cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Analisis Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Cilacap Cicilia, Shierly Ayu; Aji, Galih Setyo
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.413

Abstract

ENGLISHEconomic growth is one of the indicators that can describe the success of a region in implementing development for the improvement of the well-being of its people. This study aims to analyze the influence of infrastructure development on economic growth in Cilacap Regency and provide suggestions that can be applied by the Local Government of Cilacap District in the implementation of development planning that is closely related to the implementation of development in its area. The data used in this study are secondary time series data of Gross Regional Domestic Product (GRDP) based on prices valid for the period 2013-2022 from the Central Statistical Agency of Cilacap Regency and other related literature. The analytical methods used in this study are descriptive analysis and quantitative analysis using multiple regression models. The results of this study namely road infrastructure (X1) and clean water infrastructure (X2) were positive and significant both partially and simultaneously to economic growth in Cilacap Regency. INDONESIAPertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesuksesan suatu daerah dalam mengimplementasikan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap dan memberikan saran yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan yang erat kaitannya dengan implementasi pembangunan di daerahnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder time series Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku periode 2013-2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap dan literatur lain yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa infrastruktur jalan (X1) dan infrastruktur air bersih (X2) berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap.  
Kesesuaian Lokasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro Rozak, Achmad Miftahur
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.417

Abstract

ENGLISHBojonegoro Regency, as the third largest contributor to rice production in East Java, is at risk of agricultural land conversion due to population growth which triggers an increase in the need for built-up land. To control this, 93,054.38 ha of Protected Paddy Fields (LSD) have been established. This control is also realised through the establishment of Sustainable Food Agriculture Area (KP2B) of 43,201.7 ha in Regional Regulation Number 5 of 2021 concerning the Regional Spatial Plan (RTRW) of Bojonegoro Regency 2021-2041, with a food crop area reaching 77,757 ha. This research aims to determine the suitability of LSD designation with the RTRW. The assessment of the level of conformity used a quantitative method with a spatial overlay analysis approach. It was found that 66,280.97 ha of LSD were in conformity with the RTRW, while 26,542.98 were not. The suitability of LSD with agricultural land includes the availability of irrigation network, productivity and planting index of 48,093.5 ha. There are 11,447.98 ha of food crop areas outside LSD that have the potential to become reserve land. These results can serve as an illustration for local governments in proposing changes to LSD designations to align with existing conditions and spatial planning. INDONESIAKabupaten Bojonegoro sebagai penyumbang produksi padi terbesar ketiga di Jawa Timur, terdapat resiko alih fungsi lahan pertanian akibat pertumbuhan penduduk yang memicu peningkatan kebutuhan lahan terbangun. Untuk mengendalikan hal tersebut telah ditetapkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas 93.054,38 Ha. Pengendalian tersebut juga diwujudkan melalui penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 43.201,7 ha dalam Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro 2021–2041, dengan luas kawasan tanaman pangan mencapai 77.757 ha. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian penetapan LSD dengan RTRW. Penilaian tingkat kesesuaian tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial overlay (tumpang susun). Didapatkan kesesuaian LSD dengan RTRW seluas 66.280,97 ha, sedangkan 26.542,98 tidak sesuai. Kesesuaian LSD dengan lahan pertanian mencakup ketersediaan jaringan irigasi, produktivitas dan indeks penanaman seluas 48.093,5 ha. Terdapat 11.447,98 ha kawasan tanaman pangan di luar LSD yang berpotensi menjadi lahan cadangan. Hasil ini dapat menjadi gambaran Pemerintah daerah dalam mengusulkan perubahan penetapan LSD agar selaras dengan kondisi eksisting dan perencanaan tata ruang.
Kesesuaian Masterplan Smart City Kota Banda Aceh dengan Sustainable Development Goals Danica, Raina
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.422

Abstract

ENGLISHThe Sustainable Development Goals (SDGs) aim to support a sustainable life and reduce development-related issues. The study was conducted in Banda Aceh city, which has been planning with the use of technology before the 100 smart city program and has the characteristic of an Islamic city. The study aims to identify the compatibility of Banda Aceh Smart City Masterplan with SDGs by analyzing the missions and programs of the smart city Masterplan in Banda Aceh and analizing the extent to which the plan supports the achievement of the SDGs. The methods in this research are qualitative methods, using secondary data in the form of Smart City Masterplan and SDGS. Data collection was carried out by identifying related documents and analyzed by reducing, presenting and conclusions.  The result is that the smart city masterplan has implemented the goals of SDGs based on the mission and program planned with SDG 9, 11, 7, 6, 8 and 12. This indicates that Banda Aceh smart city masterplan has already been planned as a sustainable development city. The research findings are expected to highlight Banda Aceh Smart City’s role in advancing the Sustainable Development Goals (SDGs). INDONESIASustainable Development Goals (SDGs) memiliki tujuan untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan dan mengurangi permasalahan terkait pembangunan. Penelitian dilakukan di Kota Banda Aceh yang sebelum diterapkannya program 100 smart city di Indonesia perencanaannya sudah berkembang dengan pemanfaatan teknologi dan memiliki ciri khas yaitu Kota Islami yang memungkinkan hasil yang berbeda dengan kota lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian Masterplan Smart City Kota Banda Aceh SDGs dengan menganalisis misi dan program dalam Masterplan Smart City Kota Banda Aceh dan menganalisis sejauh mana rencana tersebut mendukung pencapaian SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskrptif, dengan menggunakan data sekunder berupa Masterplan Smart City dan SDGs. Pengumpulan data dilakukan dengan identifikasi dokumen terkait dan dilakukan analisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa masterplan smart city telah menerapkan tujuan yang tercantum dalam SDGs berdasarkan  misi dan program yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa misi dan program sesuai dengan tujuan SDG 9, 11, 7, 6, 8 dan 12.Hal tersebut menunjukkan bahwa masterplan smart city Kota Banda Aceh sudah merencanakan perkembangan kota yang berkelanjutan, Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran Smart City Kota Banda Aceh dalam mendukung SDGs.  
Identification of The Alignment between Protected Rice Fields (LSD) and Sustainable Agricultural Land (LP2B) within the Residential Spatial Planning Johan Irawan; Bambang Hari Wibisono
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INDONESIA Alih fungsi lahan sawah menjadi permukiman di Kabupaten Bantul meningkat akibat tekanan urbanisasi sehingga menimbulkan konflik kebijakan antara Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan Rencana Tata Ruang (RTR). Studi ini menganalisis ketidakselarasan regulasi LSD dan LP2B dengan perencanaan tata ruang perumahan menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 titik potensial konflik antara zona perlindungan pertanian dan peruntukan perumahan, yang diklasifikasikan dalam tujuh tipologi permasalahan. Ketidakselarasan kebijakan ini dapat menyebabkan ketidakpastian hukum, percepatan alih fungsi lahan, dan potensi sengketa tata ruang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sinkronisasi RTR dengan LP2B dan LSD melalui revisi kebijakan, penguatan pengawasan, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. ENGLISH The conversion of rice fields into residential areas in Bantul Regency has increased due to urbanization pressure, leading to policy conflicts between Protected Rice Fields (LSD), Sustainable Agricultural Land (LP2B), and the Spatial Plan (RTR). This study analyzes the inconsistencies between LSD and LP2B regulations and residential spatial planning using spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS). The findings indicate 32 potential conflict points between agricultural protection zones and residential allocations, classified into seven problem typologies. These policy misalignment result in legal uncertainty, accelerated land conversion, and potential spatial planning disputes. To address these issues, synchronizing the RTR with LP2B and LSD is necessary through policy revisions, strengthened supervision, and enhanced coordination between central and regional governments.
Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Kelapa Kopyor di Kabupaten Pati Faiq Yusron; Mukson; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Kopyor coconut is an exotic Indonesian germplasm with high economic value. The largest coconut-producing region is Central Java Province, specifically Pati Regency. The potential for development remains significant due to the abundant availability of land. Despite its high value, the supply of kopyor coconut trees is still limited, so this condition results in the selling prices remaining relatively high. This study was conducted to evaluate the financial feasibility of the kopyor coconut agribusiness using payback period, Net B/C, NPV, and IRR analysis. The study was conducted from December 2023 to March 2024, involving 96 respondents from three sub-districts. The study results indicate that early maturing (genjah) kopyor coconut farming in Pati Regency is feasible, with a payback period of 4 years and 7 months. The Gross B/C values of 1.25 and Net B/C 1.91 are more than one or less than the economic life. NPV is positive at Rp219,613,433 at an interest rate (discount rate) of 12.00% per year with an Internal rate of return (IRR) of 31.96% which is greater than the prevailing bank interest of 12% per year. The cultivation of early maturing kopyor coconut in Pati Regency is feasible, and its development has the potential to generate optimal and sustainable profits for farmers. INDONESIA Kelapa kopyor merupakan plasma nutfah eksotik asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Daerah penghasil terbanyak berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Pati. Potensi pengembangan masih terbuka lebar karena ketersediaan lahan cukup luas. Meskipun bernilai tinggi, ketersediaan tanaman kelapa kopyor masih terbatas sehingga harga jualnya relatif mahal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan finansial agribisnis kelapa kopyor dengan analisis payback period, Net B/C, NPV, dan IRR. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 96 dari tiga kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kelapa kopyor genjah di Kabupaten Pati layak diusahakan. Payback period tercapai dalam 4 tahun 7 bulan. Nilai Gross B/C 1,25 dan Net B/C 1,91, keduanya lebih besar dari satu. NPV positif sebesar Rp219.613.433 menandakan present value melebihi biaya yang dikeluarkan. Tingkat suku bunga (discount rate) 12% menghasilkan IRR 31,96%, lebih besar dari bunga bank 12% per tahun. Usahatani kelapa kopyor genjah di Kabupaten Pati layak dilaksanakan dan pengembangannya berpotensi memberikan keuntungan optimal dan berkelanjutan bagi petani.
Analisis Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta Dian Safitri; Siswanto Imam Santoso; Suryani Nurfadillah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Robusta coffee is a leading commodity in Keling Subdistrict, Jepara Regency. However, farmers' bargaining position in the robusta coffee market is weak due to limited capital and lack of access to market information. This study aimed to analyze the marketing channel patterns, marketing functions, and marketing efficiency of robusta coffee in Keling Subdistrict. The research was conducted in Tempur Village and Damarwulan Village from January to February 2023 using a survey method. The total of 100 farmer respondents were selected through simple random sampling, while marketing institution respondents were determined using the snowball sampling. Data analysis methods included descriptive analysis for examining marketing channels and marketing functions. Quantitative analysis was used for evaluating marketing costs and margins, farmer's share, and Marketing Efficiency (EP). The results identified six robusta coffee marketing channel patterns in Keling Subdistrict. The marketing functions performed by the marketing institutions include exchange functions, physical functions, and facilitating functions. The most efficient marketing channel based on margins (IDR 709) was Channel 4 (farmer – coffee processor). Meanwhile, the most efficient marketing channel based on the farmer's share (97.50%) and Marketing Efficiency (EP) (2.56%) was Channel 6 (farmer – factory). INDONESIA Kopi Robusta merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Posisi tawar petani dalam pemasaran kopi robusta lemah karena kurangnya modal dan akses informasi pasar. Penelitian bertujuan menganalisis pola saluran pemasaran, fungsi-fungsi pemasaran, dan efisiensi pemasaran kopi robusta di Kecamatan Keling. Penelitian dilaksanakan di Desa Tempur dan Desa Damarwulan pada bulan Januari sampai Februari 2023 menggunakan metode survei. Metode pengambilan responden petani menggunakan simple random sampling sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling didapatkan sebanyak 7 responden. Metode analisis data secara deskriptif untuk analisis pola saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran. Data dianalisis secara kuantitatif untuk analisis biaya dan margin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis Efisiensi Pemasaran (EP). Hasil penelitian didapatkan 6 pola saluran pemasaran kopi robusta di Kecamatan Keling. Fungsi pemasaran yang dilaksanakan oleh lembaga pemasaran adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan nilai margin pemasaran (Rp 709) adalah saluran 4 (petani – pengrajin kopi). Saluran yang paling efisien berdasarkan nilai farmer’s share (97,50%) dan Efisiensi Pemasaran (EP) (2,56%) adalah saluran 6 (petani – pabrik).
Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Ikan Nila Salin (Oreocromis niloticus) di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati Eko Bejo Wahyono; Agus Setiadi; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH The purpose of this study is to analyze the financial feasibility and profitability of the saline tilapia (Oreochromis niloticus) cultivation in Tayu SubRegency, Pati Regency. The research was conducted using a survey method, with data collected through interviews based on questionnaires. The total population of tilapia cultivators in the Tayu SubRegency is 646. A proportional sampling technique was applied across the three villages with the largest saline tilapia production areas (Margomulyo, Dororejo, and Tunggulsari) yielding a total sample size of 100 respondents. Financial feasibility was analyzed using the Revenue-Cost Ratio (R/C ratio) and profitability figures. The results show an R/C ratio value of 1.74. This indicates that for every IDR 1.00 spent, the farmer receives a revenue of IDR 1.74, resulting in a profit of IDR 0.74. Furthermore, the profitability analysis of the saline tilapia cultivation business in Tayu SubRegency yielded a figure of 74.39%. Based on this profitability level, the business is profitable, meaning that for every expense of IDR 1.00, the saline tilapia farmers in Tayu SubRegency, Pati Regency, will obtain a profit of IDR 0.7439. INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan profitabilitas usaha budidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara berbasis kuesioner. Populasi pembudidaya ikan nila salin adalah 646 orang. Sampel sebanyak 100 responden diperoleh secara proporsional di tiga desa yang memiliki luas lahan produksi ikan nila salin terluas di Kecamatan Tayu, yaitu Desa Margomulyo, Desa Dororejo, dan Desa Tunggulsari. Analisis kelayakan finansial menggunakan R/C Ratio dan angka profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,74. Angka ini berarti bahwa untuk setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00, pembudidaya ikan nila salin akan menerima pendapatan sebesar Rp1,74, sehingga keuntungan yang diperoleh adalah Rp0,74. Selain itu, hasil analisis profitabilitas usaha budidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu adalah 74,39%. Berdasarkan tingkat profitabilitas tersebut, usaha yang dijalankan dinilai menguntungkan, di mana setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 akan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp0,7439 bagi pembudidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Profitabilitas Usaha Peternakan Itik di Kelompok Tani Sato Iwen Kabupaten Pati Seto Catur Nugroho; Agus Setiadi; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH This research aims to analyze the profitability of laying duck farming, focusing on the Sato Iwen Farmers Group in Langgenharjo Village, Margoyoso District, Pati Regency. Data were collected through field observations and in-depth interviews using structured questionnaires. Profitability was analyzed using the Return on Investment (ROI) method, comparing net profit with total production costs. The results demonstrate that the profitability of laying duck farming at the respondent’s current scale reaches 59.2%. This high ROI is achieved on a production scale of 100 ducks integrated with the use of a hatchery machine, which creates significant added value by producing Day Old Ducks (DOD). The findings indicate that the business is highly profitable and feasible for further development. Although the farming is conducted semi-intensively, it maintains consistent productivity throughout the year. It is recommended that the government provides technical support and infrastructure to promote growth. Furthermore, farmers are encouraged to improve biosecurity and sanitation standards to minimize mortality rates and prevent environmental pollution. INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha ternak itik petelur pada Kelompok Tani Ternak Sato Iwen di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis profitabilitas dilakukan dengan metode Return on Investment (ROI), yang membandingkan laba bersih dengan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas usaha ternak itik pada skala responden mencapai 59,2%. Angka tersebut diperoleh dari hasil usaha dengan populasi 100 ekor itik yang didukung oleh penggunaan satu unit mesin tetas, yang memberikan nilai tambah melalui produksi Day Old Duck (DOD). Berdasarkan temuan tersebut, usaha ternak itik di lokasi penelitian dinilai sangat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun pemeliharaan dilakukan secara semiintensif, usaha ini mampu menjaga produktivitas yang stabil. Disarankan agar pemerintah memberikan dukungan teknis dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan usaha. Selain itu, peternak diharapkan meningkatkan standar biosekuriti dan sanitasi kandang guna meminimalkan angka kematian ternak serta mencegah pencemaran lingkungan.
Potensi dan Tantangan Pengembangan Wisata Pesisir di Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene Muhammad Sulthan; Muhammad Sajidin
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Pesuloang Village in Pamboang District, Majene Regency, possesses significant potential for development as a community -based coastal tourism area. The inherent beauty of its beaches, coral reefs, and rich marine biodiversity are key attractions that have yet to be optimally utilized. This research aims to identify the potential and challenges of coastal tourism development in Pesuloang Village and to analyze the strategic factors affecting its sustainability using the SWOT approach. While previous studies on coastal tourism in West Sulawesi often focus on physical and economic potential, the analysis of internal and external factors influencing the sustainability of tourism management remains limited. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing in-depth interviews and field observations involving the village government, community leaders, local business actors, and tourists for data collection. The findings indicate that Pesuloang Village exhibits strengths in its natural beauty, good accessibility, and local economic potential, all of which can be enhanced through coastal tourism development. However, significant challenges persist, including low public awareness, the absence of a dedicated tourism management institution (Pokdarwis), and a lack of adequate supporting facilities. INDONESIA Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata pesisir berbasis masyarakat. Keindahan pantai, terumbu karang, dan kekayaan biota laut menjadi daya tarik utama yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan pengembangan wisata pesisir di Desa Pesuloang, serta menganalisis faktor strategis yang memengaruhi keberlanjutannya melalui pendekatan SWOT. Kajian mengenai wisata pesisir di Sulawesi Barat selama ini lebih banyak menyoroti potensi fisik dan ekonomi, sementara analisis terhadap faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan wisata masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pesuloang memiliki kekuatan berupa keindahan alam, aksesibilitas yang baik, serta potensi ekonomi lokal yang dapat ditingkatkan melalui pengembangan wisata pesisir. Namun, terdapat tantangan signifikan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, belum adanya lembaga pengelola wisata (Kelompok Sadar Wisata/Pokdarwis), dan minimnya fasilitas pendukung.
Analisis Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Cilacap Cicilia, Shierly Ayu; Aji, Galih Setyo
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Economic growth is one of the indicators that can describe the success of a region in implementing development for the improvement of the well-being of its people. This study aims to analyze the influence of infrastructure development on economic growth in Cilacap Regency and provide suggestions that can be applied by the Local Government of Cilacap District in the implementation of development planning that is closely related to the implementation of development in its area. The data used in this study are secondary time series data of Gross Regional Domestic Product (GRDP) based on prices valid for the period 2013-2022 from the Central Statistical Agency of Cilacap Regency and other related literature. The analytical methods used in this study are descriptive analysis and quantitative analysis using multiple regression models. The results of this study namely road infrastructure (X1) and clean water infrastructure (X2) were positive and significant both partially and simultaneously to economic growth in Cilacap Regency. INDONESIA Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesuksesan suatu daerah dalam mengimplementasikan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap dan memberikan saran yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan yang erat kaitannya dengan implementasi pembangunan di daerahnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder time series Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku periode 2013-2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap dan literatur lain yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa infrastruktur jalan (X1) dan infrastruktur air bersih (X2) berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap.