cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 1 (2019): April, 2019" : 5 Documents clear
Pengaruh Induksi Resistensi oleh Khamir Candida tropicalis terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Terinfeksi Colletotrichum acutatum Sri Hartati; Linda Tarina; Endah Yulia; Luciana Djaya
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.314 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22699

Abstract

ABSTRACTEffect of induced resistance by Candida tropicalis on the growth of chili plants infected by Colletotrichum acutatumColletotrichum acutatum is a major pathogen of chili that causes a big yield loss. Candida tropicalis has been reported as a biocontrol agent antagonistic to C. acutatum. The research was objected tofind out the effect of induced resistance by C. tropicalis on the growth of chili plants infected by C. acutatum. The application of the yeast was carried out by seed dipping and seedling spraying methods. As treatments, C. acutatum, the pathogen was inoculated at different time, i.e. A = inoculation at 3 days after the induction (dai) by C. tropicalis, B = inoculation at 7 dai, C = inoculation at 10 dai, D = positive control on inoculation at 3 dai, E = positive control on inoculation at 7 dai, F = positive control on inoculation at 10 dai, G = negative control with no induction nor inoculation. The results showed that the induction by C. tropicalis was able to increase the plant height, leaf number, and dry weight. The highest increase of plant height of 30.72% was caused by induction of C. tropicalis inoculated at 7 dai. Induction of C. tropicalis inoculated at 3 dai increased the leaf number by 49.47%, and the plant dry weight by 50%. C. tropicalis has a potency to be developed as plant growth inducer.Keywords: Antagonist, Inoculation, Fungi, YeastABSTRAKJamur Colletotrichum acutatum merupakan patogen penyebab kehilangan hasil panen yang cukup besar pada tanaman cabai. Salah satu mikrob antagonis jamur ini yang telah dilaporkan adalah khamir Candida tropicalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi resistensioleh C. tropicalis terhadap pertumbuhan tanaman cabai terinfeksi C. acutatum. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan teknik perendaman benih dan penyiraman bibit tanaman cabaimenggunakan suspensi C. tropicalis dengan waktu inokulasi patogen C. acutatum yang berbeda. Perlakuan tersebut adalah A = Inokulasi C. acutatum 3 hari setelah perlakuan induksi C. tropicalis (hsp), B = Inokulasi C. acutatum 7 hsp, C = Inokulasi C. acutatum 10 hsp, D = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 3 hsp, E = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 7 hsp, F = Kontrol (+) dengan inokulasi C. acutatum 10 hsp, G = Kontrol (-) tanpa induksi dan inokulasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan induksi resistensi oleh khamir C. tropicalis mampu meningkatkan tinggi, jumlah daun, dan bobot kering tanaman cabai. Kemampuan meningkatkan tinggi tanamancabai tertinggi terjadi pada perlakuan C. tropicalis dengan waktu inokulasi 7 hsp yaitu sebesar 30,72%. Perlakuan khamir C. tropicalis dengan inokulasi patogen 3 hsp mampu meningkatkan jumlah daun tanaman cabai sebesar 49,47%. Perlakuan C. tropicalis dengan waktu inokulasi 3 hsp mampu meningkatkan bobot kering tanaman sebesar 50%. Khamir C. tropicalis berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens pemacu pertumbuhan tanaman.Kata Kunci: Antagonis, Inokulasi, Jamur, Patogen
Ketahanan Sistemik Terinduksi pada Tanaman Padi dengan Ekstrak Tumbuhan terhadap Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne graminicola Golden and Birchfiels) Toto Sunarto; Tarkus Suganda; Martua Suhunan Sianipar; Aep Wawan Irawan
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.37 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22700

Abstract

ABSTRACTInduced systemic resistance in rice plant with plant extract to rice root-knot nematode (Meloidogyne graminicola Golden and Birchfiels)Rice is one of important crop that constantly infected by various pathogens. Root-knot nematodes (Meloidogyne graminicola) can decrease rice productivity in Southeast Asia. These nematodes have been reported in Indonesia. Currently nematode control is focused on biological control, application of organic and inorganic materials, natural nematicide, and induction of resistance. The study was conducted in the greenhouse Department of Plant Pest and Disease, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The purpose of this study was to obtain an effective type of plant extract as an inducer of rice plant resistance to M. graminicola. The experiment used experimental method with Randomized Block Design consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatment consists of application of plant leaf extract: kirinyuh (Chromolaena odorata), beluntas (Plucea indica), water hyacinth (Eichornia crassipes), spinach thorn (Amaranthus spinosus), control (without plant extract), and carbofuran. The experimental results showed that the extract of beluntas (P. indica) and spinach thorn (A. spinosus) can decrease the amount of gall on the roots of rice plants, and can suppress the amount of juvenile II M. graminicola in 100 ml of soil.Keywords: Induced systemic resistance, Meloidogyne graminicola, Plant extract, RiceABSTRAKTanaman padi merupakan tanaman serealia penting di dunia. Patogen tanaman seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda merupakan faktor pembatas pada budidaya tanaman padi. Nematodabengkak akar (Meloidogyne graminicola) dapat menurunkan produktivitas padi di Asia Tenggara, dan nematoda ini telah dilaporkan terdapat di Indonesia. Pengendalian nematoda parasit tanaman sangat sulit, umumnya menggunakan nematisida kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Saat ini pengendalian nematoda difokuskan pada pengendalian secara biologi, aplikasi bahan organik dan inorganik, nematisida alami, dan induksi resistensi. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh jenis ekstrak tumbuhan yang efektif sebagai bahan penginduksi ketahanan tanaman padi terhadap M. graminicola. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (tanpa ekstrak tumbuhan), aplikasi ekstrak daun tumbuhan kirinyuh, beluntas, eceng gondok, bayam duri, dan karbofuran. fek ekstrak tumbuhan sebagai bahan penginduksi tanaman diuji terhadap jumlah gall pada akar, jumlah juvenile tingkat kedua (J2) M. graminicola dalam tanah, berat basah bagian atas tanaman, berat basah akar, dan tinggi tanaman padi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun tanaman bayam duri dan beluntas dengan metode seed treatment (perendaman benih padi) dan soil drench (penyiraman pada tanah sekitar tanaman padi) dapat menurunkan jumlah gall pada akar padi dan tanaman padi resisten terhadap M. graminicola. Ekstrak daun bayam duri dan beluntas dapat menekan jumlah J2 M. graminicola dalam tanah dan meningkatkan berat basah akar dan tinggi tanaman padi.Kata Kunci: Ekstrak tumbuhan, Ketahanan sistemik terinduksi, Meloidogyne graminicola, Padi
Pengaruh Pemberian Kombinasi Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap pH, N-Total, Serapan-N, serta Hasil Tanaman Pakchoi (Brassica chinensis L.) pada Fluventic Eutrudepts Dewi Septian Pujiningsih; Anni Yuniarti; Apong Sandrawati
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.343 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22701

Abstract

ABSTRACTThe effect of the combination types and dosages of manure on soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi (Brassica chinensis L.) on fluventics eutrudeptsThis research was conducted to determine the effect of the combination types and dosages of manure on soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi (Brassica chinensis L.) on Fluventics Eutrudepts. The study was conducted from April to Agustus 2010 in the research station Greenhouse Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor Sumedang, West Java, elevated at 700 meters above sea level. The experimental design used was Randomized Block Design (RBD) with eleven treatments and three replications, consisted of without fertilizer (control); one dose of inorganic fertilizer and chicken manure 25 g/polybag; 0.75 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 37.5 g/polybag; 0.5 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 50 g/polybag; 0.25 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 62.5 g/polybag; no inorganic fertilizer and chicken manure 75 g/polybag; one dose of inorganic fertilizer and sheep manure 25 g/polybag; 0.75 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 37.5 g/polybag; 0.5 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 50 g/polybag; 0.25 dose of inorganic fertilizer and sheep manure 62.5 g/polybag; no inorganic fertilizer and sheep manure 75 g/polybag. The results showed that significant effects of soil reaction, N-total, N-uptake, and yield of pakchoi from combination of types and dosages of manure. Treatment of 0.25 dose of inorganic fertilizer and chicken manure 62.5 g/polybag increased yields of pakchoi became 76.77 g.Keywords: Manure combination, Pakchoi, Fluventics EutrudeptsABSTRAKPercobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi jenis dan dosis pupuk kandang terhadap pH tanah, N-total, serapan-N, dan hasil tanaman pakchoi (Brassica chinensis L.)pada Fluventics Eutrudepts. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2010 di Rumah kaca kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan ketinggian tempat 700 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sebelas perlakuan dan tiga ulangan, yaitu yang terdiri dari tanpa pupuk (Kontrol); 1 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 25 g/polibeg; 0,75 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 37,5 g/polibeg; 0,5 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 50 g/polibeg; 0,25 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang ayam 62,5 g/polibeg; tanpa pupuk anorganik dan pupuk kandang ayam 75 g/polibeg; 1 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 25 g/polibeg; 0,75 dosis pupuk anorganik dan Pupuk kandang domba 37,5 g/polibeg; 0,5 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 50 g/polibeg; 0,25 dosis pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 62,5 g/polibeg; dan tanpa pupuk anorganik dan pupuk kandang domba 75 g/polibeg. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh terhadap pH, N-total, serapan N, dan hasil tanaman anorganik dan pupuk kandang ayam 62,5 g/polibeg dapat meningkatkan hasil tanaman pakchoi menjadi 76,77 g.Kata Kunci: Kombinasi pupuk kandang, pakchoi, Fluventics Eutrudepts
Hubungan Bobot Isi dan Kemantapan Agregat Tanah dengan Biomassa Tanaman Jagung Manis dan Cabai Merah setelah diberikan Kombinasi Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi pada Andisol, Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Heryanto
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.851 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22696

Abstract

ABSTRACTRelationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili after given combination steel slag and bokashi of husk on Andisol LembangThe objective of this research was to find out relationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili after given combination steel slag and bokashi of husk on Andisol Lembang.This study used a Randomized Block Design Factorial with two factors. The first factor was steel slag and the second factor was bokashi of husk. Each of them consisted of 4 levels of 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result of this research showed there was relationship between bulk density and soil agaregate stability on biomass of sweet corn and red chili, however only the biomass of red chili was influenced of bulk density and soil agaregate stability.Keywords: Steel slag, Bokashi of husk, Bulk density, Soil agaregate stability, Plant biomassABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot isi dan kemantapan agregattanah terhadap biomassa tanaman jagung manis dan cabai merah setelah diberikan kombinasi terakbaja dengan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan AcakKelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashisekam padi masing-masing 4 taraf yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara bobot isi dan kemantapan agreagat tanahdengan biomassa tanaman jagung manis dan cabai merah, namun hanya biomassa tanaman cabaimerah yang dipengaruhi oleh bobot isi dan kemantapan agregat tanah.Kata Kunci: Terak baja, Bokashi sekam padi, Bobot isi, Kemantapan agregat, Biomassa tanaman
Kemampuan Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. dalam Silika Nano dan Serat Karbon untuk Menginduksi Ketahanan Bawang Merah terhadap Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif) Hersanti Hersanti; Sudarjat Sudarjat; Andina Damayanti
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.905 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22698

Abstract

ABSTRACTThe ability of Bacillus subtilis and Lysinibacillus sp. singly or mixed, with carbon fiber and nano silica to induce resistance of shallot to purple blotchPurple blotch disease caused by Alternaria porri is one of the major disease on shallot. One of the methods that can be applied to control the disease is the use of antagonistic bacteria. Antagonistic bacteria can be used as a resistance inducer to suppress pathogen development. In this study, Bacillus subtilis and Lysinibacillus sp. were formulated in carbon fiber as a carrier and nano silica 3% as a complementary. This study was conducted to determine the ability of Bacillus subtilis and Lysinibacillus sp. singly or mixed, with carbon fiber and nano silica to induce resistance of shallot to purple blotch. The experiment was conducted at the Laboratory of Phytopathology, Departement of Plant Pest and Diseases and Ciparanje Green House, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran from December 2017 until July 2018. Suspension of Bacillus subtilis and Lysinibacillus sp. singly or mixed were formulated in carbon fiber 80 Mesh and 3% nano silica. The experiment used Randomized Block Design consisted of 8 treatments with 3 replications. Each replication consisted of 5 plants. The results showed that the mixture of Bacillus subtilis and Lysinibacillus sp. in 3% silica nano and carbon fiber was the ablest treatment to increase the resistance of shallot to purple blotch by 71,2%.Keywords: Antagonistic bacteria, BiocontrolABSTRAKPenyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri merupakan salah satu penyakit utama pada bawang merah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengendalian yaitu menggunakan bakteri antagonis. Bakteri antagonis dapat digunakan sebagai penginduksi ketahanantanaman untuk menekan perkembangan penyakit. Pada penelitian ini, Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. diformulasikan dalam serat karbon sebagai bahan pembawa dan silika nano 3% sebagai bahan pelengkap. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. secara tunggal maupun campuran dalam serat karbon dan silika nano3% untuk menginduksi ketahanan bawang merah terhadap penyakit bercak ungu. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kaca, Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran mulai dari bulan Desember 2017 hingga Juli 2018. Suspensi Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. secara tunggal maupun campuran diformulasikan pada serat karbon dan silika nano 3%. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman. Dari hasil percobaan diketahui bahwa campuran B. subtilis dan Lysinibacillus sp. dalam silika nano 3% serta serat karbon mampu meningkatkan ketahanan bawang merah terhadap penyakit bercak ungu dengan persentase hambatan sebesar 71,2%.Kata Kunci: Bakteri antagonis, Biokontrol

Page 1 of 1 | Total Record : 5