cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 1,434 Documents
ANALISIS FAKTOR TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI Rahmawati, Rita; Mumaiyizah, Mumaiyizah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKKepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkankinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan dinilaidalam penelitian ini adalah kepuasan pasien pra perawatan operasi yang informed consent,menunggu periode dan tingkat kenyamanan / sakit gratis pasca operasi. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kepuasan dengan pre pelayanan danperawatan pasca operasi.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional studi. Populasi 80 orang sampeldengan menggunakan purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria inklusisebanyak 66 responden. Variabel bebas penelitian informed consent, menunggu periodedan tingkat / kenyamanan bebas dari rasa sakit serta penelitian kepuasan variabeldependen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dimodifikasi danobservasi.Menganalisis data menggunakan beberapa hasil regresi linear penelitian tidak adahubungan antara informed consent untuk kepuasan (r = - 0.026 p = 0,417), waktu tunggutidak ada hubungannya dengan kepuasan (r = 0,095 p = 0,224), tingkat kenyamanan / tidakridge bebas rasa sakit dengan kepuasan (r = -0,020 p = 0,436). Tidak ada korelasi antarapersetujuan Infomed, menunggu periode dan tingkat kenyamanan / tingkat bebas rasa sakitkepuasan pasien pra dan pasca operasi.Manajemen bedah ruang instalasi harus lebih meningkatkan layanan pra operasi,selama dan pasca operasi.Kata kunci: Informed consent, waktu tunggu, penghilang rasa sakit, kepuasanABSTRACTCustomer satisfaction is the level of one's feelings after comparing the performance(or result) that he felt compared to his expectations. Satisfaction is assessed in this studyare the satisfaction of patients in pre operative nursing care that is informed consent,waiting periods and levels of comfort/ pain free post operative. The purpose of this studywas to analyze the factors of satisfaction with the service pre and post operative care.This research used a cross sectional study design. The population of 80 peoplesampling by using purposive sampling, the sample that met the inclusion criteria as muchas 66 respondents. Independent variables the study informed consent, waiting periods andlevels of comfort/ pain-free as well as the dependent variable satisfaction research. Thedata was collected with modified questionnaire and observation.Analyze of data using multiple linear regression results of the research there wasno relationship between informed consent to the satisfaction (r = - 0.026 p = 0.417),waiting time has nothing to do with satisfaction (r = 0.095 p = 0.224), level of comfort / nopain-free ridge with satisfaction (r = -0.020 p = 0.436). There was no corelation betweeninfomed consent, waiting periods and levels of comfort/ pain-free level of satisfaction withpre and post operative patients.Installation space surgical management should further improve the service preoperative, during and post operative.Keywords: Informed consent, waiting periods, pain relief, satisfaction
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN LATIHAN FISIK JALAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Twistiandayani, Retno; Widyasti, Risma
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.59

Abstract

ABSTRAKLatihan fisik merupakan salah satu penanganan lima pilar diabetes mellitus.Praktek ini dapat mengurangi dan meningkatkan penggunaan energi untuk menghilangkankalori. Cara ini tidak untuk mengontrol kadar gula darah. Latihan fisik menghasilkanlakukan 3-4 kali dalam seminggu selama kurang lebih 30 menit, mulai dari intensitascahaya hingga pertengahan intensitas. Untuk dapat melakukannya fisik dukungan kegiatankeluarga sangat penting. Keluarga dapat memberikan informasi mengenai latihan fisik,mempersiapkan peralatan, dan keluarga dapat mengingatkan pasien jika malas untukmelakukan latihan fisik, sehingga kadar gula darah mendapatkan dikendalikan optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosialkeluarga dengan latihan fisik dengan berjalan di DM tipe 2 pasien di Poli Trainee RSIDarus Syifa Surabaya.Desain penelitian yang digunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampling purposive sampling, sampel diperoleh digunakan sebanyak 40 responden.Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah struktur kuesioner danwawancara struktur. Hasil kuesioner dan wawancara terstruktur, didapatlam 37,5%mendapatkan dukungan sosial dari keluarga yang cukup, sedangkan 47,5% respondenkeluarga yang menderita DM tipe 2 cukup biasa dalam melakukan latihan fisik denganberjalan kaki.Pengolahan data dilakukan dengan nilai statistik Spearman uji Rank diperoleh rhitung sebesar 0,413 dengan nilai p = 0,008, dimana nilai p <0,05, sehingga hipotesisditerima yang artinya ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan latihan fisikdengan berjalan Pasien DM Tipe di 2.Penelitian ini membuktikan bahwa keluarga harus lebih banyak meningkatkanhubungan sosial yang baik dengan DM tipe 2 pasien, sehingga dengan motivasi yang baik,pasien DM tipe 2 akan melakukan latihan fisik dengan berjalan lebih teratur.Kata kunci: Dukungan Sosial Keluarga, Latihan Fisik BerjalanABSTRACTPhysical practices represent one of the five pillar handling of diabetes mellitus. Thepractice can lessen and improve usage of energy to remove calorie. This way does tocontrol blood sugar rate. Physical practice earns do 3-4 times in a week during more orless 30 minute, started from light intensity up to mid intensity. To be able to do it physicalactivities family support of vital importance. Family can give information concerningphysical practice, preparing appliances, and family can remind patient if lazy to dophysical practice, so that blood sugar rate earn is controlled be optimal. The purpose ofthis research was to know the relation between social supports of family with physicalpractice by walk at patient DM Type 2 in Poli Interns RSI Darus Syifa Surabaya.Research Design used correlation with approach of cross sectional. Samplingtechnique the used sampling purposive, obtained sample counted 40 respondents.Instrument which is used in data collecting is questioner structure and structure interview. From questioner structure and structure interview, got 37,5% getting social support offamily which enough, while 47.5% responder family which suffering DM Type 2 regularenough in doing physical practice by walk.Data processing done with statistical Spearman Rank test obtained value of r countequal to 0.413 with value of p = 0.008, where value of p < 0.05, so that hypothesisaccepted with the meaning there is relation between social support of family with physicalpractice by walk at Patient DM Type 2.From this research is expected the family more is improving good social relationwith patient DM Type 2, so that with existence of good motivation, patient DM type 2 willever do physical practice by walk more regular.Keywords: Family Social Support, Physical Practice Walking
KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN JAMKESMAS Zahroh, Roihatul; Rahayu, Siti
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.60

Abstract

ABSTRAKKualitas rumah sakit sangat tergantung dari prestasi perawatan atau penilaiankeperawatan. Prestasi keperawatan memberlakukan Jamkesmas kepuasan pasien,khususnya di Rumah Sakit Ruang Cempaka Ibnu Sina Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Desain, termasuk16 perawat sampel dengan teknik total sampling dan 44 Jamkesmas pasien sampel denganpurposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebasadalah prestasi keperawatan sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pasienJamkesmas. Data diolah dan dianalisa menggunakan korelasi Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prestasiperawat dan Jamkesmas kepuasan pasien. Berdasarkan uji Chi Square nilai korelasi p =0,000.Penilaian kepuasan adalah indikator bagi perawat untuk menilai kinerja pencapaianperawat. Hal ini baik dan harus ditingkatkan dan dievaluasi secara terus-menerus tanpakepentingan politik dalam karir.Kata kunci: Prestasi Keperawatan, Pasien Jamkesmas, KepuasanABSTRACTHospital quality is very depending of nursing care achievement or nursingassessment. Nursing achievement giving effect to Jamkesmas patients satisfaction,especially in Cempaka Ward Ibnu Sina Gresik Hospital.This research using by Cross Sectional Design Approach, including 16 nursesampel by total sampling technique and 44 Jamkesmas patients sample by purposivesampling. Data collected using questionnaire. Independent variable is nursingachievement while dependent variable is Jamkesmas patients satisfaction. Data processedand anayzed using Chi Square correlation.Result of research indicate that there is significant relation between nurseachievement and Jamkesmas patients satisfaction. Based on Chi Square correlation pvalue= 0.000.Assessment of satisfaction is the eyewear for nurses to assess the performance ofnurse achievement. It is good and should be improved and evaluated on an ongoing basiswithout any political interest in career.Keywords: Nursing achievement, Jamkesmas patients, Satisfaction
REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2 Gustomi, Mono Pratiko; Rofidah, Astutik
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.61

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkanatau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salahsatu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehinggamembantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambubiji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusanjambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasienDM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambilberdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden denganmenggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambubiji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diujimenggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah denganrata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-testdidapatkan ρ = 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putihterhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan geldi saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktuuntuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secaraperlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudahsehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yanglebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasiglukosa darah tingkat.Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe2 pasien.ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not becontrolled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which candelay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugarlevels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it formedicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels inpatients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white onblood sugar levels.This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on theinclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independentt-test with significance level α ≤ 0:05.The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained ρ = 0.02which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugarlevels in patients with type 2 diabetes mellitus.White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach anddigestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorptionin the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulinreceptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makesglucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blooddecreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors thatmay affect the regulation of blood glucose levels.Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2patient.
PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Syaiful, Yuanita; Masruroh, Dewi
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.62

Abstract

ABSTRAKSalah satu efek dari pemberian infus adalah flebitis. Flebitis disebabkan olehmekanik, kimia, dan faktor bakteri. Flebitis dapat dicegah dengan meminimalisirmikroorganisme pada kulit pasien dan menjaga sistem jalur intravena ditutup dan sistemfiksasi dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara pengetahuan, sikap, dan praktek perawat dalam keperawatan infus dan kasusplebitis.Populasi adalah perawat yang merawat dan pasien yang mendapat terapi infus diRuang Wijaya Kusuma, Cempaka Room, dan ICU Room RSUD Gresik. Total sampeladalah 28 perawat dan 55 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposivesampling. Variabel dependen penelitian ini adalah plebitis dan variabel independen adalahpengetahuan, sikap, dan praktek perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakankuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rhokorelasi, dengan tingkat signifikansi (ρ)> 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan yang cukupperawat di keperawatan infus dan kasus plebitis (ρ = 0,023 dan r = 0.428). Ada korelasiyang rendah antara sikap perawat dalam keperawatan infus dan kasus flebitis (ρ = 0,048dan r = 0.377). Ada korelasi yang rendah antara praktek perawat dalam keperawatan infusdan kasus flebitis (ρ = 0,047 dan r = 0.374).Perilaku perawat dalam keperawatan infus memiliki korelasi yang rendah dancukup dengan kasus plebitis. Seorang perawat yang telah belajar tentang plebitispencegahan kejadian maka dia akan mempraktekkan apa yang diketahui dan menanganidalam bentuk tindakan perawatan yang baik dan benar.Kata kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap, dan praktek), kasus plebitis.ABSTRACTOne of the effect of intravenous feeding is phlebitis. Phlebitis is caused bymechanical, chemical, and bacterial factors. Phlebitis can be prevented by minimalizingmicroorganism in patient’s skin and keeping the intravenous line system closed andfixation system in good condition. The purpose of this research is to identify thecorrelation between knowledge, attitude, and practice of nurse in nursing infuse and thephlebitis case.The population is nurses who nursed and patients who got infuse therapy in WijayaKusuma Room, Cempaka Room, and ICU Room of RSUD Gresik. Total sample is 28nurses and 55 patients. The sample were taken using purposive sampling. For thisresearch, dependent variable is phlebitis and independent variable is knowledge, attitude,and practice of nurse. Data were collected by using quetioner and observation, thenanalyzed by using Spearman’s Rho Correlation, with level significance (ρ) > 0.05.Result showed that there was sufficient correlation between knowledge of nurse innursing infuse and phlebitis case (ρ=0,023 and r=0,428). There was low correlationbetween attitude of nurse in nursing infuse and phlebitis case (ρ=0,048 and r=0,377). There was low correlation between practice of nurse in nursing infuse and phlebitis case(ρ=0,047 dan r=0,374).Behavior of nurse in nursing infuse has low and sufficient correlation with thephlebitis case. A nurse who had learned about the incident prevention plebitis then hewould practice what is known and addressing in the form of maintenance action is goodand right.Keywords : Behavior (knowledge, attitude, and practice), phlebitis case.
PEMBERIAN CAIRAN YANG DIHANGATKAN DAN LAMPU PENGHANGAT MENINGKATKAN SUHU PASIEN SHIVERING POST OPERASI Umah, Khoiroh; Tri, Endah Ayu
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.63

Abstract

ABSTRAKMenggigil adalah tremor otot tak sadar karena efek vasodilatasi, aktivitas reflekstulang belakang, aktivitas simpati atas, dan obat anestesi yang menyebabkan hipotermia.Menggigil meningkatkan konsumsi oksigen, peningkatan kebutuhan metabolik, cardiacoutput, ventilasi, produksi katekolamin, denyut nadi, tekanan darah, tekanan intrakranial,tekanan intraokular, nyeri pasca bedah, dan saturasi oksigen lebih rendah. Tujuan daripenelitian ini mengetahui efektivitas cairan panas dan lampu dipanaskan untukmeningkatkan suhu pasien menggigil pasca operasi.Penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental (pretest-posttest Design Group).Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteriainklusi dari 30 responden di Ruang Pemulihan Ibnu Sina Rumah Sakit Gresik. Cairanvariabel independen yang hangat dan penyediaan lampu pemanas, variabel dependenadalah suhu tubuh. Data dengan pengamatan yang diambil sebelum dan setelah perawatandan dianalisis dengan 2 sampel uji t dengan tingkat signifikansi 5% gratis.Efektivitas hasil uji lampu dan cairan yang dipanaskan untuk meningkatkan suhupasien pascaoperasi yang menggigil t= 1.560 lebih kecil dari t tabel = 1,701. Jadi tidak adaperbedaan dalam efektivitas pemanasan cairan yang dipanaskan dan pencahayaan suhupasien meningkat pasca operasi.Studi ini diharapkan untuk menggunakan cairan yang dihangatkan untuk mengatasihipotermi karena kenaikan suhu tubuh lebih cepat.Kata kunci: Menggigil, cairan dipanaskan, lampu pemanas dan suhu tubuh.ABSTRACTShivering is an involuntary muscle tremor due to vasodilatation effect, spinal reflexactivity, sympathies over activity, per operative hypothermia-induced anesthesia drugs.Shivering increases oxygen consumption, increased metabolic demands, cardiac output,ventilation, catecholamine production, pulse rate, blood pressure, intracranial pressure,intraocular pressure, post-surgical pain, and lower oxygen saturation. The purpose of thisstudy knows effectiveness of the heated liquid and heated lamps to increase thetemperature of postoperative shivering patients.In this study using Pre - Experimental (Pretest-posttest Design Group). Sampleswere taken by using purposive sampling techniques that meet the inclusion criteria of 30respondents in the Recovery Room Ibnu Sina Hospital Gresik. Independent variable fluidthat is warmed and the provision of heating lamps, the variable dependent is bodytemperature. Data with observations had taken before and after treatment and analyzed by2 samples t test with a significance level of free 5%.Effectiveness of the test results of the heated liquid and heated lamps to increasepostoperative shivering patient temperature t calculated = 1.560 is smaller than t table =1.701. So there is no difference in effectiveness of the heated fluid heating and lighting ofthe patient's temperature increased postoperative shivering. These studies were expected to use the heated fluid to overcome shivering due tothe increase in body temperature more quickly.Keywords: Shivering, the heated fluid, heating lamps and body temperature.
TINDAKAN IBU TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) DENGAN STATUS GIZI ANAK TODDLER Qomariah, Siti Nur; Ashari, Muhammad Farid
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.64

Abstract

ABSTRAKGizi adalah masalah sindrom dari kemiskinan yang terhubung dengan ketahananmakanan dalam rumah tangga dan usaha untuk melaksanakan semua anak gizi karenaperilaku aspek contoh: pengetahuan, sikap dan tindakan ibu. Nutrisi khusus untuk anakakan mempengaruhi status kesehatan, tujuan penelitian menganalisa tindakan korelasi ibutentang gizi dengan angka status gizi anak-anak berusia 1-3 tahun.Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan purposivesampling. Variabel bebas adalah tindakan ibu tentang gizi angka, variabel dependen adalahanak balita berusia 1-3 tahun dan ibu mereka, ada 38 responden. Pengumpulan data adalahobservasi dan kuisioner tergantung.Hasil pengujian menggunakan statistik spearman rank, diperoleh nilai p = 0,000dan itu berarti ada korelasi r = 0,0677 artinya kekuatan hubungan tindakan ibu tentangangka kecukupan gizi (akg) dengan status gizi anak toddler tingkat sedang.Berdasarkan hasil studi penelitian, menunjukkan bahwa orang tua perlumeningkatkan perilaku ibu mengenai angka kecukupan gizi pada anak-anak sehinggamencapai perkembangan anak yang optimal.Kata kunci: Tindakan Ibu, Status Gizi, ToddlerABSTRACTThe nutrient is problem the sindrom of proverty that connect with the endurance offood in the household and the effort to fullfil the nutrient child due to behaviour aspectexample: knowledge, attitude and mother’s action. Nutrient special to child will influencehealth status, purpose of research analyze corelation mother’s action about nutrientnumeral with nutrient status of children 1-3 years old.The design of this research was using cross sectional design with purposivesampling. The independen variable was mother’s action about nutrient numeral, thedependen variable was toddler children 1-3 years old and their mother, and there were 38respondents. The data collection was observation and dependent quetionare.Test results using Spearman rank statistics, the value of p = 0.000 and that meansthere is a correlation of r = 0.0677 means that the strength of the relationship motheractions on nutritional adequacy rate (RDA) with the nutritional status of children toddlermoderate.Based on the result of research studies, suggest that parents need to increase themother’s behavior regarding the nutritional adequacy rate in children so as to achieveoptimal child development.Keywords: Mother’s action, Nutrient Status, Toddler
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
EKSTRAK RIMPANG KUNYIT MENURUNKAN KADAR LEMAK DARAH PASIEN HIPERLIPIDEMIA (Turmeric (Curcuma Longa Linn) Extract Toward Modification of Blood Lipid Level in Hyperlipidemia Patients) Gustomi, Mono Pratiko; Larasati, Rima
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.66

Abstract

ABSTRAK Hiperlipidemia adalah penyakit dengan kolesterol tinggi atau trigliserid. Hiperlipidemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Jika tidak mendapatkan penanganan akan menyebabkan komplikasi yang parah. Kunyit merupakan salah satu obat herbal untuk semua hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek rimpang kunyit dengan isi kurkumin untuk menurunkan kadar lemak darah pada pasien dengan hiperlipidemia.Penelitian ini merupakan Pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pre-post test. Sampel direkrut menggunakan purposive sampling, diambil sesuai dengan kriteria inklusi dengan ukuran sampel dari 22 orang yang memiliki hiperlipidemik di Desa Sawotratap pada 22 November 2013. Variabel bebas adalah ekstrak rimpang kunyit dan variabel dependen adalah modifikasi kadar lemak darah. Data dikumpulkan menggunakan observasi kadar lemak darah dan kemudian dianalisis dengan menggunakan Paired t-test dengan tingkat signifikansi α < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan dari tingkat lipid darah adalah 0.000 ( α<0,05) artinya bahwa ada perbedaan sebelum dan setelah pemberian ekstrak rimpang kunyit selama 12 hari. Pemberian ektrak rimpang kunyit (Curcuma Longa Linn) menurunkan kadar lemak darah pada pasien hiperlipidemia.Ekstrak rimpang kunyit merupakan herbal alternatif untuk mengontrol kadar lemak dalam darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan lama penelitian dalam jangka lebih panjang dan ekstraksi yang berbeda. Kata kunci: Hiperlipidemia, Ekstrak rimpang kunyit  ABSTRACT Hyperlipidemic is a disease with high Cholesterol or Trigliserid. Hyperlipidemic is one of the health problems that exist in society. If it doesn’t get an attention will lead to severe complication. Turmeric is one of all herbal medication for hyperlipidemic. The aim of the research was to evaluate the effect of turmeric with contents of curcumin to change blood lipid level in patient with hyperlipidemic.This research was a pre-experimental with one group pre-post test design. Samples were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 22 people who had hiperlipidemic at Sawotratap village on 22th November 2013. The independent variable was turmeric extract and the dependent variable was the modification of blood lipid’s level. Data were collected using blood lipid’s level observation and then analyzed using paired t-test with significance level of r=0,05.The calculate result of the blood lipid level using paired t-test with true confidents is 95%, and the significance is 0.000 (r<0.05) it means that there were the difference before and after administration of turmeric extract for 12 days. It means that there were effect of Turmeric (Curcuma Longa Linn.) extract toward modification of blood lipid level in hyperlipidemia patients.Therefore turmeric extract may be alternative to control the blood lipid level. Further research is needed for the long-term effect and the different extraction. Keywords: Hyperlipidemic, Turmeric extract
REBUSAN DAUN SALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PASIEN GOUT Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Septiadi, Nanang Dwi
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.67

Abstract

ABSTRAKDaun salam mengandung flavonoid yang diyakini menurunkan kadar asam uratdalam darah. Flavonoid dapat menghambat aksi dari enzim xanthine oxidase sehinggapembentukan asam urat terhambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispengaruh rebusan daun salam untuk menurunkan kadar asam urat pada pasien Gout.Penelitian ini dilakukan di Desa Tebel RT 05 dan RT 07 RW 03 di Gedangan,Sidoarjo. Sampling menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakanadalah 32 orang yang menderita penyakit asam urat atau gout. Variabel independen adalahpemberian rebusan daun salam, variabel dependen adalah penurunan kadar asam urat padapenderita gout. Penelitian ini menggunakan pengambilan data sebelum dan sesudahpengamatan dan analisis menggunakan Wilcoxon signed rank test tingkat <0,05.Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa rebusan daun salam dapatmenurunkan kadar asam urat dalam darah manusia dengan nilai signifikansi (2-tailed)diperoleh p = 0,000.Rebusan daun salam dapat menjadi pengobatan herbal alternatif untuk penyakitasam urat, dari hasil penelitian ini menunjukkan orang dengan penyakit asam urat di desaTebel RT 05 dan RT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo yang telah mengkonsumsi rebusandaun salam mengalami penurunan kadar asam urat.Kata kunci: Rebusan daun Salam, Asam UratABSTRACTThe Bay leaf containing flavonoids is believed to reduce levels of uric acid in theblood. Flavonoids can inhibit the action of the enzyme xanthine oxidase so that uric acidformation is inhibited. This research objectives to analyze effect of bay leaf’s stew todecrease the uric acid levels in Gout patients.This research was done at Tebel’s village RT 05 and RT 07 RW 03 in Gedangan,Sidoarjo. Sampling used a purposive sampling method. The sample which used is 32people who suffer uric acid disease or gout. Independent variable was the provision of bayleaf stew, the dependent variable was the decrease in uric acid levels in gout sufferers.This study used data retrieval before and after observation and analysis used the Wilcoxonsigned rank test levels <0.05.From Wilcoxon test statistic showed that the bay leaf’s stew can decreased the uricacid levels in human’s blood with a significance value (2-tailed) obtained p= 0.000.The bay leaf’s stew can be alternative herbal treatment for uric acid disease, fromthe results of this study showed people with uric acid disease in Tebel’s village RT 05 andRT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo who have given bay leaf’s stew the levels of uric acidwas decreased.Keywords: The Bay leaf’s stew, Uric Acid

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue