cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Informatika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Pengambilan Keputusan Dalam Penerimaan Karyawan Bank Dengan Pendekatan Terstruktur Berbasis Sistem Pakar N. Tri Suswanto Saptadi; Vini Silviani Sebukita
Jurnal Informatika Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.962 KB) | DOI: 10.21460/inf.2012.81.116

Abstract

Development of the information services in recruitment bank employees cannot be supported the availability of the information system component. Meeting the need of the availability of good and competence employees needs to key attention to the recruitment and placement of the employees effectively. The use of expert system in recruitment helps the decision making contribute to the placement of the employees. This effort greatly assists personnel managers in making decisions in a way to minimize the positioning error and to know the characteristics of prospective employees of the bank. The research method begins by collecting facts through interviews and questionnaires. Stages followed by analysis of the problem to get answers. To connect the user to use an expert systems with a system modeling. Development in the addition of applied knowledge through system programming. Application of the system to help managers in making decisions on personnel recruitment. Keywords: recruitment, expert systems and decision making
Teknik Cube Mapping dengan OPENGL Eri Prasetya; Dian Kusuma Ningtyas; Prasetiyo Prasetiyo
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6923.575 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.4

Abstract

Di bidang komputer grafik, Environment Mapping merupakan teknik untukmensimulasikan sebuah obyek agar dapat merefleksikan lingkungan sekitarnya. Teknik inipertama kali diajukan oleh Blinn dan Newell pada tahun 1976. Cube Mapping sebagaibagian dari metode Environment Mapping merepresentasikan lingkungan sekitarnya dengancara "menempelkan" enam buah gambar yang berbeda di keenam sisi obyek. Hal inimembuat obyek seolah memiliki enam sisi pantul, yaitu depan, belakang, kanan, kiri, atas,dan bawah.OpenGL sebagai kumpulan library, fungsi, dan prosedur untuk bidang komputer grafiktelah mendukung Cube Mapping sebagai salah satu teknik Texture Mapping. KemampuanOpenGL dalam mendukung Cube Mapping membuat dunia komputer grafik memiliki fiturtambahan untuk dapat lebih menghasilkan sesuatu yang lebih realistis. KeunggulanOpenGL yang platform-independent memungkinkan kita untuk membuat grafik yang dapatdijalankan di semua sistem operasi dengan hanya sedikit penyesuaian.
PENGGUNAAN MOMEN INVARIANT, ECCENTRICITY, DAN COMPACTNESS UNTUK KLASIFIKASI MOTIF BATIK DENGAN K-NEAREST NEIGHBOUR Nugroho Agus Haryono; Widi Hapsari; Angelique Angesti; Stheffany Felixiana
Jurnal Informatika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.395 KB) | DOI: 10.21460/inf.2015.112.411

Abstract

Batik classification which have diverse motifs need to be done to distinguish a pattern with another. In this paper, we present batik motifs(Ceplok, Parang, Semen, and Nitik) classification using Hu Moment Invariants, Eccentricity, and Compactness feature description. In classification stage, K-nearest neighbor have been used, which is traditional nonparametric statistical classifier. Set of different experiments on binary images regular, opening image, and closing image of 200 images Batik from some batik literature published by Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi DIY have been done and variety of results have been presented. The results showed that the best classification result obtained from Hu Moment Invariants feature description.
Analisa dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Komputer dengan Iptables sebagai Firewall Menggunakan Metode Port Knocking Irwan Sembiring; Indrastanti Widiasari; Suwijo Danu Prasetyo
Jurnal Informatika Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.217 KB) | DOI: 10.21460/inf.2009.52.74

Abstract

Administrator suatu firewall ditantang untuk menyeimbangkan fleksibilitas dan keamanan saat merancang seperangkat aturan yang komprehensif. Firewall harus memberikan perlindungan terhadap malfeasants, sementara memungkinkan pengguna yang dipercaya untuk dapat terhubung. Sayangnya, tidak selalu mungkin untuk menyaring orang-orang jahat, karena penyaringan berdasarkan alamat IP dan port tidak membedakan pengguna yang terhubung. Orang-orang yang berniat jahat dapat berasal dari alamat IP terpercaya. Port terbuka tetap menjadi kerentanan: mereka mengizinkan koneksi untuk aplikasi tetapi juga dapat berubah menjadi pintu terbuka untuk serangan. Penelitian ini menyajikan suatu sistem keamanan baru, disebut port knocking, di mana pengguna terpercaya memanipulasi aturan firewall dengan mengirimkan informasi di seluruh port yang tertutup.
IMPLEMENTASI SELF ORGANIZING MAP DALAM KOMPRESI CITRA DIGITAL Hisar M. Simbolon; Sri Suwarno; Restyandito S.Kom, MSIS
Jurnal Informatika Vol 7, No 2 (2011): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.109 KB) | DOI: 10.21460/inf.2011.72.107

Abstract

Kompresi citra digital merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sistem informasi. Seiring dengan perkembangan transmisi data dibutuhkan ukuran file gambar yang kecil sehingga dapat ditransmisikan dengan kecepatan yang semaksimalnya. Solusi dari permasalahan adalah dengan membangun aplikasi kompresi citra digital dengan menerapkan algoritma Self – Organizing Map (SOM) untuk mengolah tiap – tiap piksel pada citra sehingga kompresi dapat dimaksimalkan dengan Run Length Encode. Hasil dekompresi yang tidak jauh berbada dengan citra asli merupakan hasil yang sangat diharapkan agar tidak memberikan arti yang berbeda terhadap citra asli. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan algoritma SOM dapat mengolah setiap piksel pada citra digital dan mengurangi redundansi citra sehingga algoritma Run Length dapat dengan maksimal mengodekan setiap warna pada piksel hingga mencapai tingkat rasio kompresi 60% - 85%. Hasil dekompresi citra mengalami penurunan kualitas gambar namun masih mengandung data - data yang sama atau dengan kata lain gambar dekompresi tidak jauh berbeda dengan gambar asli. Kata kunci : Algoritma SOM, Run length, kompresi.
Performance and Scalability Analysis of Node.js and PHP/Nginx Web Application Yoseph Pandji D.; Willy Sudiarto Raharjo
Jurnal Informatika Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13624.153 KB) | DOI: 10.21460/inf.2013.92.313

Abstract

Node.js is an application framework that can be used to build network server and web application. Due to its maturity, Node.js should be tested in various aspects such as performance and scalability to build dynamic web application. For comparison, we use PHP/Nginx web development stack to build web application to compare and analyze Node.js web application performance and scalability. For research purpose, we build dummy applications based on Dijkstra Algorithm to calculate shortest path between nodes, in this case Trans Jogja shelters. Using load generator, we simulate concurrent user requests to test performance and scalability of Node.js and PHP/Nginx web application. The general results of this research showed that Node.js application had higher performance and scalability than PHP/Nginx application.
KLASIFIKASI SUARA MANUSIA KE DALAM SOPRAN, MEZZO SOPRAN, ALTO, TENOR, BARITON, BASS DENGAN SELF ORGANIZING MAP Andreas Saputra; Sri Suwarno; Lukas Chrisantyo
Jurnal Informatika Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3112.48 KB) | DOI: 10.21460/inf.2015.111.418

Abstract

Self Organizing Map adalah metode jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network) yang biasa digunakan untuk melakukan proses klasifikasi dengan sifat unsupervised learning atau pelatihan tak terbimbing. Cluster yang akan digunakan akan ditentukan secara manual hanya saja dalam prosesnya data yang masuk akan dikelompokan secara otomatis tanpa adanya intevensi dari sistem. Penelitian ini menerapkan Self Organizing Map untuk melakukan klasifikasi data berupa rekaman suara dengan format file WAV karena merupakan format audio yang belum terkompresi ke dalam sopran, mezzo sopran, alto, tenor, baritone, dan bass. Dalam pengambilan data untuk input melalui proses preemphasis, frame, blocking, dan windowing sebelum dirubah menjadi sinyal diskrit dengan Fast Fourier Transform. Data berupa rata-rata magnitude menjadi input dalam sistem klasifikasi Self Organizing Map. Dalam penelitian ini hasil yang didapat belum sesuai dengan harapan karena data tidak mengelompok dengan baik.Self Organizing Map adalah metode jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network) yang biasa digunakan untuk melakukan proses klasifikasi dengan sifat unsupervised learning atau pelatihan tak terbimbing. Cluster yang akan digunakan akan ditentukan secara manual hanya saja dalam prosesnya data yang masuk akan dikelompokan secara otomatis tanpa adanya intevensi dari sistem. Penelitian ini menerapkan Self Organizing Map untuk melakukan klasifikasi data berupa rekaman suara dengan format file WAV karena merupakan format audio yang belum terkompresi ke dalam sopran, mezzo sopran, alto, tenor, baritone, dan bass. Dalam pengambilan data untuk input melalui proses preemphasis, frame, blocking, dan windowing sebelum dirubah menjadi sinyal diskrit dengan Fast Fourier Transform. Data berupa rata-rata magnitude menjadi input dalam sistem klasifikasi Self Organizing Map. Dalam penelitian ini hasil yang didapat belum sesuai dengan harapan karena data tidak mengelompok dengan baik.
IMPLEMENTASI RDF UNTUK ANOTASI HALAMAN WEB Belfrit Victor Batlajery; Budi Susanto; Lucia Krisnawati
Jurnal Informatika Vol 4, No 2 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5288.525 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.42.59

Abstract

dapat ditampilkan melalui browser. Format-format tersebut sering disebut sebagaidokumen web atau halaman web. Format yang mulai banyak digunakan adalah .xhtml,dikarenakan sudah merupakan format standar dari W3.org. Namun dokumen inimerupakan dokumen web yang statis, sehingga apabila ingin menambahkan sesuatu,hanya admin saja yang O-ernit melakukannya. Bagaimana jika user ingin memberitambahan Pada dokumen tersebut?Salah satu cara adalah dengan menggunakan Annotation. Annotation merupakancara dimana informasi baru dapat ditambahkan (misalnya komentar, catatan kecil dan lainlain)pada dokumen web tanpa mengubah dokumen aslinya. Annotation menyimpan filenyadalam format .rdf (Resource Description Framework) yang mendukung penggunaanmetadata. F/e RDF ini akan menghubungkan antara data dan konten dengan mengacupada URI tempat resource tersebut berada.
PENERAPAN METODE STATISTIK DAN AVERAGE ENERGY UNTUK MENGUJI TINGKAT KEMIRIPAN PADA IDENTIFIKASI SUARA Erdoria Kristina; Jong Jek Siang; Raden Gunawan Santosa
Jurnal Informatika Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.132 KB) | DOI: 10.21460/inf.2011.71.98

Abstract

Sistem pengenalan suara saat ini sudah dapat mengenal suara dengan ketepatan yang cukup untuk perkataan tertentu. Sistem ini tentunya lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan sistem pengenalan lainnya hanya saja masih dibutuhkan beberapa cara yang efektif agar suara manusia dapat dikenali dengan baik, sehingga dilakukan penelitian agar memiliki hasil yang sesuai. Penelitian sistem identifikasi suara dilakukan uji sampel untuk mengidentifikasi suara orang yang berbeda. Penelitian pertama-tama dilakukan dengan pengambilan 10 sampel suara yang memiliki format wav lalu disimpan ke dalam database. Setelah itu kita dapat menginputkan suara yang ingin diidentifikasi, bisa menggunakan metode statistik maupun metode average energy untuk mendapatkan ciri. Setelah itu sampel suara  tersebut dapat dibandingkan dengan menggunakan jarak euclidian yang menghasilkan nilai prosentase error antara suara-suara yang dibandingkan. Semakin kecil prosentase errornya berarti suara tersebut semakin mirip. Pada penelitian ini didapatkan hasil perbandingan antara average energy dan metode statistik. Pada metode statistik didapatkan hasil lebih baik daripada average energy. Kata kunci: speaker identification, statistik, average energy
IMPLEMENTASI ALGORITMA SCHMIDT-SAMOA PADA ENKRIPSI DEKRIPSI EMAIL BERBASIS ANDROID Willy Ristanto; Willy Sudiarto Raharjo; Antonius Rachmat Chrismanto
Jurnal Informatika Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15027.317 KB) | DOI: 10.21460/inf.2013.91.136

Abstract

Cryptography is a technique for sending secret messages. This research builds an Android-based email client application which implement cryptography with Schmidt-Samoa algorithm, which is classified as a public key cryptography. The algorithm performs encryption and decryption based on exponential and modulus operation on text messages. The application use 512 and 1024 bit keys. Performance measurements is done using text messages with character number variation of 5 – 10.000 characters to obtain the time used for encryption and decryption process. As a result of this research, 99,074% data show that decryption process is faster than encryption process. In 512 bit keys, the system can perform encryption process in 520 - 18.256 miliseconds, and decryption process in 487 - 5.688 miliseconds. In 1024 bit keys, system can perform encryption process in 5626 – 52,142 miliseconds (7.388 times slower than 512 bit keys) and decryption process with time 5463 – 15,808 miliseconds or 8.290 times slower than 512 bit keys.

Page 8 of 16 | Total Record : 151