cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): Desember" : 5 Documents clear
Spot Survei Reservoir Leptospira di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Zumrotus Sholichah; Tri Wijayanti; Jarohman Raharjo; Dyah Widiastuti; Dewi Puspita Ningsih; Dwi Priyanto; Agung Puja Kesuma
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.162

Abstract

ENGLISHThe presence of rats and direct contact with rat is a risk factor of Leptospirosis. Rats play an important role in the transmission of Leptospira to humans. Rats are able to adapt in all habitats from the coast to the highlands. The purpose of this paper is to describe rats as Leptospira reservoirs in the lowlands and highlands as a picture of rats confirmed by the source of Leptospira transmission for animals, humans and their environment and serovar circulating in the lowlands and highlands. This research uses deskriptif approach  with a cross-sectional design, carried out around the latest leptospirosis cases in Mojolawaran Village, Gabus District and Tajungsari Village, Tlogowungu District, Pati Regency. Data collection was carried out in April-May 2011. The Results of the research showed that the number of rats caught is higher in the lowlands with almost the same number of species between the lowlands and highlands with trap success 15,33%. Rats infected with Leptospira in the lowlands are Rattus tanezumi while in the highlands are Rattus tanezumi and Suncus murinus so that R. tanezumi and S. murinus act as reservoirs of Leptospira and sources of transmission at the survey sites with serovars infected are Hardjo, Autumnalis and Sejroe. INDONESIAKeberadaan tikus dan kontak dengan tikus merupakan salah satu faktor risiko terjadinya leptospirosis. Tikus berperan penting dalam menularkan Leptospira kepada manusia serta mampu beradaptasi di segala habitat dari daerah pantai hingga dataran tinggi. Tujuan penelitian  ini untuk mendeskripsikan tikus sebagai reservoir Leptospira di dataran rendah dan dataran tinggi sebagai gambaran jenis tikus yang terkonfirmasi sumber penularan Leptospira bagi hewan, manusia, dan lingkungannya serta serovar yang bersirkulasi di dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan potong lintang. Penelitian dilakukan di sekitar kasus leptospirosis terbaru di Desa Mojolawaran Kecamatan Gabus dan Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan pada April-Mei 2011. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikus tertangkap lebih banyak di dataran rendah dengan jumlah spesies yang hampir sama antara dataran rendah dan tinggi dengan keberhasilan penangkapan 15,33%. Spesies tikus yang terinfeksi Leptospira di dataran rendah adalah Rattus tanezumi, sedangkan di dataran tinggi adalah Rattus tanezumi dan Suncus murinus. R. tanezumi dan S. murinus berperan sebagai reservoir Leptospira dan sumber penularan di lokasi survei dengan serovar yang menginfeksi adalah Hardjo, Autumnalis dan Sejroe.
Transformasi Penghidupan Masyarakat Pasca Program HKm Hasan, Rubangi Al; Nurrohmat, Dodik Ridho
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.158

Abstract

ENGLISHThis study aims to obtain information on farmers livelihood changesafter the HKm program. This research was conducted in four villages in Central Lombok Regency. The data was collected using in-depth interviews, focused discussion, and document studies. This research found that there was an important transformation in the livelihoods of farmers. First, changes of the livelihoods of the people who previously worked as laborers (agricultural and non-agricultural) then switched to cultivating HKm land. Second, land tenure changed from <0.5 ha to around 1 ha. Third, the institutional aspect. The existence of HKm has made forest management institutions transformed from an individual pattern to an organizational one under farmer groups and cooperatives. Even so, the existing institutions (both organization and rules of the game) are not running optimally yet. Fourth, there has been a change in land cultivation where farmers have started to use better tillage and plant cultivation techniques. Fifth, there is an increase in income even though there is fluctuation in the transitional period when the production of the main crops has not reached optimal productivity. Sixth, in terms of crop commodities, after HKm program, farmers were planting more commercial and higher value commodities than before. INDONESIAProgram hutan kemasyarakatan (HKm) memberikan akses kepada masyarakat di sekitar hutan untuk mengelola dan memanfaatkan hutan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi perubahan penghidupan petani pasca program HKm. Penelitian ini dilaksanakan di empat desa di Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, diskusi terfokus, dan studi dokumen. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat transformasi yang penting dalam penghidupan petani sekitar hutan pasca introduksi program HKm. Pertama, mata pencaharian masyarakat banyak yang sebelumnya bekerja sebagai buruh (tani dan non pertanian) kemudian beralih menjadi penggarap lahan HKm. Kedua, penguasaan tanah berubah dari  0,5 Ha menjadi sekitar 1 ha . Ketiga, transformasi kelembagaan  pengelolaan hutan dari pola individual menjadi organisasional di bawah kelompok tani dan koperasi. meskipun demikian kelembagaan (baik organisasi maupun aturan main) yang ada belum berjalan optimal. Keempat, perubahan dalam pengelolaan lahan dimana petani mulai menggunakan teknik pengolahan lahan dan budidaya tanaman  yang lebih baik. Kelima, peningkatan pendapatan meskipun terjadi fluktuasi pada periode peralihan ketika produksi tanaman utama belum mencapai produktivitas optimal. Keenam, komoditas tanama sebelum program HKm dijalankan lebih didominasi tanaman kurang bernilai komersial, namun ketika program HKm berjalan tanaman ditanam yang bernilai komersial tinggi. Sebagian besar tanaman merupakan jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.194

Abstract

ENGLISHStunting is still one of the health problems faced by Pati Regency. There are 12 Stunting Locus Villages in Pati District. The research objective was to describe the causes of stunting in the stunting locus village, Pati Regency. The research was conducted with a quantitative descriptive approach. The research was conducted in March-August 2020. The study population was all stunting toddlers in 12 Locus Stunting Villages. The research sample was all stunting toddlers in 10 stunting locus villages totaling 69 toddlers. The data used are secondary data from the Puskesmas. Data were analyzed descriptively. The results showed that the causes of stunting in the locus of stunting villages in Pati District were: 1) inadequate intake; 2) inadequate parenting; 3) low parental height; 4) not getting exclusive breastfeeding; 5) not getting  early initiation of breastfeeding; 6) lack of environmental sanitation; 7) LBW; 8) Mother during pregnancy has anemia. Stunting was not caused by a single factor, but a combination of several causes. Therefore, all components of society should cooperate in order to   reduce stunting cases. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Kabupaten Pati. Ada 12 Desa lokus Stunting di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penyebab stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2020. Populasi penelitian adalah semua balita stunting di 12 Desa Lokus Stunting. Sampel penelitian adalah semua balita stunting di 10 desa lokus stunting berjumlah 69 balita. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari Puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penyebab stunting di desa lokus stunting di Kabupaten Pati adalah adalah: 1) kurangnya asupan makanan; 2) pola asuh yang kurang memadai; 3) keturunan pendek; 4) tidak mendapatkan ASI eksklusif; 5) tidak mendapatkan IMD; 6) sanitasi lingkungan yang kurang; 7) BBLR; 8) ibu saat hamil mengalami anemia. Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Diperlukan kerja sama semua komponen masyarakat dalam upaya penurunan stunting.
Kajian Pendirian Usaha Biji Plastik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Arieyanti Dwi Astuti; Jatmiko Wahyudi; Aeda Ernawati; Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.204

Abstract

ENGLISHEstablishment of a company which recycles plastic waste into plastic pellet not only benefits for eliminating waste but also for driving circular economy. Recycling plastic waste in particular low density polyethylene (LDPE) can be conducted in a small-scale industry with simple technology and low investment. This study aims to analyze the feasibility of a plastics pellet business from both financial and non-financial perspectives. Financial perspective encompasses net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and payback period (PP) while non-financial perspective includes market, technical, socio-economic and environmental aspects. The result shows that according to both financial and non-financial aspects, the establishment of recycling company is feasible. The recycling business has the NPV= IDR 10,631,879,342; IRR = 15.38%; and PP = 2 years 1 months 26 days. As main raw material, LDPE is abundant and the demand for plastic pellet continues to grow. Technically, the company will be situated close to landfill considering many factors in order to comply with the regulation. From socio-economic aspect, the company will create jobs and generates local taxes. Environmentally, utilizing 3.6 tons of LDPE daily from landfill enables the company to lengthen life span of landfill and to eliminate plastic waste. INDONESIAPendirian perusahaan daur ulang yang memproses sampah plastik menjadi biji plastik memberikan manfaat tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah namun juga dapat untuk menggerakkan perputaran ekonomi. Daur ulang sampah plastik khususnya plastik jenis Low Density Poly Ethylene (LDPE) dapat dijalankan oleh perusahaan berskala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana dan modal yang tidak terlalu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha biji plastik ditinjau dari aspek finansial dan non finansial. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha daur ulang sampah plastik jenis LDPE menjadi biji plastik layak untuk dijalankan. Berdasarkan aspek finansial, usaha ini memiliki nilai NPV = Rp10.631.879.342; IRR = 15,38%; PP = 2 tahun 1 bulan 26 hari. Bahan baku sampah plastik LDPE tersedia melimpah dan belum banyak didaur ulang. Selain itu permintaan terhadap produk biji plastik terus mengalami peningkatan. Lokasi perusahaan direncanakan terletak tidak jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukoharjo Kabupaten Pati dengan pertimbangan lokasi tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan. Pendirian usaha daur ulang berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan pajak daerah. Ditinjau dari aspek lingkungan, kemampuan perusahaan untuk mendaur ulang 3,6 ton sampah plastik LDPE per hari berkontribusi untuk memperpanjang usia pakai TPA dan dapat mengurangi timbulan sampah plastik.
Analisis Kinerja Koperasi Unit Desa Menggunakan Balanced Scorecard Jatmiko Wahyudi; Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.198

Abstract

ENGLISHThis study aims to analyze the performance of a village unit cooperative (KUD) as a business entity using the balanced scorecard instrument. The research was conducted in July 2020 with KUD Bahagia, one of rural cooperatives in Pati Regency, as research object. This research used a quantitative and qualitative approach (mix method). Primary data were obtained by interviewing KUD administrators and field observations, while secondary data were derived from the annual report of the KUD Bahagia in 2020 fiscal year. Data were analyzed using a balanced scorecard to determine the performance of KUD from four perspectives namely financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning development perspective. The results showed that from balanced scorecard point of view, in general KUD Bahagia showed well performance. Few indicators show lower performance and the management of KUD Bahagia should pay attention for the indicators.The number of KUD members tends to decrease and the use of information technology in managing administration and running a business need to be boosted. INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja badan usaha berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD) dengan menggunakan instrumen balanced scorecard. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan objek penelitian KUD Bahagia di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama (mix method). Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan pengurus KUD dan observasi lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan rapat anggota tahunan Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia Tahun 2020. Data dianalisis dengan menggunakan balanced scorecard untuk mengetahui kinerja KUD dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditinjau dari analisis balanced scorecard, Koperasi Unit Desa (KUD) Bahagia secara umum menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa indikator kinerja yang perlu mendapat perhatian dari pengelola KUD Bahagia adalah penurunan jumlah anggota KUD dan masih perlu dioptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengelola administrasi maupun menjalankan usaha.

Page 1 of 1 | Total Record : 5