cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2" : 9 Documents clear
PERBANDINGAN TINGKAT KETEPATAN DIAGNOSA KANKER PAYUDARA ANTARA BIOPSI JARUM HALUS DENGAN HISTOPATOLOGI DI RSUD DR. H.ABDUL MOELOE K BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Verliyanti Verliyanti; Wien Wiratmoko; Alrizky Abror
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.927 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.698

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang menyerang hampir sepertigadari seluruh keganasan yang dijumpai pada wanita. Setiap tahun, lebih dari satu juta kasus barukanker payudara didiagnosa di seluruh dunia dan hampir 400.000 orang akan meninggal akibat2penyakit tersebut.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif analitik denganpendekatan cross-sectional yang dilakukan terhadap 44 responden.Hasil: Data dianalisa dengan menggunakan program SPSS 16.0. Dari hasil uji Kappa diperolehhasil perhitungan nilai kappa = 0.629 dan p-value = 0.000. Pemeriksaan terhadap tumorjaringan lunak dengan BAJH memberikan hasil Sensitifitas = 97%, Spesifitas = 60%, Akurasi=93%.Kesimpulan:Terdapat tingkat ketepatan hasil pemeriksaan kanker payudara dengan biopsi jarum halusdibandingkan dengan pemeriksaan Histopatologi
HUBUNGAN ANTARA NILAI PLATELET DISTRIBUTION WIDTH (PDW) DAN MEAN PLATELET VOLUME (MPV) TERHADAP DERAJAT KLINIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSUD DR. H. ABDOEL MOELOEK Syuhada Syuhada; neno fitriyani; Gungun Gunarto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.307 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.703

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD)masih merupakan masalah kesehatan di dunia danjuga di Indonesia. Di dunia, diperkirakan 500.000kasus dirawat di rumah sakit, dan sedikitnya 2,5%meninggal. Salah satu cara dalam mendiagnoispenyakit DBD yaitu dengan meninjau gejala klinisyang timbul. Gejala klinis yang timbul dapatdiklasifikasikan berdasarkan derajat keparahanpenyakitnya. Dalam mendiagnosis penyakit DBDselain ditinjau dari gejala klinis yang timbul,dilakukan juga pemeriksaan laboratorium yaitupemeriksaan darah rutin seperti kadar hemoglobin,hematokrit, jumlah trombosit. Namun adapemeriksaan laboratorium untuk penyakit DBDyang belum dipergunakan secara optimal, yaitupemeriksaan Platelet Distribution Widht (PDW)dan Mean Platelet Volume (MPV) yang dapatmendukung pemeriksaan laboratorium untukmenilai derajat klinis penyakit DBD, yang selamaini hanya melihat dari kadar trombosit saja.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahuihubungan platelet distribution widht (PDW) danmean platelet volume (MPV) dengan derajat klinispenyakit demam berdarah.Metode: Jenis penelitian analitik denganpendekatan studi cross sectional. Subjek penelitianini sebanyak 65 orang pasien DBD yang diperolehdi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.Hasil: Dari hasil uji statistik somers’d didapatkanterdapat hubungan antara nilai PlateletDistribution Width (PDW) dengan derajat klinisDBD kekuatan korelasi sedang (0,40 – 0,599) danarah hubungan positif (p = 0,004, dan r = -0,440),dan terdapat juga hubungan antara nilai MeanPlatelet Volume (MPV) dengan derajat klinis BDBdengan kekuatan korelasi sedang (0,40 – 0,599)dan arah hubungan positif (p = 0,002, dan r =0,444).Simpulan: Terdapat hubungan antara nilai PlateletDistribution Width (PDW) dan Mean PlateletVolume (MPV) dengan Derajat Klinis DemamBerdarah Dengue (DBD) di RSUD Dr. H. AbdulMoeloek Bandar Lampung.Kata kunci : Derajat klinis DBD, PlateletDistribution Width (PDW), Mean Platelet Volume(MPV).
KORELASI ANTARA BILIRUBIN SERUM DENGAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE SERUM PADA PASIEN MALARIA TROPIKA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Ade Utia Dety; Ni putu Ari Laksmi dewi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.408 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.699

Abstract

Malaria tropika yang disebabkanoleh Palsmodium falciparum, merupakan bentukmalaria paling berat yang dapat menyebabkankomplikasi, ditandai dengan penghancuraneritrosit yang cepat, menyebabkanhiperbilirubinemia, hepatomegali dan peningkatanenzim hati. Peningkatan jumlah parasit terusmenerus mengakibatkan peradangan sel hati,perubahan histopatologi dan sistem fungsionalhepar, ditandai peningkatan enzim serum glutamicpyruvic transaminase (SGPT) danhiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuanmengetahui korelasi antara kadar bilirubin serundengan kadar SGPT serum pada malaria tropikaMetode Penelitian: Analitik korelatif denganpendekatan cross sectional. Penelitian inimenggunakan data primer dengan populasiseluruh pasien demam di RSUD DR. H. AbdulMoeloek. Data dianalisis dengan uji korelasispearman. Penelitian ini dilakukan di RSUD DR.H. Abdul Moeloek.Hasil: Rerata kadar bilirubin serum 0,8 mg/dl,rerata kadar SGPT serum sebesar 60,07 UL.Terdapat korelasi bermakna antara kadar bilirubinserum dan kadar SGPT serum (p = 0,000) denganbesar kekuatan korelasi kuat (r = 0,697).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermaknaantara kadar bilirubin serum dengan kadar serumglutamic pyruvic transaminase serum pada pasienmalaria tropika
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Marisa Anggraini; Boby Suryawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.491 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.704

Abstract

Konsep pelayanan Primarypelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien.Health Care (PHC) menurut World Health Organization (WHO) adalah pelayanan kesehatan dan kepuasan.
PREVALENSI GANGGUAN JIWA PADA ANAK DI LP (LEMBAGA PEMASYARAKATAN) ANAK KELAS III BANDAR LAMPUNG 2015 Sri Maria Pujilestari; Asri Mutiara Putri; Purnama Sanjaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.218 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.700

Abstract

Di Indonesia anak dengan tindak pidana dari tahun ke tahunsemakin meningkat. Pemidanaan sendiri bertujuan agar anak menjadi pribadi yanglebih baik, dapat diterima dan berguna bagi masyarakat akan tetapi denganbanyaknya tekanan yang ada di LP dapat membuat anak mengalami berbagaigangguan kesehatan mental.Tujuan Penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiprevalensi gangguan jiwa pada anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIIBandar Lampung menggunakan instrumen MINI –ICD 10.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptifdengan pendekatan cross sectional dimana sampel diambil dalam satu waktu.Hasil Penelitian : Pada sampel yang berjumlah 82 anak di LP Anak Kelas IIIBandar Lampung didapatkan sampel yang memenuhi kriteria Episode Depresifsebanyak 19 orang (23,2%), Agorafobia sebanyak 2 orang (2,4%), GangguanPanik sebanyak 4 orang (4,9%), Anxietas Menyeluruh sebanyak 3 orang (3,7%),Post Traumatic Stres Disorder sebanyak 4 orang (4,9%), Gangguan Alkohol 10orang (12,2%) dan Gangguan Zat 6 orang (7,3%) Bulinemia Nervosa, AnoreksiaNervosa dan Gangguan Psikotik tidak di dapati adanya pada sampel.Kesimpulan : Jenis – jenis gangguan jiwa yang terdapat pada anak di LP AnakKelas III Bandar Lampung yaitu Episode Depresif, Agorafobi, Gangguan Panik,Anxietas Menyeluruh, Post Traumatic Disorder, Gangguan Alkohol danGangguan Zat.
PERBANDINGAN ANTARA JUMLAH LEUKOSIT PADA KELOMPOK APPENDISITIS AKUT TIDAK PERFORASI DAN APPENDISITIS AKUT PERFORASI DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Rakhmi Rafie; Yusmaidi Yusmaidi; Eta Fitri Yulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.897 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.705

Abstract

Appendisitis akut merupakan nyeri akut abdomen yang seringterjadi saat ini. Pemeriksaan dan diagnosis yang terlambat dapat mengakibatkanresiko terjadinya appendisitis perforasi. Pemeriksaan leukosit darah merupakanpemeriksaan laboratorium yang cepat dan murah untuk mendiagnosis danmembedakan appendisitis akut dan appendisitis perforasi.Tujuan : Mengetahui adanya perbandingan antara jumlah leukosit pada kelompokappendisitis akut tidak perforasi dan appendisitis akut perforasi di Rumah SakitPertamina Bintang Amin Bandar Lampung.Metode: penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatancross sectional. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit pertamina bintang amionBandar lampung periode Januari-Desember 2014.Data yang diperoleh melaluirekam medik pasien appendisitis.Hasil : 68 rekam medik pasien appendisitis terbagi menjadi 34 pasien kelompokappendisitis tidak perforasi dan 34 pasien, penderita appendisitis yang palingbanyak ditemukan adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 orang (54,4%)dan perempuan 31 orang (46,6%), rerata jumlah leukosit penderita appendisitisakut tidak perforasi 12.711.76 sel/mm3 dan penderita appendisitis akut perforasi21.391.18 sel/mm3. Hasil uji T-tes independen diperoleh p-value =0,000 denganconfidence interval 95%.Kesimpulan :Bahwa terdapat perbandingan yang bermakna antara jumlahleukosit pada kelompok appendisitis akut tidak perforasi dan appendisitis akutperforasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.
GAMBARAN KLINIS KANKER PROSTAT DAN BENIGN PROSTAT HYPERPLASIA (BPH) PADA PASIEN RETENSI URIN DI RSUD DR. H ABDUL MOELOEK – BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Andi Siswandi; Nita Sahara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.307 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.701

Abstract

Prostate cancer and benign prostate hyperplasia (BPH) include in world health problemsdue to incidence and mortality. Urine retention is symptom of. Clinical overview ofprostate cancer and benign prostate hyperplasia is needed to identify causes of urineretention. The objective of the study was to know the clinical overview of prostate cancerand benign prostate hyperplasia at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital of BandarLampung in 2014.This was a descriptive study done on patients of prostate cancer and benign prostatehyperplasia at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital of Bandar Lampung in 2014.There were 162 respondents consisting 156 (96.3%) BPH cases and 6 (3.7%) prostatecancer. Urine retention was found on either BPH or prostate cancer. The findingrevealed that 60 to 69 year age group had the highest incidences, 3 cases (66.6%), whichclinical overviews were straining (100%), low urine flow (50%), intermittency (66.7%),unreleased (50%), nocturia (66.7%), urgency (50%) and hematuria (66.7%). On theother side, BPH patients in 60 to 69 age group were amounting to 55 cases (35.2%)which clinical overviews were straining (70.5%), low flow urine (64.1%), intermittency(60.9%), unreleased (55.1%), nocturia (57%), urgency (55.8%) and hematuria (50.7%).
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL KB DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI BPS ADE YULIANTI AMd.Keb DESA PARUNGSARI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 Mardheni Wulandari; Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.021 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.706

Abstract

Hipertensidijumpaipada 2-4%wanita pemakai pil kontrasepsi, terutama yangmengandung etilestradiol (Zat Steroida yang terkandung dalam hormon estrogen).Kejadianhipertensimeningkatsampai2-3kalilipatsetelah4tahunpenggunaanpilkontrasepsi yangmengandungestrogen.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada wanita usia subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah akseptor Pil KB di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari KabupatenLebak Provinsi Banten sebanyak 175 orang, sampel diambil sebanyak 122 orang. Analisis datayang digunakan adalah uji chi square.Hasil Penelitian: Sebagian besar lama pemakaian kontrasepsi pil KB pada wanita usia subur diBPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015adalah ≤ 2 tahun yaitu sebanyak 62 orang (50,8%). Kejadian hipertensi pada wanita usia suburdi BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015sebanyak 45 orang (36,9%). Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 7,280.Kesimpulan: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengan kejadian hipertensipada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten LebakProvinsi Banten tahun 2015Kata Kunci :
PENGARUH LAMANYA KETUBAN PECAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD. MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2010-2014 Dwi Fiena; Ringgo Yulian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v2i2.702

Abstract

Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi baru lahir tidakdapat segera bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Penyebabterjadinya asfiksia pada neonatus, diantaranya adalah faktor ibu yang meliputikejadian preeklampsia dan eklampsia, pendarahan abnormal (plasenta previa dansolusio plasenta), partus lama atau partus macet, kehamilan lewat waktu (sesudah42 minggu kehamilan), riwayat penyakit ibu, penolong persalinan dan lilitan talipusat.Sedangkan dari faktor bayi meliputi bayi prematur (sebelum 37 minggukehamilan), persalinan dengan tindakan, kelainan bawaan (kongenital), ketubanpecah dini dan air ketuban bercampur mekonium.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh lamanya ketuban pecah terhadap kejadianasfiksia neonatorum di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung tahun 2013-2014.Metode:Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitikretrospektif.Dari populasi bayi baru lahir yang mengalami asfiksia neonatorum denganriwayat ibu mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUDMajalaya Kabupaten Bandung tahun 2013-2014, didapat 57 responden denganmenggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Ibu dengan ketuban pecah dini (KPD) <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum ringan sebanyak 0 pasien (0%), KPD <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum sedang sebanyak 18 pasien (90%), KPD <12 jam dan bayi asfiksianeonatorum berat sebanyak 2 pasien (10%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum ringan sebanyak 0 pasien (0%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum sedang sebanyak 18 pasien (48,6%), KPD >12 jam dan bayi asfiksianeonatorum berat sebanyak 19 pasien (51,4%),Kesimpulan:Hasil uji statistik bivariat didapat ada pengaruh lamanya ketubanpecah dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value 0,005< 0,05, OR 9.5).

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue