cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2010): April, 2010" : 12 Documents clear
Deteksi Transgen (Glu-1Dx5) pada Populasi Padi (Oryza sativa L.) Putative Transgenik Kultivar Fatmawati Nono Carsono; Sri Nurlianti; Inez Nur Indrayani; Ade Ismail; Tri Joko Santoso; Murdaningsih H. Karmana
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.146 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.985

Abstract

Transformasi gen Glu-1Dx5, pengendali utama karakter elastisitas dan daya mengembang adonan dari gandum, telah berhasil ditransfer ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dengan menggunakan penembakan partikel, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas adonan tepung beras. Galur-galur harapan telah diperoleh, tetapi karena telah mengalami penyerbukan sendiri selama 1-2 generasi yang menyebabkan transgen mengalami segregasi, maka diperlukan upaya pendeteksian transgen pada populasi putative transgenik ini. Upaya ini dapat dilakukan, antara lain dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memungkinkan perbanyakan fragmen DNA yang spesifik (gen) secara cepat dalam jumlah banyak.  Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman padi transgenik yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada dua generasi yang sedang bersegregasi. DNA genom dari 149 tanaman padi (generasi T1 sebanyak 14 tanaman, generasi T2 sebanyak 134 tanaman, dan satu tanaman non-transgenik) telah diekstraksi menggunakan Genomic DNA Purification Kit dari Fermentas. Plasmid pK+Dx5 digunakan sebagai positif kontrol, selain itu digunakan juga enzim Taq DNA polymerase dari Go Green Taq® Master Mix (Promega) dan 2 primer spesifik yang mengamplifikasi coding region dari Glu-1Dx5 (2,5 kb). Hasil percobaan menunjukkan, tanaman padi yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada generasi T2-7 sebanyak 26 tanaman, T2-11 : 12 tanaman, T2-12 : 3 tanaman, T2-40 : 3 tanaman dan T2-45 : 5 tanaman. Seluruh tanaman generasi T1 tidak memiliki insert. Hasil ini menunjukkan bahwa gen Glu-1Dx5 sudah terintegrasi ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Perkembangan Bunga dan Buah pada Tegakan Benih Surian (Toona Sinensis Roem) Yayat Hidayat
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2184.45 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.971

Abstract

Produktivitas buah pada tegakan benih dipengaruhi oleh persentase jumlah pohon induk yang berbunga, persentase keberhasilan buah mencapai ukuran dewasa, peran agen polinator, gangguan hama bunga, gangguan lingkungan ekstrim dan manajemen polinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan bunga dan buah surian (T. sinensis Roem) serta produktivitasnya pada tegakan benih surian. Pengamatan morfologi dan perkembangan dari bunga dan buah surian telah dilakukan pada tegakan benih surian berumur 15 tahun, di Kebun Percobaan Hutan Tanaman Industri (KPHTI) Unwim. Variabel yang diamati meliputi morfologi dan perkembangan bunga, morfologi dan perkembangan buah, serangga pengunjung bunga dan produktivitas buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perkembangan bunga mulai dari kelopak tertutup hingga membuka dan mahkota bunga mencapai ukuran panjang maksimal dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu, sedangkan tahapan perkembangan dari buah muda hingga mencapai matang dan terpencar di pohon dibutuhkan waktu sekitar 5 bulan. Bunga surian termasuk tipe hermaprodit, sistem pembungaannya termasuk protandri dikogami.  Prosentase pohon induk yang berbuah mencapai 16 %–45 %, dengan potensi buah kering perpo-honnya mencapai 0,36–2,3 kg.  Kupu-kupu, lebah dan lalat merupakan agen polinator pada tegakan benih surian, sedangkan trips dan ulat merupakan hama bunga.
Infektivitas Inokulan Glomus sp. dan Gigaspora sp. pada Berbagai Komposisi Media Zeolit-Arang Sekam dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Sorgum (Sorghum bicolor) Merry Prafithriasari; Anne Nurbaity
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.293 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.977

Abstract

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai pupuk hayati telah diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penyediaan sumber inokulum FMA sangat berkaitan erat dengan sumber bahan baku pembawa atau media tumbuh inokulum FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tumbuh dan jenis FMA yang berbeda terhadap persentase infeksi akar dan pertumbuhan tanaman sorgum. Perlakuan komposisi media tumbuh inokulan  terdiri atas beberpa komposisi zeolit dan arang sekam. Isolat FMA yang digunakan adalah: 1) Glomus sp., 2) Gigaspora sp., dan 3) Glomus sp. + Gigaspora sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara komposisi media tumbuh (zeolit dan arang sekam) dengan jenis FMA terhadap peningkatan persentase infeksi akar, nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Secara mandiri perlakuan komposisi media memberikan pengaruh yang nyata terhadap nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Komposisi media tumbuh terbaik yang menghasilkan persen infeksi akar  tertinggi (62 %) adalah komposisi media 50 % zeolit + 50 % arang sekam, sedangkan nisbah pupus akar tertinggi diperoleh dari komposisi media tumbuh  75 % zeolit + 25 % arang sekam.  Walaupun kontrol (media zeolit 100%) lebih baik di dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sorgum, akan tetapi komposisi 75 % zeolit + 25 % arang sekam memiliki potensi untuk digunakan sebagai media produksi inokulan FMA.  Komposisi media ini dapat digunakan baik bagi produksi inokulan tunggal Glomus sp. atau Gigaspora sp., maupun inokulan campuran Glomus sp. + Gigaspora sp.
Pengkajian Pengembangan Model Pabrikasi Pupuk Organik: Studi Kasus di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Agus Ruswandi
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.983 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.987

Abstract

Di beberapa lokasi di Jawa Barat telah diintroduksikan model pabrikasi pupuk organik skala pedesaan antara lain di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Dalam pengembangan model tersebut masih menemui beberapa hambatan, yaitu permasalahan dalam pengembangan kelembagaan produksi pupuk organik, serta terkait dengan prilaku petani (pengguna). Pengkajian bertujuan 1) Mengevaluasi  tingkat kelayakan usaha pabrikasi pupuk organik di pedesaan; 2) Mengetahui faktor penentu  pengembangan produksi pupuk organik di pedesaan; 3). Mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku petani menggunakan pupuk. Pengumpulan data dilakukan melalui Expert Meeting dan survei wawancara terhadap 42 petani responden. Data diolah secara deskriptif, analisis Margin Benefit Cost Ratio, dan analisis regresi logistik binari. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa usaha pabrikasi pupuk organik skala pedesaan dengan model introduksi mempunyai kelayakan usaha yang lebih tinggi, sehingga layak dikembangkan. Permasalahan utama pabrik pupuk organik pedesaan yaitu tingkat produksinya masih di bawah kapasitas produksi optimum disebabkan pemasaran hasil yang kurang baik. Peluang petani menggunakan pupuk organik dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu proporsi tanaman semusim yang diusahakan, kepemilikan ternak, serta keterampilan dalam membuat pupuk kompos terutama dalam pengetahuan penggunaan dekomposer.
Potensi Sumber Daya Lahan untuk Tanaman Tebu di Indonesia Memet Hakim
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.091 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.967

Abstract

Produksi gula Indonesia hanya 1,68 % sedangkan gula yang dikonsumsi  sebesar 2,79 % dari total konsumsi gula dunia. Swasembada gula dapat dicapai antara lain dengan ekstensifikasi lahan tebu oleh karena itu kajian mengenai potensi sumber daya lahan di Indonesia untuk perkebunan gula perlu dilakukan. Total areal tebu di Indonesia saat ini sekitar 430.000 ha, masih kekurangan 420.000 ha untuk swasembada gula. Kekurangan ini secara teknis dapat diatasi karena potensi lahan dengan karakteristik tanah yang cocok untuk tebu tersedia. Daerah yang sesuai untuk tanaman tebu berdasarkan kesesuaian lahan mencapai 33,80 juta ha, yang terdiri dari lahan sangat sesuai 12,70 juta ha, moderat cocok dengan 6,30 juta ha, dan marginal sesuai sekitar 14,80 juta ha. Penyebaran areal yang cocok untuk tebu adalah terluas di Kalimantan, Papua, dan Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, dan Lampung.
Pengaruh Inokulasi Azotobacter Penghasil Eksopolisakarida terhadap Berat Kering dan Kandungan Kadmium Kubis (Brassica oleracea) di Tanah yang Dikontaminasi Kadmium Reginawanti Hindersah; Dedeh H. Arief
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.568 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.979

Abstract

Di lahan pertanian, kadmium (Cd) dapat berasal dari pupuk anorganik terutama pupuk fosfat. Kadmium dapat diakumulasi dalam jumlah berlebih di tanaman akumulator seperti keluarga Brassicacea tanpa gelaja keracunan. Serapan Cd dapat meningkat jika disertai inokulasi pupuk hayati Azotobacter yang menghasilkan Eksopolisakarida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kandungan Cd di tajuk tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi Cd melebihi ambang batas setelah inokulasi bakteri Azotobacter. Percobaan rumah kaca dirancang dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan aplikasi CdCl2 ke tanah Andisols sebagai  faktor pertama dan inokulasi isolat Azotobacter sebagai faktor kedua. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa inokulasi Azotobacter isolat LKM6 meningkatkan kandungan Cd tajuk kubis yang ditanam di tanah yang dikontaminasi Cd melebihi ambang batas. Pada penelitian ini tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi CdCl2 tidak memperlihatkan gejala keracunan.
Zona Agroekologi Kabupaten Keerom Provinsi Papua Berdasarkan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Hendrik Kubelaborbir; Karel Yarangga
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.891 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.989

Abstract

Ketersediaan data dan informasi zona agroekologi akan sangat membantu optimasi penggunaan lahan dan produksi tanaman yang berkelanjutan.  Kajian dengan tujuan untuk menyajikan informasi basis data keadaan fisik lingkungan Kabupaten Keerom dan menentukan zona agroekologi (ZAE) telah dilakukan di Kabupaten Keerom Provinsi Papua.  Data penelitian berupa data primer yaitu agroekosistem wilayah, jenis penutupan lahan dan penggunaan lahan; serta data sekunder berupa  keadaan umum wilayah, data sosial, data potensi dan produksi pertanian, data iklim, peta kontur, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan. Data dianalisis dengan menggunakan program Sistem Informasi Geografis. Hasil menunjukkan bahwa luas Kabupaten Keerom adalah 1.017.027,22 ha dengan lima kawasan zona agroekologi yaitu Zona I  untuk kawasan lindung seluas 569.258,33 ha, Zona II untuk perkebunan (budidaya tanaman tahunan) seluas 150.641,84 ha,  Zona III, untuk wanatani seluas 75.063,49 ha, Zona  IV  untuk  tanaman  pangan  seluas  187.126,93 ha dan Zona V bertanah rawa atau gambut untuk pertanian lahan basah dan perikanan darat seluas 34.936,63 ha.
Pertumbuhan Biji Palem Putri (Veitchia merilli (beec) h.f. moors) pada Berbagai Media Tumbuhan Nurul Sumiasri; Dody Priadi; Ink Kabinawa
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.239 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.981

Abstract

Palem putri (Veitchia merillii (Beec) H.F.Moors) adalah tanaman hias penting di kota-kota sehingga studi perkecambahan biji untuk tujuan komersil perlu dilakukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkecambahan dan pertumbuhan biji palem putri pada berbagai media tumbuh yang diberi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian di rumah kaca ini menguji empat jenis media tumbuh yaitu kompos, pasir,  Latosol dan Podsolik merah kuning (PMK). Hasil studi menunjukkan bahwa media terbaik untuk perkecambahan dan pertumbuhan bibit palem putri adalah  kompos. Media  pasir, tanah Latosol maupun Podsolik merah kuning tidak mendukung perkecambahan dan pertumbuhan bibit sebaik kompos.
Inventarisasi Penyakit pada Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Pada Tiga Daerah di Jawa Barat Krisna Dwi Laksono; Ceppy Nasahi; Nenet Susniahti
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2341.589 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.975

Abstract

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah salah satu tanaman alternatif penghasil minyak nabati yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan jarak pagar perlu diperhatikan termasuk penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi penyakit tanaman yang terdapat di beberapa perkebunan jarak pagar di daerah Jawa Barat yaitu, PT. Genting Oils di Cirata Kabupaten Bandung, PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di Jatitujuh Kabupaten Majalengka, dan PT. RNI di  Purwadadi Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengamatan keberadaan penyakit secara langsung pada tanaman sampel. Hasil pengamatan menunjukan bahwa penyakit embun tepung yang disebabkan oleh Oidium sp. dengan intensitas penyakit mencapai 38 %  ditemukan di  kebun Cirata B. Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh colletotrichum sp. dengan intesitas penyakit mencapai 37 % ditemukan di kebun Cirata A. Penyakit embun jelaga yang disebabkan oleh Capnodium sp. terdapat di kebun Purwadadi dan Jatitujuh dengan intensitas penyakit mencapai masing-masing 36 % dan 22,5 %.  Selain itu, ditemukan juga penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Pseudomonas sp., penyakit hawar daun kelabu yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp., serta ditemukan juga keberadaan nematode Rotylenchulus sp. di seluruh area penelitian.
Penetapan Kelembaban, Tekstur Tanah dan Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kina (Chinchona spp.) di Sub Das Cikapundung Hulu Melalui Citra Satelit Landsat-TM Image Abraham Suriadikusumah; Aryupti Pratama
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2257.725 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.993

Abstract

Penggunaan citra satelit Landsat TM telah banyak digunakan dalam bidang pertanian, terutama dalam hal penetapan atau identifikasi tutupan permukaan lahan seperti vegetasi, penggunaan lahan, kemiringan lereng, genangan air dan sungai, serta tutupan lainnya.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana citra satelit Landsat TM dapat mengiden­tifikasi kelembaban dan tekstur tanah serta analisis kesesuaian lahan tanaman kina (Chinchona spp.) pada Sub-DAS Cikapundung Hulu di Kabupaten Bandung Jawa Barat dengan ketinggian tempat  1000-1500 m di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam pene­litian ini adalah analisis deskriptif melalui interpretasi citra dengan membuat citra Normalized Difference Soil Index (NDSI), citra transformasi model Tasseled Cap: Wetness Index, survey lapangan dan analisis laboratorium. Hasil studi menunjukkan bahwa interpretasi citra satelit Landsat-TM dengan menggunakan pendugaan citra transformasi, dapat mengiden­tifikasi kelembaban tanah dengan tingkat akurasi 57,14 % dan untuk tekstur tanah sebesar 42,85 %. Karakteristik lahan pada Sub-DAS Cikapundung Hulu dikategorikan cukup sesuai (S2) untuk pengembangan tanaman kina dengan luasan area sebesar 68,69 ha.

Page 1 of 2 | Total Record : 12