cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Effect of Curcumin Nanoemulsion on Insulin Levels and Malondialdehyde Concentration in Zebrafish Embryos Model of Gestational Diabetes Mellitus Subandi, Subandi; Paramita, Galuh Anggarda; Khoir, Safa’atul; Nurdiana, Nurdiana; Wiyasa, I Wayan Arsana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21464

Abstract

Gestational Diabetes (GD) is a condition characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia) in pregnant women who were previously undiagnosed with diabetes. Hyperglycemia disrupts the performance of pancreatic β cells that are responsible for producing the hormone insulin. Curcumin functions as an anti-inflammatory, allowing the insulin reaction to occur more quickly and insulin production to increase. Methods. Post Test Only Control Group Design was used in this experimental study which was tested on each research variable consisting of 1000 zebrafish embryos divided into 5 treatment groups with each sample containing 40 embryos, consisting of a negative control, a positive control exposed to 3% glucose, and a diabetic group given curcumin nanoemulsion with three different doses (0.3125 μg/ml, 0.625 μg/ml, 1.25 μg/ml). The exposure was carried out at 2-50 hpf and then measured using INS ELISA Kit and MDA ELISA Kit. The results were analyzed using a one-way ANOVA test. Results. NOVA showed p = 0.254 for insulin levels (not significant) and p = 0.029 for MDA concentrations. Post-hoc analysis revealed that the significant difference occurred only between the negative (K−) and positive (K+) control groups (p = 0.012), while the curcumin-treated groups (K1, K2, K3) showed no statistically significant differences compared with either control group (p > 0.05). Conclusion. Curcumin nanoemulsion tended to increase insulin levels and reduce MDA concentrations, but these effects were not statistically significant (p > 0.05). The induction of hyperglycemia with 3% glucose successfully established oxidative stress in zebrafish embryos, validating the model. Further studies with larger sample sizes and molecular analyses are needed to confirm the biological trends observed.
Inovasi Dialisis Berbasis Rumah Dan Hemodialisis Di Indonesia: Peluang Dan Tantangan Untuk Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Putra, Muhammad Iqbal Cahyana Eka
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21203

Abstract

Penyakit ginjal kronik (CKD) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, dengan prevalensi lebih dari 0,38%. Sebagian besar layanan hemodialisis (HD) terkonsentrasi di kota besar, menciptakan kesenjangan akses bagi pasien di wilayah rural dan 3T. Inovasi dialisis berbasis rumah, seperti Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan Home Hemodialysis (HHD), menjadi solusi potensial yang lebih mandiri dan efisien. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan penerapan dialisis rumah di Indonesia melalui pendekatan narrative literature review. Literatur ditelusuri dari PubMed, DOAJ, dan Google Scholar untuk periode 2018–2024, dan diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa CAPD terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien dan lebih efisien secara ekonomi dibanding HD konvensional. Namun, adopsi masih rendah akibat keterbatasan infrastruktur rumah, rendahnya literasi pasien, dan belum optimalnya regulasi serta distribusi logistik. HHD juga memiliki potensi besar, namun memerlukan kesiapan sistem yang lebih kompleks. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat regulasi, pelatihan, logistik, dan edukasi masyarakat. Dialisis rumah dapat menjadi pilar transformasi layanan nefrologi nasional yang lebih adil dan berkelanjutan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Postpartum Di RSUD Prof Dr. W. Z. Johanes Kupang Tahu, Hesty katarina; Wittiarika, Ivon Diah; Prasetyo, Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20770

Abstract

Secara global, angka kematian ibu diperkirakan mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, dan sekitar 75% dari kematian ini disebabkan oleh komplikasi kehamilan seperti perdarahan berat, infeksi, serta gangguan hipertensi, termasuk preeklamsia dan eklampsia. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi selama kehamilan, tetapi juga dapat muncul setelah persalinan, yang dikenal sebagai preeklamsia postpartum, dengan angka kejadian yang bervariasi antara 0,3% hingga 27,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berperan dalam kejadian preeklamsia postpartum pada ibu yang melahirkan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang selama tahun 2023. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain case-control retrospektif, melibatkan 84 ibu nifas yang dibagi ke dalam kelompok kasus dan kontrol. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis, lalu dianalisis dengan uji chi-square dan perhitungan odds ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ibu di atas 35 tahun memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia postpartum (p = 0,015; OR = 3,03; CI 95% = 1,225–7,474). Selain itu, riwayat preeklamsia dan hipertensi kronik juga menunjukkan hubungan yang sangat signifikan (p < 0,001). Sementara itu, paritas tidak terbukti memiliki hubungan yang bermakna (p = 0,439). Faktor-faktor seperti usia maternal lanjut, riwayat preeklamsia, hipertensi kronik, serta obesitas sebelum kehamilan merupakan faktor risiko penting terhadap preeklamsia postpartum. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan intensif pada ibu dengan risiko tinggi sangat dianjurkan untuk menekan angka kesakitan dan kematian ibu.
Analisis Faktor Keberhasilan Induksi Persalinan Di Rsud Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah Willu, Theresia Rada; Prasetyo, Budi; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21228

Abstract

Tidak semua ibu hamil dapat menjalani persalinan secara spontan; dalam kondisi tertentu, diperlukan tindakan induksi atau persalinan melalui sectio caesaria. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, paritas, usia kehamilan, IMT, skor bishop dan taksiran berat janin. Penelitian ini secara tujuan untuk melaksanakan analisis hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, indeks massa tubuh serta taksiran berat janin dengan keberhasilan induksi persalinan. Desain penelitian mempergunakan analitik observasional dengan pendekatan berupa case control study. Sampel penelitian sejumlah 76 responden dimana kelompok case 38 responden dan kelompok control 38 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, usia kehamilan, indeks massa tubuh, dan taksiran berat janin. Data dilaksanakan pengambilan retrospektif dari rekam medis pasien serta dilaksanakan analisis dengan mempergunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian memberi petunjuk bahwa proporsi induksi persalinan sebagian besar usia 20-35 tahun (73,74%), aterm (63,15%), IMT normal (46,05%) dan taksiran berat janin ≤3500 gr (92,10%). Hasil analisis statistik menunjukan bahwa faktor usia (p value: 0,018, OR: 4,304), usia kehamilan (p value: 0,004, OR: 5,471), IMT (p value: 0,005, OR: 4,208), dan taksiran berat janin (p value: 0,025, OR: ∞) memiliki hubungan dengan keberhasilan induksi persalinan (p0,05). Adanya hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, IMT, serta taksiran berat janin dengan keberhasilan induksi persalinan di RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah.
Determinan Pencarian Pengobatan Ibu Dengan Anak Demam Di TK Al Hidayah Bakung 2 Udanawu Blitar Cahyani, Norma; Agnes, Yeni L.Novita; Sunardi, Sunardi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20872

Abstract

Demam merupakan keadaan yang sering ditemui sehari-hari dalam kehidupan terutama anak yang tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Namun, sering kali jika terjadi demam pada anak, pada tahap awal indikasi penyakit, orang tua sudah panik, khawatir berlebihan, dan tanpa observasi terlebih dahulu, langsung memberikan obat-obatan. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Hidayah Bakung 2 Udanawu, Kabupaten Blitar, dengan melibatkan 89 responden ibu yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu (74,2%) memilih pengobatan modern seperti ke Puskesmas, rumah sakit, praktik dokter, atau bidan saat anak mengalami demam. Berdasarkan pengukuran persepsi terhadap enam komponen HBM, sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap perceived susceptibility (51,7%), perceived severity (62,9%), perceived benefits (58,4%), dan perceived barriers (55,1%). Namun demikian, mayoritas responden menunjukkan tidak adanya dorongan isyarat untuk bertindak (cues to action) sebesar 61,8% serta memiliki self-efficacy yang rendah sebesar 56,2%. Analisis regresi logistik yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komponen-komponen HBM secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian pengobatan (p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa persepsi ibu terhadap kondisi anak dan keyakinannya dalam mengambil tindakan kesehatan berperan penting dalam proses pencarian pengobatan.
Hubungan Faktor Usia Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Tipe Molekuler Kanker Payudarainvasif Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Arania, Resti; Wibowo, Purwo Abdi; Triswanti, Nia; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20577

Abstract

Kanker payudara invasif merupakan masalah kesehatan global dengan variasi karakteristik molekuler yang memengaruhi prognosis dan tatalaksana. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan indeks massa tubuh (IMT) dengan subtipe molekuler kanker payudara invasif. Studi analitik observasional cross-sectional dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung pada 176 pasien kanker payudara invasif yang menjalani pemeriksaan imunohistokimia tahun 2024. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan signifikansi α=5%. Hasil menunjukkan insiden kanker payudara invasif sebanyak 192 kasus. Profil pasien didominasi kelompok usia ≥40 tahun (75%; rerata usia 51 tahun) dan obesitas (42.6%; rerata IMT 23.99). Distribusi subtipe molekuler tertinggi pada Luminal B (62.5%), diikuti Luminal A (14.2%), HER2 (11.9%), dan TNBC (11.4%). Analisis statistik mengungkap hubungan signifikan antara usia dengan tipe molekuler (p 0.001), di mana usia ≥40 tahun berasosiasi dengan Luminal B (95.5%), sedangkan usia 40 tahun lebih banyak HER2 (85.7%) dan TNBC (70%). Hubungan bermakna juga ditemukan antara IMT dengan tipe molekuler (p = 0.012), dengan proporsi tertinggi Luminal B pada obesitas (43.6%). Penelitian menyimpulkan bahwa usia dan obesitas merupakan faktor determinan penting dalam karakterisasi molekuler kanker payudara invasif. Temuan ini merekomendasikan integrasi analisis usia dan status metabolik dalam strategi diagnosis dan terapi personalisasi.
Efektivitas Propranolol Pada Terapi Post-Traumatic Stress Disorder (Ptsd) : Systematic Review Puspita, Okta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23749

Abstract

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan psikiatrik kronis yang ditandai dengan memori traumatis yang kuat dan sulit dimodifikasi. Propranolol, melalui mekanisme blokade β-adrenergik, diduga dapat menurunkan intensitas emosional memori traumatis sehingga menyebabkan penurunan gejala PTSD. Systematic review ini bertujuan mengevaluasi efektivitas propranolol sebagai terapi berbasis rekonsolidasi memori dalam menurunkan gejala PTSD pada pasien dewasa. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed dan ScienceDirect untuk periode 1 Januari 2015 – 20 November 2025 menggunakan kata kunci ”Post traumatic stress disorder” OR ” PTSD” AND ”Propranolol”. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kriteria PICOS, dengan inklusi terbatas pada randomized controlled trial (RCT). Kualitas metodologis dinilai menggunakan The Revised JBI Critical Appraisal Checklist for RCTs, dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Dari 164 artikel yang teridentifikasi, empat RCT memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi melaporkan penurunan gejala PTSD pada kelompok propranolol maupun kelompok pembanding. Namun, hanya satu dari empat RCT yang menunjukkan penurunan gejala PTSD yang secara signifikan lebih besar pada kelompok propranolol. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa efektivitas propranolol sebagai terapi berbasis rekonsolidasi memori pada PTSD masih terbatas dan tidak konsisten. Oleh karena itu, propranolol belum dapat disimpulkan efektif secara klinis namun tetap berpotensi sebagai adjuvan eksperimental. Untuk itu penelitian lanjutan dengan protokol reaktivasi memori yang lebih terstandarisasi serta desain yang lebih kuat masih diperlukan untuk memastikan potensi perannya dalam tatalaksana PTSD.
Gambaran Duplex Sonography Plak Arteri Karotis Pada Pasien Stroke Iskemik Hakim, Syiffa Rellya; Fredy, Felix Chikita; Sari, Dewi Novita; Sari, Shinta Dewi Permata
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20941

Abstract

Stroke iskemik, sering dikaitkan dengan plak aterosklerotik di arteri karotis. Evaluasi plak arteri karotis yang akurat sangat penting untuk diagnosis dan penanganan stroke iskemik yang tepat waktu. Sonografi dupleks, modalitas pencitraan non-invasif, telah muncul sebagai alat yang berharga dalam menilai plak arteri karotis dan potensinya untuk menyebabkan kejadian emboli. Penelitiian ini bertujuan untuk memberikan gambaran Plak arteri karotis pada pasien stroke iskemik dengan bantuan duplex sonography. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan pemeriksaan non-invasif dengan sonografi dupleks. Penelitian ini dilakukan di RSUD Cibinong, Bogor, dan melibatkan dua kasus yang didiagnosis stroke iskemik yang memiliki plak pada arteri karotisnya. Visualisasi sonografi dupleks B-Mode karotis pada Kasus 1 menunjukkan plak stabil pada bifurkasi dekstra, dengan IMT 2 mm. Di sisi lain, Kasus 2 menunjukkan adanya plak tidak stabil pada bifurkasi dekstra dan sinistra, dengan IMT 2 mm. Pada kasus 2 terdapat riwayat hipertensi dan kebiasaan merokok berat. Kedua faktor risiko tersebut memungkinkan pasien memiliki plak tidak stabil. Kedua pasien sama-sama memiliki plak, namun kedua plak tersebut belum menimbulkan stenosis. Kedua pasien memiliki jenis plak yang berbeda; kasus 1 memiliki plak yang stabil, sedangkan kasus 2 memiliki plak yang tidak stabil. Lokasi plak pada kedua pasien ditemukan di arteri bifurkasi. Sonografi dupleks merupakan alat yang andal untuk menilai plak karotis pada pasien dengan stroke iskemik karena bersifat non-invasif, hemat biaya, dan mudah dilakukan.
Faktor Lingkungan dengan Pengetahuan tentang Malaria pada Wilayah Tingkat Endemis Rendah di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024-2025 Lubis, Fitri Humairoh; Triwahyuni, Tusy; Arivo, Debi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20616

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk pada wilayah dengan tingkat endemis rendah. Faktor lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan tingkat pengetahuan tentang malaria pada wilayah endemis rendah di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024–2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan malaria dan observasi langsung untuk menilai faktor lingkungan di dalam dan luar rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (54,2%). Faktor lingkungan di luar rumah yang baik ditemukan pada 63,5% responden, sedangkan faktor lingkungan di dalam rumah yang baik sebesar 62,5%. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan malaria dengan faktor lingkungan di luar rumah (p = 0,001) dan di dalam rumah (p = 0,001).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik berkaitan dengan kondisi lingkungan rumah yang lebih baik. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi program pengendalian malaria, khususnya perlunya penguatan edukasi kesehatan dan promosi perilaku hidup bersih serta perbaikan lingkungan secara berkelanjutan, meskipun berada pada wilayah dengan tingkat endemis rendah.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Jenis Abortus Di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul Kabupaten Sumba Tengah Leki Nguju, Desi Rambu; Prasetyo, Budi; Anis, Wahyul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21256

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan reproduksi seperti Kabupaten Sumba Tengah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul mencatat 68 kasus abortus pada tahun 2023, namun informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus pada ibu hamil yang dirawat di RSUD Waibakul. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 ibu hamil yang mengalami abortus dan dipilih dengan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis. Variabel bebas meliputi usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan, sedangkan variabel terikat adalah jenis abortus. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu (p = 0,014) dan jarak kehamilan (p = 0,004) dengan jenis abortus. Sementara itu, paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis abortus (p = 0,479). Secara deskriptif, abortus inkomplit merupakan jenis abortus yang paling banyak ditemukan (61,8%), diikuti abortus iminens (38,2%). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu dan jarak kehamilan berhubungan secara signifikan dengan jenis abortus. Namun, karena menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat. Diperlukan penguatan upaya deteksi dini, pemantauan kehamilan berisiko, serta strategi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan reproduksi dan skrining prakonsepsi untuk menurunkan kejadian abortus dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, khususnya target 3.1 dan 3.7.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue