6,08 %. Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2020, berdasarkan Indeks Antropometri yaitu tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), terdapat 4,2 % balita dengan status stunting. Faktor yang mempengaruhi kejadian Stunting pada balita adalah pengetahuan, sikap. Menganalisis hubungan.  Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki Balita usia 0-60 bulan yang berobat di Puskesmas Setu 1 pada tanggal 01 – 30 Mei 2023 pada saat penyebaran kuesioner sebanyak 51 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Terdapat balita yang mengalami Stunting 3,9%. Responden berpengetahuan baik 58,8% dan responden yang memiliki sikap positif 70,6%. Adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value.0,004. Dan adanya hubungan antara sikap dengan kejadian Stuntung pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value 0,25. Adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dengan kejadian Stunting pada balita. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi tentang Stunting kepada masyarakat supaya kejadian Stunting pada balita berkurang. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Stunting, Balita
Pengaruh Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terhadap Suhu dan Kehilangan Panas pada Bayi Baru Lahir Kurianti, Kurianti; Sitorus, Kony Enjeli; Malau, Kristina Juni Br; Manalu, Latipah Br
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.14035

Abstract

ABSTRACT Premature babies have a high risk of diseases related to prematurity, including idiopathic respiratory distress syndrome (hyaline membrane disease), aspiration pneumonia due to incomplete swallowing and coughing, spontaneous bleeding and lateral cerebral ventricles, due to cerebral anoxia (closely related to respiratory disorders, hyperbiliruninemia due to immature liver function), and hypothermia. The aim of this research is the Relationship between Baby Care Procedures and Neonatal Infections in Premature Babies. This type of research uses descriptive analytical survey research with a cross sectional design. The population in this study was all 50 premature baby patients at the Royal Prima Medan Hospital. analysis of the effect of IMD on conduction heat loss. Heat loss by conduction in the IMD group was lower than in the non-IMD group but statistically using the t-test technique there was no significant difference with a p value > 0.05. There is an effect of early initiation of breastfeeding on axillary temperature in babies after one hour of birth. Dry heat loss was lower in the IMD group compared to the non-IMD group but was not statistically significant Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Temperature, Heat Loss, Infant, Newborn  ABSTRAK Bayi prematur mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit-penyakit yang berhubungan dengan prematuritas, antara lain sindrom gangguan pernafasan idiopatik (penyakit membrane hialin), aspirasi pneumonia karena refleksi menelan dan batuk belum sempurna, perdarahan spontan dan ventrikel otak lateral, akibat anoksia otak (erat kaitannya dengan gangguan pernafasan, hiperbiliruninemia karena fungsi hati belum matang), dan hipotermia. Tujuan penelitian ini Hubungan Prosedur Perawatan Bayi Dengan Infeksi Neonatal Bayi Prematur. Jenis penelitian ini menggunaan penelitian survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pasien bayi prematur  sebanyak 50 orang di Rumah Sakit Royal Prima Medan. analisis pengaruh IMD ter-hadap kehilangan panas konduksi. Kehilangan panas secara konduksi pada kelompok IMD lebih rendah dari pada kelompok non IMD namun secara statitik dengan teknik t-test tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p value > 0,05. Terdapat pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu aksila pada bayi setelah satu jam kelahiran. Kehilangan panas kering lebih rendah pada kelompok IMD dibandingkan dengan kelompok non IMD tetapi tidak bermakna secara statistik Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini, Suhu, Kehilangan Panas, Bayi, Baru Lahir
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif, Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Gusman, Yuni Malinda; Farlikhatun, Lili
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10858

Abstract

ABSTRACT Stunting is a nutritional problem in society, especially toddlers. In 2021 there are 24.4% of children in Indonesia suffering from stunting. In 2022 there are 6.31 toddlers in the working area of the Karyamekar Health Center suffering from stunting. Many factors can lead to stunting, including a history of exclusive breastfeeding, parenting style and mother's knowledge of nutrition. This study aims to determine the relationship between history of exclusive breastfeeding, parenting style and mother's knowledge about nutrition with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Karyamekar Health Center in 2023. The research design is a survey research with a cross sectional approach. The sample technique used is simple random sampling with a sample size of 280 people. Data analysis in this study was univariate and bivariate analysis using the SPSS program. From the univariate analysis, the results showed that 37 respondents (13.2%) had stunted toddlers, 189 respondents (67.5%) had babies who were not exclusively breastfed, 161 respondents (57.5%) had poor parenting and respondents who had low nutritional knowledge, namely 164 (58.6%). From the results of statistical tests with the chi square test, it was found that there was a relationship between history of exclusive breastfeeding (p value = 0.005), parenting values (pvalue = 0.000) and knowledge about nutrition (pvalue = 0.000) with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 month. There is a relationship between a history of exclusive breastfeeding, parenting style and knowledge of nutrition with the occurrence of stunting in toddlers aged 24-59 months. It is hoped that health workers will provide interventions according to the problems that cause stunting. Keywords: Knowledge, Parenting, Exclusive Breastfeeding, Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi dimasyarakat, terutama balita. Tahun 2021 terdapat 24,4 % anak di Indonesia menderita stunting. Tahun 2022 terdapat 6,31 balita diwilayah kerja puskesmas Karyamekar menderita stunting. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting antara lain riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Karyamekar tahun 2023. Desain penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sample yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 280 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan program SPSS. Dari analisa univariat diperoleh hasil responden yang memiliki balita stunting yaitu 37 (13,2%), responden memiliki bayi tidak ASI Eksklusif yaitu 189 (67,5%), responden yang memiliki pola asuh kurang yaitu 161 (57,5%) dan responden yang memiliki pengetahuan gizi rendah yaitu 164 (58,6%). Dari hasil uji statistic dengan chi square test diperoleh bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif (p value = 0,005), pola asuh nilai (pvalue = 0,000) dan pengetahuan tentang gizi (pvalue = 0,000) dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, pola asuh dan pengetahuan tentang gizi dengan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi sesuai dengan masalah yang menyebabkan stunting. Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Asuh, ASI Ekslusif, Stunting 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Motorik Halus dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Parmiti, Ni Made Desi Ari; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Jayanti, Desak Made Ari Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12352

Abstract

ABSTRACT Fine motor is the child's ability to perform movements involving small muscles. One of the factors affecting the fine motor development of the child is the knowledge of the parents (mother). The purpose of this study was to determine the relationship between the level of maternal knowledge about fine motor development and fine motor development in preschool-age children in TK Negeri Susut Kaja. Thisenelitian is quantitatively correlational with the cross sectional approach.  The population in this study was all students and mothers of students at TK Negeri Susut Kaja, the sample consisted of 33 students and 33 mothers using the total sampling technique, data analysis using spearman rank tests. The instruments in this study were a knowledge level questionnaire and a PPP sheet.  The results of most maternal knowledge are sufficient, namely as many as 15 people (45.5%), as many as 16 children (48.5%)  with appropriate development. The results of the spearman rank test, namely (0.005) p<0.05 and the correlation value coefficient (r) = 0.473. It can be concluded that there is a sufficient relationship between maternal knowledge and the fine motor development of preschoolers. Keywords: Preschoolers, Fine Motor Development, Knowledge  ABSTRAK Motorik halus adalah kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang melibatkan otot kecil. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus anak adalah pengetahuan orang tua (ibu). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik halus terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Negeri Susut Kaja. Penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa dan ibu siswa di TK Negeri Susut Kaja, sampel terdiri dari 33 siswa dan 33 ibu menggunakan teknik total sampling, analisa data menggunakan uji rank spearman. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan lembar KPSP.  Hasil sebagian besar pengetahuan ibu cukup yaitu sebanyak 15 orang (45,5%), sebanyak 16 anak (48,5%)  dengan perkembangan sesuai. Hasil uji rank spearman yaitu (0,005) p<0,05 dan nilai korelasi koefisien (r)=0,473. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Kata Kunci: Prasekolah, Perkembangan Motorik Halus, Pengetahuan
Studi Kasus: Penerapan General Initial Management Terhadap Kriteria Hasil Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Acute Coronary Syndrome di Instalasi Gawat Darurat RSUD Cibabat Kota Cimahi Ardiansyah, Diki; Yasmin, Alya Fariida; Pragholapati, Andria
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16677

Abstract

ABSTRACT The incidence of ACS in the emergency room of Cibabat Hospital, Cimahi City in 2023 was quite high, reaching 1,056 people. The appropriat handling carried out by nurses in the emergency room is to apply general initial management (MONA) as a measure to help reduce pain and risk of death within the first 2 hours of an attack. The purpose of this study was to determine the description of the application of general initial management in nursing care for ACS patients in the Emergency Room of Cibabat Hospital, Cimahi City. This study used descriptive case report or case study methodology. The research subjects were patients with a diagnosis of ACS STEMI, patients with acute pain nursing problems, patients fully conscious with a compos mentis level of consciousness. The results of the assessment of left chest pain, pain did not decrease, pain like stabbing, pain radiating to the back and left arm, pain scale 6, pain lasted ≥20 minutes, echg picture of sinus bradycardia and ST segment elevation in leads II, III, and aVF, troponin I 40000 ng/L. General initial management was applied, positioning, nasal cannula oxygen 4L/min, aspirin (arixtra 2.5 cc 1x1 sc), and nitrates were not given because the patient did not meet the requirements, namely systolic ≤90 mmHg and pulse ≤60x/min, after being evaluated 1 hours the pain scale was reduced to 3. The author concludes that the application of general initial management (MONA) can reduce pain in ACS in the first 1 hours. Based on this study, it is recommended for nurses to improve the accuracy of the implementation of general initial management to reduce acute pain in ACS patients.. Keywords: General Initial Management, Acute Pain, Acute Coronary Syndrome, Nursing Care  ABSTRAK Angka kejadian ACS di IGD RSUD Cibabat Kota Cimahi pada tahun 2023 cukup tinggi yaitu mencapai 1.056 orang. Penanganan yang tepat dilakukan perawat di IGD dengan melakukan penerapan general initial management (MONA) sebagai tindakan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan risiko kematian dalam 2 jam pertama serangan. Tujuan penelitian ini guna memahami gambaran penerapan general initial management dalam asuhan keperawatan pada pasien ACS di IGD RSUD Cibabat Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif case report atau studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien dengan diagnosa ACS STEMI, pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut, pasien sadar penuh dengan tingkat kesadaran compos mentis. Hasil pengkajian nyeri dada sebelah kiri, nyeri tidak berkurang, nyeri seperti tertusuk-tusuk, nyeri menjalar ke punggung dan lengan kiri, skala nyeri 6, nyeri berlangsung ≥20 menit, gambaran EKG sinus bradikardia dan ST segmen elevasi pada lead II, III, dan aVF, troponin I 40000 ng/L. Dilakukan penerapan general initial management pemberian posisi, pemberian oksigen nasal kanul 4L/menit, aspirin (arixtra 2,5 cc 1x1 sc), dan nitrat tidak diberikan karena pasien tidak memenuhi syarat yaitu sistolik ≤90 mmHg dan nadi ≤60x/menit, setelah dievaluasi 1 jam skala nyeri berkurang menjadi 3. Penulis menarik kesimpulan penerapan general initial management (MONA) dapat menurunkan nyeri pada ACS di 1 jam pertama. Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi perawat untuk meningkatkan ketepatan implementasi general initial management untuk mengurangi nyeri akut pada pasien ACS. Kata Kunci: General Initial Management, Nyeri Akut, Acute Coronary Syndrome, Asuhan Keperawatan
Gambaran Kualitas Tidur Pada Wanita dengan Kanker Payudara dan Kanker Servik yang Menjalani Kemoterapi Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Kamaryati, Ni Putu; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Yudari, Ni Made Adi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12708

Abstract

ABSTRACT Breast cancer and cervical cancer are the most common cause for death in women. The prevalence of breast and cervical cancer are increasing every year. Chemoterapy is usual treatment for cancer which can affect sleep quality. Quality of sleep is important to identify where can impact patient’s quality of life. The purpose of this study was to determine prevalence of poor sleep quality and the domains that contribute to it. This study used quantitative descriptive approach with 80 breast and cervical cancer patients undergoing chemotherapy. Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI) was used to measured the quality of sleep, a score of >5 indicates poor sleep quality. The data was analyze using univariate analysis. Most of the respondent (70%) have poor sleep quality. In the sleep quality domain, the most complaining problem were sleep disturbance (51.2%) and sleep latency (46.2%). Poor sleep quality is a significant problem experienced by patient breast and cervical cancer undergoing chemotherapy. The quality of sleep must be regularly assesed in order to provide appropriate interventions and treatments.  Keywords: Breast Cancer, Cervical Cancer, Chemoteraphy,Sleep Quality, PSQI  ABSTRAK Kanker payudara dan kanker servik merupakan jenis kanker yang menjadi penyebab utama kematian dalam kasus kanker dengan jumlah penderita yang meningkat setiap tahunnya. Kemoterapi menjadi salah satu terapi bagi pasien kanker yang menimbulkan efek samping penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur penting untuk diidenfifikasi karena memilik peran penting dalam kualitas hidup pasien. Mengetahui prevalensi gangguan tidur dan domain yang berperan dalam penurunan kualitas tidur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pada 80 pasien kanker payudara dan kanker servik yang menjalani kemoterapi. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan skor >5 menunjukan kualitas tidur yang buruk. Data dianalisis teknik analisa data univariate untuk variable yang diteliti. Sebanyak 70% responden melaporkan kualitas tidur yang buruk. Pada domain kualitas tidur responden melaporkan kualitas yang buruk pada gangguan tidur malam (51.2%) dan kesulitan memulai tidur atau latensi tidur (46.2%). Penurunan kualitas tidur merupakan permasalahan yang signifikan dialami oleh pasien kanker payudara dan kanker servik yang menjalani kemoterapi. Kesulitan tidur yang dialami sebaiknya dikaji secara rutin sehingga intervensi dan treatment yang sesuai dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidurnya Kata Kunci: Kanker Payudara, Kanker Servik, Kemoterapi, Kualitas Tidur, PSQI
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Orang Tua tentang Cedera pada Anak Usia 1-3 tahun di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Mia Putri; Riska Wandini; Linawati Novikasari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16108

Abstract

ABSTRACTThe infant mortality rate (IMR) in Lampung Province experienced a downward trend from 146 per 1,000 Luteinizing Homone to 16 per 1,000 Luteinizing Homone. In Lampung Province, the first place is Central Lampung with 217 deaths (20.11%) in children under 5 years old, East Lampung is in second place with 214 deaths (19.83%), and Bandar Lampung is in third place with 137 deaths (12 .69%). The number of children aged 1-5 years in Bandar Lampung City is estimated to reach 86,512 in 2022. Meanwhile, the five Community Health Centers with the highest number of babies are Panjang Health Center 6,592, Sukaraja Health Center 5,034, Satellite Health Center 4,666, Kedaton Health Center 4,352, and Rajabasa Indah Health Center 4,261. Is known the effect of health education on parents' knowledge about injuries in children aged 1-3 years This research uses quantitative research. This research design is a pre-experimental design with a one group pre-test and post-test approach. The population of this study were mothers who had children aged 1-3 years. The sample for this research was 355 mother respondents who had children aged 1-3 years.Based on the research results, it was found that the mean knowledge of parents about injuries in children aged 1-3 years before and after being given health education with a mean of 43.48 SD 8.5333 and after being given health education increased with a mean of 48.13 SD 4.813 . The results of the bivariate test analysis were obtained, namely a p-value of 0.000.There is an influence of health education on parents' knowledge about injuries in children aged 1-3 years. Keywords :Health education, Knowledge, Injuries  ABSTRAK Angka kematian bayi (AKB) di Provinsi Lampung mengalami tren penurunan dari 146 per 1.000 Luteinizing Homone menjadi 16 per 1.000 Luteinizing Homone. Di Provinsi Lampung, peringkat pertama adalah Lampung Tengah dengan 217 kematian (20,11%) pada anak dibawah 5 tahun, Lampung Timur pada peringkat kedua dengan 214 kematian (19,83%), dan Bandar Lampung pada peringkat ketiga dengan 137 kematian (12,69%). Jumlah anak usia 1-5 tahun  di Kota Bandar Lampung diperkirakan mencapai 86.512 pada tahun 2022. Sedangkan lima Puskesmas yang memiliki jumlah bayi terbanyak adalah Puskesmas Panjang 6.592, Puskesmas Sukaraja 5.034, Puskesmas Satelit 4.666, Puskesmas Kedaton 4.352, dan Puskesmas Rajabasa Indah 4.261. Diketahui Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Sampel penelitian ini adalah 355 responden ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan mean 43,48 SD 8,5333 dan setelah diberi pendidikan kesehatan mengalami peningkatan dengan mean 48,13 SD 4,813. Didapatkan hasil analisa uji bivariat yaitu nilai p-value 0,000. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang cedera pada anak usia 1-3 tahun. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Cedera
Skrining Anemia Remaja Putri di Pondok Pesantren Asshohwah Al-Islamiyah Desa Beleka Gerung Lombok Barat Turmuzi Turmuzi; Fariani Syahrul; Lalu Madahan
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12710

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition with hemoglobin levels that are lower than normal in adolescent girls, namely >12 g/dl. The prevalence of problematic anemia in adolescent girls shows >15%. The impact of anemia on adolescent girls which causes growth disorders, easy infection, reduced body fitness, decreased enthusiasm for learning and achievement, reduced physical abilities in preparation for becoming prospective mothers poses a risk to the health of the mother and the baby she is carrying. Carrying out anemia screening in adolescent girls to determine the clinical picture, namely weak, tired, lethargic, tired, inattentive and other clinical features using Hb Sahli at the Asshohwah Al-Islamiyah Islamic Boarding School, Beleka Gerung Village, West Lombok. Using descriptive observational. The sample in the study was 107 young women at the Asshohwah Al-Islamiyah Islamic Boarding School with inclusion criteria based on clinical symptoms of anemia. By using validity analysis to determine sensitivity, specificity, Positive Predictive Value (PPV) and Negative Predictive Value (NPV). Of the 107 young women who were examined for anemia, descriptive clinical symptoms were known, namely 19.63% had weak symptoms. 51.40% tired, 17.76% lethargic, 16.82% tired, 46.73% inattentive, 15.89% dizzy and 64.49% dizzy. Validity analysis for the highest sensitivity to dizziness symptoms 75.68 %, specificity for symptoms was 84.29%, the highest Positive Predictive Value (PPV) for symptoms of weakness was 47.61% and the highest Negative Predictive Value (NPV) for symptoms of dizziness was 84.29%. The prevalence of anemia in adolescent girls at the Asshohwah Al-Islamiyah Islamic Boarding School in Beleka Village, West Lombok is 27.10%. The health center carries out regular screening, provides counseling, gets used to a healthy lifestyle, and provides blood supplement tablets (Fe) to anemic adolescent girls. . Keywords: Screening, Validity, Anemia in Adolescent Girls  ABSTRAK Anemia adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari normal pada remaja putri adalah >12 g/dl  Prevalensi anemia bermasalah pada remaja putri menunjukkan > 15%. Dampak anemia pada remaja putri yang menyebabkan gangguan masa pertumbuhan, mudah terinfeksi, kebugaran tubuh berkurang, semangat belajar dan prestasi menurun, menurunkan kemampuan fisik  persiapan menjadi calon ibu berisiko terhadap kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Melakukan skrining anemia pada remaja putri untuk mengetahui  gambaran klinis yaitu lemah,letih,lesu,Lelah,lalai dan klinis lainnya menggunakan Hb Sahli di Pondok Pesantren Asshohwah Al-Islamiyah Desa Beleka Gerung Lombok Barat. Menggunakan observasional deskriptif. Sampel dalam penelitian adalah remaja putri di Pondok Pesantren Asshohwah Al-Islamiyah berjumlah 107 orang dengan kriteria inklusi berdasarkan gejala klinis anemia. Dengan menggunakan analisis validitas untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, Positif Predictive Value (PPV) dan Negatif Prdicive Value (NPV). Dari 107 Remaja Putri yang diperiksa anemia deskritf gejala klinis diketahui yaitu 19,63%  gelaja lemah. 51,40% lelah, 17,76%, lesu, 16,82% letih, 46,73% lalai, 15,89% berkunang-kunang dan 64,49% pusing .Analisi Validitas untuk sensitifitas tertinggi pada gejala pusing 75,68%, spesifisitas pada gejala 84,29%, Positif Predictive Value (PPV) tertinggi pada gejala lemah sebesar 47,61% dan Negative Predictive Value (NPV) tertinggi pada gejala Pusing 84,29%. Prevalensi anemia pada remaja putri di di Pondok Pesantren Asshohwah Al-Islamiyah Desa Beleka Lombok Barat adalah 27,10% Puskesmas melakukan skrining secara berkala,memberikan penyuluhan,,membiasakan pola hidup,sehat,dan pemberikan tablet tambah darah (Fe) pada remaja putri anemia. Kata Kunci: Skrining,Validitas,Anemia Remaja Putri
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dalam Menghadapi Gejala Menopause Pada Wanita Perimenopause di Klinik Wede Ar Rachman Putri, Sela Eka; Susilawati, Susilawati; Lathifah, Neneng Siti
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.11920

Abstract

ABSTRACT The incidence of pre-menoupose at the age of 40-45 years during 2020 is 45.4 million of the total population in Indonesia. According to research conducted by the Department of Epidemiology and Psychiatry of the University of Pittsburgh, O'hara in 2018 obtained the results of 28.9% who experienced stress due to not having the readiness to face menopause at the beginning of premenopause. Knowledge has a very important role in the lives of women who experience menopause. To know the relationship between knowledge and attitudes in dealing with menopausal symptoms in perimenopausal women at the Wede Ar Rachman Clinic in 2023. This research is a quantitative study with an analytic survey approach. This study uses a Cross Sectional design, which is a type of research that emphasizes the time of measurement or observation of data on independent and dependent variables only once at a time. This research will be conducted in February - July 2023, this research was conducted at the Wede Ar Rachman Clinic in 2023. The number of samples in this study were 50 respondents. This research instrument uses a questionnaire. The results of data analysis using the chi square test OR value (95% CI) of 0.282 (0.085-0.938). Based on the results of p value 0.0350.05, which means that there is a relationship between knowledge and attitudes in dealing with menopausal symptoms in perimenopausal women at the Wede Ar Rachman Clinic in 2023. Knowledge has an influence on positive attitudes in women in dealing with menopausal symptoms. Keywords: Knowledge, Attitude, Perimenopause  ABSTRAK Kejadian pre menoupose pada usia 40-45 tahun selama tahun 2020 sebanyak 45,4 juta dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Departemen Epidemiologi dan Psikiatri University of Pittsburgh, O’hara pada tahun 2018 di dapatkan hasil 28,9% yang mengalami stress di karenakan tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi menopause di awal premenopause. Pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan para perempuan yang mengalami masa menopause. Diketahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam menghadapi gejala menopause pada wanita perimenopause di Klinik Wede Ar Rachman Tahun 2023.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Survei analitik. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel bebas dan tergantung hanya satu kali pada satu saat. enelitian ini akan dilakukan pada bulan Februari – Juli tahun 2023, penelitian ini dilakukan di Klinik Wede Ar Rachman Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner. Hasil analisis data menggunakan uji chi square nilai OR (CI 95%) sebesar 0,282 (0.085-0.938) . Berdasarkan hasil p value 0,0350,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan dan sikap dalam menghadapi gejala menopause pada wanita perimenopause di Klinik Wede Ar Rachman Tahun 2023. Pengetahuan mempunyai pengaruh terhadap sikap positif pada Wanita dalam menghadapi gejala menopause. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perimenopouse
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Perilaku Kekerasan dengan Instrumen PANSS-EC pada Pasien dengan Perilaku Kekerasan di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur Saputri, Tri Marlena; Suara, Mahyar
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.10981

Abstract

ABSTRACT Mental disorder is a condition that affects the mental health of an individual. Individuals with mental disorders have a sizable population, even one in eight people has a mental disorder. Mental disorders themselves are usually accompanied by the appearance of violent behavior both towards oneself and others. Management of violent behavior that can be done is in the form of relaxation therapy in the form of benson relaxation, which consists of deep breathing accompanied by spiritual activities. This writing aims to be able to provide insight and knowledge about the effect of benson relaxation therapy on reducing violent behavior in patients with violent behavior. This study uses a design in the form of pre-post test design, by selecting the sample in the form of a simple random sample, then the research data was analyzed using univariate and bivariate analysis with a data processing program in the form of SPSS. The results showed that there was an effect of benson relaxation therapy on patients with violent behavior, the visible effect was a decrease in violent behavior in patients with violent behavior. based on the results of the study there was an effect of benson relaxation therapy on violent behavior, in the form of a decrease in violent behavior in 24 patients. The characteristics of patients with violent behavior show that there were 26 patients experiencing acute agitation, after being given the intervention it decreased to only three people experiencing acute agitation. In addition, based on the results of the study, there was an effect of benson relaxation therapy on violent behavior, in the form of a decrease in violent behavior in 24 patients. Keywords: Benson Relaxation Techniques, Violent Behavior, Deep Breathing Techniques, Spiritual Activities  ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi kesehatan jiwa suatu individu. Individu dengan gangguan jiwa memiliki populasi yang cukup besar bahkan satu dari delapan orang mengalami gangguan jiwa. Gangguan jiwa sendiri biasanya disertai dengan munculnya perilaku kekerasan baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Manajemen perilaku kekerasan yang bisa dilakukan berupa terapi relaksasi berupa relaksasi benson, yang terdiri dari napas dalam disertai dengan kegiatan spiritual. Penulisan ini bertujuan agar dapat menginformasikan wawasan dan pengetahuan terhadap pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien dengan perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain berupa pre-post test design, dengan pemilihan sampel berupa sampel acak sederhana, kemudian data penelitian di analisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan program pengolah data berupa SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh terapi relaksasi benson terhadap pasien dengan perilaku kekerasan, pengaruh yang terlihat berupa penurunan perilaku kekerasan pada pasien dengan perilaku kekerasan. berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh dari terapi relaksasi benson terhadap perilaku kekerasan, berupa penurunan perilaku kekerasan pada 24 pasien.  Karakteristik pasien dengan perilaku kekerasan menunjukan bahwa terdapat 26 pasien mengalami agitasi akut, setelah diberikan intervensi menurun hingga hanya tiga orang yang mengalami agitasi akut. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh dari terapi relaksasi benson terhadap perilaku kekerasan, berupa penurunan perilaku kekerasan pada 24 pasien. Kata Kunci: Teknik relaksasi benson, Perilaku kekerasan, Teknik napas dalam, Kegiatan Spiritual

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue