cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Studi Perbandingan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Menggunakan Plasticizer Minyak Jelantah Epoksi Dan Komersil Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Muh Wahyu Sya'bani; Mertza Fitra Agustian; Fitria Puspita; Putra Oktavianto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.138-151

Abstract

ABSTRAKTingginya jumlah minyak jelantah yang tersedia sebagai limbah menjadi tantangan terbesar. Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak jelantah memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan plasticizer minyak epoksi. Di sisi lain, pengembangan plasticizer terbarukan berbasis bahan alam untuk menggantikan plasticizer fosil telah menjadi perhatian banyak peneliti karena isu menipisnya bahan baku minyak bumi, masalah lingkungan, hingga isu kesehatan yang ditimbulkan oleh plasticizer fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan sifat mekanis vulkanisat karet yang menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi terhadap plasticizer komersil (minyak parafinik dan minyak kedelai epoksi). Minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak tak jenuh diproses epoksidasi dengan metode refluks (60oC selama 4 jam) menggunakan pelarut n-heksane, katalis asam asetat glasial dan resin amberlit IR-120, dan oksigen donor hidrogen peroksida. Minyak jelantah epoksi dikarakterisasi gugus oksiran menggunakan spektrofotometer FTIR dan bilangan oksiran menggunakan metode titrasi. Plasticizer minyak jelantah epoksi, minyak parafinik, dan minyak kedelai epoksi diaplikasikan pada kompon karet dan diuji sifat mekanis vulkanisat karet menggunakan mesin universal testing machine. Hasil penelitian menunjukkan spektra FTIR minyak jelantah epoksi memperlihatkan keberadaan vibrasi peregangan gugus epoksi (C-O-C) pada puncak 1240 cm-1 dan bilangan oksiran 2,24%. Hasil pengujian vulkanisat menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi (EUCO) memiliki nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan kikis yang lebih unggul dibandingkan vulkanisat menggunakan plasticizer minyak parafinik (PO). Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak jelantah epoksi mampu menggantikan plasticizer berbasis minyak bumi, seperti minyak parafinik (PO). Kekuatan sobek dan ketahanan kikis vulkanisat yang menggunakan EUCO lebih tinggi dibandingkan vulkanisat yang menggunakan minyak kedelai epoksi (ESO), meskipun kekuatan tariknya lebih rendah, sehingga mengindikasikan bahwa minyak jelantah epoksi yang disintesis dapat memberikan kinerja yang cukup baik sebagai plasticizer karet, sebanding dengan minyak epoksi komersial, seperti minyak kedelai epoksi.Kata kunci: Minyak jelantah epoksi, Plasticizer komersil, Sifat mekanis, Vulkanisat.ABSTRACTThe high volume of waste cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the comparison of mechanical properties of vulcanizated rubber using plasticizer of epoxy waste cooking oil to commercial plasticizers (paraffinic oil and epoxy soybean oil). Waste cooking oil containing unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method (60oC for 4 hours) using n-hexane as solvent, glacial acetic acid and IR-120 amberlite resin as catalyst, and hydrogen peroxide as oxygen donor. The epoxy cooking oil was characterized for oxirane groups using FTIR spectrophotometer and oxirane number using titration method. Epoxy waste cooking oil, paraffinic oil, and epoxy soybean oil were applied to rubber compounds and tested for mechanical properties of vulcanizatesd rubber using a universal testing machine. The results showed that the FTIR spectra of epoxy waste cooking oil showed the presence of epoxy group stretching vibrations (C-O-C) at a peak of 1240 cm-1 and an oxirane number of 2.24%. The test results of vulcanizates using epoxy waste cooking oil (EUCO) have superior tensile strength, tear strength, and scrape resistance values compared to vulcanizates using paraffinic oil (PO). This shows that epoxy waste cooking oil can replace petroleum-based plasticizers, such as paraffinic oil (PO). The tear strength and scrape resistance of the vulcanizates using EUCO were higher than those using epoxy soybean oil (ESO), although the tensile strength was lower, thus indicating that the synthesized epoxy waste cooking oil can provide quite good performance as a rubber plasticizer, comparable to commercial epoxy oils, such as epoxy soybean oil.Keyword: Commercial plasticizer, Epoxy waste cooking oil, Mechanical properties, Vulcanized rubber.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum untuk Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Siti Namira; Ulli Kadaria; Isna Apriani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.175-188

Abstract

ABSTRAKMasyarakat di Kecamatan Sungai Ambawang memanfaatkan air sungai dan air hujan sebagai sumber air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak ada pelayanan Perumda Air Minum, Oleh karena itu dalam dokumen RISPAM Kubu Raya direncanakan pembangunan IPA kapasitas 100 L/dtk. Tahapan perencanaan diantaranya adalah menganalisis kualitas air baku, mendesain dan menghitung RAB pembangunan IPA. Berdasarkan pengukuran debit air Sungai Ambawang yaitu 258,42 m3/dtk, hasil analisis kualitas air baku sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021 Lampiran VI masuk ke kategori kelas 2. Unit intake yang digunakan yaitu river intake, unit koagulasi yang digunakan yakni tipe hidrolis dengan terjunan, unit flokulasi berjumlah 2 bak dengan tipe hidrolis baffle channel aliran horizontal, unit sedimentasi berbentuk persegi panjang berjumlah 2 bak dan dilengkapi plate settler, unit filtrasi digunakan saringan pasir cepat, desinfektan yang digunakan adalah kaporit dan kapasitas reservoir air yaitu 1.728 m3. RAB pembangunan IPA untuk Kecamatan Sungai Ambawang yaitu sebesar Rp. 63.190.907.364,62.Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air, Rencana Anggaran Biaya, RISPAM, Sungai Ambawang ABSTRACTCommunities in Sungai Ambawang District use river water and rainwater as the water sources for their daily needs due to the absence of Perumda Water Drinking services. The planning stages include analyzing raw water quality, designing and calculating RAB for IPA development. Based on the measurement of the water discharge of the Ambawang River, namely 258.42 m3/s, the analysis of raw water quality give results according to PP RI No. 22 of 2021 Appendix VI is included in the class 2 category. The intake unit used is river intake, the coagulation unit used is the hydraulic type with a waterfall, the flocculation unit is 2 tanks with a horizontal flow channel hydraulic baffle type, the rectangular sedimentation unit is 2 tanks and equipped with a plate settler, the filtration unit uses a quick sand filter, the disinfectant used is chlorine and the capacity of the water reservoir is 1,728 m3. RAB of IPA development for Sungai Ambawang District is Rp. 63,190,907,364.62.Keywords: Water Treatment Plant, Budget Plan, RISPAM, Ambawang River
Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di Tempat Penyimpanan Sementara LB3 (TPS LB3) di PT Z Regional Office 3 (RO3) Glenn Lucas Hendrajaya
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.152-165

Abstract

ABSTRAKLimbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. PT Z merupakan salah satu perusahaan berfokus pada transmisi gas menggunakan sistem perpipaan. LB3 dihasilkan dari kegiatan operasional seperti perawatan pipa dan mesin-mesin yang digunakan di setiap area operasional. TPS LB3 yang ada di PT Z Regional Office 3 (RO3) merupakan muara dari penyimpanan LB3 dari seluruh area operasional lain di RO3 yang terdapat di salah satu metering station (MS), yaitu MS Duri 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan memberikan saran untuk optimasi pengelolaan LB3 yang dilakukan di TPS LB3. Evaluasi dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia dengan bantuan sistem skoring Skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase skor pengemasan, kegiatan penyimpanan, pemberian simbol dan label, dan kelengkapan sistem tanggap darurat di TPS LB3 di PT Z RO3 berturut-turut adalah 66,67%, 85,71%, 50%, dan 100% dengan rata-rata 75,56% atau tergolong “Baik” secara keseluruhan.Kata kunci: LB3, pengelolaan LB3, penyaluran gas, guttman, minyak dan gasABSTRACTHazardous and Toxic Waste (LB3 in Indonesian abbreviation) can have negative impacts on the environment and humans. PT Z is a company that focuses on gas transmission using a piping system. LB3 is generated from operational activities such as pipe maintenance and machines used in each operational area. TPS LB3 in PT Z Regional Office 3 (RO3) is the estuary of LB3 storage from all other operational areas in RO3 which is located at one of the metering stations (MS), namely MS Duri 1. The purpose of this study is to evaluate and provide suggestions to optimize the management of LB3 which is carried out at TPS LB3. Evaluation is carried out based on regulations in force in Indonesia with the help of the Guttman Scale scoring system. The results showed that the percentage scores for packaging, storage activities, symbolizing and labeling, and the completeness of the emergency response system at TPS LB3 at PT Z RO3 were 66.67%, 85.71%, 50%, and 100%, respectively, with an average 75.56% or classified as "Good" overall.Keywords: LB3, Hazardous and Toxic Waste Management, Gas Transmission, Guttman, Oil and Gas
Evaluasi Kapasitas Daya Tampung TPA Wonosari di Kota Singkawang Siska Ita Selvia; Lintang Suminar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.166-174

Abstract

ABSTRAKSampah menjadi permasalahan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Singkawang. Timbunan sampah di Kota Singkawang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas perekonomian yang terus berkembang. Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan banyak upaya mulau dari pengurangan dan pengelolaan sampah. Pengurangan dilakukan dengan menerapkan berbagai inovasi yang menerapkan teknologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah di Kota Singkawang belum berjalan maksimal, dikarenakan daerah pelayanan pengelolaan sampah belum menyeluruh di Wilayah Kota Singkawang. Permasalahan sampah ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Salah satu tahapan operasional yang paling penting adalah pengelolaan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wonosari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan prediksi jumlah sampah dan kapasitas daya tampung TPA Wonosari. Hal ini dimaksudkan agar dapat diberikan rekomendasi kebijakan dalam mengurangi produksi sampah sampai dengan pembukaan lahan baru untuk TPA dan peningkatan pengawasan dan pengelolaan terhadap sarana prasarana TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif evaluatif, dimana menggunakan pendekatan persamaan geometrik dalam melakukan prediksi timbulan sampah dan kapasitas daya tampung TPA.Kata kunci: sampah; tempat pemrosesan akhir; wonosari; daya tampung; sisa umur pakaiABSTRACTSolid Waste is a problem in almost all regions in Indonesia, including in Singkawang, West Kalimantan. Waste generation in Singkawang are increasing along with the increasing population and growing economic activity. The Government of Singkawang through the Environmental Service Department has made many efforts, starting from waste reduction and waste management. The reduction is carried out by implementing various innovations that apply technology and increase public awareness. Waste management in Singkawang has not run optimally, because the waste management service area is not comprehensive in the all sub district. This waste problem if not handled properly will cause pollution to the environment. One of the most important operational stages is management at the Wonosari Waste Final Disposal Site (TPA). The purpose of this study is to predict the amount of waste and the capacity of the Wonosari TPA. This is intended so that policy recommendations can be given in reducing waste production to opening new land for TPA and improving supervision and management of TPA infrastructure. The method used in this study is a descriptive evaluative method, which uses a geometric equation approach to predict waste generation and landfill capacity.Keywords: solid waste, final disposal, wonosari; carrying capacity; useful life
Analisis Dampak Perubahan Iklim Dan Urban Sprawl Kota Palembang Pada Tata Ruang Perkotaan Di Kawasan Perbatasan Kabupaten Banyuasin Kgs M Benyamin Azhary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem perencanaan pembangunan perkotaan cenderung masih menilai unsur iklim sebagai elemen statis, dimana selama ini dianggap tidak ada interaksi timbal balik antara iklim dengan perubahan tata guna lahan atau peruntukan ruang. Data iklim lebih sering dipergunakan sebagai data pendukung pernyataan kesesuaian lahan untuk pengembangan fungsi sebuah kawasan saja, terutama untuk kawasan pertanian dan perikanan. Kenyataannya, bahwa perubahan tata guna lahan yang disebabkan fenomena Urban Sprawl akan sangat berimplikasi pada sistem iklim. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan data perubahan iklim sebagai salah satu unsur penting dalam perencanaan. Tahap awal adalah menganalisis data unsur iklim yang terdiri dari aspek curah hujan, penyinaran matahari, kecepatan angin, kelembaban, tekanan udara dan suhu serta melakukan klaster dan klasifikasi iklim. Penelitian ini menggunakan metode Kerangka DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response) yang merupakan kerangka kausal untuk menggambarkan interaksi antara masyarakat dan lingkungan. Hasil analisis diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.Kata kunci: Tata Ruang, Perubahan Iklim, Urban SprawlABSTRACTThe urban development planning system tends to still assess the climate element as a static element, where so far it has been considered that there is no reciprocal interaction between climate and changes in land use or spatial allocation. Climate data is more often used as supporting data for land suitability statements for the development of the function of an area only, especially for agricultural and fishery areas. The reality is that changes in land use caused by the Urban Sprawl phenomenon will have implications for the climate system. This study aims to utilize climate change data as an important element in planning. The initial stage is to analyze the climate element data which consists of aspects of rainfall, solar radiation, wind speed, humidity, air pressure and temperature as well as conducting climate clusters and classifications. This study uses the DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response) framework method which is a causal framework for describing interactions between society and the environment. The results of the analysis are expected to be used as material for consideration in decision making and policy making.Keywords: Spatial Planning, Climate Change, Urban Sprawl
Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Enggar Utari; Atiti Wahdiati; Rizka Ardya Wardani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.189-198

Abstract

ABSTRAKSampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan memberikan informasi mengenai frekuensi sampah organik dan anorganik yang digunakan oleh mahasiswa semester 5 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tempat tinggal di Kabupaten Serang, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah, proses akhir dari sampah,, dan dampak sampah bagi kesehatan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Data dikelola dengan mengelompokkan data untuk dianalisis jumlah frekuensi dari hasil pengisian kuesioner. Didapatkan frekuensi sampah terbanyak yaitu sampah organik 1.050 gr dan anorganik 4.050 gr Asrama Putri Kampus Sindangsari. Kemudian, sampah organik 27 gr dan anorganik 25 gr Waringin Kurung merupakan frekuensi paling sedikit. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah di tempat tinggal sangat penting. Pengolahan sampah dengan baik akan mengurangi permasalahan sampah.Kata kunci: Limbah, pengelolaan, pengumpulan sampah, jenis sampahABSTRACTWaste will exist as long as humans exist and will increase if the number of humans also increases. Waste is divided into organic and inorganic. The problem of waste is an environmental problem in Indonesia, this research will discuss waste in Serang Regency. The research aims to provide information about the frequency of organic and inorganic waste used by 5th semester students of Sultan Ageng Tirtayasa University who are domiciled in Serang Regency, the existence of landfills, the final process of waste, and the impact of waste on health. This type of research is descriptive quantitative research using a questionnaire to collect data from students. Data is managed by grouping data to analyze the number of frequencies from the results of filling out the questionnaire. The highest frequency of waste was obtained, namely 1,050 gr of organic waste and 4,050 gr of inorganic waste at the Sindangsari Campus Girls Dormitory. Then, 27 grams of organic waste and 25 grams of inorganic waste Waringin Kurung is the least frequency. The existence of a landfill in the residence is very important. Processing waste properly will reduce waste problems.Keywords: Waste, management, collection of waste, types of waste
Pengaruh Jenis Adsorben pada Proses Bleaching di Pemurnian Crude Palm Oil (CPO) sebagai Bahan Baku pada Proses Green Fuel Ronny Kurniawan; Syifa Fajrina Azzahra; Ning Tyas Yohaningsih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.101-111

Abstract

ABSTRAKTeknologi green fuel adalah teknologi produksi bahan bakar hijau dengan merekayasa produk sehingga menghasilkan green diesel, green avtur dan green gasoline. Bahan baku yang digunakan pada teknologi green fuel yaitu minyak nabati dari sawit (CPO) yang sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Untuk mendapatkan spesifikasi minyak nabati tersebut harus melalui proses pemurnian antara lain dengan proses degumming dan bleaching menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jenis adsorben pada proses bleaching dengan menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit dengan ukuran mesh 170/200 serta mengetahui kualitas CPO hasil pemurnian tersebut untuk dibandingkan dengan standar CPO umpan ke proses green fuel. Berdasarkan hasil penelitian proses bleaching dengan menggunakan jenis adsorben organik (tongkol jagung) dan anorganik (zeolit) dengan ukuran mesh 170/200, CPO hasil pemurnian memiliki warna jingga kemerahan, kadar air (0,24-0,30)%, densitas (0,912)g/ml, Asam lemak bebas (ALB) (0,19)%, bilangan asam (0,42)mgKOH/gr dan viskositas (29-32)cSt.Kata Kunci: Adsorben, Bleaching, Crude Palm Oil, Degumming, Green fuelABSTRACTGreen fuel technology is a green fuel production technology by engineering products so as to produce green diesel, green avtur and green gasoline. The raw material used in green fuel technology is vegetable oil from palm oil (CPO) that has met the specified specifications. To get the specifications of the vegetable oil, it must go through a refining process, including the degumming and bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite. The purpose of this study is to determine the influence of the type of adsorbent on the bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite with a mesh size of 170/200 and find out the quality of the refined CPO to be compared with the feed CPO standard to the green fuel process. Based on the results of the bleaching process research using organic adsorbent (corn cobs) and inorganic (zeolite) types with a mesh size of 170/200, the refined CPO has a reddish-orange color, moisture content (0.24-0.30)%, density (0.912)g/ml, free fatty acids (ALB) (0.19)%, acid number (0.42)mgKOH/gr and viscosity (29-32)cSt.Keywords: Greenfuel, Adsorbent, Bleaching, Crude Palm Oil (CPO), Degumming
Metoda Kalibrasi untuk Sistem Geofencing dengan Poligon Tertutup Marisa Premitasari; Uung Ungkawa; Petrick Juliansz Kakalang
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.112-122

Abstract

ABSTRAKKalibrasi dari pengukuran suatu alat yaitu modul Global Positioning System (GPS) Neo M8M untuk mendapatkaan data posisi keberadaan dari suatu objek. Data yang diambil berupa data live latitude dan longitude dari objek yang dipasang modul tersebut. Sepeda motor sebagai uji coba objek dimana sepeda motor bergerak di dalam lingkungan kampus ITENAS Bandung. Pergerakan objek dibatasi oleh pembatas digital berupa sebuah bangun polygon segi sepuluh. Bila objek berada diluar area polygon , maka sistem akan memberi notifikasi bahwa objek berada diluar area dan begitu juga sebaliknya. Nilai posisi dari sepeda motor dianggap akurat, bila kalibrasi sudah dilakukan dititik-titik yang telah ditetapkan. Titik-titik tersebut yaitu titik ITN 43, ITN 39, ITN 27, ITN 28 dan ITN 14. Pada pagi hari terdapat error akurasi sebesar 0,61%, pada siang error terhitung sekitar 0,85%, pada sore hari terjadi error sekitar 0,82% dan malam, ada kesalahan sekitar 0,61%.. Nilai keakuratan posisi GPS sebagai masukan untuk sistem geofencing dengan sepuluh sudut polygon tertutup (decagon) agar sepeda motor dapat terdeteksi didalam atau di luar area.Kata kunci: Kalibrasi, GPS, Objek bergerak, closed polygon, GeofencingABSTRACTCalibration was carried out from a Global Positioning System (GPS) ‘s device, namely the Neo M8M Global Positioning System (GPS) module to obtain the data of real object position.. The data has taken from moving object that was installed by the module , yet latitude and longitude object’s position at real time .Motorbikes as a test object whereas it was moving around in the ITENAS Bandung campus area. The object movement area was limited by a decagon’s digital boundary. If the object’s position was outside the the-sided polygon area, then the system will give a notification that the position detected outside and vice versa. The latitude and longitude value considered as accurate values if the calibration has been carried out at five predetermined points, that was ITN 43, ITN 39, ITN 27, ITN 28 and ITN 14. in the morning there was accuracy errors of 0.61%, in the afternoon the error was counted around 0.85%, in the afternoon there was an error of about 0.82% and at night, an error generated about 0.61%. The accuracy of the GPS position as input for a geofencing system with ten closed polygon corners (decagon) so that the motorbike will detected inside or outside the area.Keywords: Calibration, GPS, Moving object , closed polygon, geofencing

Page 1 of 1 | Total Record : 8