cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
KAJIAN TEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN GAS SINTETIK DARI BATUBARA DAN PROSPEK PEMANFAATAN PADA INDUSTRI HILIRNYA = TECHNOLOGY REVIEW PROCESS OF SYNTHETIC GAS FROM COAL UTILIZATION AND PROSPECT IN DOWNSTREAM INDUSTRIES Muslim Efendi Harahap; Endro Wahju Tjahjono
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.104

Abstract

AbstractPotential coal reserves in Indonesia are very abundant, but which became the key issue is the utilization in Indonesia is still not optimal. One alternative to use the coal is by converting it into synthetic gas (syngas), containing primarily hydrogen (H2) and Carbon Monoxide (CO). To create synthetic gas from coal there are 4 kinds of process technology known in the world, i.e. Fixed-bed gasifier, Fluidized-bed gasifier, Entrained-bed gasifier and Molten bath gasifier. There are 3 types of chemical industry to take advantage of this synthetic gas as an alternative of their raw materials i.e., methanol, formic acid and ammonia industry. Currently they use natural gas as raw material. The more widespread use of natural gas for a variety of needs can disrupt the natural gas supply for these industries in the future. Therefore, this synthetic gas can be used as an alternative of raw material supply for these three types of chemical industry in the future. AbstrakPotensi cadangan batubara di Indonesia sangat melimpah, namun yang menjadi isu utama adalah pemanfaatannya di Indonesia masih belum optimal. Salah satu alternatif pemanfaatan batubara tersebut adalah dengan mengkonversi batubara tersebut menjadi gas sintetik (syngas) yang kandungan utamanya adalah Hidrogen (H2) dan Karbon Monoksida (CO). Untuk membuat gas sintetik dari batubara ini ada 4 macam teknologi proses yang telah dikenal di dunia yaitu Fixed-bed gasifier, Fluidized-bed gasifier, Entrained-bed gasifier dan Molten bath gasifier. Ada 3 jenis industri kimia yang dapat memanfaatkan gas sintetik ini sebagai alternatif bahan bakunya yaitu industri metanol, industri asam formiat dan industri amonia. Saat ini mereka menggunakan gas alam sebagai bahan bakunya. Semakin meluasnya penggunaan gas alam untuk berbagai macam kebutuhan dapat menyebabkan pasokan gas alam untuk ketiga jenis industri ini terganggu di kemudian hari. Oleh karena itu gas sintetik ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pasokan bahan baku untuk ketiga jenis industri kimia tersebut kedepannya.
Analisis Transien Untuk Memprediksi Kedalaman Pengerasan Permukaan Pada Bagian Kritis Crankshaft Harry Purnama
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.140

Abstract

Dalam penelitian ini simulasi dinamis transien diterapkan pada crankshaft dengan silinder ganda empat stroke. Analisis elemen hingga dilakukan dengan menggunakan software bantu ANSYS untuk memperoleh tegangan von-misses di lokasi kritis, sedangkan permodelan 3D menggunakan software 3D modeling CATIA. Beban dan kondisi batas yang diterapkan sesuai dengan kondisi engine mounting di ANSYS. Simulasi transien di mana pembebanan didasarkan pada waktu diharapkan dapat memperoleh kedalaman dari konsentrasi tegangan. Hal ini dapat membantu untuk proses m dari crankshaft, pengerasan permukaan. * In this study a transient dynamic simulation was conducted on a crankshaft for double cylinder four stroke engine. Finite element analysis was performed to obtain of von-misses stress at critical locations using ANSYS, while the model creation can be created by well known 3D modeling software CATIA. The load and boundary conditions were applied according to the engine mounting conditions in ANSYS. The simulation with the proper time step be expected depth of stress concentration. It can help to the next process of crankshaft, surface hardening. Kata kunci : Analisa Transient, Time Step, ANSYS, Crankshft, Pengerasan Permukaan.
KONSEP DESAIN KENDARAAN LISTRIK RODA TIGA RAMAH LINGKUNGAN febryan maulana
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.141

Abstract

Dalam penelitian  ini dirancang sebuah kendaraan listrik roda tiga dengan menggunakan metode VDI (Verein Duetscher Ingeniure). Perancangan kendaraan listrik ini terfokus pada desain kontruksi rangka dan perhitungan kebutuhan motor listrik yang sesuai sebagai elemen utama kendaraan listrik. Dalam perancangan kendaraan listrik roda tiga terdapat 3 varian dan berdasarkan nilai evaluasi varian yang paling tinggi adalah varian 2 dengan nilai 0,05. Kendaraan roda tiga mempunyai dimensi panjang 2500 mm, lebar 1250 mm, tinggi 1400 mm dengan tingkat kestabilan 46%.Setelah dilakukan analisa dan pengujian terhadap kontruksi rangka yang menggunakan bahan S45C, maka dapat diketahui bahwa kontruksi rangka ini mampu menahan beban sebesar 250 kg. Dan  dengan spesifikasi motor listrik 5 Kw yang dibutuhkan pun tersedia di pasar, sehingga memungkinkan kendaraan listrik roda tiga ini untuk dikembangkan lebih lanjut.In this study will be designed a three-wheeled electric vehicle using the VDI (Verein Duetscher Ingeniure). The design of electric vehicles is focused on the design and calculation of required construction frame corresponding electric motor as the main element of the electric vehicle. In the design of three-wheeled electric vehicles, there are 3 variants and variants based on the value of the highest evaluation is a variant 2 with a value of 0.05. Three-wheeled vehicle has dimensions of length 2500 mm, width 1250 mm, height 1400 mm with a 46% degree of stability.After analysis and testing of construction materials using S45C frame, it can be seen that the frame construction can support the weight of 250 kg. And with a 5 Kw electric motor specifications required is available in the market, thus allowing the three-wheeled electric vehicles to be developed further.Dalam penelitian  ini dirancang sebuah kendaraan listrik roda tiga dengan menggunakan metode VDI (Verein Duetscher Ingeniure). Perancangan kendaraan listrik ini terfokus pada desain kontruksi rangka dan perhitungan kebutuhan motor listrik yang sesuai sebagai elemen utama kendaraan listrik. Dalam perancangan kendaraan listrik roda tiga terdapat 3 varian dan berdasarkan nilai evaluasi varian yang paling tinggi adalah varian 2 dengan nilai 0,05. Kendaraan roda tiga mempunyai dimensi panjang 2500 mm, lebar 1250 mm, tinggi 1400 mm dengan tingkat kestabilan 46%.Setelah dilakukan analisa dan pengujian terhadap kontruksi rangka yang menggunakan bahan S45C, maka dapat diketahui bahwa kontruksi rangka ini mampu menahan beban sebesar 250 kg. Dan  dengan spesifikasi motor listrik 5 Kw yang dibutuhkan pun tersedia di pasar, sehingga memungkinkan kendaraan listrik roda tiga ini untuk dikembangkan lebih lanjut.In this study will be designed a three-wheeled electric vehicle using the VDI (Verein Duetscher Ingeniure). The design of electric vehicles is focused on the design and calculation of required construction frame corresponding electric motor as the main element of the electric vehicle. In the design of three-wheeled electric vehicles, there are 3 variants and variants based on the value of the highest evaluation is a variant 2 with a value of 0.05. Three-wheeled vehicle has dimensions of length 2500 mm, width 1250 mm, height 1400 mm with a 46% degree of stability.After analysis and testing of construction materials using S45C frame, it can be seen that the frame construction can support the weight of 250 kg. And with a 5 Kw electric motor specifications required is available in the market, thus allowing the three-wheeled electric vehicles to be developed further.
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN EMISI KENDARAAN DENGAN REGULASI R83 MENGACU PADA PERHITUNGAN JOINT COMMITTEE FOR GUIDES METROLOGY (JCGM) 100 : 2008 Budi Rochmanto
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.148

Abstract

Harmonisasi terkait 19 regulasi bidang otomotif diantara negara ASEAN akan dilakukan melalui kesepakatan ASEAN MRA. Salah satu regulasi yang akan diharmonisasi adalah pengujian emisi kendaraan sesuai dengan regulasi R83. BT2MP-BPPT merupakan laboratorium terakreditasi yang akan menjadi  technical service untuk pelaksanaan pengujian R83. Studi ini membuat kajian terkait perhitungan ketidakpastian dalam pengujian emisi kendaraan berdasarkan regulasi R83 tersebut.  Ketidakpastian pengukuran yang dihasilkan pada pengujian dengan standar R83 dipengaruhi oleh parameter peralatan ukur seperti chassis dynamometer, gas analyzer, sistem sampling emisi danyang lain. Selain faktor peralatan tersebut, data hasil pengukuran juga merupakan faktor yang mempunyai pengaruh signifikan.  Pada kajian iniperhitungan ketidakpastian mengacu kepada Joint Committee for Guide in Metrology (JCGM) 100 2008, hasilnya dinyatakan pada tingkat kepercayaan 95 % dengan faktor cakupan k=2.Dari hasil pengujian di BT2MP-BPPT, hasil perhitungan ketidakpastian pengukuran total yang merupakan gabungan dari ketidakpastian parsial dari unsur yang berpengaruh,menunjukkan ketidakpastian total untuk parameter emisi HC, CO dan NOx adalah 0.0021 gr/km, 0.0103 gr/km dan 0.0004 gr/km secara berurutan.Hasil akhir ketidakpastian pengukuran pada pengujian emisi ini menunjukkan kemampuan ukur dari fasilitas uji emisi kendaraan BTMP-BPPT dalam hal deviasi dan keterterimaan dari pengukuranyang dihasilkannya. 
TURBINE BLADE REVERSE WITH CATIA SOFTWARE USING BEZIER CURVE Dyah Kusuma Dewi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.151

Abstract

Metode reverse engineering salah satunya digunakan untuk menduplikasi komponen-komponen yang akan dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi nilai impor dan mengurangi waktu tunggu pemesanan komponen. Komponen yang sering mengalami kerusakan adalah sudu turbin, baik pada turbin uap maupun turbin gas. Proses reverse engineering dilakukan dengan mengambil foto dari komponen tersebut menggunakan peralatan photo scanning. Hasil dari proses photo scaning tersebut berupa file dengan ekstensi .stl yang merupakan kumpulan point cloud. Selama ini banyak kesulitan yang ditemui dalam pemrosesan dari point cloud menjadi file CAD, terutama untuk komponen yang memerlukan presisi yang tinggi. CATIA merupakan perangkat lunak CAD yang digunakan untuk mengolah file .stl ini menjadi file CAD. Dalam penelitian ini metode pendekatan kurva bezier dipilih untuk teknik pemodelan dari point cloud. Dari pendekatan tersebut deviasi yang ditimbulkan dari hasil permodelan CAD dan  komponen aktual menjadi lebih kecil dan dapat ditingkatkan sesuai dengan toleransi yang diinginkan.
PENGARUH PENINGKATAN % REDUKSI TERHADAP PENGHALUSAN BUTIR DAN SIFAT MEKANIK PADUAN Cu-Zn 70/30 SETELAH DEFORMASI PADA SUHU 400°C Eka Febriyanti; Amin Suhadi; Rini Riastuti; Dedi Priadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.155

Abstract

 Paduan Cu-Zn 70/30 banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena memiliki sifat yang unggul dan belum ada penggantinya. Untuk memperoleh paduan Cu-Zn 70/30 dengan sifat mekanik yang tinggi maka dilakukan riset baik modifikasi dari jenis material yang sudah ada ataupun material baru agar sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk mengurangi biaya produksi, namun tetap menghasilkan sifat mekanik yang baik tanpa penambahan paduan maka dikembangkan metode penghalusan butir. Salah satu alternatif proses fabrikasi untuk mengoptimalkan sifat mekanik paduan Cu-Zn 70/30 yaitu dengan metode warm rolling. Warm rolling yang dilakukan pada pelat paduan Cu-Zn 70/30 menggunakan % reduksi sebanyak 29,03%, 34,4%, dan 38,16% pada suhu 400°C secara double pass reversible. Untuk paduan Cu-Zn 70/30, rentang pengerjaan warm rolling berada pada suhu 0,4 s/d 0,6 Tm (melting point) yaitu berkisar antara 382°C-573°C. Hasil metalografi didapat ukuran butir yang semakin menurun sebesar 30,03 µm di bagian tepi dan 33,45 µm di bagian tengah pada % reduksi 38,16%. Hasil uji tarik dengan % reduksi 38,16% menghasilkan nilai ultimate tensile strength (UTS) sebesar 478 MPa, yield strength (YS) sebesar 434 MPa, dan persentase elongasi sebesar 9%. Untuk hasil uji kekerasan menghasilkan nilai kekerasan sebesar 135,8 HV di bagian tepi dan 128,4 HV di bagian tengah pada % reduksi 38,16%. 
ANALISIS PEMBEBANAN STATIK PADA RANGKA BOGIE AUTOMATIC PEOPLE MOVER SYSTEM (APMS)MENGGUNAKAN STANDAR UIC-615 DENGAN FINITE ELEMENT Setyo Margo Utomo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.477

Abstract

Bogie is a unity that supports the construction of railway facilities monorail when running on the track. Bogie frame is a construction to support the carbody against imposition. The purpose of this analysis is to determine and ascertain the limits static strength numerical order before the prototype bogie frame through static testing or verification stage design. Stages in this research is the collection of data and bogie drawing APMS of PT.INKA Madiun, and then to identify the 3D CAD model of the structure of the bogie frame, then conducted to determine the boundary conditions for the imposition of simulated static load.Base on standard UIC-615 there are only two types of load that is vertical and transversal, the maximum value is 53 234 and 48 619 N. Result of static testing for static tests with exceptional load, the greatest deformation of 0.5 mm occurs on the balanced wheel, and a maximum stress of 175,97 MPa which lies in the foundation of anti-roll bar, due to transverse load occurring on the pedestal of the anti-roll bar is quite large. Safety factor value that occurs in the area of anti-roll bar is quite low, 1,39.The simulation results for the static testing workload (Static test to Simulate the main in-service load) obtained value of the lowest safety factor of 2.39 with a maximum stress value of 102.26 MPa and deformation of 0,339 mm at the time of load case 8.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN MINERAL SELAMA PROSES PEMANASAN PELET KOMPOSIT NIKEL DENGAN ANALISIS DIFRAKSI SINAR X ( IDENTIFICATION OF MINERAL CHANGES DURING HEATING OF NICKEL COMPOSITE USING X-RAY DIFFRACTION ANALYSIS ) Nur Vita Permatasari; Adji Kawigraha; Abdul Hapid; Nurhadi Wibowo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.479

Abstract

Logam nikel didapat dari proses pengolahan bijih nikel yang salah satunya adalah saprolit. Pada penelitian ini proses reduksi pelet komposit yang merupakan masa campuran bijih nikel serta batubara kadar rendah dan bahan tambahan dilakukan dalam tungku tabung. Proses reduksi dilakukan pada temperatur 450 °C, 700 °C serta 1100 °C selama 0 jam. Proses reduksi juga dilakukan pada temperatur yang lebih tinggi yaitu 1300 °C namun dengan pemanasan terlebih dahulu pada temperatur 700 °C dan ditahan pada 1 jam dan 2 jam. Produk pelet komposit dianalisis dengan metode difraksi sinar X untuk mengetahui kandungan mineralnya. Hasil menunjukkan bahwa pemanasan pelet komposit menyebabkan terjadinya perubahan warna dari warna coklat menjadi abu-abu. Pemanasan juga menyebabkan terjadinya perubahan komposisi mineral dari masing-masing pelet. Mineral-mineral yang terdapat dalam pelet komposit dan produknya adalah antigorit, klinoklor, kuarsa, enstatit, forsterit,gutit, hematit, magnetit, nikel dan besi. Pemanasan pelet pada temperatur rendah yang lebih lama akan menghasilkan jumlah logam besi yang lebih rendah. Nickel is obtained from saprolite through nickel ore processing. In this study, reduction of composite pellet has been done in a tube furnace. The pellet comsist of nickel ore, coal and additive. The reduction process carried out at 450˚C, 700˚C and 1100˚C for 0 hour. Moreover the reduction is also carried out at 700 °C during 1 and 2 hours followed by heating at 1300˚C for 2 and 1 hours. Reduction product was analyzed by X-Ray diffraction to determine the mineral content. The results indicate that the heating causing color changes from red brown to gray. Heating changes the mineral composition of the pellet. The minerals are antigorite, clinoclore, quartz, enstatite, forsterite, goethite, hematite, magnetite, nickel and iron. Heating the pellets at low temperature longer will produce lower iron.
PENGARUH PROSES HOT ROLLING DAN KANDUNGAN CERIUM PADA DAYA HANTAR LISTRIK PADUAN AlZrCe SEBAGAI MATRIK KOMPOSIT BERPENGUAT Al2O3 Iwan Setyadi; Suryadi Suryadi; Kirman Kirman; Mirza Wibisono
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.483

Abstract

Sebagai upaya untuk mendapatkan material konduktor listrik, paduan Alumunium-Cerium merupakan salah satu alternatif material yang dikembangkan sebagai paduan dasar untuk komposit bermatrik logam. Dalam manufaktur kawat konduktor, proses pengerolan panas merupakan bagian proses yang tidak terpisahkan untuk mereduksi penampang.Adapun fokus penelitian adalah mengamati pengaruh pengerolan panas terhadap paduan AlZrCe, dimana yang divariasikan adalah prosentase reduksi dan kandungan cerium dalam paduan.Hasil penelitian menunjukkan  bahwa peningkatan prosentasi reduksi pengerolan panas dan kenaikan kandungan Cerium dalam paduan AlZrCe  memberikan dampak peningkatan nilai konduktivitas listrik paduan AlZrCe. Hasil optimal yang diperoleh adalah 62,07% IACS, yang didapat dari  master paduan AlZrCe dengan kandungan 0,3% Ce dan reduksi sebesar 67,5%. Hasil ini mendekati bahan EC (99,6% Al) yang memiliki konduktivitas listrik 63,4% IACS. Kata kunci :  paduan AlZrCe, pengerolan panas, prosentase reduksi,kandungan Cerium, koduktivitas listrik, IACS.
PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BENDA UJI KERAMIK UNTUK BAHAN BAKU ISOLATOR LISTRIK KERAMIK PORSELEN (MANUFACTURING AND TESTING PROCESS OF CERAMIC SPECIMENS FOR RAW MATERIALS OF ELECTRICAL ISOLATOR PORCELAIN CERAMIC) wahyu wahyu garinas
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.487

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan mencari bahan baku untuk pembuatan isolator keramik porselen. Bahan baku untuk pembuatan benda uji keramik sebagian besar menggunakan bahan baku lokal.Proses pengolahan bahan baku pada penelitian ini  : pembuatan komposisi, pengolahan bahan dan pembuatan benda uji.Metode yang akan dilakukan dalam pengolahan ini  yaitu proses pemisahan dengan cara basah dan kering.Untuk mengetahui kualitas kelistrikan dari bahan baku keramik maka dibuat benda uji dan dilakukan uji tegangan tembus listrik.Hasil uji terhadap benda uji ternyata  semua benda uji masih belum memenuhi standar IEC maupun ASTM. Nilai hasil uji terhadap sampel  sekitar   (7,99 - 9,35) kV/mm dan semua sampel  belum memenuhi  standar yang direkomendasikan oleh PLN (9,85 kV/mm). Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa sampel no. 5 dan 6 yang mendekati standar dari PLN. Perlu evaluasi terhadap  komposisi , bahan dan proses pembuatan dari benda uji keramik. Kata Kunci : Bahan mentah keramik (kaolin, felspar, ball clay,kuarsa), pengujian  benda uji, pengujian tegangan tembus, kualitas bahan keramik. Abstract This study is part of the looking for raw materials for the manufacture of ceramic porcelain insulators.The raw material for the manufacture of ceramic test specimens mostly using local raw materials.The processing of the raw material in this study: preparing a composition, materials processing and manufacturing of the test object. The method will be done in this processing is the separation process by means of wet and dry.To know the the quality of the electrical ceramic raw materials then created of the test specimen and test the electrical Puncture Voltage.The test results of the test specimen it turns out all specimens still does not meet PLN (IEC and ASTM) standards.Value test results on samples approximately (7.99 to 9.35) kV / mm and all samples do not meet the standards recommended by PLN.The test results showed that the samples no. 5 and 6 are closer to a standard of PLN.Needs to be evaluation of the composition, materials and manufacturing process of ceramic test specimen. Keywords :  raw material ceramic, specimens test, puncture voltage test, ceramic material quality.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue