cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Kesesuaian Lokasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro Rozak, Achmad Miftahur
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Bojonegoro Regency, as the third largest contributor to rice production in East Java, is at risk of agricultural land conversion due to population growth which triggers an increase in the need for built-up land. To control this, 93,054.38 ha of Protected Paddy Fields (LSD) have been established. This control is also realised through the establishment of Sustainable Food Agriculture Area (KP2B) of 43,201.7 ha in Regional Regulation Number 5 of 2021 concerning the Regional Spatial Plan (RTRW) of Bojonegoro Regency 2021-2041, with a food crop area reaching 77,757 ha. This research aims to determine the suitability of LSD designation with the RTRW. The assessment of the level of conformity used a quantitative method with a spatial overlay analysis approach. It was found that 66,280.97 ha of LSD were in conformity with the RTRW, while 26,542.98 were not. The suitability of LSD with agricultural land includes the availability of irrigation network, productivity and planting index of 48,093.5 ha. There are 11,447.98 ha of food crop areas outside LSD that have the potential to become reserve land. These results can serve as an illustration for local governments in proposing changes to LSD designations to align with existing conditions and spatial planning. INDONESIA Kabupaten Bojonegoro sebagai penyumbang produksi padi terbesar ketiga di Jawa Timur, terdapat resiko alih fungsi lahan pertanian akibat pertumbuhan penduduk yang memicu peningkatan kebutuhan lahan terbangun. Untuk mengendalikan hal tersebut telah ditetapkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas 93.054,38 Ha. Pengendalian tersebut juga diwujudkan melalui penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 43.201,7 ha dalam Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro 2021–2041, dengan luas kawasan tanaman pangan mencapai 77.757 ha. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian penetapan LSD dengan RTRW. Penilaian tingkat kesesuaian tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial overlay (tumpang susun). Didapatkan kesesuaian LSD dengan RTRW seluas 66.280,97 ha, sedangkan 26.542,98 tidak sesuai. Kesesuaian LSD dengan lahan pertanian mencakup ketersediaan jaringan irigasi, produktivitas dan indeks penanaman seluas 48.093,5 ha. Terdapat 11.447,98 ha kawasan tanaman pangan di luar LSD yang berpotensi menjadi lahan cadangan. Hasil ini dapat menjadi gambaran Pemerintah daerah dalam mengusulkan perubahan penetapan LSD agar selaras dengan kondisi eksisting dan perencanaan tata ruang.
Kesesuaian Masterplan Smart City Kota Banda Aceh dengan Sustainable Development Goals Danica, Raina
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH The Sustainable Development Goals (SDGs) aim to support a sustainable life and reduce development-related issues. The study was conducted in Banda Aceh city, which has been planning with the use of technology before the 100 smart city program and has the characteristic of an Islamic city. The study aims to identify the compatibility of Banda Aceh Smart City Masterplan with SDGs by analyzing the missions and programs of the smart city Masterplan in Banda Aceh and analizing the extent to which the plan supports the achievement of the SDGs. The methods in this research are qualitative methods, using secondary data in the form of Smart City Masterplan and SDGS. Data collection was carried out by identifying related documents and analyzed by reducing, presenting and conclusions. The result is that the smart city masterplan has implemented the goals of SDGs based on the mission and program planned with SDG 9, 11, 7, 6, 8 and 12. This indicates that Banda Aceh smart city masterplan has already been planned as a sustainable development city. The research findings are expected to highlight Banda Aceh Smart City’s role in advancing the Sustainable Development Goals (SDGs). INDONESIA Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki tujuan untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan dan mengurangi permasalahan terkait pembangunan. Penelitian dilakukan di Kota Banda Aceh yang sebelum diterapkannya program 100 smart city di Indonesia perencanaannya sudah berkembang dengan pemanfaatan teknologi dan memiliki ciri khas yaitu Kota Islami yang memungkinkan hasil yang berbeda dengan kota lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian Masterplan Smart City Kota Banda Aceh SDGs dengan menganalisis misi dan program dalam Masterplan Smart City Kota Banda Aceh dan menganalisis sejauh mana rencana tersebut mendukung pencapaian SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskrptif, dengan menggunakan data sekunder berupa Masterplan Smart City dan SDGs. Pengumpulan data dilakukan dengan identifikasi dokumen terkait dan dilakukan analisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa masterplan smart city telah menerapkan tujuan yang tercantum dalam SDGs berdasarkan misi dan program yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa misi dan program sesuai dengan tujuan SDG 9, 11, 7, 6, 8 dan 12.Hal tersebut menunjukkan bahwa masterplan smart city Kota Banda Aceh sudah merencanakan perkembangan kota yang berkelanjutan, Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran Smart City Kota Banda Aceh dalam mendukung SDGs.
Persepsi Masyarakat terhadap Ruang Terbuka Publik pada Kawasan Kota Lama Semarang Purnaditya, Angelina Laksmiati Rachma; Muhammad, Dzuha
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Semarang's Old Town, often referred to as Little Netherland, is a well-known tourist destination. It is recognized as a public cultural space whose existence needs to be preserved. Urban public open spaces serve diverse functions and are expected to be sustainable. Cultural open spaces play a vital role in strengthening local identity, fostering collective pride, and raising awareness about the importance of preserving cultural heritage. Semarang’s Old Town hosts many Dutch heritage landmarks and several significant buildings that attract visitors. This study aims to assess public perception of the Old Town’s current condition as a cultural open space in Semarang City as an alternative planning for the area. The research used a survey method by distributing questionnaires applying Google Forms, with data analyzed using descriptive and inferential statistical techniques through IBM SPSS. The results show that the Old Town of Semarang is generally in good condition, but there are issues such as vehicle noise and inadequate sanitation facilities. The existing conditions affect the characteristics of people who visit, including the purpose of visiting, the frequency of visiting and the costs incurred. Understanding these factors is important as a foundation for future planning and sustainable development of Semarang’s Old Town. INDONESIA Kota Lama Semarang, yang sering disebut sebagai Little Netherland, adalah destinasi wisata yang terkenal. Kota Lama sebagai ruang budaya publik perlu diperhatikan eksistensinya. Peran ruang terbuka publik kota sangat beragam dan diharapkan dapat berkelanjutan. Ruang terbuka budaya memiliki peran yang sangat vital dalam memperkuat identitas lokal, membangun kebanggaan kolektif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya. Kota lama Semarang merupakan ruang publik yang telah menjadi salah satu tempat dari banyak landmark peninggalan sejarah Belanda. Terdapat beberapa bangunan penting yang dapat menarik pengunjung datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keadaan eksisting Kota Lama sebagai ruang terbuka budaya di Kota Semarang sebagai alternatif perencanaan kawasan Kota Lama. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah teknik survei yang dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner melalui aplikasi google form lalu diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial melalui aplikasi IBM SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan keadaan eksisting Kota Lama Semarang sudah baik, namun terdapat beberapa masalah yaitu kebisingan kendaraan di sekitar Kota Lama dan aspek fasilitas sanitasi. Selain itu kondisi eksisting berpengaruh terhadap karakteristik masyarakat yang berkunjung, yaitu: tujuan berkunjung, frekuensi berkunjung dan biaya yang dikeluarkan. Hal ini penting untuk diketahui sebagai dasar penentuan perencanaan kawasan Kota Lama Semarang ke depan.
Utilization of GIS Ecosystem-Based Adaption with Community Participation in Flood Disaster Management in Pati Regency Wijaya, M Indra Hadi; Sejati, Anang Wahyu; Arsynindia, Lutfia Diah; Junjungan, Reinhart Christopher; Kardiman, Maman Eka
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INDONESIA Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan bentang alam yang menyatu dan rentan terhadap bahaya seperti banjir, yang sering diperparah oleh faktor-faktor seperti perubahan tata guna lahan dan penanggulangan bencana yang reaktif. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan dan hubungan spasialnya dengan daerah rawan banjir, menggunakan pendekatan Adaptasi berbasis Ekosistem (EbA). Pendekatan ini mengintegrasikan penginderaan jauh dengan metode partisipatif untuk mengurangi risiko bencana. Penelitian mengadopsi desain metode campuran, menggabungkan analisis spasial citra Landsat 8 (2000–2023) dengan data kualitatif hasil FGD, pemetaan partisipatif, dan wawancara yang melibatkan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan pemerintah. Variabel-variabel utama yang dianalisis meliputi jenis tutupan lahan, luas spasial perubahan, kedekatan dengan sungai, elevasi, dan zona bahaya banjir yang telah dipetakan. Studi ini berfokus pada DAS Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebuah daerah dengan risiko banjir tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada area terbangun (menjadi 17,18%) dan penurunan tutupan vegetasi (luas hutan berkurang menjadi 7,57%), terutama di bagian tengah DAS, yang berkontribusi pada peningkatan limpasan dan risiko banjir. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengidentifikasi penyebab banjir lokal dan mengusulkan strategi adaptasi seperti reboisasi, zona penyangga riparian, dan sistem drainase yang lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan EbA dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pengurangan risiko bencana. ENGLISH Watersheds are unified landscapes vulnerable to hazards like floods, often exacerbated by factors such as land-use changes and reactive disaster management. This study analyzed land cover changes and their spatial relationship to flood-prone areas using an Ecosystem-based Adaptation (EbA) approach. It integrates remote sensing with participatory methods to enhance disaster risk reduction. The research adopted a mixed-methods design, combining spatial analysis of Landsat 8 imagery (2000–2023) with qualitative data from focus group discussions (FGDs), participatory mapping, and interviews involving local communities and government stakeholders. Key variables analyzed included land cover types, spatial extent of change, proximity to rivers, elevation, and delineated flood hazard zones. The study focused on the Silugonggo River Basin in Pati Regency, Indonesia, a high-risk flood area. Results reveal a significant increase in built-up areas (to 17.18%) and a reduction in vegetation cover (forest area decreased to 7.57%), particularly in the midstream, contributing to increased runoff and flood risk. Community engagement was crucial in identifying localized flood causes and proposing adaptive strategies such as reforestation, riparian buffer zones, and improved drainage. These findings emphasize the importance of integrating EbA and community participation into disaster risk reduction planning.
Pengaruh Pelatihan dan Rotasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening Werdiningsih, Endang; Utomo, Joko; Indaryani, Mamik
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH This research aims to analyze the effect of training and rotation on employee performance with competency as an intervening variable. This research data uses primary data which is collected in the form of a questionnaire. The sampling method used purposive sampling and a sample of 170 respondents was obtained. The data analysis in this research used a structural equation model. The results of this research state that training and rotation have a positive and significant effect on employee competency, rotation and competency have a positive and significant effect on employee performance, while training has no significant effect on employee performance. INDONESIA Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan rotasi terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi sebagi variabel intervening. Data penelitian berupa data primer yang diambil dengan alat bantukuesioner. Sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 170 responden. Analisis data menggunakan structural equation model. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan dan rotasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai. Rotasi dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Adapun pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
Konsep Struktur Citra Kota pada Sistem Pusat Pelayanan Kecamatan Kaliori sebagai Solusi Kemacetan Juwana-Rembang Nusantara, Danna Prasetya; Kusuma, Chaterina Shandra; Anugrah, Adelia Salsabila; Pertiwi, Citra Mutiara; Nursyifa, Nadira; Zahratunnisa
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH The severe traffic jam that occurred on the Juwana - Rembang road section stopped economic activities. The lack of alternative roads and bridges connecting the surrounding areas caused severe traffic jams. This research aimed to examine the concept of developing road functions to support the accessibility of Kaliori's internal movement and the movement of Rembang - Juwana as a solution. The spatial quantitative method is used to determine the internal structure of the city through kernel density analysis. It is used to determine paths to create effective alternative routes with high accessibility in the internal area and the linkage between Rembang and Juwana. The results showed that not all development of the road network connecting activity centers is needed. Kaliori is located in a coastal area and it has not developed rapidly so the activity centers grew to be ribbon shaped cities and had a weak influence. Therefore, it is necessary to develop strategic nodes to strengthen the path as an alternative route to overcome the traffic jam. There are 4 roads as paths to connect various parts of Kaliori so it creates Kaliori area centre, even though it is not the main activity centre in Kaliori District. INDONESIA Kemacetan parah yang terjadi pada ruas jalan Juwana-Rembang akibat perbaikan jalan Batangan dan Jembatan Juwana menyebabkan pergerakan ekonomi terhenti. Minimnya ruas jalan dan jembatan alternatif penghubung, menjadi salah satu faktor memperparah kemacetan. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep pengembangan fungsi jalan melalui path untuk mendukung aksesibilitas pergerakan internal Kaliori maupun pergerakan Rembang-Juwana sebagai solusi kemacetan. Metode kuantitatif spasial digunakan untuk menentukan struktur internal kota melalui analisis kernel density, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan path hingga menghasilkan jalur alternatif efektif dengan nilai aksesibilitas tinggi pada wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak seluruh pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan, perlu dilakukan. Walaupun kawasan pesisir yang memiliki kecenderungan fan shaped cities, namun kawasan Kaliori belum berkembang pesat sehingga pusat-pusat kegiatan yang tercipta cenderung berbentuk ribbon shaped cities dan berpengaruh lemah terhadap wilayah yang saling berjauhan. Oleh karenanya, diperlukan pengembangan landmark nodesnstrategis untuk menguatkan peran path Kaliori sebagai jalur utama alternatif. Hasil yang diperoleh terdapat 4 ruas jalan sebagai path utama dan path pendukung yang menghubungkan berbagai bagian wilayah Kaliori melalui bentuk grid semikonsentris sehingga mampu menghasilkan pusat wilayah Kaliori, walaupun bukan pusat kegiatan utama di Kecamatan Kaliori.
Strategi Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Seberkas, Yongki
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH One of the biggest causes of death in Indonesia is accidents that occur on the highway. Based on accident data from the Sambas Police Traffic Unit in 2022, the number of accident cases that occurred in 2019–2021 was 205, of which 150 accident cases, or 73.17%, occurred along the Sambas Regency National Road. The aim of this research is to determine strategies for handling areas prone to traffic accidents on the National Road, Sambas Regency, West Kalimantan Province. The analytical method that will be used is the Z Score method to identify accident-prone areas on the Sambas Regency National Road, as well as using descriptive analysis to identify accident trigger factors based on their existing conditions and determine strategies to overcome accident-prone areas on the Sambas Regency National Road. From the results of this research, it is known that the road section identified as an accident-prone area from the results of the Z Score analysis calculation on the National Road Section of Sambas Regency is Jl. Raya Pemangkat, Jl. Raya Tebas, and Jl. Raya Selakau. Then, the biggest factor causing traffic accidents, as seen from the existing conditions in accident-prone areas on the Sambas Regency National Highway, is the infrastructure factor. Then the researcher combines the existing conditions with the existing GAP so that a handling strategy can be formulated. INDONESIA Salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia adalah kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Bersumber pada data kecelakaan dari Satlantas Polres Sambas tahun 2022, jumlah kasus kecelakaan yang telah terjadi di tahun 2019 – 2021 yakni 205 kejadian, dari jumlah kasus kecelakaan tersebut sebesar 150 kasus atau 73,17% telah terjadi di sepanjang Jalan Nasional Kabupaten Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penanganan daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Ruas Jalan Nasional Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Metode analisis yang akan digunakan adalah metode Z Score guna mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan pada Jalan Nasional Kabupaten Sambas, serta menggunakan analisis deskriptif dalam mengidentifikasi faktor pemicu kecelakaan dilihat dari keadaan eksistingnya dan menentukan strategi untuk mengatasi daerah rawan kecelakaan pada Jalan Nasional Kabupaten Sambas. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Ruas jalan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan dari hasil perhitungan analisis Z Score di Ruas Jalan Nasional Kabupaten Sambas adalah Jl. Raya Pemangkat, Jl. Raya Tebas, dan Jl. Raya Selakau. Kemudian faktor penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar dilihat dari kondisi eksistingnya pada daerah rawan kecelakaan di Ruas Jalan Raya Nasional Kabupaten Sambas adalah faktor prasarana. Kemudian peneliti mengkombinasikan kondisi eksisting dengan GAP yang ada sehingga dapat dirumuskanlah strategi penanganannya.
Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Pesisir Pekalongan melalui Mitigasi Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan Aprilia Fitri Pamungkas; Widi Hari Nugroho; Bachtiar Yudiana
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Tidal flooding is a climate change impact in the northern region of Java, including Pekalongan Regency. Tidal flooding in Pekalongan Regency takes place every year and it is difficult to handle because simultaneously with land subsidence and rising sea levels due to global warming. Tidal flooding is related to the level of slum settlements, especially in Wonokerto District. Wonokerto residents who are submerged by tidal floods tend to stay and adapt to existing environmental conditions rather than migrate to other locations. This study analyzed the strategy for handling slum settlements in coastal communities of Pekalongan Regency that have adapted to tidal floods. This study used mixed methods between qualitative and quantitative descriptive methods through SWOT and a strategic planning approach that processes the results of field observations, citizen interviews and literature studies of regional policies. This study integrates disaster mitigation and sustainable development aspects to build community resilience and produces 14 proposed strategies that must involve all relevant stakeholders, namely the Government; Wonokerto Community; and active Institutions/Organizations in the environmental, social and health fields to support the achievement of program goals and benefits. INDONESIA Banjir rob merupakan dampak perubahan iklim di wilayah utara Jawa, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Banjir rob di Kabupaten Pekalongan terus terjadi setiap tahunnya dan sulit ditangani karena berjalan bersamaan dengan penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut akibat pemanasan global. Banjir rob berdampingan erat dengan tingkat kekumuhan permukiman terutama di Kecamatan Wonokerto. Masyarakat Wonokerto yang terendam banjir rob cenderung tetap tinggal dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada dibanding bermigrasi ke lokasi lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanganan permukiman kumuh pada masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan yang telah beradaptasi dengan banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui SWOT dan pendekatan strategic planning yang mengolah hasil observasi lapangan, wawancara warga dan studi pustaka kebijakan daerah. Penelitian ini mengintegrasikan aspek mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan guna membangun ketahanan komunitas dan menghasilkan 14 usulan strategi yang harus melibatkan seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah; Masyarakat Wonokerto; serta Lembaga/Organisasi aktif di bidang lingkungan, sosial maupun kesehatan guna mendukung ketercapaian tujuan dan manfaat program.
Analisis Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tanah Longsor pada Kawasan Permukiman Muhammad Iqbal Firdaus; Hasti Widyasamratri; Eppy Yuliani
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Indonesia is an archipelagic country located on the equator. This causes rainfall in Indonesia to be quite high, around 2.898mm/year. Sukorejo Subdistrict, especially Bringinsari Village, which is located on the slopes of Mount Prau, has a high level of slope and rain intensity. With the high intensity of rain and changing weather conditions in Indonesia, Indonesia is an area prone to hydrometeorological disasters. Landslides are one of the hydrometeorological disasters. Landslides usually occur in areas with a high slope and have a high intensity of rain. The potential for landslide disasters in Bringinsari Village, especially in residential areas, makes disaster mitigation efforts something to pay attention to. Currently, there are no pre-disaster mitigation efforts, especially evacuation routes in Bringinsari Village, because mitigation efforts are only carried out when disasters occur and after disasters occur. Based on the analysis that has been carried out, six settlement points are prone to landslides and five evacuation points are located in Sumenet, Sumilir, Plalar, Gandring, and Balong. This evacuation point is in an open location in the form of a football field in each of these hamlets. The vulnerable points and evacuation points are connected with pre-disaster evacuation routes as a predisaster mitigation effort. INDONESIA Indonesia adalah negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa, hal ini menyebabkan curah hujan di Indonesia cukup tinggi sekitar 2.898 mm/tahun. Kecamatan Sukorejo, khususnya Desa Bringinsari yang berada di lereng Gunung Prau memiliki tingkat kemiringan lereng dan intensitas hujan tinggi. Tingginya intensitas hujan dan kondisi cuaca di Indonesia yang berubah-ubah membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan mengalami bencana hidrometeorologi. Tanah longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi. Tanah longsor biasanya terjadi pada kawasan dengan kemiringan lereng yang tinggi dan memiliki intensitas hujan yang tinggi. Potensi bencana tanah longsor di Desa Bringinsari khususnya pada kawasan permukiman menjadikan upaya mitigasi bencana menjadi sesuatu yang diperhatikan. Saat ini, belum terdapat upaya mitigasi pra bencana khususnya jalur evakuasi di Desa Bringinsari karena upaya mitigasi hanya dilakukan saat bencana terjadi dan setelah bencana terjadi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dihasilkan 6 (enam) titik permukiman rawan bencana longsor dan 5 (lima) titik evakuasi yang berlokasi pada Dusun Sumenet, Dusun Sumilir, Dusun Plalar, Dusun Gandring, dan Dusun Balong. Titik evakuasi ini berada pada lokasi terbuka berupa lapangan sepakbola di setiap masing-masing dusun tersebut. Titik rawan dan titik evakuasi tersebut dihubungkan dengan jalur evakuasi yang telah ditentukan sebagai upaya mitigasi prabencana.
Peningkatan Dukungan Keluarga dalam Perawatan Klien Tuberkulosis melalui Terapi Psikoedukasi Muhamad Jauhar; Laesa Darmawati; Sugih Wijayati; Fajar Surahmi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH As many as 1.02 million cases of tuberculosis have been reported in poor nations. Non-compliance with prescribed treatments is one of the causes. The result is the spread of disease among the family and community. The family plays a crucial part in addressing the issue since they act as a drug monitor. Psychoeducational therapy is the intervention that can be given to the family. The purpose is to determine how psychoeducation treatment affects family support for treating TB patients. The study included a control group and a quasi-experimental pre-post-test approach. From February to March 2020, the study was carried out at the Public Health Center Semarang Regency. Purposive sampling was used to choose the 28-person sample that was used for each group. The tool employed had a reliability rating of 0.698 and was a questionnaire about family assistance for tuberculosis patients. Both paired and independent t-tests were employed in the data analysis. With p = 0.000 (p 0.05), psycho-educational therapy greatly influences families' willingness to help TB patients. The family that provided this therapy can become better at supporting the patient during treatment. To improve tuberculosis drug adherence, psychoeducation therapy can be incorporated with the DOTS program at all healthcare facilities. INDONESIA Tren peningkatan kasus tuberkulosis terlihat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 1,02 juta kasus. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakpatuhan pengobatan. Dampaknya adalah penularan penyakit dalam keluarga dan masyarakat. Keluarga sebagai pengawas menelan obat memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada keluarga adalah terapi psikoedukasi. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi psikoedukasi terhadap dukungan keluarga untuk merawat klien TB. Desain penelitian menggunakan pre-post-test quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Kabupaten Semarang pada bulan Februari sampai Maret 2020. Jumlah sampel 28 untuk setiap kelompok dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga klien tuberkulosis dengan nilai reliabilitas 0,698. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Penelitian ini telah lolos uji etik dari Komisi Bioetika Universitas Sultan Agung dengan nomor 094/ III/2020/Komisi Bioetika. Terdapat pengaruh terapi psikoedukasi terhadap peningkatan dukungan keluarga untuk merawat klien TB secara signifikan dengan p=0,000 (p<0,05). Keluarga yang telah mendapatkan terapi ini dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberikan dukungan selama pengobatan. Terapi psikoedukasi dapat diintegrasikan dengan program DOTS di fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan terapi obat tuberkulosis.