cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
PEMBENTUKAN MONOLAYER AZOBENZEN DISULFIDA DAN KARAKTERISASINYA Fitrilawati -; S. Hidayat -; W.Widorini -; S. Sesiaria -; Rosmiati -; H. Akiyama -; K. Tamada -
Bionatura Vol 10, No 1 (2008): Bionatura Maret 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.925 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan studi kinetik adsorpsi pembentukan monolayer azobenzen disulfida pada substrat Au. Ada tiga jenis molekul azobenzen disulfida yang digunakan yaitu HAzC12SSC12, C6AzC12SSC18, dan CNAzC12SSC12. Pengkajian tersebut dilakukan dengan pengukuran kinetik adsorpsi monolayer azobenzen disulfida dan spektrum SPR dengan menggunakan spektroskopi surface plasmon resonance (SPR). Hasil yang didapat menunjukkan molekul C6AzC12SSC18 memiliki potensi yang lebih baik untuk membentuk self-assembled monolayer (SAMs), karena memiliki tahapan adsorpsi yang cepat dengan ketebalan yang optimal dan penyusunan molekul yang teratur.Kata Kunci : Self-assembled monolayer, azobenzen disulfida, surface plasmon resonance
PENENTUAN NILAI PARAMETER KINETIKA PROSES DALAM PEROMBAKAN SECARA ANAEROBIK LIMBAH CAIR INDUSTRI GULA, TEPUNG TAPIOKA, DAN MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN 4 REAKTOR UASB Dwiyantara, A. -; Nugrahini P.F. -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.405 KB)

Abstract

Industri gula tebu, industri tepung tapioka dan industripengolahan minyak kelapa sawit menghasilkan limbahcair dalam jumlah besar dengan konsentrasi karbonmasing-masing sebesar ± 4.000 mg COD/L, ± 30.000mg COD/L dan 50.000 mg COD/L. Digunakam ReaktorUASB sebanyak 4 buah reaktor dengan tujuan untukmeningkatkan reduksi COD dan jumlah gas yangdihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan variasikonsentrasi COD influent yaitu 10.000, 15.000, 20.000,25.000, 35.000 dan 45.000 mg/L. Pada penelitian inidilakukan analisis pada masing-masing limbah cair danlimbah cair campuran diukur nilai pH, COD, BOD,kandungan zat padat (TSS), dan tingkat kekeruhanpada influent dan efluentnya. Efisiensi reduksi CODlimbah cair campuran yang dihasilkan sangat baik,hingga mencapai rentang 90,17%-98,64%. Akumulasigas rata-rata yang dihasilkan tiap eksperimen besarnyamencapai rentang 5,4-15,8 mL/hari. Nilai ParameterKinetika untuk Half constant velocity (Ks), konstantautilisasi substrat (k), Yield coefficient (Y), Decay constant(kd), dan Maximum Growht rate (μm) adalah 0,876 gr/L,142,857/hari, 0,789, 0,533/hari, 41,525/hari
STRUKTUR DAN KOMPOSISI JENIS PERMUDAAN HUTAN ALAM TROPIKA AKIBAT PEMANENAN KAYU DENGAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM INDONESIA (TPTI) Muhdi -
Bionatura Vol 11, No 1 (2009): Bionatura Maret 2009
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.772 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di areal konsesi PT Suka Jaya Makmur, Kalimantan Barat. Tiga petak pengamatan berukuran masing-masing berukuran 100 m x 100 m diletakkan secara acak di tempat pengumpulan kayu, di pertengahan jalan sarad dan di ujung jalan sarad. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis permudaan semai dan pancang sebelum dan setelah pemanenan kayu di hutan alam tropika. Jenis yang paling banyak ditemukan berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) sebelum pemanenan kayu pada tingkat semai adalah teratung (Compnospera sp) dan meranti merah (Shorea leprosula Miq) dan pada tingkat pancang adalah ubar (Eugenia sp Lour). Jenis yang paling banyak ditemukan berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) setelah pemanenan kayu pada tingkat semai adalah teratung (Compnospera sp) dan pada tingkat pancang adalah ubar (Eugenia sp Lour). Penelitian ini menunjukkan, bahwa komposisi jenis sebelum dan sesudah pemanenan kayu di hutan alam tropika adalah berbeda.Kata kunci : Semai, pancang, komposisi jenis, pemanenan kayu, hutan tropikat
FERMENTASI DEDAK PADI OLEH KAPANG Aspergillus ficuum DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR FITAT, KUALITAS PROTEIN KASAR SERTA ENERGI METABOLIS PADA AYAM Siti Wahyuni H.S.
Bionatura Vol 5, No 2 (2003): Bionatura Juli 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.59 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mempelajari perubahan-perubahanyang terjadi dalam dedak padi setelah difermentasi oleh kapang Aspergillusficuum dengan sistem fermentasi media padat. Pengujian terhadap dedak padihasil fermentasi dilakukan secara kimiawi dan secara biologik; pengujian kimiawimeliputi pengujian terhadap penurunan kadar fitat, penentuan kandungan proteinkasar dan kecernaan protein kasar secara in vitro; sedangkan pengujian biologikmeliputi retensi nitrogen dan penentuan kandungan energi metabolis. Hasilpengamatan memperlihatkan bahwa setelah proses fermentasi terjadi penurunankadar fitat sebesar 83,25 % dan kadar protein kasar meningkat dari 12,65 %menjadi 15,18 %; namun demikian tidak terjadi perubahan nyata pada nilaikecernaan protein in vitro, retensi nitrogen dan energi metabolis.
PERBANDINGAN KANDUNGAN MAKRONUTRISI DAN ISOFLAVON DARI KEDELAI Detam 1 DAN Wilis SERTA POTENSINYA DALAM MENURUNKAN BERAT BADAN Meilinah Hidayat -; Dikdik Kurnia -; Muchtan Sujatno -; Nugraha Sutadipura -; Setiawan -
Bionatura Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kedelai merupakan sumber protein berkualitas tinggi, oligosakarida, serat makanan, mineral dan fitokimia terutama isoflavon. Isoflavon dan protein yang merupakan komponen utama dalam kedelai terbukti mempunyai beberapa efek yang menguntungkan. Isoflavon mempunyai efek menurunkan berat badan melalui peningkatan kadar hormon pencernaan Kolesistokinin (KSK). Kedelai varietas Detam 1 adalah kedelai unggulan berkualitas tinggi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian November 2008, dan sebagai pembanding adalah kedelai lokal varietas Wilis yang banyak ditanam oleh petani di Indramayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan membandingkan kandungan makronutrisi (air, protein, lemak dan karbohidrat) kedelai dan tempe, mengetahui jenis ekstrak yang mengandung kadar isoflavon yang tertinggi. Pengujian kadar air dengan metoda Thermogravimetri, protein dengan metoda Kjeldahl, lemak dengan metoda Soxhlet, dan karbohidrat dengan metoda Antron. Kadar Isoflavon yang terdapat dalam ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi n-butanol, fraksi air dan ekstrak protein dari kedelai dan tempe dari Detam 1 dan Wilis diperiksa menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil penelitian menunjukkan kadar protein yang paling tinggi terdapat dalam biji kedelai Detam 1 (41,82%). Proses fermentasi meningkatkan kadar air dari biji kedelai namun menurunkan kadar protein, lemak dan karbohidrat. Kadar isoflavon paling tinggi terdapat dalam fraksi etil asetat, kadar Daidzein tertinggi dalam fraksi etil asetat biji kedelai Detam 1 (Daidzein 0,669%). Ekstrak metanol tempe kedelai Wilis juga memiliki kadar isoflavon yang tinggi (Daidzein 0,580%, Genistein 0,576%). Ekstrak metanol tempe kedelai Wilis diharapkan mempunyai manfaat sebagai terapi untuk penurunan berat badan di masa mendatang.Kata Kunci: Kedelai Detam 1, kedelai Wilis, makronutrisi, isoflavon, HPLC
PENGARUH TAKARAN INOKULUM (Trichoderma viridae) DAN SUHU FERMENTOR TERHADAP NILAI GIZI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PRODUK FERMENTASI BUNGKIL KELAPA SAWIT Tjitjah Aisjah
Bionatura Vol 3, No 3 (2001): Bionatura Nopember 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.25 KB)

Abstract

Penelitian fermentasi bungkil kelapa sawit dengan Trichoderma viridae pada takaran0,2%; 0,4% dan 0,6% pada suhu fermentor (25oC dan 30oC) telah dilakukan diLaboratorium Bioteknologi Pakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuanpenelitian ini untuk mencari informasi tentang peningkatan nilai gizi protein dan seratkasar dari produk sebagai bahan pakan alernatif. Penelitian dilakukan secaraeksperimen di laboratorium dengan menggunakan rancangan acak lengkap polafaktorial 3 x 2 dengan ulangan tiga kali. Produk yang dihasilkan pada prosesfermentasi dengan takaran dan suhu yang berbeda menghasilkan nilai kenaikan yangsama untuk kandungan protein kasar (25,23 %-36,88%), demikian juga untuk seratkasar mengalami kenaikan antara 30–39,37% (serat kasar awal : 14,21%). Dari hasilini disimpulkan bahwa produk fermentasi bungkil kelapa sawit dengan Trichodermaviridae mengalami peningkatan nilai gizi bila dibandingkan dengan protein awal10,73% (tanpa fermentasi)Kata kunci : Bungkil kelapa sawit, fermentasi, Trichoderma viridae, nilai gizi.
MODELING OF SOYBEAN PRODUCTION IN INDONESIA USING ROBUST REGRESSION Susanti, Y. -; Pratiwi, H. -
Bionatura Vol 14, No 2 (2012): Bionatura Juli 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.23 KB)

Abstract

Soybean is considered as a vital commodity for food security, but apparently the production is unable to compensate the rate of increase in community needs. Therefore, this commodity plays an important role in economic life and indirectly may affect the level of demand for other materials. So the availability of soybean plays a major role for economic stability. The aim of this paper is to construct a robust regression model for predicting the soybean production in Indonesia using M-estimation. Based on the data obtained from Susenas and BPS, we obtain a robust regression model for soybean production.Harvested area and productivity have significant influence, while production of seed does not have significant influence on soybean production. The increment of one hectare harvested area and one quintal per hectare of productivity will increase 1.34 tons and 574 tons of soybean production respectively.Keywords: Robust regression, M-estimation, Huber function, soybean.
KAJIAN PROSES BIOSORPSI TIMBAL(II) OLEH BIOMASS ALGA SPIROGYRA SUBSALSA MELALUI MODIFIKASI GUGUS KARBOKSIL DAN KARBONIL Mawardi -; Nazulis. Z. -; Kurniawati, D -
Bionatura Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.385 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah dipelajari peranan gugusfungsi, khususnya gugus karboksil dan karbonil, dalamproses biosorpsi kation Pb2+ oleh biomassa alga S.subsalsa dengan cara memperlakukan biomassa denganreagen pemodifikasi gugus fungsi yang sesuai, yaitumethanol 99% and glykol. Esterifikasi gugus karboksildan modifikasi gugus karbonil dalam biomassa menyebabkanpenurunan daya serap biomassa terhadapkation timbal (II), sekitar 19,33% dan 37,45%pada pH optimum masing-masing 3 dan 4. Data inipemperlihatkan bahwa kedua gugus fungsi tersebutberperan penting dalam mengikat kation Pb2+.Kata kunci: Biosorpsi, glikol, karboksil, karbonil modifikasi,Spirogyra subsalsa
PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI YANG DIASOSIASIKAN DENGAN RHIZOBIUM PADA ZONA IKLIM KERING E (KLASIFIKASI OLDEMAN) Hanum, C. -
Bionatura Vol 12, No 3 (2010): Bionatura Nopember 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.105 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh perbedaan tanggal tanam dan simbiosis dengan rhizobium pada pertumbuhan dan hasil kedelai. Radiasi matahari, suhu udara dan tanah memberikan pengaruh signifikan pada metabolism tanaman dan aktivitas mikrob tanah, yang berakibat padapertumbuhan dan hasil kedelai.Tujuan penelitian ini untuk mempelajari tanggap pertumbuhan dan hasil kedelai dengan perlakuan perbedaan tanggal tanam dan inokulasi rhizobium. Penelitian dilakukan pada Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sampali Medan, dengan ketinggian tempat 25meter di atas permukaan laut, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor.Faktor pertama adalah tanggal tanam yang terdiri dari tiga taraf 22 September 08; 2 Oktober 08; dan 12 Oktober 08. Faktor kedua adalah pemberian inokulan rhizobium yang terdiri dari dua taraf yaitu tanpa pemberian rhizobium dan pemberian 100 ml inokulan per 100 gram benih. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa inokulasi dengan rhizobium mampu meningkatkan luas daun dan hasil biji kering kedelai. Penanaman kedelai pada tanggal 22 September 2008 yang dikombinasikan dengan rhizobium mampu meningkatkan luas daun sebesar 11.79% dan bobot kering biji sebesar 46%.Kata kunci: kedelai, pertumbuhan, hasil, rhizobium, Iklim E
DETEKSI JAMUR Verticillium dahliae KLEBHAN PENYEBAB PENYAKIT LAYU TANAMAN DI SENTRA BUDIDAYA KENTANG LEMBANG DAN PANGALENGAN Tarkus Suganda; Fitri Widiantini; Andang Purnama; Ceppy Nasahi
Bionatura Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.709 KB)

Abstract

Jamur V. dahliae merupakan jamur patogenik yang sangat merugikan berbagaijenis tanaman hortikultura, termasuk kentang, tomat, dan cabai. Sekali jamur initerinfestasikan ke suatu daerah pertanaman, maka ia dapat menyebabkanpenyakit yang hebat dan kerugian hasil. Kultivar resisten belum tersedia padatanaman apa pun, dan jamur ini mampu bertahan di dalam tanah untuk waktuyang lama serta memiliki kisaran inang yang luas. Suatu survey untukmengetahui keberadaan jamur V. dahliae di sentra pertanaman hortikultura diKecamatan Lembang dan Pangalengan telah dilakukan. Sampel tanah diambildari sembilan lokasi di tiga desa di Kecamatan Lembang dan dari 48 lokasi di limadesa di Kecamatan Pangalengan. Pengisolasian dilakukan dengan metodepengenceran dan penebaran suspensi ke atas media PDA dan ESA yang dilakukandi Laboratorium Fitopatologi Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan,Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Penyampelan danpengisolasian dilakukan dua kali. Namun demikian, dari semua sampel, tidakditemukan keberadaan jamur V. dahliae dari Lembang dan Pangalengan.Kata kunci : Verticillium dahliae, deteksi, kentang, Lembang, Pangalengan