cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
PEMODELAN SIKLUS IN-CYLINDER MESIN DIESEL Nugroho, Bagus Anang; Fajar, Rizqon; Haryono, Ihwan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.199 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.2743

Abstract

An engine performance can be predicted through modeling and simulation programs. This paper describes the cycle modeling and breathing process of a four-stroke diesel engine. Calibration of the model parameters to eliminate prediction error. This calibration requires the definition of empirical correlation of two parameters namely mechanical delay and the injector nozzle discharge coefficient. Modeling validation is also given by presenting the result data and evaluating the output parameters of the engine. The result of the diesel engine in-cylinder model produces good predictions by applying a mechanical delay correlation for correction of injection time and correlation coefficient of discharge nozze injector. The parameters for correction of injection duration where the mean temperature and pressure conditions for the duration of the injection are used as input model ignition delay cylinder.Keywords: Modeling, Diesel Engine, Performance, Ignition Delay, Emissions 
Permintaan Perjalanan Angkutan Umum Massal Kota Surabaya Utomo, Djoko Prijo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2602.208 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i2.3650

Abstract

Sebagaimana kota–kota metropolitan di dunia, kemacetan menjadi permasalahan utama dalam bidang transportasi perkotaan. Kemacetan terjadi pada umumnya karena ketidakseimbangan antara penyediaan (supply) dengan permintaan (demand). Usaha untuk menekan jumlah kendaraan di jalan, salah satunya, adalah dengan mempromosikan pengunaan angkutan umum kota. Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan penyediaan fasilitas angkutan umum. Untuk memperkirakan permintaan angkutan umum dibangun model lalu lintas yang mereplikakan bangkitan, pola dan pembebanan perjalanan. Hasil kalibrasi model distribusi perjalanan menggunakan gravity model diperoleh fungsi impedance yang terbentuk dari fungsi waktu perjalanan dengan faktor  sebesar 0.063. Perbedaan mean trip length model (dengan observed adalah -5,4%. Mean trip length (MTL) model dengan angkutan umum adalah 17,04 menit dan hasil survai 18,02 menit. Model yang terbangun validasinya cukup baik dengan indikator R2 terhadap data observed sebesar 0,88. Hasil dari seluruh tahapan proses pemodelan diperoleh total permintaan perjalanan dengan angkutan umum tahun 2030 diperkirakan mencapai 67.800.434 penumpang/tahun.Kata kunci: Angkutan umum masal, Distribusi perjalanan, Gravity model.AbstractAs metropolitan cities in the world, congestion becomes a major problem in the field of urban transport. Congestion occurs generally due to an imbalance between supplyand demand. Attempts to reduce the number of vehicles on the road, one of which, is to promote the utilization of public transport. Therefore we need a plan for the provision of public transport facilities. To estimate the demand for public transport, it is built transport model which is replicating the trip generation, trip distribution and trip assignment. The results of the trip distribution model calibration using a gravity model obtained impedance function which is formed from travel time functionby a factor of 0.063. Mean trip length difference between model and observed is equal -5,4%.Mean trip length (MTL) model utilizing public transportsis about 17.04 minutes whereasMTL resulted from traffic survey is about 18.02 minutes.The model validation is quite well with observed data by showing the R2 indicatorof about 0.88.The results fromall stages modeling process obtained total travel demand by public transport in the year of 2030 is estimated at about 67,800,434 passengers/year.Keywords: Mass transit, Trip distribution, Gravity model.
PENGARUH PROSES HOT ROLLING DAN KANDUNGAN CERIUM PADA DAYA HANTAR LISTRIK PADUAN ALZRCE SEBAGAI MATRIK KOMPOSIT BERPENGUAT AL2O3 Setyadi, Iwan; Suryadi, Suryadi; Kirman, Kirman; Wibisono, Mirza
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.276 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.483

Abstract

Sebagai upaya untuk mendapatkan material konduktor listrik, paduan Alumunium-Cerium merupakan salah satu alternatif material yang dikembangkan sebagai paduan dasar untuk komposit bermatrik logam. Dalam manufaktur kawat konduktor, proses pengerolan panas merupakan bagian proses yang tidak terpisahkan untuk mereduksi penampang.Adapun fokus penelitian adalah mengamati pengaruh pengerolan panas terhadap paduan AlZrCe, dimana yang divariasikan adalah prosentase reduksi dan kandungan cerium dalam paduan.Hasil penelitian menunjukkan  bahwa peningkatan prosentasi reduksi pengerolan panas dan kenaikan kandungan Cerium dalam paduan AlZrCe  memberikan dampak peningkatan nilai konduktivitas listrik paduan AlZrCe. Hasil optimal yang diperoleh adalah 62,07% IACS, yang didapat dari  master paduan AlZrCe dengan kandungan 0,3% Ce dan reduksi sebesar 67,5%. Hasil ini mendekati bahan EC (99,6% Al) yang memiliki konduktivitas listrik 63,4% IACS. Kata kunci :  paduan AlZrCe, pengerolan panas, prosentase reduksi,kandungan Cerium, koduktivitas listrik, IACS.
ANALISIS KEGAGALAN SCREW PENYEBAB KERUSAKAN DECANTER SHAFT PADA UNIT PENGOLAHAN MINYAK Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.103 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2524

Abstract

Decanter merupakan mesin industri pada unit pengolahan minyak yang berfungsi untuk memisahkan sludge dari crude oil tank menjadi light phase, heavy phase dan solid  dalam crude oil sehingga proses pemisahan selanjutnya di dalam clarier settling tank akan lebih sempurna. Shaft merupakan salah satu bagian dari decanter yang berhenti beroperasi setelah pengoperasian satu tahun. Selanjutnya setelah dilakukan investigasi di tempat kejadian menunjukkan bahwa screw dari shaft mengalami patah sehingga menyebabkan decanter berhenti beroperasi. Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa screw mengalami perpatahan/rusak di daerah radius. Sedangkan pemeriksaan fraktografi menunjukkan bahwa foto makro permukaan patahan screw berupa patah ulet yang berawal dari satu sisi dan merambat hingga mencapai penjalaran retak sebesar 70%, namun patah sisa/patah akhir  yang terletak berseberangan dengan patah awal. Hasil pemeriksaan tersebut juga dikonfirmasi dengan pemeriksaan metalografi yang menunjukkan adanya inklusi pengotor di lokasi perpatahan screw. Oleh karena itu, cacat inklusi akibat proses manufaktur berperan sebagai inisiasi perambatan retak, lalu menjalar akibat pembebanan dinamis dari pergerakan shaft sampai akhirnya baut mengalami perpatahan. Analisis kimia dari material screw menunjukkan bahwa material screw yang diperiksa merupakan jenis low alloy steel yang sesuai dengan spesifikasi standard.
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.3121

Abstract

PERHITUNGAN JARAK JANGKAU MAKSIMUM PESAWAT UDARA NIR AWAK BPPT UNTUK MISI STRATEGIS DETERMINING = THE MAXIMUM FLIGHT RANGE OF BPPT’S UAV FOR STRATEGIC MISSION Muliadi, Jemie; Prayitno, Endarmadi A.; Muryanto, Heri T.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.072 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1643

Abstract

The Agency for The Assessment and The Application of Technology (BPPT, Indonesia) has developed several UAV prototypes for various of mission. The missions to be accomplished were including military purposes and also civilian application. To validate the capability of these UAV in performing their defined mission, there?s a requirement to calculate the flight performance parameters. The relevant parameters were including maximum flight range, maximum altitude, flight endurance, etc. The flight range is a crucial parameter to be determined for a UAV for its suitable mission. Thus, this work will be focused on the Maximum Range determination of PUNA BPPT. The data from BPPT?s UAV flight tests will be processed to obtain the aerodynamic parameters as inputs for maximum flight range calculation. The maximum range resulted were occurred in an optimum value of cruising speed. While varying the cruising speed will affect the maximum range attained, the variation will also be analyzed, and the effect will be concluded. ABSTRAKBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi telah mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak untuk berbagai misi. Selain misi yang terkait dengan aplikasi pertahanan dan keamanan, PUNA BPPT dikembangkan pula untuk misi-misi non militer. Sebagai validasi kemampuan PUNA BPPT dalam memenuhi misi terebut, maka perlu diketahui ukuran-ukuran performa yang relevan. Ukuran-ukuran tersebut meliputi,jarak jangkauan terbang maksimun, ketinggian terbang maksimum, ketahanan lama terbang, dan sejenisnya. Jarak jangkauan terbang (range) merupakan parameter yang krusial dalam Operasional Pesawat Udara Nir Awak. Makalah ini menyajikan perhitungan jangkauan terbang maksimum PUNA BPPT. Data hasil uji terbang PUNA BPPT diolah untuk menghasilkan parameter aerodinamika yang akan menjadi masukan dalam perhitungan jarak jangkauan terbang PUNA. Jarak jangkau maksimum ini akan mencapai nilai optimum pada suatu nilai kecepatan jelajah optimum. Maka, variasi kecepatan jelajah akan dianalisa dan efeknya akan disimpulkan terhadap Jangkauan Terbang PUNA BPPT.
Stabilitas Zirconium-Silika Molecular Sieve dalam Larutan Basa Mustafa, Anwar; Saputra, Hens
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.683 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v7i1.3641

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh zirconium dalam perbaikan stabilitas silika molecular sieve dalam larutan basa. Struktur molecular sieve yang dibuat adalah hexagonal MCM-41 yang memiliki luas permukaan 1200 m2/g. Pembuatan bahan silika MCM-41 dilakukan menggunakan campuran larutan cethyltrimetilammonium bromida (CTAB), tetraethylorthosilikat (TEOS), natrium hidroksida (NaOH) dan aquades (H2O) dengan perbandingan molar 0,05 : 1,0 : 0,5 : 100. Adapun penambahan zirconium isopropoksida (ZrPr) sejumlah 3% berat terhadap tetraethylorhosilikat. Penambahan zirconium pada MCM-41 tidak merubah karakteristik distribusi ukuran pori, diameter pori rata-rata sekitar 2 nm dengan luas permukaan mencapai 1200 m2/g. Dengan penambahan 3% berat ZrPr dapat meningkatkan stabilitas silika molecular sieve pada larutan basa. Pengamatan struktur dilakukan dengan X-ray diffraction. Karakteristik pori dianalisis dengan metode physisorption menggunakan nitrogen pada 44 K.Kata Kunci : Zircorium, Molecular Sieve, diameter poriAbstractHas conducted research on the effect of zirconium silica molecular sieve improved stability in alkaline solution . Molecular sieve structure is made of hexagonal MCM - 41 which has a surface area of 1200 m2 / g . Preparation of MCM - 41 silica materials was conducted using a mixed solution of cethyltrimetilammonium bromide ( CTAB ) , tetraethylorthosilikat ( TEOS ) , sodium hydroxide ( NaOH ) and distilled water ( H2O ) with a molar ratio of 0.05 : 1.0 : 0.5 : 100 . As for the addition of zirconium isopropoxide ( ZrPr ) a 3 % by weight of the tetraethylorhosilikat . The addition of zirconium in the MCM - 41 does not alter the characteristics of the pore size distribution , average pore diameter of about 2 nm with a surface area to 1200 m2 / g . With the addition of 3 wt% silica ZrPr can increase the stability of molecular sieve in an alkaline solution . Observation of the structure is done with X - ray diffraction . Pore characteristics were analyzed by the method using nitrogen physisorption at 44 K.Keywords : Zircorium , Molecular Sieve , Pore diameter
ELIMINASI SENYAWA AZOBENZENE PADA LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN NANOKATALIS FE3O4/SIO2/TIO2 DAN SINAR MATAHARI Sari Hasnah Dewi, Siti Wardiyati, Adel Fisli
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.912 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2095

Abstract

Bahan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 telah berhasil disintesis denganmetode gabungan yaitu presipitasi dan sol-gel menggunakan prekursor besioksida, tetraethyl ortho silicate dan tetrabuthyl orthotitanate. Untuk mengetahuikinerja katalitik bahan tersebut dilakukan eliminasi limbah batik warna orange dariPT. Roro djonggrang Yogyakarta. Limbah batik warna orange dari PT. Rorodjonggrang Yogyakarta mengandung senyawa azo yang banyak digunakan olehindustri tekstil. Senyawa azo merupakan pewarna sintetis yang berbahaya bagilingkungan, oleh karena perlu dilakukan eliminasi untuk menurunkan kandungansenyawa tersebut sebelum dibuang ke lingkungan. Parameter percobaan yangdilakukan pada penelitian ini adalah pH larutan, waktu iradiasi, jenis sinar dandosis katalis. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi optimal proses eliminasilimbah batik warna orange menggunakan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2dicapai pada pH larutan limbah 2,0 ? 4,0; waktu iradiasi sekitar 2 ? 3 jam; dandosis katalis katalis 1,0g/L. Pada kondisi tersebut bahan nanokatalis magnetikFe3O4/SiO2/TiO2 mampu mengeliminasi warna orange hingga 90 %. Daripercobaan ini terbukti bahwa pengolahan limbah warna menggunakan nanokatalismagnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 sangat efektif kerena sederhana, praktis, dan efisienserta ekonomis karena dapat dilakukan di bawah sinar matahari langsung dankatalis dapat dipakai ulang.
AN EFFECT OF BIODIESEL (B20) ON LIFE TIME LOCOMOTIVE FUEL FILTER Maruf, Muhammad; Haryono, Ihwan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.455 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3787

Abstract

The effect of using B20 palm oil biodiesel on rail locomotive fuel filters was evaluated in this study. The generator water separator filter, generator main filter and locomotive drive filter after being used along the filter replacement period were analyzed in laboratories and compared with new ones as reference. The analysis was using SEM/EDS, FTIR and GC. The FTIR and GC test results show that the fuel filter has a number of deposits from the components of biodiesel fuel, that are diesel and biodiesel. However, morphological test results using SEM show that the filter surface has not been completely covered by liquid and fuel deposits. The results of the tests and analysis indicated that the usage of 125 hours (for locomotive genset) and 3 months for locomotive drive engine with 20% palm biodiesel fuel can still guarantee the filtration to maintain the performance and prevent damage to fuel and engine system components.
DESAIN KARAKTERISTIK KAPAL MARKAS UNTUK OPERASI PENGAMANAN PERAIRAN PERBATASAN DAN DUKUNGAN PENANGANAN PASCA BENCANA ALAM PADA MASYARAKAT PULAU TERLUAR Samudro, Samudro; Kadir, Abdul
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.778 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.1630

Abstract

Ditinjau dari segi kedaulatan dan pertahanan-keamanan nasional, keberadaan pulau-pulau terluar di perairan perbatasan di bagian utara Sulawesi Utara mempunyai arti strategis bagi Indonesia dan layak untuk diamankan. Di sisi lain. wilayah geografis Sulawesi Utara dengan beberapa gunung berapi dan perairan terbuka  menghadap ke samudra Pasifik, rawan terjadi bencana alam gempa dan Tsunami.  Secara konseptual strategis perlu dikaji kebutuhan sarana dukung transportasi - kapal untuk pengamanan pulau-pulau terluar serta untuk kesiagaan penanganan bencana alam bagi masyarakat wilayah perairan perbatasan. Karenanya pada kajian ini dilakukan studi disain prototip kapal markas yang dilengkapi bulbous-bow untuk mampu beroperasi sesuai karakteristik pada perairan perbatasan bergelombang tinggi, serta berfungsi sebagai sarana dukung operasional patroli pengamanan perairan perbatasan dan penanganan pasca bencana alam. Desain kapal markas panjang 66 m dengan daya 2x155 HP, kecepatan dinas 12,5 Knot telah diuji model di laboratorium hidrodinamika untuk kemampuan ship powering, maneuvring dan sea-keeping dengan hasil memenuhi ketentuan persyaratan  IMO

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue