cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
hsj@umpo.ac.id
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Jl. Budi Utomo No.10 Ponorogo 63471, Indonesia. Email: ijhs@umpo.ac.id
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS)
ISSN : 25492721     EISSN : 25492748     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesia Journal for Health Sciences publishes articles that report novel findings of health in the areas of : Nursing Midwifery Public health Medicine Pharmacy Biochemistry Molecular biology related drug design.
Articles 175 Documents
UJI ANTIBAKTERI KULIT BUAH KOPI (Coffea arabica L.)  GAYO BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN  TERHADAP Escherichia coli Munira Munira; Nazarul Mastura; Muhammad Nasir
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.951 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2640

Abstract

Kopi yang berasal dari dataran tinggi Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan kopi Gayo. Pada umumnya kopi Gayo adalah kopi Arabika (Coffea arabica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan daya hambat ekstrak kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 perlakuaan yaitu aquadest (P0), ekstrak etanol kulit buah kopi hijau (P1), ekstrak etanol kulit buah kopi kuning (P2), ekstrak etanol kulit buah kopi merah (P3) dengan 4 kali ulangan. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Uji Anova menunjukkan bahwa kulit buah kopi (Coffea arabica L.) Gayo berdasarkan tingkat kematangan buah yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat paling besar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi merah yaitu 16,66 mm, yang berbeda nyata dengan ekstrak kulit buah kopi kuning (12,33 mm) dan ekstrak kulit buah kopi hijau (11,33 mm). Kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat terbesar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi yang berwarna merah.
STATUS KERENTANAN LARVA AEDES SPP. TERHADAP  INSEKTISIDA ORGANOFOSFAT DI KECAMATAN  POLEANG TIMUR Naswin Naswin; Arimaswati Arimaswati; La Ode Alifariki; Bangu Bangu
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.938 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2383

Abstract

Salah satu upaya menurunkan angka kejadian penyakit ini melalui pengendalian jentik dengan insektisida temefos. Temefos 1% (Abate 1 SG) di Indonesia telah digunakan sejak1976, dan sejak 1980 telah dipakai secara massal untuk program pengendalian DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kerentanan larva Aedes spp. terhadap insektisida organofosfat di Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana.Penelitian ini merupakan Quasi Experimental dengan rancangan Post Test Only With Control Group Design dengan4 kali pengulangan dan 1 kontrol. Sampel yang digunakan adalah 625 larva Aedes spp. yang telah mencapai instar III/IV dan insektisida organofosfat temefos konsentrasi 0,02 ppm serta alkohol sebagai kontrol negatif.Hasil pengamatan kematian larva setelah 24 jam pada 5 Dusun menunjukkan hasil yang sama yaitu 100%. Berdasarkan kriteria status kerentanan larva menurut WHO, larva Aedes spp. masih rentan bila tingkat kematian larva 98-100%, maka penelitian ini menunjukkan bahwa larva Aedes spp. masih rentan terhadap insektisida temefos dosis 0,02 ppm. Hasil pengujian uji T satu sampel diperoleh nilai p=0,00 α. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa larva Aedes spp. di Desa Teppo, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana masih rentan terhadap insektisida organofosfat temefos.
PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP AKTIVITAS FISIK DI TEMPAT TINGGAL SELAMA PANDEMIC CORONAVIRUS 19 Mariatul Fadilah; Pariyana -; Zulkarnain -; Sredaran Nair J. Muralidharan Nair; Fatimah azzahra; Rizma Adlia Syakurah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.723 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.3088

Abstract

Tinggal di rumah dapat meningkatkan perilaku menetap dan menurun tingkat aktivitas fisik, yang telah dikaitkan tingkat kelangsungan hidup yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat terhadap aktivitas fisikdi tempat tinggal selama pandemic coronavirus 19. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental pre dan post desain. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif mengetahui distrubusi frekuensi berdasarkan pengetahuan sedangkan analisis analitik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis deskriptif didapati karakteristik usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Distribusi berdasarkan usia terbanyak ditemukan di bawah 30 tahun 39 (70%). Dalam penelitian ini ditemukan lebih banyak perempuan dengan 34(68%). Sebagian besar masyarakat yang terlibat dalam penelitian ini belum bekerja yaitu sebanyak 82 orang (41,0%). Uji Normalitas menunjukan distribusi yang tidak normal dan tidak signifikan dalam uji Wilcoxon. Aktivitas fisik harus secara bertahap bertahap agar tidak berlebihan kelelahan, cedera otot, atau masalah kesehatan, mulai dari setidaknya 30-45 menit setiap hari hingga total 150–300 menit per minggu. Intensitas aktivitas fisik harus bervariasi sesuai dengan kondisi dan usia fisik masing-masing individu. Latihan harus diperkenalkan untuk meningkatkan tonus otot dan program kegiatan resistensi harus dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aerobik. Kesimpulannya, masyarakat menerapkan aktivitas fisik di tempat tinggal selama pandemic Covid-19.
EFFECTIVENESS OF ANTIBACTERIAL EXTRACT OF KENOP (GOMPHRENA GLOBOSA) FLOWER EXTRACT AGAINST GROWTH OF PROPIONIBACTERIUM ACNES BACTERIA Elvina Veronica; Sang Ayu Arta Suyantari; Widia Danis Swari; Ni Made Ari Purwaningrum; agung bagus sista satyarsa; i made jawi; Prima S. Sudarsa
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.773 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2620

Abstract

Acne is a chronic inflammation of the pilosebaceous tissue caused by the bacterium Propionibacterium acne (P.acnes) which often experiences antibiotic resistance. Research on the benefits of herbal plants in dealing with acne is still needed, one of which is the use of Knobs flowers (Gomphrena globosa) which is easily found and has potential as an antioxidant and antibacterial. This study aims to determine the effectiveness of the extract of the flower knob in inhibiting the growth of P.acnes bacteria. The design of this study was purely experimental with the Kirby-Bauer method using MHA (Mueller Hinton Agar) media. A positive control using clindamycin antibiotics and negative control using aquadest. The treatment group consisted of 25%, 50%, 75%, and 100% knob methanol extract with 3 replications. Data analysis using One Way ANOVA to find out the average difference between treatment groups. Based on the results of the study, it was found that the higher the concentration of the extract, the greater the inhibitory power as long as the extract had not reached saturated concentration (p 0.05). There is a decrease in the inhibition zone diameter at 100% concentration because it is influenced by the diffusion rate of a compound and other factors.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMA/SMK MALANG MELALUI PENDIDIKAN BENCANA GEMPA BUMI DENGAN METODE SIMULASI Yahmi Ira Setyaningrum; Guritan Indra Sukma
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.189 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2414

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi di Malang tergolong sering terjadi dengan urutan 133 tingkat Nasional Gempa dapat terjadi kapan saja, dimana saja, tidak dapat diprediksi datangnya. Dampak yang diakibatkan gempa bumi dapat diminimalkan melaui pendidikan bencana gempa bumi. Pendidikan gempa bumi telah dilakukan terhadap siswa SMA/SMK, harapannya pengetahuan siswa mengenai gempa bumi dan upaya pengurangan resiko mampu meningkat setelah mengikuti pendidikan gempa. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen pre tes post tes. Data dianalisis dengan uji beda wilcoxon untuk mengetahui pengaruh pendidikan gempa bumi terhadap pengetahuan siswa SMA/SMK di Malang. Hasil penelitian menunjukkan metode simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Rata-rata pengetahuan siswa mengenai gempa bumi meningkat menjadi 76,72 setelah mendapatkan pendidikan bencana. Padahal sebelum mendapatkan pendidikan bencana gempa bumi skor pengetahuan siswa rata-rata hanya 35,78. Pengetahuan tentang bencana gempa bumi dan pengurangan resiko penting diketahui oleh siswa SMA/SMK dalam meminimalkan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan upaya dan strategi dalam menghadapi bencana.
THE EFFECT OF MUSIC THERAPY ON PEAK EXPIRATORY FLOW, ANXIETY, AND DEPRESSION IN COPD PATIENTS Rudi Hariyono; Rizky Meuthia Pratiwi; Siti Kotijah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.672 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.3185

Abstract

Introduction: Biopsychological factors of anxiety in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) will cause symptoms of increased respiration rate and prolonged expiration duration. Meanwhile, depression in COPD patients will increase the damage to lung functional capacity. This study aims to determine the difference in the impact of music therapy on increasing the value of peak expiratory flow rate, anxiety, and depression in the treatment group and the control group. Methods: Quasi-experimental one group pre-test-post test was conducted on 46 COPD patients in RSUD  Prof. Dr. Soekandar  Mojosari and RSUD  Basoeni Mojokerto with simple random sampling technique. This research was conducted by providing music therapy intervention in the treatment group. The statistical test used was the Independent t-test to determine the difference in peak expiratory flow values in the two groups, while the Mann-Whitney U test was used to determine the difference between anxiety and depression in the two groups. Results: There were differences in the intervention group who received music therapy with the control group with p-value = 0.005 (p 0.05), and the difference between anxiety (Z = -3.813) and depression (Z = -3.868) values with an asymp sign value. = 0,000. Conclusion: There are differences in PEF values, anxiety, and depression between the treatment group and the control group, where this therapy affects the PEF value, anxiety, and depression.
KOMPLIKASI ARITMIA DAN LUARANNYA PADA PASIEN COVID-19: TELAAH SISTEMATIS DAN META-ANALISIS Abdurrohman Izzuddin; Siti Fahma Dinianty; Zainab Nazaahah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.346 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i2.3822

Abstract

Beberapa   studi menunjukkan bahwa COVID-19 menyebabkan terjadinya ke-rusakan pada jantung dan badai sitokin di dalam tubuh, yang memicu timbulnya aritmia. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis dan meta análisis terhadap insidensi aritmia dan luarannya pada pasien COVID-19. Kami mencari jurnal penelitian yang memuat informasi tentang aritmia sebagai komplikasi COVID-19 dan status luaran pasien; luaran buruk (dengan gejala berat, mengalami kematian, atau menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU)) dan tanpa luaran buruk dengan kata kunci “COVID-19” atau “SARS-Cov-2” atau “Coronavirus” dan “Aritmia” atau “Kardiovaskular” atau “Karakteristik”. Sebanyak 5 jurnal dipilih untuk dilakukan telaah sistematis dan meta-analisis. Terdapat 1.301 pasien sebagai sampel. Insidensi aritmia pada pasien COVID-19  adalah 11% (8-15%; I2: 71.22, p = 0,01); pada pasien dengan luaran buruk adalah 35% (17-52%; I2: 92.90, p = 0,00); dan pada pasien tanpa luaran buruk adalah 3% (1-5%; I2: 54.27, p = 0,07). Pasien COVID-19 yang mengalami aritmia memiliki resiko luaran buruk yang lebih besar (RR 5.54 [4.59, 6.68]; I2: 87.3, p 0,001). Analisis dengan funnel plot menandakan terdapat bias publikasi. Uji regresi dengan Egger’s test menunjukkan tidak adanya small study effects (p = 0,352). Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian aritmia dengan peningkatan resiko luaran buruk pada pasien COVID-19.
IMPACT OF ULTRAVIOLET RADIATION ON BACTERIAL GROWTH OF KN95 MASK Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Eustachius Hagni Wardoyo; Candra Eka Puspitasari; Raisya Hasina
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.659 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i2.3823

Abstract

Pandemic SARS CoV-2 is currently spreading around the world. Preventive measures to be implemented include using Personal Protective Equipment (PPE) especially mask which lead to a lack of mask supply. Strategy is proposed by decontaminating it so that it can be used repeatedly. This research was conducted to compare the effectiveness of UV radiation disinfection in different duration on the KN95 mask. This research was conducted by decontaminating of KN95 mask using UV radiation with radiation time of 15, 30, and 45 minutes. The mask was swab before and after the radiation. Examination for the growth of pathogen bacterial colonies and total plate count method was done to determine the effectivity. It was found the number of germs before and after  has decreased significantly radiation at 30 (P = 0.036) and 45 minutes (P = 0.037). It also can be effective in decontaminating pathogen bacterial as the number colony of Staphylococcus aureus has decreased significantly in 30 minutes (P=0.034) and 45 minutes exposure (P= 0.037).  The results of this study indicate that UV radiation for 30 and 45 minutes can be effective in decontaminating pathogen bacterial
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT AWAM MENGENAI PANDEMI COVID-19 DI ERA NEW NORMAL Mariatul Fadilah; Pariyana Pariyana; Apriani Supia Dewi; Rani Anggarini
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.106 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i2.3090

Abstract

Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Berbagai langkah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, namun pertambahan jumlah kasus harian di Indonesia belum menunjukkan penurunan. Hal ini mendorong peneliti untuk menilai tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat karena faktor memiliki pengaruh terhap perilaku kesehatan individu yang bisa berkontribusi terhadap upaya pengendalian pandemi. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah 343 orang masyarakat yang mengisi kuesioner penelitian yang dilaksanakan departemen IKM-IKK FK Unsri. Pada 251 responden yang mengisi kuesioner online secara lengkap didapatkan rerata usia 23,78 ± 7,46,  63,7% perempuan, 63,7% lulusan perguruan tinggi, 77,7% muslim, dan 54,6%  merupakan mahasiswa dan pelajar (54,6%). Penilain pengetahuan diperoleh 137 orang (35,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik dengan rerata nilai pengetahuan 13,25 ± 3,2.  Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik dengan lebih dari separuh menunjukkan persepsi positif terhadap risiko infeksi, pentingnya memakai masker dan physical distancing, perilaku cuci tangan, isolasi mandiri, dan konsumsi makanan bergizi selama pandemi Covid-19 ini.  Secara umum, masyarakat memiliki pengetahuan yang baik mengenai COVID-19. Tindakan yang nyata diperlukan agar kasus COVID-19 dapat diturunkan.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN Linda Puji Astutik; Heni Purwanti
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.498 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i2.3841

Abstract

ASI Eksklusif adalah ASI saja yang diberikan pada bayi sejak lahir selama 6 (enam) bulan. Banyak manfaat yang didapat dari pemberian ASI eksklusif. Angka pencapaian pemberian ASI eksklusif mengalami trend peningkatan namun angka gizi buruk dan gizi kurang masih di atas angka nasional. Tujuan penelitian untuk  mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penambahan berat badan bayi usia 6 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Menggunakan Total sampling sebanyak 189 bayi yang berusia 6 bulan yang memeriksakan diri pada bulan Januari sampai Maret 2019 menggunakan intrumen berupa dokumen kohort bayi. Uji statistik yang digunakan yaitu koefisien kontingensi. Hasil penelitian diketahui bahwa p-value (0,003) α (0,05) dengan nilai C (0,211) yang artinya ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penambahan berat badan bayi usia 6 bulan dengan tingkat keeratan hubungannya lemah namun bernilai positif

Page 7 of 18 | Total Record : 175