cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2025)" : 5 Documents clear
Optimalisasi Penentuan Potensi Recharge Area melalui Integrasi Thornthwaite-Mather dan Google Earth Engine (Studi Kasus Turen dan Pujon Kabupaten Malang) Haq, Muhammad Izzuddin Al
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.12-21

Abstract

Perubahan iklim dan urbanisasi menjadi penyebab utama dalam penurunan kapasitas resapan air tanah yang merupakan tantangan krusial dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi recharge area melalui integrasi metode Thornthwaite-Mather dengan platform Google Earth Engine (GEE). GEE, sebagai platform komputasi cloud, memungkinkan pemrosesan data iklim dan spasial berskala besar secara efisien, sehingga sangat relevan untuk wilayah dengan keterbatasan data lapangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Malang, berfokus pada dua lokasi dengan perbedaan elevasi signifikan, yaitu Kecamatan Turen dan Pujon. Data yang digunakan meliputi curah hujan dan suhu dari tahun 2015–2019, serta parameter tanah dari OpenLandMap. Estimasi recharge dihitung berdasarkan neraca air bulanan dan analisis sifat fisik serta hidraulik tanah, seperti kapasitas lapang (FC) dan titik layu permanen (PWP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata recharge tahunan di Pujon mencapai 1417 mm, sedangkan di Turen hanya 756 mm. Komparasi antara Turen dan Pujon memperlihatkan variasi recharge tahunan yang signifikan, dipengaruhi oleh topografi dan tingkat urbanisasi di masing-masing kecamatan. Studi ini menegaskan bahwa integrasi metode hidrologi klasik dengan platform spasial berbasis cloud dapat meningkatkan akurasi estimasi recharge dan secara substantif mendukung upaya pengelolaan air tanah berkelanjutan.
Kajian Penggunaan Lahan terhadap Area Kerentanan Banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Maheswari, Carissa Aulia; Khoirunisa, Nanda; Mislan, Mislan; Hamdani, Dadan; Mawadah, Anis
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.1-11

Abstract

Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan berdasarkan Peta Kajian Risiko Bencana (KRB), wilayah ini termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu kawasan yang kerap terdampak adalah Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis karakteristik penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Kajian penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan citra Google Satellite dari SAS Planet dan Landsat 8/9 OLI TIRS dari USGS dengan resolusi 0,5 – 30 meter/pixel. Hasil digitasi citra menunjukkan klasifikasi penggunaan lahan, yaitu: permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%). Hasil pengolahan juga diperkuat dengan analisis Normalized Difference Built-up Index (NDBI) yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah terbangun, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengevaluasi tingkat tutupan vegetasi. Hasil analisis mengidentifikasi bahwa nilai NDBI tinggi terkonsentrasi pada kawasan permukiman padat di sepanjang sungai dan jaringan jalan utama, yang mengindikasikan dominasi lahan terbangun dan minimnya area resapan air. Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai penyerapan alami. Berdasarkan hasil validasi lapangan dan overlay peta KRB Kota Samarinda, mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.
Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan Fallah, Faisal Akbar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.45-54

Abstract

Kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah yang semakin menekankan pentingnya pelestarian lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan terhadap produk yang lebih ekologis. Dalam konteks industri percetakan, salah satu solusi untuk mengurangi dampak limbah tinta adalah dengan menciptakan tinta berbahan dasar alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan pigmen alami dari buah kluwek (Pangium edule) sebagai komponen utama dalam pembuatan tinta inkjet yang berkelanjutan. Fokus kajian tertuju pada pengaruh penambahan aluminium sulfat sebagai fiksator daya tahan warna tinta terhadap pemudaran akibat cahaya. Dengan menggunakan desain eksperimen satu faktor, dilakukan variasi massa aluminium sulfat antara 0,4%, 0,8%, 1,2% gram. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan nilai warna berdasarkan CIE L*a*b* untuk mengevaluasi ketahanan terhadap cahaya. Hasil menunjukkan bahwa meskipun peningkatan massa aluminium sulfat menurunkan intensitas warna awal tinta, senyawa ini mampu meningkatkan stabilitas warna terhadap paparan cahaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa formulasi tinta berbasis kluwek dengan tambahan aluminium sulfat memiliki potensi sebagai alternatif tinta inkjet ramah lingkungan.
Pengolahan Air Sungai Payau Pasca Proses Elektrokoagulasi Menggunakan Metode Adsorpsi Haq, Rozin Dhiyaul
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.34-44

Abstract

Air sungai payau merupakan salah satu air baku yang berpotensi untuk diolah menjadi air bersih. Namun, kadar salinitas yang tinggi menjadi salah satu tantangan air sungai payau untuk dijadikan air bersih. Proses elektrokoagulasi dengan kombinasi adsorpsi menjadi upaya untuk mengolah air sungai payau menjadi air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penurunan parameter dan waktu tinggal terbaik dari proses pengolahan kombinasi dari elektrokoagulasi dan adsorpsi terhadap air payau di Sungai Itik. Penelitian ini merancang bak elektrokoagulasi dengan kapasitas 135 L dan menggunakan plat aluminium sebagai elektroda sebanyak 5 buah anoda dan 5 buah katoda yang dialiri arus listrik sebesar 2 A dan tegangan 5 V. Selanjutnya, air diolah pada tabung filtrasi dengan proses adsorpsi yang menggunakan adsorben zeolit dan karbon aktif. Air sungai payau pada penelitian ini memiliki kadar salinitas sebesar 3,178 ppm, Total Dissolve Solid (TDS) sebesar 2,924 mg/L, pH sebesar 7.74, dan Kekeruhan sebesar 21.64 NTU. Pengolahan kombinasi elektrokoagulasi dan adsorpsi, kadar parameter Salinitas menjadi 2,824 ppm, Total Dissolve Solid sebesar 2,649 mg/L, pH sebesar 7.95, dan kekeruhan sebesar 3,04 NTU. Dengan demikian, pengolahan kombinasi elektrokoagulasi dan adsorpsi belum efektif dalam memperbaiki kualitas air pada parameter Salinitas dengan persentase efektifitas hanya mencapai 11,14 % dan Total Dissolve Solid (TDS) hanya mencapai 9,40% dan air olahan tersebut juga masih belum memenuhi standar mutu air bersih untuk kebutuhan higiene dan sanitasi.
Review: Utilization of Fe and Ni Green Nanoparticles in Waste Treatment to Enhance Pollutant Degradation Efficiency and Sustainability Parapat, Riny Yolandha
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.22-33

Abstract

The growing need for sustainable and effective pollutant degradation technologies has sparked interest in green nanotechnology as a viable solution. This review emphasizes the use of non-noble metal green nanoparticles in waste treatment applications, showcasing their ability to improve pollutant degradation efficiency while ensuring environmental sustainability. Key topics covered include synthesis methods that employ natural and eco-friendly reducing agents, the physicochemical characteristics of non-noble metal nanoparticles, and their catalytic mechanisms in a variety of waste treatment processes. Comparative studies highlight the benefits of Fe and Ni, such as their cost-effectiveness, abundance, and lower environmental impact. This paper also presents case studies that demonstrate the breakdown of organic pollutants and heavy metals show the practical use of these materials. Challenges such as stability, scalability, and potential environmental risks are thoroughly analyzed, along with prospects to overcome these obstacles. This review seeks to provide a detailed understanding of how Fe and Ni green nanoparticles contribute to the advancement of sustainable waste treatment technologies.

Page 1 of 1 | Total Record : 5