cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
SUPLEMENTASI Ca-MINYAK KACANG TANAH, I-MINYAK KACANG TANAH DAN Zn-Cu-PROTEINAT DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS DAN KOMPOSISI TUBUH DOMBA JANTAN U Hidayat Tanuwiria -; Dwi C Budinuryanto -; Siti Darodjah -; Wendry S Putranto -
Bionatura Vol 13, No 3 (2011): Bionatura Nopember 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek suplementasi kompleks Ca-minyak kacang tanah (Ca-MKT), I-minyak kacang tanah (I-MKT) dan Zn-Cu-proteinat dalam ransum terhadap performans dan komposisi tubuh domba. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap empat perlakuan dan empat ulangan. Digunakan 16 ekor domba jantan (rataan bobot badan 19,5 ± 1,9 kg), masing-masing dipelihara dalam kandang individu. Ransum perlakuan terdiri atas R1 = ransum basal + 5% minyak kacang tanah (MKT); R2 = ransum basal + 5% Ca-MKT + 5% I-MKT; R3 = ransum basal + 3% Zn-Cu-proteinat; dan R4 = ransum basal + 3% Zn-Cu-proteinat + 5% Ca-MKT + 5% I-MKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Ca-MKT dan I-MKT (R2) atau Zn-Cu-proteinat (R3) berpengaruh positif (P<0,05) terhadap konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum, kadar air dan lemak tubuh, sedangkan kadar protein dan mineral tubuh domba tidak dipengaruhinya. Disimpulkan bahwa penambahan Ca-MKT dan I-MKT dalam ransum memperbaiki kecernaan ransum sehingga berimplikasi pada kecepatan pertumbuhan domba meningkat dan konversi ransum menurun. Penggunaan Ca-MKT, I-MKT, Zn-Cu-proteinat sebagai suplemen pakan bersama-sama meningkatkan kadar lemak tubuh domba Kata kunci : Ca-MKT, I-MKT, Zn-Cu-Proteinat, performans, komposisi tubuh, domba jantan
PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA GLADIOL PADA DOSIS PUPUK ORGANIK BOKASHI DAN DOSIS PUPUK NITROGEN YANG BERBEDA Farida -; Jajang Sauman Hamdani
Bionatura Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.704 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik bokashi dan pupuknitrogen yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas bunga gladiol(Gladiolus hybridus). Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca dan KebunPercobaan Fakultas Pertanian Unpad pada bulan Juni sampai Agustus 2000.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)faktorial terdiri atas dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk nitrogen (N) yang terdiri atas empat taraf yaitu 25 kg N/ha (n1); 50 kg N/ha (n2); 75 kg N/ha (n3); dan 100 kg N/ha (n4). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik bokashi (b) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 5 ton/ha (b1); 10 ton/ha (b2); dan 15 ton/ha (b3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk organik bokashi dan nitrogen terhadap jumlah daun. Dosis nitrogen 50 kg/ha dan dosis bokashi 15 ton/ha dapat meningkatkan jumlah daun. Pemberian bokashi 10 ton/ha berpengaruh baik terhadap komponen kualitas bunga yaitu mampu menghasilkan panjang tangkai terpanjang dan jumlah kuntum bunga terbanyak.Kata Kunci : Bokashi, EM4, gladiol.
RESPONS OF CACAO SEEDLINGS FERTILIZED WITH PAPUAN AYAMARU PHOSPHATE ROCK (PAPR) COMBINED WITH HUMIC ACID, INOCULATION OF AMF AND PHOSPHATE SOLUBILIZING BACTERIA Suparno, A -; Yahya, S -; Sudrajat -; Setiadi, Y -; Idris, K -
Bionatura Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of Papuan Ayamaru Phosphate Rock (PAPR) dosage levels combined with inoculation of humic acid (HA), arbuscular mycorrhizae fungi (AMF), and Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB) was studied on the growth of cocoa seedling. The treatment of PAPR consisted of 0, 1, 2, 4 g P2O5 / seedling and 2 g P2O5 SP-36 /seedling as control. Ultisol was collected from Jasinga, West Java and used as planting media, while the Upper Amazone Hybrid F-1 cocoa seeds were obtained from the Coffee and Cacao Research Center, Jember-East Java. The study was carried out for 16 weeks after planting under 60 % of shading net. All fertilization treatments which were inoculated with AMF produced better seedling growth compared to the seedling growth without AMF. The response of seedling growth and P available content of the media due to 4.0 g P2O5 plant-1 of PAPR was still linearly increased. The responses were improved by application of HA, AMF and PSB inoculation. Synthesis of organic acids by PSB inoculation and the release of acid phosphatase by AMF to the media was an indication that there was an external mechanism of P solubilization of the phosphate rock. The effectiveness of AMF, HA and PSB on shoot dry weight were 104.29%, 4.38% and 4.24% respectively on P uptake were 191.00%, 33.20% and 18.31% respectively, on root colonization were 681.82%, 10.26% and 6.17% respectively, on acid phosphatase activity were 30.07%, 7.58%, 7.34% respectively, and on PAPR efficiency were 104.29%, 438% and 4.24% respectively.Key words: biofertilizer, inoculation, mycorrhizae, phosphate rock, SP-36
SIMULASI KONVEKSI-DIFUSI DALAM MEDIA BERPORI Huda, C -; Harja, A. -; Dharmawan, I.A -
Bionatura Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.497 KB)

Abstract

Fenomena perpindahan panas merupakan fenomenaalam yang banyak diteliti dan diaplikasikan di berbagaibidang baik itu sains, teknologi maupun industri.Dalam paper ini, disajikan pemodelan dan simulasiuntuk mengamati distribusi temperatur dan kecepatandari proses perpindahan panas secara konveksi-difusi.Simulasi ini dilakukan menggunakan metode LatticeBoltzmann dalam dua dimensi. Dalam simulasi ininilai bilangan Rayleigh divariasikan untuk mengetahuipengaruhnya terhadap proses perpindahan panasyang terjadi. Hasil simulasi menunjukkan terdapatpengaruh dari variasi bilangan Rayleigh, geometri danbuoyancy terhadap proses perpindahan panas.Kata kunci: Konveksi-difusi, metode Lattice Boltzmann,bilangan Rayleigh, buoynacy
PENGARUH EL NIÑO, LA NIÑA DAN INDIAN OCEAN DIPOLE TERHADAP CURAH HUJAN PENTAD DI WILAYAH INDONESIA Ina J -; Ruminta -; Bayong Tjasyono -; Atika L -; Sriworo B. Harijono -
Bionatura Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.526 KB)

Abstract

Tulisan ini berupa kajian terhadap perubahan distribusi frekuensi curah hujan pentad akibat fenomena El Niño, La Niña dan Indian Ocean Dipole (IOD). Data yang digunakan adalah data curah hujan pentad (lima harian) untuk lokasi-lokasi berikut: Aceh, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Banjarmasin, Banjarbaru, Tegal, Banyuwangi, Denpasar, Sentani, dan Makassar. Pada periode normal, frekuensi curah hujan terbesar terjadi pada interval curah hujan pentad kedua (yaitu 1 sampai dengan 25 mm) kecuali di Balikpapan dan Palembang frekuensi terbesar ada pada interval ketiga (26-50 mm). La Niña dan IOD (-) menurunkan frekuensi curah hujan pentad interval ke 2 dan 3 di wilayah Indonesia (rata-rata masing-masing 19,2% dan 20%) dari kondisi normalnya, dan meningkatkan curah hujan pentad interval ke 4 dan seterusnya. Fenomena El Niño menyebabkan terjadinya peningkatan pentad kering di seluruh lokasi pengamatan, rata-rata 842%.Kata kunci: Curah hujan pentad, frekuensi, interaksi atmosfer-laut
STUDI PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH PEMANENAN KAYU AKASIA (Acacia mangium L.) Muhdi -; Risnasari, I. -; Putri, L. A. P -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah upaya pemanfaatan limbahpemanenan kayu akasia menjadi papan partikel denganmengevaluasi sifat fisis dan mekanis kayu papanpartikel kayu akasia (Acacia mangium) dari limbahpemanenan kayu. Penelitian ini menggunakan analisisfaktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengantiga ulangan, yang terdiri dari dua faktor yaitu faktorbahan baku (kayu bagian teras dan kayu bagian gubal)dan jenis perekat (urea formaldehyde/UF dan phenolformaldehyde/PF). Hasil penelitian menunjukkan bahwajenis bahan baku dan perekat berpengaruh secaranyata terhadap karakter yang diuji. Papan partikeldapat dibuat dari limbah pemanenan kayu akasiayang dihasilkan masih ada yang di bawah standar JISA 5908-2003. Secara keseluruhan papan partikel yangmempuanyai sifat terbaik adalah papan partikel dariteras dengan perekat PF yaitu papan dengan kerapatan0,707 g/cm3; MOR 76,55 kgf/cm2; MOE 11.135,76 kgf/cm2; dan IB 1,57 kgf/cm2.
EFEK ANALGESIK INFUSA DAUN Macaranga tanarius L. PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS Wulandari, D. -; Hendra, P. -
Bionatura Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.612 KB)

Abstract

Macaranga tanarius L. diduga memiliki prospek untuk pengobatan nyeri, namun efek analgesik dan tingkat efektivitas memproteksi geliat pada LD50 perlu dikaji. Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap searah digunakan melalui metode rangsang kimia dengan asam asetat sebagaipenginduksi nyeri. Mencit betina sehat galur Swiss secara acak dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 5 hewan. Kelompok I-III diberikan infusa dosis 67,7; 33,4 dan 177,0 mg/kgBB, kelompok IV diberikan aquadest dosis 177,0 mg/kgBB dan kelompok V diberikan asetosal dosis 91,0mg/kgBB. Asam asetat (1% v/v) diberikan secara intraperitoneal untuk semua kelompok, 15 menit setelah pemberian bahan uji. Geliat diamati setiap 5 menit selama 1 jam. Data dievaluai dengan ANOVA satu arah, dilanjutkan dengan Uji Scheffe untuk membandingkan rata-rata dari setiap kelompok dosis dengan kelompok kontrol pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun M. tanarius memiliki efek analgesik. Persen proteksi geliat pada dosis 67,7; 3333,4 dan 177,0 mg/kgBB berturut-turut adalah 57,6%; 64,5% dan 73,7% sedangkan ED50 infusa daun M. tanarius yaitu sebesar 154,9 mg/kgBB.Kata kunci: Analgesik, daun, M. tanarius
NILAI KECERNAAN PROTEIN RANSUM YANG MENGANDUNG BUNGKIL BIJI JARAK (Ricinus communis Linn) TERFERMENTASI PADA AYAM BROILER Tjitjah Aisjah
Bionatura Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.11 KB)

Abstract

Penelitian mengenai "Nilai Kecernaan Protein Ransum yang Mengandung BungkilBiji Jarak (Ricinus communis Linn) Terfermentasi pada Ayam Broiler", telahdilaksanakan di kandang ternak unggas Fakultas Peternakan UniversitasPadjadjaran, Jatinangor, Sumedang, selama 42 hari mulai tanggal 10 April sampaidengan 22 Mei 1999. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilaikecernaan protein dari ransum yang mengandung produk fermentasi bungkil bijijarak sebagai bahan baku pakan alternatif dan tingkat penggunaannya dalamransum ayam broiler. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen denganmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuanransum dan masing-masing diulang sebanyak empat kali. Tingkat bungkil bijijarak terfermentasi dalam ransum adalah 0; 3; 6; 9; dan 12%. Ternak percobaanyang digunakan adalah ayam broiler final stock "Arbor Acres" sebanyak 20 ekoryang berumur enam minggu. Ayam dikelompokan ke dalam 20 kandangindividual secara acak tanpa pemisahan jenis kelamin dan setiap kandang terdiriatas satu ekor ayam. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1. Bungkil biji jarak yang diolah melalui proses fermentasi dengan kapangRhizopus oligosporus dapat dijadikan bahan baku pakan alternatif untukmenyusun ransum ayam broiler.2. Penggunaan bungkil biji jarak produk fermentai sampai tingkat 12% dalamransum ayam broiler tidak berpengaruh terhadap kecernaan protein ransum.Kata Kunci: Broiler, Kecernaan, Fermentasi, Rhizopus oligosporus, Pakan Alternatif
Peran morfotektonik DAS DALAM PENGEMBANGAN potensi energi mikro hidro di Cianjur-Garut bagian selatan Sukiyah, E -; Sulaksana, N. -; Hendarmawan -; Rosana, M.F -
Bionatura Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.141 KB)

Abstract

Geomorfologi kawasan Cianjur-Garut bagian selatan berupa pegunungan dengan kemiringan lereng landai hingga terjal. Sebagian wilayah memiliki anak-anak sungai berlembah sempit dan berjeram sehingga potensi sumberdaya air di kawasan ini termasuk berlimpah. Potensi tersebut dapat dimanfaatkansebagai sumber energi mikro hidro. Permasalahan yang diteliti adalah sejauh mana peran karakteristik geomorfologi akibat proses tektonik dalam pengembangan potensi energi mikro hidro. Sistematika penelitian didasarkan atas pola pikir bahwa peristiwa geologi masa lampau menghasilkan karakteristik geomorfologi tertentu. Bentuk geomorfologi dikontrol oleh tektonik, seperti diperlihatkan oleh karakteristik geomorfologi di Cianjur-Garut bagian selatan. Beragam parameter morfotektonik DAS dapat menjadi indikator untuk mendeteksi potensi energi mikro hidro. Daerah Aliran Sungai (DAS)yang dikontrol oleh tektonik memiliki bentuk ramping. Jaringan pengaliran berpola menangga, dengan orde sungai 1 dan 2. Kondisi ini memungkinkan debit air permukaan relatif besar dengan elevasi jatuhan yang tinggi. Pendekatan probabilistik digunakan dalam analisis data. Hasil analisis data karakteristik geomorfologi antara DAS Cipandak dan Cikaingan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Fenomena tersebut mengakibatkan perbedaan potensi energi mikro hidro di kedua DAS.Kata kunci: morfotektonik, DAS, mikro hidro
KETINGGIAN TULANG KORTIKAL MANDIBULA DIBANDINGKAN DENGAN TINGGI TULANG MANDIBULA MELALUI RADIOGRAFI PANORAMIK PADA SUKU SUNDA Firman R -; Nurianingsih -; Lubis. N.M -; Polii, H. -
Bionatura Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.15 KB)

Abstract

Setiap suku bangsa memiliki ciri dan kerakteristikberbeda. Suku sunda khususnya diwilayah Bandung jugamemiliki karakteristik tersendiri. Tulang mandibulasebagai tulang rahang paling besar didalam tubuhmemiliki ukuran berbeda dari tulang lainnya. Denganmengetahui rata-rata ketinggian tulang mandibula danketinggian tulang kortikalnya maka perawatan padamandibula lebih mudah dilakukan terutama apabilaperawatan yang dilakukan meliputi daerah tulang.Tujuan penelitian untuk menemukan ukuran rata-rataketinggian tulang kortikal dan tulang mandibula padasuku sunda. Penelitian ini menggunakan metode surveydeskripsi. Populasi dan sampel dalam penelitian iniadalah data sekunder berupa data radiografi panoramikdigital pasien suku sunda yang datang ke klinik RSGMFKG Unpad tahun 2007-2012 dan data dibagi dalamjenis kelamin, rentang usia 20-40, 41-55 dan diatas 56tahun. Hasil penelitian bahwa menunjukkan bahwarata-rata ketinggian tulang mandibula dibandingkankortikal pada usia 20-40 dan 41-55 tahun bernilai sama,baik pada wanita ataupun pria yaitu 1:8, sedangkanuntuk usia diatas 56 tahun memiliki nilai lebih kecil padawanita yaitu: 3:8, sedangkan untuk pria: 2:8 dengan nilaisd= 0,05. Simpulan penelitian ini adalah perbandingantulang mandibula dan kortikal, pria memiliki nilaiperbandingan yang lebih besar dibandingan wanita,sedangkan untuk usia tua tidak terdapat perbedaan.Kata Kunci: Tulang kortikal, tulang mandibula, tulangalveolar