cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Pengaruh Peran Penyuluh terhadap Pengetahuan Petani Kopi tentang SOP Budidaya Kopi Organik Muntasiroh, Ima; Gayatri, Siwi; Prayoga, Kadhung
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 2 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i2.356

Abstract

ENGLISHAgricultural instructors have a role as facilitators, educators, motivators, and communicators in farming for farmers to direct and improve their welfare. The role of agricultural instructors was to influence farmers to change their knowledge, skills, and attitudes. The research aimed to analyze the influence of the role of agricultural instructors on coffee farmers' knowledge of SOPs for organic coffee cultivation. The research was conducted in February-April 2023. The research used a quantitative-descriptive method. The location was determined purposively. The sampling used quota sampling, with a total sample of 143. The data were collected by using interviews and observation. The analysis used multiple linear regression OLSs. The results showed that farmers' knowledge of SOP for organic coffee cultivation obtained a percentage of 64%, which was in the high category. The role of agricultural instructors as facilitators, educators, motivators, and communicators obtained percentages of 66%, 64%, 66%, and 71%, which were in the high category. The results of the regression analysis partially stated that the role of agriculture extension workers as educators and communicators had an increasing effect on farmers' knowledge about SOPs for organic coffee cultivation. Simultaneously, the role of agricultural instructors affects farmers' knowledge about SOPs for organic coffee cultivation. INDONESIAPenyuluh memiliki peran sebagai fasilitator, edukator, motivator, dan komunikator dalam kegiatan usahatani untuk mengubah petani ke arah yang lebih baik dan mensejahterakan petani. Peran penyuluh memiliki pengaruh pada pengetahuan, ketrampilan, dan sikap petani. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh peran penyuluh terhadap pengetahuan petani kopi tentang SOP budidaya kopi organik. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah sampel 143. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis Regresi Liniear Berganda OLS menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan petani tentang SOP budidaya kopi organik memperoleh persentase 64% yang termasuk kategori tinggi. Peran penyuluh sebagai fasilitator, edukator, motivator, dan komunikator diperoleh persentase 66%, 64%, 66%, dan 71% yang termasuk kategori tinggi. Hasil analisis regresi menyatakan secara parsial peran penyuluh sebagai edukator dan komunikator berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang SOP budidaya kopi organik. Secara simultan peran penyuluh berpengaruh terhadap pengetahuan petani tentang SOP budidaya kopi organik.
Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Pesisir Pekalongan melalui Mitigasi Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan Pamungkas, Aprilia Fitri; Nugroho, Widi Hari; Yudiana, Bachtiar
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.410

Abstract

ENGLISHTidal flooding is a climate change impact in the northern region of Java, including Pekalongan Regency. Tidal flooding in Pekalongan Regency takes place every year and it is difficult to handle because simultaneously with land subsidence and rising sea levels due to global warming. Tidal flooding is related to the level of slum settlements, especially in Wonokerto District. Wonokerto residents who are submerged by tidal floods tend to stay and adapt to existing environmental conditions rather than migrate to other locations. This study analyzed the strategy for handling slum settlements in coastal communities of Pekalongan Regency that have adapted to tidal floods. This study used mixed methods between qualitative and quantitative descriptive methods through SWOT and a strategic planning approach that processes the results of field observations, citizen interviews and literature studies of regional policies. This study integrates disaster mitigation and sustainable development aspects to build community resilience and produces 14 proposed strategies that must involve all relevant stakeholders, namely the Government; Wonokerto Community; and active Institutions/Organizations in the environmental, social and health fields to support the achievement of program goals and benefits. INDONESIABanjir rob merupakan dampak perubahan iklim di wilayah utara Jawa, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Banjir rob di Kabupaten Pekalongan terus terjadi setiap tahunnya dan sulit ditangani karena berjalan bersamaan dengan penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut akibat pemanasan global. Banjir rob berdampingan erat dengan tingkat kekumuhan permukiman terutama di Kecamatan Wonokerto. Masyarakat Wonokerto  yang terendam banjir rob cenderung tetap tinggal dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada dibanding bermigrasi ke lokasi lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanganan permukiman kumuh pada masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan yang telah beradaptasi dengan banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui SWOT dan pendekatan strategic planning yang mengolah hasil observasi lapangan, wawancara warga dan studi pustaka kebijakan daerah. Penelitian ini mengintegrasikan aspek mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan guna membangun ketahanan komunitas dan menghasilkan 14 usulan strategi yang harus melibatkan seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah; Masyarakat Wonokerto; serta Lembaga/Organisasi aktif di bidang lingkungan, sosial maupun kesehatan guna mendukung ketercapaian tujuan dan manfaat program.
Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Komitmen Afektif sebagai Variabel Intervening Ahmad, Fahrur Rizal; Wati, Intan Ratna
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.439

Abstract

ENGLISHEmployee performance is the most important factor, but there is a decline in performance at the Regional Financial and  Asset Management Agency (BPKAD) Pati Regency. This study aims to analyze the effect of human resource development on employee performance with affective commitment as an intervening variable. The population in this study were employees of BPKAD Pati Regency using purposive sampling with a sample size of 124 employees involved in this study. This study uses descriptive and quantitative methods, as well as multivariate analysis tools. Extensive variable analysis is provided by the Smart Partial Least Square (PLS) application program. The research results show that human resource development has a positive effect on affective commitment and employee performance. Affective commitment also has a positive effect on employee performance, and affective commitment can mediate the influence between HR development and performance. INDONESIAKinerja karyawan merupakan faktor terpenting, akan tetapi terjadi penurunan kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengembangan sumber daya manusia berdampak pada kinerja karyawan dengan komitmen afektif sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan BPKAD Kabupaten Pati dengan menggunakan purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 124 karyawan. Studi ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif, serta alat analisis multivariat. Analisis variabel lebih mendalam diberikan dengan penggunaan model Structural Equation Modelling dan menggunakan program aplikasi Smart Partial Least Square (PLS). Penelitian ini memiliki hasil bahwa pengembangan SDM memiliki pengaruh positif pada komitmen afektif dan kinerja karyawan. Komitmen afektif juga memiliki pengaruh positif pada kinerja karyawan, dan komitmen afektif dapat memediasi pengaruh antara pengembangan SDM dan kinerja.
Peningkatan Dukungan Keluarga dalam Perawatan Klien Tuberkulosis melalui Terapi Psikoedukasi Jauhar, Muhamad; Darmawati, Laesa; Wijayati, Sugih; Surahmi, Fajar
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.339

Abstract

ENGLISHAs many as 1.02 million cases of tuberculosis have been reported in poor nations. Non-compliance with prescribed treatments is one of the causes. The result is the spread of disease among the family and community. The family plays a crucial part in addressing the issue since they act as a drug monitor. Psychoeducational therapy is the intervention that can be given to the family. The purpose is to determine how psychoeducation treatment affects family support for treating TB patients. The study included a control group and a quasi-experimental pre-post-test approach. From February to March 2020, the study was carried out at the Public Health Center Semarang Regency. Purposive sampling was used to choose the 28-person sample that was used for each group. The tool employed had a reliability rating of 0.698 and was a questionnaire about family assistance for tuberculosis patients. Both paired and independent t-tests were employed in the data analysis. With p = 0.000 (p 0.05), psycho-educational therapy greatly influences families' willingness to help TB patients. The family that provided this therapy can become better at supporting the patient during treatment. To improve tuberculosis drug adherence, psychoeducation therapy can be incorporated with the DOTS program at all healthcare facilities. INDONESIATren peningkatan kasus tuberkulosis terlihat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 1,02 juta kasus. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakpatuhan pengobatan. Dampaknya adalah penularan penyakit dalam keluarga dan masyarakat. Keluarga sebagai pengawas menelan obat memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada keluarga adalah terapi psikoedukasi. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi psikoedukasi terhadap dukungan keluarga untuk merawat klien TB. Desain penelitian menggunakan pre-post-test quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Kabupaten Semarang pada bulan Februari sampai Maret 2020. Jumlah sampel 28 untuk setiap kelompok dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga klien tuberkulosis dengan nilai reliabilitas 0,698. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Penelitian ini telah lolos uji etik dari Komisi Bioetika Universitas Sultan Agung dengan nomor 094/III/2020/Komisi Bioetika. Terdapat pengaruh terapi psikoedukasi terhadap peningkatan dukungan keluarga untuk merawat klien TB secara signifikan dengan p=0,000 (p<0,05). Keluarga yang telah mendapatkan terapi ini dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberikan dukungan selama pengobatan. Terapi psikoedukasi dapat diintegrasikan dengan program DOTS di fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan terapi obat tuberkulosis.
Tantangan Sektor Pertanian dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan Berkelanjutan Ibnu, Muhammad
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.400

Abstract

ENGLISHThe challenges faced by agricultural sector are so complex.  This study aims to analyze the main challenges (priorities) for agricultural sector, both nationally and globally. This study used a qualitative method which is a literature review of 100 studies published in the last 10 years (2013-2023). The results of the study show that the main challenges for agricultural sector stem from 8 (eight) aspects, namely climate change and risks of water deficits, energy, biodiversity and ecosystem services, social infrastructure, governance and policies, food supply chains, consumption patterns, and intensification of sustainable agriculture. This study concludes that sustainable agriculture and food systems require strong and balanced knowledge of agronomy and ecology, strengthening of social capital based on farmer/community participation, and policies that focus on the goals of environmental preservation and human welfare and are free from political interests of few parties. INDONESIATantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan-tantangan bagi sektor pertanian, baik nasional maupun global. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan adalah ulasan/kajian literatur terhadap 143 studi yang dipublikasikan dalam periode 2014-2024 atau 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama bagi sektor pertanian bersumber dari 8 (delapan) aspek, yaitu perubahan iklim dan risiko defisit air, energi, keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem, infrastruktur sosial, tata kelola dan kebijakan, rantai pasokan pangan, pola konsumsi, dan intensifikasi pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pertanian dan pangan berkelanjutan memerlukan pengetahuan tentang agronomi dan ekologi yang luas dan seimbang, penguatan modal sosial yang berbasis partisipasi petani/masyarakat, dan kebijakan yang fokus pada tujuan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan umat manusia serta bebas dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu.
Analisis Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tanah Longsor pada Kawasan Permukiman Firdaus, Muhammad Iqbal; Widyasamratri, Hasti; Yuliani, Eppy
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.401

Abstract

ENGLISHIndonesia is an archipelagic country located on the equator. This causes rainfall in Indonesia to be quite high, around 2.898mm/year. Sukorejo Subdistrict, especially Bringinsari Village, which is located on the slopes of Mount Prau, has a high level of slope and rain intensity. With the high intensity of rain and changing weather conditions in Indonesia, Indonesia is an area prone to hydrometeorological disasters. Landslides are one of the hydrometeorological disasters. Landslides usually occur in areas with a high slope and have a high intensity of rain. The potential for landslide disasters in Bringinsari Village, especially in residential areas, makes disaster mitigation efforts something to pay attention to. Currently, there are no pre-disaster mitigation efforts, especially evacuation routes in Bringinsari Village, because mitigation efforts are only carried out when disasters occur and after disasters occur. Based on the analysis that has been carried out, six settlement points are prone to landslides and five evacuation points are located in Sumenet, Sumilir, Plalar, Gandring, and Balong. This evacuation point is in an open location in the form of a football field in each of these hamlets. The vulnerable points and evacuation points are connected with pre-disaster evacuation routes as a pre-disaster mitigation effort. INDONESIAIndonesia adalah negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa, hal ini menyebabkan curah hujan di Indonesia cukup tinggi sekitar 2.898 mm/tahun. Kecamatan Sukorejo, khususnya Desa Bringinsari yang berada di lereng Gunung Prau memiliki tingkat kemiringan lereng dan intensitas hujan tinggi. Tingginya intensitas hujan dan kondisi cuaca di Indonesia yang berubah-ubah membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan mengalami bencana hidrometeorologi. Tanah longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi. Tanah longsor biasanya terjadi pada kawasan dengan kemiringan lereng yang tinggi dan memiliki intensitas hujan yang tinggi. Potensi bencana tanah longsor di Desa Bringinsari khususnya pada kawasan permukiman menjadikan upaya mitigasi bencana menjadi sesuatu yang diperhatikan. Saat ini, belum terdapat upaya mitigasi pra bencana khususnya jalur evakuasi di Desa Bringinsari karena upaya mitigasi hanya dilakukan saat bencana terjadi dan setelah bencana terjadi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dihasilkan 6 (enam) titik permukiman rawan bencana longsor dan 5 (lima) titik evakuasi yang berlokasi pada Dusun Sumenet, Dusun Sumilir, Dusun Plalar, Dusun Gandring, dan Dusun Balong. Titik evakuasi ini berada pada lokasi terbuka berupa lapangan sepakbola di setiap masing-masing dusun tersebut. Titik rawan dan titik evakuasi tersebut dihubungkan dengan jalur evakuasi yang telah ditentukan sebagai upaya mitigasi prabencana.
Pengembangan Kapasitas dalam Mendukung Pemerintahan Daerah yang Inklusif Sayoga, Antonius Aru Hadi Eka; Kharisma, Nia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 2 (2024): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i2.405

Abstract

ENGLISHLocal governments have important role in achieving development goals. The government's limited fiscal capacity requires optimization of the role of society in development to build inclusive governance, by developing community capacity. The aim of this research is to provide input on the concept of strengthening capacity in forming inclusive regional government based on empirical studies been implemented. The approach taken was qualitative descriptive research with secondary data from previous research. The Prisma method was used in data mining and compiling analysis. From this research found that the key to successful capacity development support inclusive government system: providing assurance of a balanced and harmonious correlation between government and society, reducing level of affected communities and marginalized communities, building an environment that allows healthy competition and ideas’ variation, providing equal opportunities for citizens in accessing resources and actively participating in maturing political process, mobilizing respect human rights, freedoms and supremacy of law, enforcing behavior according to the code of ethics between civil servants and political leaders, strengthening public sector financial management, increasing institutional reform, and strengthening research capacity. Therefore, the entire process of formulating development policies needs also involving the community, be in line with community preferences, needs and expectations. INDONESIAPemerintah daerah memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan. Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah, perlu optimalisasi peran masyarakat dalam pembangunan untuk membangun tata pemerintahan yang inklusif, dengan cara pengembangan kapasitas masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan masukan konsep penguatan kapasitas dalam membentuk pemerintahan daerah yang inklusif dengan berdasarkan pada studi empiris yang telah dilakukan. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan data sekunder dari hasil penelitian sebelumnya digunakan. Metode Prisma digunakan dalam penggalian data dan penyusunan hasil analisis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kunci keberhasilan pengembangan kapasitas dalam mendukung tata pemerintahan yang inklusif adalah: memberikan kepastian terhadap korelasi yang berimbang dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat, menurunnya tingkat masyarakat terdampak dan masyarakat termarjinalkan, membangun lingkungan yang membantun persaingan dan variasi ide secara sehat, memberikan kesempatan yang sama kepada warga negara dalam mengakses sumber daya dan berpartisipasi aktif dalam proses pendewasaan politik, memobilisasi penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan, dan supremasi hukum, menegakkan perilaku sesuai kode etik antara pegawai negeri dan pemimpin politik, memperkuat pengelolaan keuangan sektor publik, meningkatkan reformasi kelembagaan, serta penguatan kapasitas penelitian. Oleh karena itu seluruh proses penyusunan kebijakan pembangunan perlu juga melibatkan masyarakat agar perencanaan sesuai dengan preferensi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
Persepsi Masyarakat terhadap Ruang Terbuka Publik pada Kawasan Kota Lama Semarang Purnaditya, Angelina Laksmiati Rachma; Muhammad, Dzuha
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.420

Abstract

ENGLISHSemarang's Old Town, often referred to as Little Netherland, is a well-known tourist destination. It is recognized as a public cultural space whose existence needs to be preserved. Urban public open spaces serve diverse functions and are expected to be sustainable. Cultural open spaces play a vital role in strengthening local identity, fostering collective pride, and raising awareness about the importance of preserving cultural heritage. Semarang’s Old Town hosts many Dutch heritage landmarks and several significant buildings that attract visitors. This study aims to assess public perception of the Old Town’s current condition as a cultural open space in Semarang City as an alternative planning for the area. The research used a survey method by distributing questionnaires applying Google Forms, with data analyzed using descriptive and inferential statistical techniques through IBM SPSS. The results show that the Old Town of Semarang is generally in good condition, but there are issues such as  vehicle noise and inadequate sanitation facilities. The existing conditions affect the characteristics of people who visit, including the purpose of visiting, the frequency of visiting and the costs incurred. Understanding these factors is important as a foundation for future planning and sustainable development of Semarang’s Old Town. INDONESIAKota Lama Semarang, yang sering disebut sebagai Little Netherland, adalah destinasi wisata yang terkenal. Kota Lama   sebagai ruang budaya publik perlu diperhatikan eksistensinya. Peran ruang terbuka publik kota sangat beragam dan diharapkan dapat berkelanjutan. Ruang terbuka budaya memiliki peran yang sangat vital dalam memperkuat identitas lokal, membangun kebanggaan kolektif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya. Kota lama Semarang merupakan ruang publik yang telah menjadi salah satu tempat dari banyak landmark peninggalan sejarah Belanda. Terdapat beberapa bangunan penting yang dapat menarik pengunjung datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keadaan eksisting Kota Lama sebagai ruang terbuka budaya di Kota Semarang sebagai alternatif perencanaan kawasan Kota Lama. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah teknik survei yang dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner melalui aplikasi google form lalu diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial melalui aplikasi IBM SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan keadaan eksisting Kota Lama Semarang sudah baik, namun terdapat beberapa masalah yaitu kebisingan kendaraan di sekitar Kota Lama dan aspek fasilitas sanitasi. Selain itu kondisi eksisting berpengaruh terhadap karakteristik masyarakat yang berkunjung, yaitu: tujuan berkunjung, frekuensi berkunjung dan biaya yang dikeluarkan. Hal ini penting untuk diketahui sebagai dasar penentuan perencanaan kawasan Kota Lama Semarang ke depan.
Utilization of GIS for Ecosystem-Based Adaptation with Community Participation in Flood Disaster Management in Pati Regency Wijaya, Muhammad Indra Hadi; Sejati, Anang Wahyu; Arsynindia, Lutfia Diah; Junjungan, Reinhart Christopher; Kardiman, Maman Eka
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.465

Abstract

ENGLISHWatersheds are unified landscapes vulnerable to hazards like floods, often exacerbated by factors such as land-use changes and reactive disaster management. This study analyzes land cover changes and their spatial relationship to flood-prone areas using an Ecosystem-based Adaptation (EbA) approach. It integrates remote sensing with participatory methods to enhance disaster risk reduction.The research adopted a mixed-methods design, combining spatial analysis of Landsat 8 imagery (2000–2023) with qualitative data from focus group discussions (FGDs), participatory mapping, and interviews involving local communities and government stakeholders. Key variables analyzed included land cover types, spatial extent of change, proximity to rivers, elevation, and delineated flood hazard zones. The study focused on the Silugonggo River Basin in Pati Regency, Indonesia, a high-risk flood area. Results reveal a significant increase in built-up areas (to 17.18%) and a reduction in vegetation cover (forest area decreased to 7.57%), particularly in the midstream, contributing to increased runoff and flood risk. Community engagement was crucial in identifying localized flood causes and proposing adaptive strategies such as reforestation, riparian buffer zones, and improved drainage. These findings emphasize the importance of integrating EbA and community participation into disaster risk reduction planning. INDONESIADaerah aliran sungai (DAS) merupakan bentang alam yang menyatu dan rentan terhadap bahaya seperti banjir, yang sering diperparah oleh faktor-faktor seperti perubahan tata guna lahan dan penanggulangan bencana yang reaktif. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan dan hubungan spasialnya dengan daerah rawan banjir menggunakan pendekatan Adaptasi Berbasis Ekosistem (EbA). Pendekatan ini mengintegrasikan penginderaan jauh dengan metode partisipatif untuk meningkatkan pengurangan risiko bencana. Penelitian ini mengadopsi desain metode campuran, menggabungkan analisis spasial citra Landsat 8 (2000–2023) dengan data kualitatif dari diskusi kelompok terfokus (FGD), pemetaan partisipatif, dan wawancara yang melibatkan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan pemerintah. Variabel-variabel utama yang dianalisis meliputi jenis tutupan lahan, luas spasial perubahan, kedekatan dengan sungai, elevasi, dan zona bahaya banjir yang telah dipetakan. Studi ini berfokus pada DAS Silugonggo di Kabupaten Pati, Indonesia, sebuah daerah dengan risiko banjir tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada area terbangun (menjadi 17,18%) dan penurunan tutupan vegetasi (luas hutan berkurang menjadi 7,57%), terutama di bagian tengah DAS, yang berkontribusi pada peningkatan limpasan dan risiko banjir. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengidentifikasi penyebab banjir lokal dan mengusulkan strategi adaptasi seperti reboisasi, zona penyangga riparian, dan sistem drainase yang lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan EbA dan partisipasi masyarakat ke dalam perencanaan pengurangan risiko bencana.
Pengaruh Pelatihan dan Rotasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening Werdiningsih, Endang
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21, No 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v0i0.411

Abstract

ENGLISHThis research aims to analyze the effect of training and rotation on employee performance with competency as an intervening variable. This research data uses primary data which is collected in the form of a questionnaire. The sampling method used purposive sampling and a sample of 170 respondents was obtained. The data analysis in this research used a structural equation model. The results of this research state that training and rotation have a positive and significant effect on employee competency, rotation and competency have a positive and significant effect on employee performance, while training has no significant effect on employee performance.INDONESIATujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan rotasi terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi sebagi variabel intervening. Data penelitian berupa data primer yang diambil dengan alat bantukuesioner.  Sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 170 responden. Analisis data menggunakan  structural equation model. Hasil penelitian  menunjukkan pelatihan dan rotasi  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai. Rotasi dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Adapun pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.