Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2020): September"
:
10 Documents
clear
HUBUNGAN KEPADATAN HUNIAN DAN LUAS VENTILASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA RUMAH SUSUN PALEMBANG
Zairinayati Zairinayati;
Dwi Hartika Putri
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.54 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2488
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menimbulkan gejala penyakit yang berlangsung selama 14 hari. Penyakit ini biasanya tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit parah dan mematikan tergantung pada faktor penyebabnya (agent) faktor lingkungan dan faktor pejamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan luas ventilasi dengan kejadian ISPA pada rumah susun 24 Ilir Bukit Kecil Kota Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penduduk yang tinggal di rumah susun yaitu 196 unit rumah dan sampel berjumlah 66 sampel dengan menggunakan rumus Slovin dan teknik sampling dengan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69,7% responden mengalami penyakit ISPA. Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan luas ruangan terhadap kejadian ISPA dengan nilai p value = 0,003 (p 0,05), ada hubungan kepadatan hunian terhadap kejadian ISPA didapatkan nilai p value = 0,003 (p 0,05) ada hubungan, dan ventilasi tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA dengan nilai p value= 1.000 (p 0,05), sehingga disimpulkan bahwa luas ruangan dan kepadatan hunian memiliki hubungan dengan kejadian ISPA.
HUBUNGAN IgA ANTI-VCA EVB DENGAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING
Wirza Hanum;
Farhat Farhat;
Tetty Aman Nasution
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.779 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2088
Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan yang terjadi pada epitel nasofaring. Sebagian besar lokasi penderita KNF terpusat pada benua Asia dan memiliki garis keturunan yang berasal dari Cina bagian Selatan, terutama yang merupakan bagian dari suku Fujian dan Kantonesia. Penggunaan anti-VCA mulai dikenalsebagai salah satu penanda uji tapis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai serologi IgA anti-VCA dengan gambaran histopatologi KNF tanpa menilai faktor risiko lainnya. Jenis penelitian yang digunakan berupa analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diambil secara consecutive sampling dari penderita KNFyang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 33 sampel, didapati 22 orang sampel berjenis kelamin laki-laki (66,7%), dengan kelompok usia 50-59 tahun sejumlah 12 orang (36,4%) dan 14 orang sampel berprofesi sebagai wiraswasta (42,4%). Sebagian besar sampel memiliki gambaran histopatologi tipe II sebanyak 21 orang (63,6%), tipe III sebanyak 12 orang (36,4%) dan tidak dijumpainya gambaran histopatologi tipe I. Pada pemeriksaan ELISA IgA anti-VCA EBV ditemukan immunoglobulin tersebut pada 22 orang sampel (66,7%). Analisis chi-square menunjukkan hubungan antara nilai serologi IgA anti-VCA EBV dengan gambaran histopatologi KNF dengan nilai p0,002
THE ROLE OF MICRORNA-200C IN CHEMORESISTANT BREAST CANCER
Agung Bagus Sista Satyarsa;
IGP Supadmanaba;
PAT Adiputra
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.266 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2423
Breast cancer is a non-communicable diseases and also major health problem in the world. Based on data from WHO in 2012, the incidence of breast cancer reported as 1.67 million cases. One cause of highest morbidity and mortality in breast cancer is chemoresistancy. Many pathways could cause chemoresistant in breast cancer. The one of pathways are from genetic such as miR-200c. Base on the other study, mir-200c act an apoptosis inducer and inhibit metastasis in chemoresistant breast cancer cells. The mir-200c act the role in specific target cells in chemoresistant breast cancer. Meanwhile, the expression of miR-200c induces Mesenchymal Epithelial Transition (MET) by inhibits ZEB 1 or 2 and TGF-β2 as anti-metastases in chemoresistant breast cancer. miR-200c has a promising potential as a new treatment for chemoresistant breast cancer, because of its potent pro-apoptotic and anti-metastatic properties.
EFFECTIVENESS OF MULTIDISCIPLINARY TEAM MEMBERS IN A COMPLEX, HIGH-RISK, AND STRESSFUL CRITICAL CARE UNIT (CCU)
Mahaman Laouali Moussa;
Hussain Ahmed Sofyani;
Fatchima L. Moussa;
Bander Hammad Alblowi;
Yahia Ahmad Oqdi;
Saleh Khallaf;
Hamad S. ALHarbi;
Ahmed Albarqi
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.213 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2129
Background: Critical Care Unit (CCU) serves as the most complex unit of the health care sector. The performance of multi-disciplinary team members working in CCU is affected through various factors such as; ineffective leadership, lack of communication, inappropriate team structuring etc. This study aims to evaluate the performance effectiveness of multidisciplinary team members working in the complex, risky and stressful environment of the critical care unit of Alansar General Hospital (AGH). Methods: A descriptive correlational study design is used. Data were collected through a structured questionnaire provided to a sample of 56 nurses working in CCU. Results: Findings indicated that the team working in CCU face problems due to ineffective conflict handling. Competent leadership is effective in providing appropriate team structure. Also, communication between team members helps in making useful decisions by using the knowledge gained through team communication. Conclusion: Multidisciplinary teams must be provided effective training to promote quality communication, knowledge sharing, and proper team structuring to improve quality of health care.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA STIKES GRAHA MEDIKA
Hamzah B;
Rahmawati Hamzah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.254 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2641
Salah satu masalah kesehatan terbesar yang memiliki dampak pada kinerja akademik adalah masalah stres akademik. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terhadap stres yang berasal dari kehidupan akademik. Stres yang biasanya dialami mahasiswa disebabkan adanya tuntutan kehidupan dan tanggung jawab akademik. Perubahan sistem pembelajaran online selama pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa memperoleh tugas yang lebih banyak dan jadwal perkuliahan yang padat. Penelitian ini menggunakan design cross sectional study. Responden sebanyak 204 mahasiswa ditarik dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang terdiri dari data demografi dan pernyataan mengenai level stres akademik dengan Depression Anxiety and Stress Scale 42 yang telah dimodifikasi. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat stres sedang (34,8%), nilai variabel usia p value = 0,001, beban kuliah p value = 0,045, indeks prestasi p value = 0,302, dan status tempat tinggal p value = 0,166. Sehingga terdapat hubungan antara usia dan beban kuliah dengan stres akademik pada mahasiswa. Mahasiswa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan maka akan berakibat pada gangguan kemampuan melakukan adaptasi terhadap stressor yang diterima dari proses akademik.
EFEKTIFITAS RELAKSASI BENSON DAN SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISA
Agus Wiwit Suwanto;
Esti Sugiyorini;
Heru Wiratmoko
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.108 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2309
Terapi hemodialisa yang diberikan kepada pasien gagal ginjal kronik dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang terjadi adalah cemas tingkat ringan, sedang dan berat. Kecaemasan ini terjadi pada semua kalangan usia pasien hemodialisa, baik pasien yang punya pekerjaan maupun tidak, dan pada pasien yang sudah lama maupun pasien baru. Kecemasan yang terjadi pada pasien hemodialisa merupakan suatu kondisi yang harus ditangani karena akan memperberat kerusakan sel ginjal. Penelitian ini dilakukan bertujuan memberikan solusi untuk menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisa dengan menggunakan teknik relaksasi Benson yang dipadukan dengan pemberian slow stroke back massage pada daerah punggung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan one group pre-test dan post-test dengan intervensi teknik relaksasi Benson dan slow stroke back massage terhadap 22 orang sampel penelitian. Kecemasan pada responden diukur dengan instrument HARS dan hasil penelitan di analisis dengan peired t-test. Berdasarkan uji statistik, mean skore kecemasan post-test pasien hemodialisa di RSU Aisyiyah Ponorogo menunjukkan terjadinya penurunan jika dibandingkan dengan mean skore kecemasan pre-test dengan tingkat signifikansi 0.000. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa relaksasi Benson dan slow stroke back massage efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa di RSU Aisyiyah Ponorogo.
UJI ANTIBAKTERI KULIT BUAH KOPI (Coffea arabica L.) GAYO BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN TERHADAP Escherichia coli
Munira Munira;
Nazarul Mastura;
Muhammad Nasir
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.951 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2640
Kopi yang berasal dari dataran tinggi Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan kopi Gayo. Pada umumnya kopi Gayo adalah kopi Arabika (Coffea arabica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan daya hambat ekstrak kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 perlakuaan yaitu aquadest (P0), ekstrak etanol kulit buah kopi hijau (P1), ekstrak etanol kulit buah kopi kuning (P2), ekstrak etanol kulit buah kopi merah (P3) dengan 4 kali ulangan. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Uji Anova menunjukkan bahwa kulit buah kopi (Coffea arabica L.) Gayo berdasarkan tingkat kematangan buah yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat paling besar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi merah yaitu 16,66 mm, yang berbeda nyata dengan ekstrak kulit buah kopi kuning (12,33 mm) dan ekstrak kulit buah kopi hijau (11,33 mm). Kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat terbesar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi yang berwarna merah.
STATUS KERENTANAN LARVA AEDES SPP. TERHADAP INSEKTISIDA ORGANOFOSFAT DI KECAMATAN POLEANG TIMUR
Naswin Naswin;
Arimaswati Arimaswati;
La Ode Alifariki;
Bangu Bangu
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.938 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2383
Salah satu upaya menurunkan angka kejadian penyakit ini melalui pengendalian jentik dengan insektisida temefos. Temefos 1% (Abate 1 SG) di Indonesia telah digunakan sejak1976, dan sejak 1980 telah dipakai secara massal untuk program pengendalian DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kerentanan larva Aedes spp. terhadap insektisida organofosfat di Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana.Penelitian ini merupakan Quasi Experimental dengan rancangan Post Test Only With Control Group Design dengan4 kali pengulangan dan 1 kontrol. Sampel yang digunakan adalah 625 larva Aedes spp. yang telah mencapai instar III/IV dan insektisida organofosfat temefos konsentrasi 0,02 ppm serta alkohol sebagai kontrol negatif.Hasil pengamatan kematian larva setelah 24 jam pada 5 Dusun menunjukkan hasil yang sama yaitu 100%. Berdasarkan kriteria status kerentanan larva menurut WHO, larva Aedes spp. masih rentan bila tingkat kematian larva 98-100%, maka penelitian ini menunjukkan bahwa larva Aedes spp. masih rentan terhadap insektisida temefos dosis 0,02 ppm. Hasil pengujian uji T satu sampel diperoleh nilai p=0,00 α. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa larva Aedes spp. di Desa Teppo, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana masih rentan terhadap insektisida organofosfat temefos.
EFFECTIVENESS OF ANTIBACTERIAL EXTRACT OF KENOP (GOMPHRENA GLOBOSA) FLOWER EXTRACT AGAINST GROWTH OF PROPIONIBACTERIUM ACNES BACTERIA
Elvina Veronica;
Sang Ayu Arta Suyantari;
Widia Danis Swari;
Ni Made Ari Purwaningrum;
agung bagus sista satyarsa;
i made jawi;
Prima S. Sudarsa
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.773 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2620
Acne is a chronic inflammation of the pilosebaceous tissue caused by the bacterium Propionibacterium acne (P.acnes) which often experiences antibiotic resistance. Research on the benefits of herbal plants in dealing with acne is still needed, one of which is the use of Knobs flowers (Gomphrena globosa) which is easily found and has potential as an antioxidant and antibacterial. This study aims to determine the effectiveness of the extract of the flower knob in inhibiting the growth of P.acnes bacteria. The design of this study was purely experimental with the Kirby-Bauer method using MHA (Mueller Hinton Agar) media. A positive control using clindamycin antibiotics and negative control using aquadest. The treatment group consisted of 25%, 50%, 75%, and 100% knob methanol extract with 3 replications. Data analysis using One Way ANOVA to find out the average difference between treatment groups. Based on the results of the study, it was found that the higher the concentration of the extract, the greater the inhibitory power as long as the extract had not reached saturated concentration (p 0.05). There is a decrease in the inhibition zone diameter at 100% concentration because it is influenced by the diffusion rate of a compound and other factors.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMA/SMK MALANG MELALUI PENDIDIKAN BENCANA GEMPA BUMI DENGAN METODE SIMULASI
Yahmi Ira Setyaningrum;
Guritan Indra Sukma
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.189 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2414
Gempa bumi merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi di Malang tergolong sering terjadi dengan urutan 133 tingkat Nasional Gempa dapat terjadi kapan saja, dimana saja, tidak dapat diprediksi datangnya. Dampak yang diakibatkan gempa bumi dapat diminimalkan melaui pendidikan bencana gempa bumi. Pendidikan gempa bumi telah dilakukan terhadap siswa SMA/SMK, harapannya pengetahuan siswa mengenai gempa bumi dan upaya pengurangan resiko mampu meningkat setelah mengikuti pendidikan gempa. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen pre tes post tes. Data dianalisis dengan uji beda wilcoxon untuk mengetahui pengaruh pendidikan gempa bumi terhadap pengetahuan siswa SMA/SMK di Malang. Hasil penelitian menunjukkan metode simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Rata-rata pengetahuan siswa mengenai gempa bumi meningkat menjadi 76,72 setelah mendapatkan pendidikan bencana. Padahal sebelum mendapatkan pendidikan bencana gempa bumi skor pengetahuan siswa rata-rata hanya 35,78. Pengetahuan tentang bencana gempa bumi dan pengurangan resiko penting diketahui oleh siswa SMA/SMK dalam meminimalkan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan upaya dan strategi dalam menghadapi bencana.