cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,273 Documents
Effect of Curcumin Nanoemulsion on Insulin Levels and Malondialdehyde Concentration in Zebrafish Embryos Model of Gestational Diabetes Mellitus Subandi, Subandi; Paramita, Galuh Anggarda; Khoir, Safa’atul; Nurdiana, Nurdiana; Wiyasa, I Wayan Arsana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21464

Abstract

Gestational Diabetes (GD) is a condition characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia) in pregnant women who were previously undiagnosed with diabetes. Hyperglycemia disrupts the performance of pancreatic β cells that are responsible for producing the hormone insulin. Curcumin functions as an anti-inflammatory, allowing the insulin reaction to occur more quickly and insulin production to increase. Methods. Post Test Only Control Group Design was used in this experimental study which was tested on each research variable consisting of 1000 zebrafish embryos divided into 5 treatment groups with each sample containing 40 embryos, consisting of a negative control, a positive control exposed to 3% glucose, and a diabetic group given curcumin nanoemulsion with three different doses (0.3125 μg/ml, 0.625 μg/ml, 1.25 μg/ml). The exposure was carried out at 2-50 hpf and then measured using INS ELISA Kit and MDA ELISA Kit. The results were analyzed using a one-way ANOVA test. Results. NOVA showed p = 0.254 for insulin levels (not significant) and p = 0.029 for MDA concentrations. Post-hoc analysis revealed that the significant difference occurred only between the negative (K−) and positive (K+) control groups (p = 0.012), while the curcumin-treated groups (K1, K2, K3) showed no statistically significant differences compared with either control group (p > 0.05). Conclusion. Curcumin nanoemulsion tended to increase insulin levels and reduce MDA concentrations, but these effects were not statistically significant (p > 0.05). The induction of hyperglycemia with 3% glucose successfully established oxidative stress in zebrafish embryos, validating the model. Further studies with larger sample sizes and molecular analyses are needed to confirm the biological trends observed.
Inovasi Dialisis Berbasis Rumah Dan Hemodialisis Di Indonesia: Peluang Dan Tantangan Untuk Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Putra, Muhammad Iqbal Cahyana Eka
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21203

Abstract

Penyakit ginjal kronik (CKD) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, dengan prevalensi lebih dari 0,38%. Sebagian besar layanan hemodialisis (HD) terkonsentrasi di kota besar, menciptakan kesenjangan akses bagi pasien di wilayah rural dan 3T. Inovasi dialisis berbasis rumah, seperti Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan Home Hemodialysis (HHD), menjadi solusi potensial yang lebih mandiri dan efisien. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan penerapan dialisis rumah di Indonesia melalui pendekatan narrative literature review. Literatur ditelusuri dari PubMed, DOAJ, dan Google Scholar untuk periode 2018–2024, dan diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa CAPD terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien dan lebih efisien secara ekonomi dibanding HD konvensional. Namun, adopsi masih rendah akibat keterbatasan infrastruktur rumah, rendahnya literasi pasien, dan belum optimalnya regulasi serta distribusi logistik. HHD juga memiliki potensi besar, namun memerlukan kesiapan sistem yang lebih kompleks. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat regulasi, pelatihan, logistik, dan edukasi masyarakat. Dialisis rumah dapat menjadi pilar transformasi layanan nefrologi nasional yang lebih adil dan berkelanjutan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Postpartum Di RSUD Prof Dr. W. Z. Johanes Kupang Tahu, Hesty katarina; Wittiarika, Ivon Diah; Prasetyo, Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20770

Abstract

Secara global, angka kematian ibu diperkirakan mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, dan sekitar 75% dari kematian ini disebabkan oleh komplikasi kehamilan seperti perdarahan berat, infeksi, serta gangguan hipertensi, termasuk preeklamsia dan eklampsia. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi selama kehamilan, tetapi juga dapat muncul setelah persalinan, yang dikenal sebagai preeklamsia postpartum, dengan angka kejadian yang bervariasi antara 0,3% hingga 27,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berperan dalam kejadian preeklamsia postpartum pada ibu yang melahirkan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang selama tahun 2023. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain case-control retrospektif, melibatkan 84 ibu nifas yang dibagi ke dalam kelompok kasus dan kontrol. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis, lalu dianalisis dengan uji chi-square dan perhitungan odds ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ibu di atas 35 tahun memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia postpartum (p = 0,015; OR = 3,03; CI 95% = 1,225–7,474). Selain itu, riwayat preeklamsia dan hipertensi kronik juga menunjukkan hubungan yang sangat signifikan (p < 0,001). Sementara itu, paritas tidak terbukti memiliki hubungan yang bermakna (p = 0,439). Faktor-faktor seperti usia maternal lanjut, riwayat preeklamsia, hipertensi kronik, serta obesitas sebelum kehamilan merupakan faktor risiko penting terhadap preeklamsia postpartum. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan intensif pada ibu dengan risiko tinggi sangat dianjurkan untuk menekan angka kesakitan dan kematian ibu.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue