cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.939 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.2894

Abstract

IDENTIFIKASI BAHAN KELONGSONG PADUAN ZRNBMOGE HASIL UJI HIDRIDASI 400ï‚°C - 1 JAM MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI = IDENTIFICATION ON ZRNBMOGE ALLOY OF 400ï‚°C-1 HOUR HYDRIDATION TEST FOR CLADDING MATERIALS BY USING DIFFRACTION TECHNIQUE Parikin, Parikin; Bandriyana, Bandriyana; Ismoyo, A.H.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.606 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.97

Abstract

Abstract Synthesis of a new niobium containing zirconium alloy of ZrNbMoGe has been developed in PSTBM-BATAN. In PWR/PHWR reactor, this materials face with liquid coolant i.e. H2O demin that may trig a reaction between hydrogen and containing zirconium. Hydridation tests in argon atmospheer were recently carried out looking for hydrogen effect in material. Hydrogenisation must be avoided due to causing brittle of the material via blistering of Zr-H compound system. Sample with 2%Nb, 0.5%Mo, 0.5%Ge and Zr in balance content has been hydridized by flowing H2 at temperature of 400 oC for an hour. Effects of the test by time-high temperatur dependence on the zirconium content were investigated by X-ray diffractometer. The observed peak at 2??20.95? was mathematically interpolated by orde-2 polynomial regression. Identifying peak was performed by X-ray diffraction technique and then it conformed ?search and match? by JCPDS tracing. Results show that new phase in 400oC-1 hour hydridation sample was close to crystal structure of ??ZrH2. The crystallographic data emphasize that new phase with lattice parameter of a= b= 3.52 Å and c= 4.45 Å (tetragonal) is (201) plane or 2??21.60?. Also, the JCPDS traces another new orthorhombic phase of Nb3H3O9 at angle of 2??20.91? with lattice parameter of a= 9.183 Å, b= 22.47 Å and c=4.24 Å conforming to (220) plane. Hypothesized, this is an anti-hydride layer (passivity) that can overcome hydridation process of cladding materials in thereactor. AbstrakSintesis paduan zirkonium yang mengandung unsur Nb (ZrNbMoGe) telah dilakukan di PSTBM-BATAN. Dalam reaktor PWR/PHWR, bahan ini bersentuhan langsung dengan cairan pendingin, yakni: H2O demin yang bisa memicu reaksi antara Hidrogen dan kandungan zirkonium yang reaktif dalam paduan. Uji hidridasi dalam aliran gas H2 beratmosfir gas argon dilaksanakan untuk memprediksi kelakuan paduan ZrNbMoGe pada temperatur tinggi. Peristiwa hidridasi Zr-H sangat dihindari karena peristiwa blistering yang mampu merapuhkan bahan. Sampel paduan dengan kandungan 2%Nb, 0,5%Mo, 0,5%Ge and Zr dalam kesetimbangan telah diuji hidridasi dalam aliran gas H2 pada temperatur 400?C selama 1 jam. Pengukuran pola difraksi menggunakan difraktometer sinar-X dengan target Cu. Puncak baru muncul pada sudut 2??20,95?. Interpolasi matematis dilakukan via regresi polinomial orde-2. Identifikasi dan pencocokan profil menggunakan telusuran JCPDS ?search and match?. Hasil memperlihatkan bahwa fasa hidridasi (400?C-1 jam) sangat dekat dengan struktur kristal ??ZrH2. Kristalografi fasa tersebut memiliki parameter kisi a= b= 3,52 Å dan c= 4,45 Å (struktur tetragonal) dengan refleksi pertama bidang (201) pada sudut 2??21,60?. JCPDS juga menampilkan fasa lain berstruktur ortorombik pada sudut 2??20,91? dengan parameter kisi a= 9,183 Å, b= 22,47 Å and c= 4,24 Å dengan bidang refleksi (220). Fasa ini diduga merupakan lapisan anti-hidrid (passivatif) yang mampu menghalangi penggetasan bahan kelongsong akibat proses hidridisasi dalam reaktor.  
BINOMIAL LOGIT MODEL UNTUK PEMILIHAN MODA ANTARA PESAWAT UDARA, KERETA API EKSEKUTIF, DAN KERETA API EKSPRES Utomo, Djoko Prijo; Harjono, Mulyadi Sinung
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.756 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.3400

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji potensi pasar dari rencana pembangunan kereta api ekspres Jakarta – Semarang. Survai stated preference dan model logit binomial digunakan untuk kompetisi antara moda kereta api ekspres dengan pesawat udara maupun kereta api kelas eksekutif yang telah beroperasi. Atribut yang digunakan adalah travel time dan travel cost.  Hasil analisa regresi untuk model utility cukup baik dengan indikator R2 sebesar 0,51 untuk penumpang pesawat udara dan 0,56 untuk penumpang kereta api kelas api eksekutif. Hasil temuan menunjukkan bahwa penumpang pesawat udara lebih sensitif terhadap perubahan waktu tempuh dibandingkan penumpang KA eksekutif, dan penumpang pesawat udara juga memiliki kemampuan membeli yang lebih tinggi dibandingkan penumpang KA eksekutif. Jika waktu perjalanan KA ekspres 2,8 jam (kecepatan rata-rata 155,5 km/jam), maka potensi pendapatan terbesar terjadi jika tarif Rp. 360.000,-/penumpang.
ANALISA KEGAGALAN POLISHED ROD PADA POMPA ANGGUK Febriyanti, Eka; Suhadi, M.Eng., Dr. Ir. Amin; Sari, Laili Novita
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.211 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3172

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kerusakan polished rod akibat material yang digunakannya bersifat getas dan memiliki mikrostruktur yang tidak homogen. Pemeriksaan pada polished rod dari pompa angguk  menggunakan metode pengamatan visual, fraktografi makro, metalografi, uji kekerasan, analisa komposisi kimia, pemeriksaan SEM, serta uji komposisi produk korosi dengan EDX. Hasil pemeriksaan visual dan uji penetran menunjukkan adanya retak melintang yang menyebar pada satu sisi permukaan polished rod menunjukkan bahwa polished rod mengalami pembebanan bending sebelum patah. Sedangkan hasil pemeriksaan fraktografi memperlihatkan adanya daerah patahan getas dengan pola radial mark yang menandakan bahwa jenis pembebanan merupakan beban statis dengan alur perambatan yang berlangsung cepat. Selain itu, hasil pengamatan metalografi memperlihatkan bahwa struktur mikro pada polished rod bersifat tidak homogen yang terdiri atas ferit-perlit, bainit, dan martensit yang bersifat getas.  Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan adalah ketidakhomogenan pada mikrostruktur dan sifat material yang bersifat getas yang berperan sebagai konsentrasi tegangan. Dengan tertahannya sistem kerja pompa angguk menyebabkan satu sisi polished rod mengalami pembebanan bending sampai material tidak mampu lagi menahan beban lalu patah.
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2602

Abstract

PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI PERKAPALAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI PERKAPALAN NASIONAL = THE DEVELOPMENT OF SHIPPING INDUSTRY CLUSTERS FOR INCREASING COMPETITIVENESS OF NATIONAL SHIPPING INDUSTRY Habibie, Sudirman; Gumelar, M. Dikdik; Sitorus, Rudy
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.334 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i2.86

Abstract

Abstract Government effort to develop marine potency in Indonesia constitutes as a breaktrough program that has been waiting for decade. Considering broad of sea region about 70% from total of Indonesian region, it is reasonable that the future of Indonesia economy is in the sea. One of potencial sector that can be developed is sea transportation sector as sea vehicle (ship). A number of national commerce ships was developed significantly more than 100% from about 6,000 units in 2006 to about 12,500 units in 2013. In the future, this may increase faster because of Government policy to strengthen the development of marine economy, to develop marine axis and to develop sea toll. These programes have to be supported by developing shipping industries, in which they can build new ships and for maintenance. To speed up the increase of roll of shipping industries, the cluster of shipping industry may be needed to be developed in some regions. This cluster consists of several related industries that are core industries, supporting industries and related industries. The development of ship industry clusters have to consider potency of region, region development program, value chain industries, and human resources. Government has to give special policies such as fiscal policy and incentive to develop priority industries and ship industry cluster. Abstrak Usaha pemerintah dalam mengembangkan potensi maritim Indonesia, merupakan suatu program terobosan yang telah ditunggu-tunggu sejak lama. MemperhatikaN luas wilayah laut Indonesia yang meliputi +70% luas wilayah nusantara, maka beralasan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ada di laut. Salah satu sektor yang sangat strategis dalam pengembangannya adalah sektor transportasi laut yaitu pengembangan industri perkapalan. Jumlah kapal niaga nasional berkembang dari +6.000 unit pada tahun 2005 dan menjadi +12.500 unit tahun 2013 meningkat lebih dari 100%. Hal ini akan meningkat lebih pesat lagi dengan adanya kebijakan pemerintah memperkuat ekonomi maritim, poros maritim dan tol laut. Peningkatan ini harus didukung juga oleh peningkatan industri galangan kapal baik itu untuk keperluan pembangunan kapal baru maupun untuk perawatan dan perbaikan kapal-kapal yang ada. Untuk mempercepat peningkatan peran industri galangan kapal, maka diperlukan pembentukan klaster industri kapal dalam beberapa wilayah. Klaster ini merupakan sekumpulan industri yang terkait baik berupa industri inti, industri pendukung dan industri terkait. Pembentukan klaster industri perkapalan harus mempertimbangkan potensi wilayah, program pengembangan kawasan, rantai nilai, kesiapan SDM. Pemerintah harus memprakarsai kebijakan khusus diantaranya berupa kebijakan fiskal dan insentif untuk mengembangkan industri prioritas dan klaster industri perkapalan.
UJI PROFISIENSI ANTAR LABORATORIUM UJI TARIK BAJA TULANGAN SIRIP Suhartono, Hermawan Agus; Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.308 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.1798

Abstract

Karakteristik  paling mendasar untuk desain struktur mekanik adalah kekuatan tarik. Perkembangan teknologi mengarah pada konstruksi yang ringan tetapi dapat diandalkan, [1,2] sehingga keakuratan pengukuran merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Uji profisiensi antar laboratorium menjamin keamanan dan kehandalan hasil uji. Laboratorium wajib memverifikasi prosedur pengujian dan kapasitasnya  untuk mendapatkan hasil uji yang dapat diandalkan. Dalam penelitian ini, benda uji adalah baja tulangan sirip dengan dimensi yang berbeda. Benda uji yang dipilih secara acak memiliki dimensi tertentu dikirim ke masing-masing laboratorium peserta, kemudian diuji dan hasilnya dianalisis sesuai dengan parameter yang ditetapkan sebelumnya. Setiap laboratorium diterapkan tes tarik pada benda uji sesuai dengan prosedur yang diberikan dalam SNI 2052-2002 dan standar uji tarik yang biasa dipergunakan masing-masing laboratorium. Hasil uji dievaluasi sesuai dengan prosedur yang dijelaskan dalam standar terkait. Hasil yang dikumpulkan dievaluasi sesuai dengan metode statistik Robust kemudian Z-skor dari laboratorium peserta disajikan.
ABSTRACTS Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.716 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1785

Abstract

Potensi Silika Kuarsa Lokal sebagai Filler Kompon Karet dalam Pembuatan Balon Peluncur Kapal Hamzah, Moh.; A., Mahendra; Kalembang, Eryanti
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.224 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3666

Abstract

Secara praktis material karet untuk produk barang teknik memerlukan sejumlah bahan lain sebagai bahan tambahan yang mampu meningkatkan kemampuan proses, nilai karakteristik teknis dan memperpanjang waktu pakai. Bahan filler digunakan untuk meningkatkan karateristik teknis terkait dengan karakteristik karet. Salah satu filler yang sering diaplikasikan adalah silika, namun dalam bentuk teraktivasi. Beberapa penelitian menunjukan bahwa filler silika mampu mempengaruhi karakteristik seperti tensile strength, abrasion and tear resistance. Penggunaan filler silika pada balon peluncur kapal juga meningkatkan kinerja wet traction, dan wear resistance serta mengurangi dampak rolling resitance. Untuk mengaplikasikan silika kuarsa sebagai filler karet maka perlu mengaktivasi permukaan silika kuarsa antara lain dengan cara nanosizing atau memodifikasi permukaan silika melapisi dengan silane-69 atau PEG-4000. Saat ini produk silika lokal yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi silika berukuran sub mikron seperti yang dibutuhkan oleh pasar, umumnya produksi silika lokal berukuran ≥ 30 μm. Oleh karena itu utilisasi kapasitas produksi industri silika lokal belum maksimal, baru 50%. Dengan adanya sentuhan teknologi diharapkan dapat memaksimalkan potensi silika lokal.Kata kunci : Nanosilika, Balon peluncur kapal, Filler kompon karet, SilikaAbstractPractically rubber material for engineering goods requires a number of other ingredients as additives that can improve the ability of the process, the value of the technical characteristics and extend the lifetime. Filler material is used to improve the technical characteristics related to the characteristics of the rubber. One of the frequently applied filler is silica, but in the activated form. Several studies have shown that the silica filler capable of affecting characteristics such as tensile strength, abrasion and tear resistance. The use of silica filler on the balloon launcher ships also improves wet traction performance and wear resistance and reduce the impact of rolling resitance. To apply as a quartz silica filler rubber it is necessary to activate the surface of silica quartz, among others, by the way nanosizing or modify the silica surface with silane coat-69 or PEG- 4000. Currently local silica products produced not meet the specifications of sub- micron sized silica as required by the market, local silica production generally sized ≥ 30 lm. Therefore, industrial production capacity utilization is not maximized local silica, 50% new. With the touch technology is expected to maximize the potential of local silica.Keywords : Nanosilika, Balloon launcher boats, Rubber compound filler, Silica
PENENTUAN TEMPERATUR OPERASIONAL “ROD HANGER TUBE HEATER” AGAR MENCAPAI UMUR OPERASI DESAIN Sunandrio, Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.911 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2238

Abstract

Rod Hanger Tube Heater yang sudah beroperasi sekitar ± 7 bulan akan tetapibelum dilengkapi dengan best practice berapa lama MTBF (Mean Time BetweenFailure) atau Life Time nya. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian untukmengetahui berapa sebenarnya Life Time dari Rod Hanger, yang nantinya akanmenjadi acuan MTBF dari Rod Hanger tersebut. Pada tulisan ini akan disajikansuatu hasil pengujian mulur (creep test) dari Rod Hanger, yang kemudiandiekstrapolasi sehingga akan menghasilkan grafik LMP vs tegangan, yangmerupakan kombinasi tiga parameter yaitu waktu (time to rupture), logaritmategangan dan suhu operasi menjadi satu kurva yang disebut Kurva MasterLarson-Miller Parameter (LMP Master Curve). Selanjutnya parameter ini dapatdigunakan untuk menghitung umur pakai Rod Hanger yang dioperasikan padasuhu tinggi, dengan menggunakan persamaan Larson-Miller Parameter (LMP)

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI More Issue