cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 20872607     EISSN : 26544911     DOI : -
Jurnal aplikasi pelayaran dan kepelabuhanan merupakan jurnal ilmiah untuk penelitian di bidang Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2015): Maret" : 6 Documents clear
TEORI PERUSAHAAN / THEORY OF THE FIRM : KAJIAN TENTANG TEORI BAGI HASIL PERUSAHAAN (PROFIT AND LOSS SHARING) DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.934 KB)

Abstract

Model ekonomi syariah dibangun atas dasar filosofi religiusitas, dan institusi keadilan, serta instrumen kemaslahatan (Q.S. at-Takaatsur:1–2, al-Munaafiquun: 9, an-Nuur:37, al-Hasyr:7, al-Baqarah: 188, 273 – 281, al-Maidah:38, 90-91, al-Muthaffifin:1-6). Filosofi religiusitas melahirkan basis ekonomi dengan atribut pelarangan riba/bunga. Institusi keadilan melahirkan basis teori profit and loss sharing (PLS) dengan atribut nisbah bagi hasil. Instrumen kemaslahatan melahirkan kebijakan pelembagaan zakat, pelarangan israf, dan pembiayaan (bisnis) halal, yang semuanya itu dituntun oleh nilai falah (bukan utilitarianisme dan rasionalisme). Ketiga dasar di atas, yakni filosofi relijiusitas, institusi keadilan, dan instrumen kemaslahatan merupakan aspek dasar yang membedakan dengan mainstream ekonomi konvensional. Tulisan ini khusus akan membahas faktor bagi hasil dengan dasar teori proit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Tulisan ini mencoba mengkaji tentang teori perusahaan/theory of the firm khususnya faktor bagi hasil dengan dasar teori profit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Ekonomi syariah memandang bahwa uang adalah uang. Dalam arti ia hanya memerankan fungsinya sebagai alat tukar. Karena itulah uang merupakan public good yang harus selalu dalam keadaan mengalir atau beredar/flow (Chapra, 2001). Sehingga praktek-praktek yang menghambat peredaran uang seperti money hoarding sangat ditentang. Bila dibandingkan dengan konsep ekonomi konvensional, maka ekonomi syariah menolak demand for holding money, sebagaimana dalam stock concept. Sedangkan dengan paradigma flow concept terdapat persamaan persepsi. Teori bagi hasil (profit and loss sharing) bila dianalisis menggunakan teori keuangan/moneter lebih mencerminkan kesesuaian dengan teori flow concept. Sedangkan munculnya bunga bank lebih didasari pemikiran teori stock concept. Penerapan instrumen bagi hasil lebih mencerminkan keadilan dibandingkan dengan instrument bunga. Bagi hasil melihat kemungkinan profit (untung) dan resiko sebagai fakta yang mungkin terjadi di kemudian hari. Sedangkan bunga hanya mengakui kepastian profit (untung) pada penggunaan uang. Bagi hasil merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan syariah, sedangkan bunga merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan konvensional.
Analisis Hubungan Antara Standar Pengawakan dan Kualifikasi Kesehatan Terhadap Kinerja Awak Kapal MV. Tanto Anda pada PT. Sejahtera Bahtera Agung di Surabaya Mudiyanto, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.105 KB)

Abstract

Indonesia adalah sebagai anggota International Maritime Organiation (IMO) tentu saja wajib menyesuaikan diri memenuhi kualifikasi IMO Whitelist saat menerapkan STCW 1995. Seiring perkembangan kualifikasi pelaut yang diatur dalam STCW hasil amandemen 2010, RI menargetkan diri dapat menerapkannya secara penuh pada 2014. Kinerja perusahaan sangat tergantung oleh kinerja bawahannya, oleh karena itu perusahaan menetapkan standar kinerja yang harus dicapai oleh setiap awak kapalnya. Untuk mengukur kinerja yang dicapai awak kapal, perusahaan melakukan penilaian kinerja. Dalam menjalankan setiap tugasnya perusahaan menilai setiap kinerja dan produktivitas awak kapalnya, apakah sesuai dengan pelaksanaan yang telah ada di dalam perusahaan tersebut. Kualitas sumber daya manusia sangat berhubungan dengan peningkatan kinerja para awak kapal. Salah satu komponen pelayaran yang sangat berarti penting yaitu awak kapal. Para kru harus menjadi awak yang efisien dan kompeten. Kondisi ini menjadi salah satu faktor prinsip dalam menentukan kelayakan kapal. PT Sejahtera Bahtera Agung menetapkan standar bagi awak kapal sebagai dasar penunjang kinerjanya di atas kapal.
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran, Relationship Marketing, dan Experiential Marketing Terhadap Keputusan Penggunaan Jasa Pelayaran di Pelabuhan Indonesia III Purwanto, F.X. Adi
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.719 KB)

Abstract

Pemasaran saat ini terus berkembang dan berubah, dari konsep pemasaran konvensional menuju konsep pemasaran modern. Faktor-faktor seperti meningkatnya jumlah pesaing, kecanggihan teknologi, dan meningkatnya edukasi mengenai pemasaran, semakin mempercepat, dan memacu para pemasar untuk semakin kreatif memasarkan produknya. Experiential Marketing merupakan sebuah pendekatan baru untuk memberikan informasi mengenai merek dan produk. Hal ini terkait erat dengan pengalaman pelanggan dan sangat berbeda dengan sistem pemasaran tradisional yang berfokus pada fungsi dan keuntungan sebuah produk. Konsep ini berusaha menghadirkan pengalaman yang unik, positif dan mengesankan kepada konsumen. Dengan demikian, konsumen akan merasa terkesan dan pengalaman selama menikmati produk perusahaan ini akan tertanam dalam benak mereka. Sehingga nantinya konsumen akan loyal dan juga menyebarkan informasi mengenai produk perusahaan secara word of mouth. Tujuan penelitian ini adalah : untuk menganalisis pengaruhbauran pemasaran, pemasaran relasional, dan experiential marketing terhadap keputusan penggunaan jasa pelayaran di Pelabuhan Indonesia III. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada perusahaan yang menggunakan jasa layanan Pelindo III. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil uji F menunjukkan adanya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, terbukti dengan nilai signifikan 5,164.10-33< 0,05. Dari data yang ada menunjukkan bahwa, ketiga variabel bebas yaitu bauran pemasaran, pemasaran relasional, dan experiential marketing mampu menjelaskan variabel terikat yaitu keputusan menggunakan jasa pelabuhan (Y). Hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa pada variabel bauran pemasaran (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan jasa pelabuhan dengan nilai signifikan 8,056.10-013< 0,05. Secara parsial variabel pemasaran relasional (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan jasa pelabuhan dengan nilai signifikan 1,710.10-015< 0,05. Secara parsial variabel experiential marketing (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan jasa pelabuhan dengan nilai signifikan 9,417.10-023< 0,05.
Pentingnya Persiapan Palka Pada Kapal General Cargo dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Kapal di Pelabuhan Kuncowati, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.625 KB)

Abstract

Kapal general cargo mengangkut muatan dalam berbagai sifat dan cara pengapalan di kapal sehingga setelah selesai membongkar muatan akan meninggalkan sampah muatan, sampah dunnage, dan debu, sehingga untuk memuat jenis muatan lainnya, perlu persiapan palka/ruang muat, sehingga ruang muat akan siap memuat tepat waktu sehingga biaya di pelabuhan termasuk biaya untuk kapal berlabuh dan sandar menjadi bertambah dan tidak mengakibatkan rusaknya muatan karena kotor, basah, dan sebagainya.
PENGEMBANGAN TUTORIAL INTERAKTIF PEMBELAJARAN EKSPOR IMPOR Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.564 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu program media berbasis komputer yang didukung oleh fasilitas multimedia untuk pembelajaran korespondensi ekspor impor, dan untuk melakukan evaluasi terhadap program media berbasis komputer multimedia tersebut atas aspek-aspek: materi, tampilan, interaksi pemakai, dan interaksi program. Program media berbasis komputer multimedia ini dikembangkan dengan perangkat lunak Macromedia Authorware versi 7.01. Materi korespondensi ekspor impor yang dikaji meliputi identifikasi sistem korespondensi, membuat Inquiry Letter, menjawab Inquiry. Adapun metode penyajian yang sesuai dengan materi tersebut adalah metode tutorial dimana program media berbasis komputer multimedia menyajikan serangkaian materi pelajaran dalam satu pokok bahasan kemudian dilanjutkan dengan pemberian soal-soal. Program media berbasis komputer multimedia ini dikembangkan dengan memperhatikan aspek-aspek instruksional, materi, dan estetika. Pada setiap halaman yang ditampilkan selalu terdapat Tool Bar yang berisi tombol-tombol penting yang dibutuhkan setiap saat, yaitu: tombol Previous Section; Next Section; Previous Page; Next Page; Menu; Find; Help; dan Quit. Pada setiap akhir pokok bahasan diberikan soal tes dengan pertanyaan pilihan berganda untuk satu jawaban yang benar. Pemberian efek suara tertentu yang berbeda antara jawaban benar atau salah akan menimbulkan penguatan sehingga meningkatkan motivasi belajar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua pengevaluasi berkomentar positif terhadap program media berbasis komputer multimedia. Demikian juga dari hasil pensekoran pada lembar evaluasi ternyata semua aspek yang dievaluasi, yakni aspek materi, tampilan, interaksi pemakai, dan interaksi program cenderung dinilai baik. Di samping itu para pengevaluasi tidak menemukan adanya kesalahan saat menjalankan program.
ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GRUP (BCG) SEPEDA MOTOR MEREK HONDA Respati, Anton
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.302 KB)

Abstract

Metode BCG Matrik adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama "pertumbuhan-berbagi". Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan penguasaan pasar tersebut pihak AHM perlu mengetahui posisi dari perusahaannya dalam industri sepeda motor, karena salah satu tujuan suatu perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan mencapai hasil kerja yang maksimal bagi perusahaan, dan oleh karena itu maka pihak manajemen perusahaan tersebut perlu mengetahui faktor-faktor yang menjadi keunggulan sekaligus kelemahan dengan mengambil acuan kepada pesaingnya dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pihak manajemen diharuskan menerapkan konsep strategi pemasaran berdasarkan matrik BCG. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan matriks BCG, maka dapat diketahui tingkat pertumbuhan pasar penjualan sepeda motor PT. AHM sebesar 14,86 % yang berarti bahwa PT. AHM memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi. Berdasarkan perhitungan matriks BCG untuk mengetahui pangsa pasar relatif (relative market share) maka telah diketahui bahwa pangsa pasar relatif Honda tahun 2012 sebesar 1,68 kali > 1 dan pada tahun 2013 sebesar 1,88 kali > 1 yang artinya menunjukkan bahwa PT. AHM memiliki pangsa pasar lebih besar dibandingkan dengan Yamaha, karena nilai pangsa pasar relatifnya lebih besar dari satu. PT. AHM pada tahun 2012 sebesar 1,68 menjadi 1,88 pada tahun 2013, dengan kata lain mengalami kenaikan sebesar 0,20. Berdasarkan pada kedua matriks BCG posisi PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 berada pada posisi star atau bintang yang menunjukkan bahwa posisi PT. AHM berada pada pertumbuhan tinggi dan pangsa pasar tinggi karena pangsa pasar PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya pada tahun 2012 dan 2013 lebih besar dari satu (>1). Berdasarkan matriks BCG PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013, letak posisi titik berada di kuadran bintang atau star dengan indikasi pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasarnya yang tinggi. Ini berarti jumlah pertumbuhan penjualan Honda tinggi dan pangsa pasar juga tinggi. Strategi yang dapat diambil adalah mempertahankan posisi star tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6