cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
PENGGUNAAN PROGESTERON INTRAVAGINAL DAN KOMBINASINYA DENGAN PGF2α SERTA ESTROGEN DALAM UPAYA MENIMBULKAN ESTRUS DAN KEBUNTINGAN PADA SAPI PERAH ANESTRUS Nurcholidah Solihati -
Bionatura Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penggunaan progesteron intravaginal dan kombinasinya dengan PGF2á serta estrogen dalam upaya menimbulkan estrus dan kebuntingan sapi perah anestrus serta mencari metode mana yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan empat puluh sapi FH dibagi kedalam empat kelompok perlakuan. Perlakuan terdiri dari (1) implan intravaginal progesteron selama tujuh hari, (2) implan intravaginal progesteron selama tujuh hari diikuti dengan injeksi intramuskular PGF2á pada hari keenam, (3) implan intravaginal progesteron selama tujuh hari diikuti dengan injeksi intrauterine PGF2á pada hari keenam, dan (4) kombinasi implan intravaginal progesteron dan estrogen selama tujuh hari diikuti injeksi PGF2á pada hari keenam. Estrus dideteksi tiga kali sehari selama tujuh hari berturut-turut setelah akhir perlakuan. Sapi yang menunjukkan estrus diinseminasi dua kali dengan interval 6-12 jam dimulai 10-12 jam setelah pertama kali ternak terlihat estrus. Diagnosa kebuntingan dilakukan dua bulan sesudah inseminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% sapi memperlihatkan estrus. Sebanyak 18 dari 33 ekor sapi (54,51%) yang diinseminasi berhasil bunting. Disimpulkan bahwa penggunaan progesteron intravaginal secara sendiri maupun dalam kombinasinya dengan PGF2á serta estrogen, cukup efektif dalam menanggulangi masalah anestrus pada sapi perah sekaligus mensinkronisasi estrus dan ovulasi serta menghasilkan angka kebuntingan yang memadai; kombinasi progesteron dan estrogen intravaginal selama tujuh hari yang disusul dengan injeksi intramuskular PGF2á pada hari keenam dapat sekaligus mensinkronisasi estrus dan ovulasi serta menanggulangani berbagai kasus anestrus. Kata kunci: Progesteron intravaginal, anestrus, sapi perah
PENENTUAN AKTIVITAS AMILASE KASAR TERMOFIL Bacillus subtilis ISOLAT KAWAH GUNUNG DARAJAT GARUT, JAWA BARAT Fitriani, A -; Supriyanti, F.M.T -; Heryanto, T.E. -
Bionatura Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.924 KB)

Abstract

Aplikasi amilase dalam dunia industri sangat luas,sehingga tingkat kebutuhan amilase sangat tinggiterutama amilase yang memiliki sifat termofil. Enzimtersebut banyak digunakan dalam industri, sepertiindustri tekstil, pangan dan deterjen. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kondisi produksi danaktivitas amilase secara optimum dari Bacillus subtilisyang berasal dari Kawah Gunung Darajat Garut,Jawa Barat. Pengujian produksi enzim dilakukanpada variasi suhu yang berbeda. Hasil menunjukkandari kedua isolat Bacillus subtilis diketahui bahwaenzim amilase diproduksi pada suhu 40 0C. Padapanjang gelombang (λ) 600 nm, nilai absorbansiisolat Z sebesar 0,781 dan isolat AC sebesar 0,72.Sedangkan penentuan aktivitas amilase dilakukanmelalui variasi suhu dan pH menggunakan metodeDNS. Hasil uji aktivitas enzim amilase yang dihasilkanoleh Bacillus subtilis, Isolat Z menunjukkan aktivitasenzim optimum pada suhu 450C, sedangkan IsolatAC pada suhu 550C. Pengaruh pH terhadap aktivitasenzim memperlihatkan bahwa pada pH 7 merupakanpH optimum pada kedua isolat. Aktivitas enzimuntuk Isolat Z dan AC masing-masing 57,346 U/mLdan 51,914 U/mL. Hasil pengujian aktivitas amilasetersebut menunjukkan bahwa aktivitas amilase isolatZ lebih besar dari pada isolat AC.
STUDI RADIOSENSITIVITAS KEDELAI [Glycine max (L) Merr] VARIETAS ARGOMULYO MELALUI IRRADIASI SINAR GAMMA Diana Sofia Hanafiah -; Trikoesoemaningtyas -; Sudirman Yahya -; Desta Wirnas -
Bionatura Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.707 KB)

Abstract

Benih-benih kedelai dari varietas Argomulyo diiradiasi sinar gamma untuk meningkatkan keragaman genetik, memperbaiki morfologi tanaman dan nantinya untuk mendapatkan produksi hasil yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui radiosensitivitas tanaman kedelai [Glycine max (L) Merr ] varietas Argomulyo melalui irradiasi sinar gamma dan mengetahui respon pemberian tingkat irradiasi mikro sinar gamma terhadap pertumbuhan dan perkembangan dari benih kedelai turunan pertama (M ). Penelitian ini 1merupakan percobaan faktor tunggal dosis irradiasi yang terdiri dari delapan taraf, yaitu 0 Gy, 200 Gy, 400 Gy, 600 Gy, 800 Gy, dan 1000 Gy. Untuk mendapatkan nilai Lethal Dosis 50 (LD ), digunakan program Curve-fit 50Analysis. Untuk mengetahui respon pemberian tingkat irradiasi mikro sinar gamma, benih kedelai yang diuji adalah benih kedelai varietas Argomulyo yang diirradiasi dengan dosis rendah sinar gamma (micro mutation) dengan dosis sedikit dibawah LD yaitu 0 Gy, 50 Gy, 100 Gy, 150 Gy dan 200 Gy. Hasil penelitian menunjukkan 50 bahwa nilai Lethal Dosis 50 (LD ) terdapat pada dosis 457,178 Gy. Keragaman yang diperoleh dari tinggi 50 tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah polong hampa dan jumlah biji pada generasi M mempengaruhi 1 pertumbuhan dan perkembangan tanaman baik secara kualitatif dan kuantitatif yang akhirnya akan mempengaruhi produksi tanaman.Kata kunci: irradiasi sinar gamma, radiosensitivitas, kedelai varietas Argomulyo
PERBANDINGAN KEBUTUHAN ENERGI UNTUK HIDUP POKOK PADA AYAM BROILER DAN AYAM PETELUR TIPE MEDIUM PADA UMUR YANG SAMA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI Dulatip Natawihardja
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.471 KB)

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi perbedaankebutuhan energi untuk hidup pokok pada ayam broiler dan ayam petelur tipemedium umur yang sama serta pengaruhnya terhadap efisiensi penggunaanenergi. Tujuah puluh dua ekor ayam betina dan tujuh puluh dua ekor ayamjantan umur 8 – 22 hari diberi ransum mengandung protein 23 persen dan energimetabolis 3200 kkal/kg serta lima puluh empat ekor ayam betina dan lima puluhempat ekor ayam jantan umur 28 – 42 hari diberi ransum mengandung protein20 persen dan energi 3200 kkal/kg dari masing-masing tipe unggas ditempatkandalam kandang individual cage secara acak. Penelitian menggunakan metodeRobbins dan Ballew, perhitungan dengan regresi linier sederhana Y = a + bXdimana Y energi untuk pertumbuhan dan X konsumsi energi. Diperolehkesimpulan bahwa kebutuhan energi untuk hidup pokok pada ayam broiler lebihrendah daripada ayam petelur tipe medium pada umur yang sama. Penggunaanenergi untuk pembentukan lemak tubuh pada ayam broiler lebih efisien daripadaayam petelur tipe medium.Kata Kunci : energi hidup pokok, efisiensi penggunaan energi, broiler, petelur tipe medium
PREFERENSI PAKAN ALAMI EMPAT JENIS ANURA (Hylarana chalconota, Phrynoidis aspera, Leptobrachium haseltii dan Odorrana hosii) DI KAWASAN KARST MENOREH KULON PROGO, DIY Qurniawan, T.F. -; Suryaningtyas, I.S. -
Bionatura Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Girimulyo Kulonprogo merupakan bagiandari kawasan Karst Menoreh yang memiliki anurajenis Hylarana chalconota, Phrynoidis aspera,Leptobrachium haseltii, dan Odorrana hosii yangmelimpah. Kelimpahan keempat jenis anura tersebutdidukung oleh ketersedian pakan yang beragam,meskipun H. chalconota, P. aspera, L. haseltii, danO. hosii melimpah, namun informasi mengenaijenis pakan dan preferensi pakannya masih minim.Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan dataawal mengenai jenis pakan dan preferensi pakankeempat anura yang hidup di kawasan karstMenoreh. Metode VES (Visual Encounter Survey)digunakan untuk mendapatkan sampel katakmasing-masing jenis berjumlah 20 ekor anura.Metode yang digunakan untuk mengetahui jenispakan dan preferensi pakan digunakan metode bedahlambung. Hasil penelitian menunjukkan bahwaserangga hymenoptera, orthoptera, lepidoptera,coleoptera, dan araneae adalah mangsa dominan.Hasil identifikasi menunjukkan sebanyak delapanbelas macam jenis pakan alami yang dipilih olehkeempat jenis anura. Hasil analisis indeks morisitamenunjukkan adanya tumpang tindih antara jantandan betina pada keempat jenis anura. Hasil tersebutdapat disimpulkan terdapat persaingan antarajantan dan betina dalam memilih pakan.Kata kunci: Pakan, serangga, relung, kawasan karstMenoreh
RESPON TANAMAN JAGUNG YANG DIPUPUK BIO-FOSFAT DI ANDISOLS Yudi Sastro -; Irfan D. Prijambada -; Dja’far shiddieq -
Bionatura Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.342 KB)

Abstract

This experiment was aimed to find out the effect of the pellet fertilizer combining of rock phosphate, organic material, and Aspergillus niger inoculums (bio-phosphate fertilizer) on maize growth and its phosphorus uptake in Andisols. The study was conducted in green house of Faculty of Agriculture of Gadjah Mada University using plastic pots containing 5 kg of Andisols from Salatiga, Central Java. The treatments were bio-phosphate, the pellet of rock phosphate and A. niger, the pellet of rock phosphate and organic material, the pellet of rock phosphate, super phosphate, and without phosphorus fertilizer arranged using Completely Randomized Design with five replications. Arjuna maize was plant indicator. The results indicated that the bio-phosphate fertilizer increased the maize growth and its phosphorus uptake in Andisols up to 32.0% and 65.1% compared without phosphate fertilizer, respectively. Keywords: phosphorus, bio-phosphate, Andisols, maize
KESTABILAN WARNA KURKUMIN TERENKAPSULASI DARI KUNYIT (Curcuma domestica Val. ) DALAM MINUMAN RINGAN DAN JELLY PADA BERBAGAI KONDISI PENYIMPANAN Tensiska -; Nurhadi, B -; Isfron, A.F. -
Bionatura Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.607 KB)

Abstract

Pigmen kurkumin dari kunyit bersifat tidak stabil terhadap cahaya, suhu dan perubahan pH, oleh karenaitu perlu dilakukan penyalutan dengan polimer (mikroenkapsulasi) agar memiliki umur simpan yanglebih lama. Pigmen kurkumin yang telah dimikroenkapsulasi dapat diaplikasikan pada produk panganseperti minuman ringan dan jelly. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan kondisi penyimpananyang tepat terhadap pigmen kurkumin terenkapsulasi yang diaplikasikan pada produk minuman ringandan jelly dan menduga umur simpannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental denganempat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan pada minuman ringan dan jelly adalahpenyimpanan suhu ruang (250 C ± 20 C), suhu refrigerator (50 C± 20 C), terekspos cahaya, dan tanpaekspos cahaya selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua produk (minuman ringandan jelly) yang disimpan pada suhu refrigerator dan tanpa ekspos cahaya memiliki stabilitas warnayang paling baik. Berdasarkan intensitas warna kuning, umur simpan minuman ringan pada suhu ruangdan terekspos cahaya secara berturut-turut adalah 38 hari dan 15 hari sedangkan umur simpan padasuhu refrigerator dan tanpa ekspos cahaya tidak bisa diduga pada 30 hari penyimpanan karena hasil ujistatistik menunjukkan bahwa lama penyimpanan (variabel x) tidak memengaruhi penurunan intensitaswarna kurkumin (variabel y) selama penyimpanan 30 hari. Umur simpan jelly suhu refrigerator adalah46 hari, tanpa terekpos cahaya: 25 hari, suhu ruang: 17 hari dan terekspos cahaya: 15 hari.Kata kunci: Kunyit, kurkumin, stabilitas, umur simpan
AKTIFITAS ANTIFIDAN EKSTRAK DAUN CANTIGI (Vaccinium varingieafolium BI.Miq) TERHADAP Plutella xylostella L. (LEPIDOPTERA: YPONOMEUTIDAE) Wawan Hermawan -
Bionatura Vol 11, No 2 (2009): Bionatura Juli 2009
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian aktivitas antifidan ekstrak daun cantigi (Vaccinium varingieafolium) terhadap ulat kol (Plutella xylostella) telah dilakukan di laboratorium. Penelitian menggunakan metode leaf disc dengan uji pilihan (antifeedant choice test) dan tanpa pilihan (antifeedant no-choice test). Data, berupa luas daun yang dimakan dianalisis dengan uji U Mann-Whitney setelah 24 jam pendedahan. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing uji terdiri atas 500, 1000, 2000, 3000, 4000, 5000 ppm dan kontrol. Setiap pengujian diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Cantigi (Vaccinium varingieafolium) memiliki aktivitas antifidan terhadap larva instar-3 akhir, mulai konsentrasi 3000 sampai dengan 5000 ppm. Kata kunci: antifidan, Vaccinium varingieafolium, Plutella xylostella.
PENGARUH IMBANGAN SEDUHAN TEH DENGAN EKSTRAK JAHE TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP TEH JAHE Een -; Lita Listanti
Bionatura Vol 5, No 3 (2003): Bionatura Nopember 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.225 KB)

Abstract

Pembuatan sirup teh merupakan salah satu bentuk lain produk teh yang sudahbanyak beredar pada saat ini. Pembuatan sirup teh hitam CTC akan menghasilkancita rasa (flavor) teh yang kurang kuat sehingga perlu ditambahkan cita rasa jahepada sirup tersebut. Jahe telah banyak digunakan sebagai bahan minumanpenghangat badan, untuk menghilangkan flu dan masuk angin sehingga denganpembuatan sirup teh jahe akan diperoleh produk yang bermanfaat untukkesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh imbangan seduhan teh danekstrak jahe yang tepat dalam pembuatan sirup teh jahe. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan AcakKelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuanterdiri dari 5 imbangan seduhan teh (mL) terhadap ekstrak jahe (mL), yaitu:70:30, 60:49, 50:50, 40:60 dan 30:70. Variabel yang diamati adalah TotalPadatan Terlarut, Uji Kesukaan dengan menggunakan metode Hedonik yangmeliputi warna dan aroma sirup, warna, aroma dan rasa seduhan sirup. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sirup teh jahe dengan imbangan 30:70menghasilkan karakteristik warna dan aroma sirup dengan tingkat kesukaanpaling tinggi, dan warna seduhan sirup dengan tingkat kesukaan yang rendah.
STABILITAS PIGMEN ANTOSIANIN KUBIS MERAH (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L.) Thell) TERENKAPSULASI PADA MINUMAN RINGAN YANG DIPASTEURISASI Tensiska -; Debby M. Sumanti -; Ayu Pratamawati -
Bionatura Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.568 KB)

Abstract

Kubis merah mengandung pigmen antosianin yang bersifat larut dalam air dan stabil pada kondisi asam. Faktor utama yang dapat mempengaruhi kestabilan pigmen antosianin yaitu pH, suhu, cahaya dan oksigen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kestabilan pigmen antosianin terenkapsulasi dari kubis merah pada minuman ringan selama penyimpanan pada suhu ruang (25±3oC) dan suhu refrigerasi (5±5oC). Variabel yang diamati yang berhubungan dengan kestabilan yaitu intensitas warna, konsentrasi antosianin dan nilai pH. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif yang dilanjutkan dengan analisis regresi dan korelasi. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu minuman ringan tanpa pasteurisasi dan disimpan pada suhu ruang (A), minuman ringan tanpa pasteurisasi dan disimpan pada suhu refrigerasi (B), minuman ringan dengan pasteurisasi dan disimpan pada suhu ruang (C) dan minuman ringan dengan pasteurisasi dan disimpan pada suhu refrigerasi (D). Pengamatan dilakukan dengan interval 5 hari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas minuman ringan dengan penambahan bubuk pigmen antosianin kubis merah pada semua perlakuan hanya sedikit mengalami penurunan konsentrasi antosianin dan intensitas warna. Laju penurunan konsentrasi antosianin dan intensitas warna paling minimal adalah pada minuman ringan yang dipasteurisasi (suhu 74oC selama 17 menit) yang disimpan pada suhu refrigerasi (5±5oC). Nilai pH (2,91–3,15) dan warna minuman ringan secara visual (merah keunguan / red purple) cenderung stabil selama penyimpanan 30 hari.Kata kunci : Kubis merah, antosianin, enkapsulasi, pasteurisasi, minuman ringan