cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): Juni" : 8 Documents clear
FAKTOR RISIKO BAYI BERAT LAHIR RENDAH DITINJAU DARI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN FAKTOR KEHAMILAN (Studi di Puskesmas Margorejo dan Puskesmas Juwana di Kabupaten Pati) Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.158 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.51

Abstract

ENGLISHQuality of health care and pregnancy factors affect the development of the fetus. The purpose of this study is to analyze the quality of health care and pregnancy factors on the incidence of Low Birth Weight (LBW) including: antenatal completeness, the frequency of antenatal, maternal weight during pregnancy, a history of hyperemesis gravidarum, and gestational age at birth. This study uses case control design with sample of 32 cases and 32 controls. Statistical test uses chi square and risk estimation uses odds ratios. The results show that antenatal completeness (OR = 4.911 and p = 0.009), gestational age at birth (OR = 4.592 and p = 0.010) and hyperemesis gravidarum experienced by the mother during pregnancy (OR = 4.200 and p = 0.029) are risk factors of LBW in Public Health Center Juwana and Margorejo. The cooperation among health workers is needed to improve knowledge of pregnant women regarding the importance of completed antenatal care. In addition, it is important to raise awareness for pregnant women about the problems during pregnancy so that the problems can be addressed immediately. INDONESIAKualitas pelayanan kesehatan dan faktor kehamilan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kualitas pelayanan kesehatan dan faktor kehamilan terhadap kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) yang meliputi: kelengkapan pemeriksaan antenatal, frekuensi pemeriksaan antenatal, kenaikan berat badan ibu saat hamil, riwayat hiperemesis gravidarum, dan umur kehamilan pada saat bayi lahir. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel masing-masing 32 responden. Uji statistik menggunakan chi square dan estimasi risiko menggunakan odd rasio. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pemeriksaan antenatal (OR = 4,911 dan p = 0,009), umur kehamilan saat bayi dilahirkan (OR = 4,592 dan p = 0,010) dan hiperemesis gravidarum yang dialami ibu selama hamil (OR = 4,200 dan p = 0,029) menjadi faktor risiko kejadian BBLR di Puskesmas Juwana dan Puskesmas Margorejo. Perlu kerja sama semua tenaga kesehatan untuk meningkatkan informasi kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan antenatal secara lengkap serta memotivasi ibu hamil dan keluarganya untuk meningkatkan kepekaan terhadap masalah yang dihadapi selama kehamilan sehingga jika ada masalah dapat segera diatasi.
FENOMENA KEKERASAN DI SEKOLAH (SCHOOL BULLYING) PADA REMAJA DI KABUPATEN PATI Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.926 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.52

Abstract

ENGLISHThe increase of child abuse in Pati Regency quite alarming. The aims of this study were to describe of bullying activity on student and describes form of bullying in junior high school (SMP) students in Pati Regency from the perspective of victims and bullies. The research method is a descriptive quantitative. The population are SMP students in Pati Regency in total 31,012 students. The number of respondent (sampling size) is 395 students from 21 SMP. The sampling method uses proportional area random sampling. This study was conducted from June to October 2015. Data are analyzed by descriptive. The results showed that 58.2% of the total respondents had experienced bullying. Students who experience bullying are grouped into three categories: 1) Bullies; 2) The victim; and 3) The bullies and victim. The last category has a dominant percentage (53.8%) compared to other categories. From the victim's viewpoint, the most widely form of bullying was verbal bullying (29.3%). However, 43.4% of victims feel that bullying was common. The majority of bullies was classmate (58.6%) and the bullying activity was mostly occured in classroom (84.3%). From bullies’s viewpoint, the most practiced form of bullying was verbal bullying 44.2%. Most bullies fell guilty (37.3%) while most of their victims were classmates (77.5%). Furthermore, the main reason to bully was fun (58.7%) and it was done in classroom (87.5%). INDONESIAPeningkatan angka kekerasan anak di Kabupaten Pati cukup memprihatinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku bullying pada siswa SMP dan menjelaskan bentuk-bentuk bullying pada siswa SMP di Kabupaten Pati dari sudut pandang korban maupun pelaku. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati yang berjumlah 31.012. Sampel penelitian terdiri atas 395 siswa dari 21 SMP yang bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional area random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2015. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,2% dari total responden pernah mengalami perilaku bullying. Siswa yang mengalami bullying terbagi dalam 3 peran yaitu pelaku, korban dan pelaku sekaligus korban dengan persentase yang mendominasi yaitu 52,8%. Berdasarkan sudut pandang korban, bentuk bullying paling banyak dialami adalah bullying verbal 29,3%. Korban menganggap bullying yang diterima adalah hal yang biasa (43,4%), namun banyak juga yang merasa sedih (30,3%). Pelaku paling dominan adalah teman seangkatan sebanyak 58,6%. Tempat terjadinya bullying sebagian besar adalah di kelas (84,3%). Berdasarkan sudut pandang pelaku, bentuk paling banyak dilakukan kepada korban adalah bullying verbal 44,2%. Sebagian pelaku bullying merasa menyesal (37,3%), sasaran paling banyak adalah teman seangkatan (77,5%). 58,7% pelaku bullying mengungkapkan alasan perilaku adalah iseng, bullying sebagian besar dilakukan di kelas (87,5%).
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PAMSIMAS DALAM PENYEDIAAN AIR BERSIH BAGI MASYARAKATDI KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.832 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.47

Abstract

ENGLISHAccessibility to clean water is the right for all citizens. However some parts of the study area have less access to clean water, especially in the dry season. The objectives of the research are: (1) To analyze the performance of policy implementation for PAMSIMAS in the study area; and (2) To analyze the role of PAMSIMAS in providing clean water for community in the study area. This research uses quantitative approach. The data consist of primary and secondary data. The data collection is conducted by observation and interview. The data analysis uses descriptive one. There are five main findings in the research. First, the coverage of PAMSIMAS includes 109 of 406 villages (26.85%). Second, the performance in managing PAMSIMAS is fairly good with score 77.37. Third, output of PAMSIMAS programme in 109 villages includes 14,711 installations for clean water of household. Fourth, PAMSIMAS has a capacity 2,850,040 litre per day. Fifth, cash-flow of PAMSIMAS is Rp729,219,937. INDONESIAAkses air bersih merupakan hak setiap warga negara tetapi sebagian kawasan di area studi mengalami kesulitan akses air bersih, khususnya di musim kemarau. Penelitian ini memiliki tujuan: (1) Menganalisa kinerja implementasi kebijakan PAMSIMAS di area studi; dan (2) Menganalisa peran PAMSIMAS dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dokumen instansi terkait. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Ada beberapa temuan utama dalam penelitian ini. Pertama, coverage PAMSIMAS 109 desa (26,85%) dari total 406 desa/kelurahan di area studi. Kedua, kinerja tata kelola PAMSIMAS masuk kategori relatif baik dengan skor 77,37. Ketiga, output PAMSIMAS di 109 desa memiliki 14.711 sambungan rumah untuk penyediaan air bersih. Keempat, kapasitas pelayanan air bersih PAMSIMAS di area studi sebanyak 2.850.040 liter per hari yang tersebar di 109 desa. Kelima, BP-PAMS memiliki cash-flow sebanyak Rp729.219.937 dalam pengelolaan PAMSIMAS.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERKARAKTER MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMK N 3 PATI Sunoto Sunoto
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.393 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.53

Abstract

ENGLISHThe background of this research is lower competency of teacher in SMK Negeri 3 Pati in preparing lesson plans character. Academic supervisions in SMK Negeri 3 Pati are conducted in order to improve the competency of teacher in preparing lesson plans character. The research subjects are the Islamic education teacher of grade X, the social science teacher of grade XII, the civic education teacher of grade X, the Indonesian language teacher of grade XI and the English language teacher of grade XI. This research method is descriptive with quantitative and qualitative approaches. The data are collected through documentation, observation, interviews and assignments. The research is designed through two cycles with procedure: (1) planning; (2) the action executions; (3) observation; and (4) reflection. The result shows that teacher’s competency increases indicated by: 1) the average score for the first cycle is 71 rated "good"; and 2) the average score for the second cycle is 90 rated "very good". The conclusion of this study is that the implementation of the academic supervision can improve the competency of teacher in preparing the lesson plans character in SMK Negeri 3 Pati. INDONESIAPenelitian ini dilatarbelakangi permasalahan rendahnya kompetensi guru dalam menyusun RPP berkarakter. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan supervisi akademik yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berkarakter. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran Pendidikan agama Islam kelas X, Ilmu Pengetahuan Sosial kelas XII, Pendidikan Kewarganegaraan kelas X, Bahasa Indonesia Kelas XI dan Bahasa Inggris kelas XI. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, wawancara dan penugasan. Desain penelitian dirancang melalui dua siklus dengan prosedur: 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan tindakan; 3) Pengamatan; dan 4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi, untuk siklus I sebesar 71 poin dinilai “baik” dan siklus II sebesar 90 poin dinilai “sangat baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berkarakter di SMK Negeri 3 Pati.
STRATEGI PENGEMBANGAN MANDIRI ENERGI DAN PUPUK ORGANIK DI DUKUH RUBIYAH DESA BAGENG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.671 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.48

Abstract

ENGLISHRubiyah sub village has the potential to be developed becoming a self-sufficient energy and fertilizer sub village. It is because the topography of Rubiyah sub village is composed of mountains and the sub village close to rivers which makes a lot of people working in the cattle husbandry sector. The purpose of the study is to formulate strategies in developing Rubiyah sub village becoming a self-sufficient energy and fertilizer sub village. This research uses a descriptive quantitative method. The primary data are obtained by interviewing breeders and owners of biogas installation and organic fertilizer in Rubiyah sub village, Bageng Village Pati Regency. While secondary data are derived from relevant reports and publications. The sampling method is a purposive sampling. The data are analysed by SWOT analysis. The result shows that internal external matrix is located in a position of growth concentration through horizontal integration. The main strategies are: 1) to rebuild and to increase the number of biogas digester by involving the local community as the masons; 2) to increase the production of organic fertilizer. Other strategies are the establishment of market and supporting organizations. INDONESIADukuh Rubiyah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi dukuh mandiri energi dan pupuk organik. Hal ini karena topografi Dukuh Rubiyah yang berupa pegunungan dan dekat dengan sungai menjadikan masyarakatnya banyak yang berprofesi sebagai beternak sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dalam pengembangan mandiri energi dan pupuk organik di Dukuh Rubiyah Desa Bageng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan peternak dan pemilik instalasi biogas dan pupuk organik. Sedangkan data sekunder berasal dari penelitian dan dokumen yang relevan. Metode pengambilan sampel responden adalah purposive sampling. Lokasi penelitian di Dukuh Rubiyah Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Analisis data menggunakan SWOT. Hasil penelitian adalah matriks internal eksternal berada pada posisi pertumbuhan (Growth) konsentrasi melalui integrasi horisontal, sedangkan strategi utama yaitu berupa pembangunan kembali dan memperbanyak bangunan biogas dan pupuk organik dengan melibatkan masyarakat sendiri sebagai perakitnya. Strategi lain yaitu pembangunan pasar dan pendirian organisasi penunjang.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MEMBERDAYAKAN PETANI Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.725 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.54

Abstract

ENGLISHPerformance of agricultural extension agent refers to the concepts of empowerment that can improve capacity and the indipendence of farmers. This paper aims to describe the performance of agricultural extension agent in empowering farmers. Performance of agricultural extension agent is perceived by the satisfaction level of farmers who receive services from the agents. Factors that give positive and significant influence to the performance of agricultural extension agent in empowering farmers are: (1) The education of farmers both formal and non-formal educations; (2) The characteristics of the social system (e.g. social values of culture, farmers access to extension services and facilitation of agribusiness by relevant government institutions); and (3) The competence of agricultural extension agent (e.g. competence of extension agent to communicate; competence of extension agent to educate farmers and competence of extension agent in social interaction). INDONESIAKinerja penyuluh mengacu kepada konsep-konsep pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja penyuluh dalam memberdayakan petani. Kinerja penyuluh pertanian dipersepsikan oleh tingkat kepuasan petani yang menerima jasa penyuluhan pertanian. Faktor-faktor yang berpengaruh positif dan nyata terhadap kinerja penyuluh pertanian dalam memberdayakan petani adalah: (1) Karakteristik petani (pendidikan, baik formal maupun non formal); (2) Karakteristik sistem sosial (nilai-nilai sosial budaya, akses petani terhadap lembaga penyuluhan dan fasilitas agribisnis oleh lembaga pemerintah terkait); dan (3) Kompetensi penyuluh pertanian (yaitu kompetensi penyuluh berkomunikasi; kompetensi penyuluh membelajarkan petani dan kompetensi penyuluh dalam interaksi sosial).
KELAYAKAN USAHA INDUSTRI IKAN PINDANG SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PATI Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.012 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.49

Abstract

ENGLISHBoiled fish is quite popular in Pati Regency. The purpose of this study is to conduct economic analysis of industrial fish boiled in household scale in Pati Regency. The study was conducted in Banyutowo village, Dukuhseti Sub district and Dukutalit village, Juwana Sub district on October 2015. The research method is descriptive quantitative. The primary data were obtained by interviews with boiled fish employers of household scale. While secondary data were derived from relevant documents from marine and fisheries agency of Pati regency. Sampling method was purposive sampling. Respondents were boiled fish employers of household scale. Data were analyzed using analysis of financial feasibility comprising: NPV, R/C ratio, IRR and PP. Results of the research show that: 1) NPV is Rp527,580,791 which means investing for boiled fish industry of household scale in Pati Regency acceptable; 2) The ratio R/C is 1.24 which means feasible to be run and developed; 3) The IRR is 5.11 meaning IRR > relevant interest rate (4.14%), so the investment is profitable; 4) PP is 4.8 years or 4 years and 10 months, including the category of medium refund. INDONESIABentuk olahan hasil perikanan laut yang cukup populer di Kabupaten Pati adalah ikan pindang. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis ekonomi terhadap industri ikan pindang dengan skala rumah tangga di Kabupaten Pati. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan bulan Oktober 2015. Sumber data berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dengan pengusaha ikan pindang skala rumah tangga. Sedangkan data sekunder berasal dari dokumen relevan Dislautkan Kab. Pati. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Responden merupakan pengusaha ikan pindang skala rumah tangga. Lokasi penelitian berada di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti dan Desa Dukutalit Kecamatan Juwana. Analisis data dengan analisis finansial kelayakan usaha yang terdiri dari: NPV, Rasio R / C, IRR dan PP. Hasil Penelitian yaitu NPV adalah Rp527.580.791 berarti investasi untuk industri ikan pindang skala rumah tangga di Kabupaten Pati dapat diterima. Rasio R / C yaitu 1,24 artinya layak untuk dijalankan dan dikembangkan. IRR yang dihasilkan adalah 5,11 artinya IRR > tingkat bunga relevan yaitu 5,11% > 4,14% sehingga investasi dikatakan menguntungkan. PP yang dihasilkan adalah 4,8 tahun atau 4 tahun 10 bulan termasuk kategori pengembalian sedang.
PENERAPAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK Arieyanti Dwi Astuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.456 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.50

Abstract

ENGLISHThe use of plastic bag tends to increase and it causes the increase of plastic waste. Plastic waste is a hazardous material because it is difficult to be decomposed biologically. Waste management in Indonesia is regulated by Law Number 18/2008 and Government Regulation Number 81/ 2012. Besides the use of biodegradable plastics, reducing the number of plastic bag can be done by implementing a no free plastic bag policy. The policy was issued by the Directorate General Waste Management, Waste and Hazardous and Toxic under the Ministry of Environment and Forestry (KLHK). The content of this policy is to urge people to bring their own bag when shopping, otherwise they have to buy plastic bags. The policy has been implemented in several countries and succeeded in reducing the number of plastic bags significantly. In Indonesia, the pilot implementation of the policy was conducted from February 21, 2016 to June 5, 2016 in 22 cities. Funds raised from the sale of plastic bag are public funds that will be used for waste management activities. By implementating this policy is expected to reduce the use of plastic bag in Indonesia, as in other countries that already have implemented it. INDONESIAPenggunaan kantong plastik yang cenderung mengalami peningkatan, akan meningkatkan jumlah sampah plastik. Sampah plastik merupakan sampah berbahaya karena sifatnya yang sulit terurai secara biologis. Pengelolaan sampah di Indonesia sudah diatur dalam UU No 18 Tahun 2008 dan PP No 81 Tahun 2012. Selain dengan penggunaan plastik biodegradable, penurunan jumlah penggunaan kantong plastik dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui surat edaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun. Isi dari kebijakan ini menghimbau masyarakat untuk membawa alternatif kantong plastik saat berbelanja atau jika masyarakat tidak membawa kantong plastik belanjaan, pelaku ritel akan mengenakan harga pada kantong plastik yang diminta masyarakat saat belanja. Kebijakan ini sudah banyak diterapkan di beberapa negara dan berhasil menurunkan jumlah penggunaan kantong plastik secara signifikan. Di Indonesia, uji coba penerapan kebijakan ini dilakukan mulai 21 Februari 2016 hingga 5 Juni 2016 di 22 kota. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan kantong plastik merupakan dana publik yang nantinya digunakan untuk kegiatan pengelolaan sampah. Dengan penerapan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik di Indonesia, seperti pada negara-negara lain yang sudah menerapkan kebijakan ini sebelumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8