Articles
175 Documents
HUBUNGAN IgA ANTI-VCA EVB DENGAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING
Wirza Hanum;
Farhat Farhat;
Tetty Aman Nasution
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.779 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2088
Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan yang terjadi pada epitel nasofaring. Sebagian besar lokasi penderita KNF terpusat pada benua Asia dan memiliki garis keturunan yang berasal dari Cina bagian Selatan, terutama yang merupakan bagian dari suku Fujian dan Kantonesia. Penggunaan anti-VCA mulai dikenalsebagai salah satu penanda uji tapis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai serologi IgA anti-VCA dengan gambaran histopatologi KNF tanpa menilai faktor risiko lainnya. Jenis penelitian yang digunakan berupa analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diambil secara consecutive sampling dari penderita KNFyang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 33 sampel, didapati 22 orang sampel berjenis kelamin laki-laki (66,7%), dengan kelompok usia 50-59 tahun sejumlah 12 orang (36,4%) dan 14 orang sampel berprofesi sebagai wiraswasta (42,4%). Sebagian besar sampel memiliki gambaran histopatologi tipe II sebanyak 21 orang (63,6%), tipe III sebanyak 12 orang (36,4%) dan tidak dijumpainya gambaran histopatologi tipe I. Pada pemeriksaan ELISA IgA anti-VCA EBV ditemukan immunoglobulin tersebut pada 22 orang sampel (66,7%). Analisis chi-square menunjukkan hubungan antara nilai serologi IgA anti-VCA EBV dengan gambaran histopatologi KNF dengan nilai p0,002
PROTEIN PILI 96,4 kDa Klebsiella pneumoniae SEBAGAI PROTEIN HEMAGLUTININ DAN ADHESIN
Laila Rizqi Kurniawati;
M Ali Shodikin;
Dini Agustina;
Kristianningrum Dian Sofiana
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.139 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.2700
Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri genus Klebsiella dalam famili Enterobactericeae. Klebsiella pneumoniae menyebabkan infeksi serius. Faktor virulensi penting dalam perlekatan awal bakteri untuk menginfeksi inang pili dan Outer Membrane Protein (OMP). Pili sebagai faktor virulensi dapat melekat kuat secara spesifik dan mampu menghindari pembersihan yang dilakukan oleh sel inang. Kemampuan adhesi suatu bakteri dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengagglutinasi eritrosit. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, berat molekul protein pili yang muncul dari hasil elektroforesis SDS-PAGE yaitu 96,4 kDa memiliki pita tebal dan berkonsentrasi tinggi serta belum ada penelitian membuktikan bahwa protein pili 96,4 kDa merupakan protein hemaglutinin dan adhesin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran protein pili 96,4 kDa bakteri Klebsiella pneumoniae sebagai protein hemaglutinin dan adhesin. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi protein pili Klebsiella pneumoniae kemudian dilakukan uji aglutinasi menggunakan sel eritrosit mencit dan uji adhesi menggunakan sel enterosit mencit. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan Saphiro-Wilk. Hasil uji hemaglutinasi dengan menggunakan sel eritrosit mencit didapatkan titer hemaglutinasi paling tinggi untuk berat molekul protein pili 96,4 kDa adalah pada titer 1. Indeks adhesi dengan titer pengenceran memiliki hubungan yang bermakna yaitu 0,016 (p 0,05) dengan nilai r = -0,847, sehingga disimpulkan protein pili 96,4 kDa Klebsiella pneumoniae merupakan protein hemaglutinin dan adhesin.
THE ROLE OF MICRORNA-200C IN CHEMORESISTANT BREAST CANCER
Agung Bagus Sista Satyarsa;
IGP Supadmanaba;
PAT Adiputra
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.266 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2423
Breast cancer is a non-communicable diseases and also major health problem in the world. Based on data from WHO in 2012, the incidence of breast cancer reported as 1.67 million cases. One cause of highest morbidity and mortality in breast cancer is chemoresistancy. Many pathways could cause chemoresistant in breast cancer. The one of pathways are from genetic such as miR-200c. Base on the other study, mir-200c act an apoptosis inducer and inhibit metastasis in chemoresistant breast cancer cells. The mir-200c act the role in specific target cells in chemoresistant breast cancer. Meanwhile, the expression of miR-200c induces Mesenchymal Epithelial Transition (MET) by inhibits ZEB 1 or 2 and TGF-β2 as anti-metastases in chemoresistant breast cancer. miR-200c has a promising potential as a new treatment for chemoresistant breast cancer, because of its potent pro-apoptotic and anti-metastatic properties.
RELATIONSHIP BETWEEN NUTRIENT INTAKE AND PREMENSTRUAL SYNDROME IN STUDENTS OF MUHAMMADIYAH MADIUN MIDWIFERY ACADEMY
Hayun Manudyaning susilo
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.255 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.3659
Premenstrual Syndrome in adolescents is still a health problem in Indonesia.Shortly before menstruation, commonly referred to as premenstrual syndrome (PMS). One of the causes of PMS is a lack of nutrient intake. To reduce the occurrence of premenstrual syndrome is exercise, reduce caffeine, nicotine, alcohol, sugar, salt, rest enough, pay attention to nutrition and nutrition. In this case nutrient intake in adolescents is something important and is expected to be able to deal with this problem of premenstrual syndrome. The research design uses Cross Sectional. The population in this study was 156 students who attended Muhammadiyah Madiun Midwifery. The samples in this study were some of the students of Muhammadiyah Madiun Midwifery academy which amounted to 112, taken by Purposive sampling.The research instruments used are food recall and questionnaire , the results were analyzed using Spearman Rank test with signification level α=0.05. The results found that almost all of them were 104 people (92.9%) have moderate Premenstrual Syndrome. While respondents who have moderate nutritional status is as many as 53 people (47.3%). Spearman Rank test got a result of ρ=0.002. Based on the results of the above research can be concluded that there is a relationship between nutritional status and the incidence of Premenstrual Syndrome in young women. Therefore, it is recommended in young women to maintain a good nutritional intake, so as to prevent Premenstrual Syndrome
EFFECTIVENESS OF MULTIDISCIPLINARY TEAM MEMBERS IN A COMPLEX, HIGH-RISK, AND STRESSFUL CRITICAL CARE UNIT (CCU)
Mahaman Laouali Moussa;
Hussain Ahmed Sofyani;
Fatchima L. Moussa;
Bander Hammad Alblowi;
Yahia Ahmad Oqdi;
Saleh Khallaf;
Hamad S. ALHarbi;
Ahmed Albarqi
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.213 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2129
Background: Critical Care Unit (CCU) serves as the most complex unit of the health care sector. The performance of multi-disciplinary team members working in CCU is affected through various factors such as; ineffective leadership, lack of communication, inappropriate team structuring etc. This study aims to evaluate the performance effectiveness of multidisciplinary team members working in the complex, risky and stressful environment of the critical care unit of Alansar General Hospital (AGH). Methods: A descriptive correlational study design is used. Data were collected through a structured questionnaire provided to a sample of 56 nurses working in CCU. Results: Findings indicated that the team working in CCU face problems due to ineffective conflict handling. Competent leadership is effective in providing appropriate team structure. Also, communication between team members helps in making useful decisions by using the knowledge gained through team communication. Conclusion: Multidisciplinary teams must be provided effective training to promote quality communication, knowledge sharing, and proper team structuring to improve quality of health care.
BAGAIMANAKAH KESEHATAN MENTAL REMAJA ETNIS MADURA YANG MENIKAH DI USIA DINI?
Iken Nafikadini;
Dewi Amalia Insani;
Novia Luthviatin
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.577 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.2731
Masyarakat etnis Madura memiliki nilai agama yang tinggi. Para pemimpin agama, seperti Kyai, lebih diprioritaskan oleh mereka sebagai model peran dibandingkan dengan tokoh pemerintah. Sebagian besar orang tua etnis tersebut berasumsi bahwa pergaulan remaja saat ini mengkhawatirkan, sehingga perjodohan atau perkawinan awal menjadi solusi positif untuk dilakukan. Budaya perkawinan dini dipandang oleh sebagian besar etnis Madura sebagai alternatif yang paling tepat untuk melindungi anak mereka dari penyimpangan pergaulan remaja. Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember memiliki mayoritas etnis Madura dengan persentase tertinggi perempuan yang sudah menikah kurang dari 20 tahun. Fenomena ini menarik peneliti melakukan studi yang bertujuan untuk menentukan kesehatan mental di kalangan wanita muda etnis Madura yang melakukan perkawinan dini. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Informan dalam studi ini berjumlah sembilan (9) remaja putri yang telah menikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan cenderung memiliki perasaan tertekan baik ketika mereka akan menikah atau setelah menikah. Merasa tertekan karena terlalu tinggi kecemasan yang mereka rasakan. Mereka belum mampu beradaptasi dengan status mereka sebagai istri, serta memiliki rasa aman dan nyaman yang sangat rendah untuk dapat tinggal di lingkungan baru, sehingga informan cenderung memilih untuk tinggal di lingkungan lama
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA STIKES GRAHA MEDIKA
Hamzah B;
Rahmawati Hamzah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.254 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2641
Salah satu masalah kesehatan terbesar yang memiliki dampak pada kinerja akademik adalah masalah stres akademik. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terhadap stres yang berasal dari kehidupan akademik. Stres yang biasanya dialami mahasiswa disebabkan adanya tuntutan kehidupan dan tanggung jawab akademik. Perubahan sistem pembelajaran online selama pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa memperoleh tugas yang lebih banyak dan jadwal perkuliahan yang padat. Penelitian ini menggunakan design cross sectional study. Responden sebanyak 204 mahasiswa ditarik dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang terdiri dari data demografi dan pernyataan mengenai level stres akademik dengan Depression Anxiety and Stress Scale 42 yang telah dimodifikasi. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat stres sedang (34,8%), nilai variabel usia p value = 0,001, beban kuliah p value = 0,045, indeks prestasi p value = 0,302, dan status tempat tinggal p value = 0,166. Sehingga terdapat hubungan antara usia dan beban kuliah dengan stres akademik pada mahasiswa. Mahasiswa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan maka akan berakibat pada gangguan kemampuan melakukan adaptasi terhadap stressor yang diterima dari proses akademik.
EFEKTIFITAS RELAKSASI BENSON DAN SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISA
Agus Wiwit Suwanto;
Esti Sugiyorini;
Heru Wiratmoko
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.108 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2309
Terapi hemodialisa yang diberikan kepada pasien gagal ginjal kronik dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang terjadi adalah cemas tingkat ringan, sedang dan berat. Kecaemasan ini terjadi pada semua kalangan usia pasien hemodialisa, baik pasien yang punya pekerjaan maupun tidak, dan pada pasien yang sudah lama maupun pasien baru. Kecemasan yang terjadi pada pasien hemodialisa merupakan suatu kondisi yang harus ditangani karena akan memperberat kerusakan sel ginjal. Penelitian ini dilakukan bertujuan memberikan solusi untuk menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisa dengan menggunakan teknik relaksasi Benson yang dipadukan dengan pemberian slow stroke back massage pada daerah punggung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan one group pre-test dan post-test dengan intervensi teknik relaksasi Benson dan slow stroke back massage terhadap 22 orang sampel penelitian. Kecemasan pada responden diukur dengan instrument HARS dan hasil penelitan di analisis dengan peired t-test. Berdasarkan uji statistik, mean skore kecemasan post-test pasien hemodialisa di RSU Aisyiyah Ponorogo menunjukkan terjadinya penurunan jika dibandingkan dengan mean skore kecemasan pre-test dengan tingkat signifikansi 0.000. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa relaksasi Benson dan slow stroke back massage efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa di RSU Aisyiyah Ponorogo.
PENGEMBANGAN STRATEGI PELAKSANAAN MASYARAKAT TERHADAP PENURUNAN STIGMA MASYARAKAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA
Agung Eko Hartanto;
Gandes Widya Hendrawati;
Esti Sugiyorini
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.447 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.3249
Stigma negatif oleh lingkungan terhadap pasien gangguan jiwa tidak hanya menyebabkan terkucilkannya pasien dari lingkungan, tetapi beban psikologis bagi keluarga yang akan menjadi penghambat dalam kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan antara pemberian Strategi Pelaksanaan Masyarakat sebelum dan sesudah terhadap penurunan stigma masyarakat Desa Sukosari adalah suatu desa dengan jumlah pasien gangguan jiwa yang cukup banyak di wilayah Puskesmas Ngrandu Ponorogo. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis eksperimental, dengan tipe True experimental pre-post test group. Populasi sebanyak 22 Kepala Keluarga, dengan sampel sebanyak 20 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data bulan September – Oktober 2020 di Desa Sukosari Wilayah Puskesmas Ngrandu Ponorogo. Instrumen penelitian dengan kuesioner Peer Mental Illness Stigmatization Scale (PMISS). Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan Asymp.Sig (2-tailed) dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada perbedaan antara pemberian Strategi Pelaksanaan Masyarakat sebelum dan sesudah terhadap penurunan stigma masyarakat. Stigma masyarakat sebanyak 65% memiliki peningkatan nilai yang positif melalui dukungan sosial yang diberikan kepada pasien gangguan jiwa dan keluarga. Stigma masyarakat yang positif dapat bermanfaat dalam memberikan dukungan terhadap terjadinya kekambuhan pada pasien gangguan jiwa
LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL SEBAGAI FAKTOR RESIKO INFEKSI VIRUS DENGUE PADA ANAK-ANAK
Jefry Gilberth Koibur;
Agung Bagus Sista Satyarsa;
I Wayan Gustawan;
I Gusti Ngurah Sanjaya Putra;
I Made Dwi Lingga Utama
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.184 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.2984
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit disebabkan oleh virus dengue yang berkembang pesat di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko infeksi virus dengue pada anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan. Penelitian merupakan penelitian observasional analitikal dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari jawaban reponden terhadap kuesioner yang telah tervalidasi sebelumnya dan selanjutnya data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi statistik yakni SPSS. Terdapat 75 responden yang mengikuti penelitian ini dengan rerata usia yakni 12±3,094 tahun. Karakteristik responden didominasi oleh anak laki-laki (73,3%) dan domisili di perkotaan (68%). Anak-anak lebih banyak tinggal di daerah yang padat penduduk (66,6%) dengan sanitasi lingkungan memadai hanya 45,3% dari total responden. Ditambah lagi, anak-anak memiliki risiko terinfeksi virus dengue dan mengalami demam berdarah pada lingkungan tempat tinggal di perkotaan dengan mobilitas penduduk yang padat (PR: 2,716; IK95%: 2,047-18,067; p: 0,011). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lingkungan tempat tinggal menjadi faktor risiko terhadap infeksi virus dengue pada anak-anak, sehingga diperlukan upaya preventif yang terfokus untuk mencegah infeksi virus dengue