cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Peningkatan Kualitas Produk Crackers berdasarkan Metode Lean Six Sigma di PT M Intan Rahmatillah; Sundoro Sundoro; Lisye Fitria
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3143

Abstract

ABSTRAKProduk crackers yang dihasilkan PT M belum memenuhi spesifikasi target yang sudah ditentukan perusahaan, dengan melihat indeks nilai Cpm. Saat ini terdapat masalah kualitas produk crackers di line produksi baru yang penggunaan mesinnya baru terpasang, yakni di Line 4. Penelitian ini dilakukan pada produk crackers yang dihasilkan di Line 4 dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Terdapat tiga pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), Seven Plus One Waste untuk menentukan pemborosan yang terjadi di masing-masing jenis defect, dan metode 5W-1H untuk menganalisis penyebab terjadinya pemborosan. Berdasarkan hasil identifikasi, jenis pemborosan yang terjadi adalah transportation, process, motion, defect and rework, dan waiting time. Usulan perbaikan yang diterapkan adalah melakukan pengecekan ketebalan setiap gauge roll 1-2 di sisi OS (Operating Site) dan sisi NOS (No. Operating Site). Setelah usulan dilakukan, terdapat peningkatan nilai indeks Cpm, seperti weight dough, weigh dough+topping salt, weight basecake, weight basecake+oil, diameter, salt content, dan color bottom.Kata kunci: lean, six sigma, DMAIC, seven plus one waste. ABSTRACTThe crackers produced by PT. M have not met the target specifications specified by the company, by looking at the Cpm value index. At present there are quality problems for crackers in the new production line that uses the new engine installed, namely on Line 4. This research was conducted on crackers products produced in Line 4 using the Lean Six Sigma method. There are three approaches used, namely by the DMAIC method (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), Seven Plus One Waste to determine waste that occurs in each type of defect, and the 5W-1H method to analyze the causes of waste. Based on the results of identification, the type of waste that occurs is transportation, process, motion, defect and rework, and waiting time. The proposed improvement applied is to check the thickness of each gauge roll 1-2 on the OS (Operating Site) and NOS (No. Operating Site) side. After the proposal is made, there is an increase in the Cpm index value, such as weight dough, weigh dough + salt topping, weight basecake, basecake weight + oil, diameter, salt content, and color bottom.Keywords: lean, six sigma, DMAIC, seven plus one waste.
Evaluasi Performansi dan Tingkat Kelelahan dalam Upaya Optimisasi Capaian Pembelajaran Sistem Praktikum di Perguruan Tinggi X Asterina Febrianti; Lauditta Irianti; Aldila Hasanah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2042

Abstract

ABSTRAKPraktikum merupakan sebuah proses pengamatan, percobaan, dan pengujian terhadap materi mata kuliah yang didapatkan. Praktikum diadakan sebagai salah bentuk pencapaian proses pembelajaran suatu mata kuliah. Satu sks terdiri dari 170 menit pembelajaran perminggu dalam satu semester untuk aktivitas praktikum. Aktivitas praktikum dilaksanakan selama 120 menit dan sisanya disebut tugas mandiri sebanyak 50 menit. Pada kenyataannya tugas mandiri yang dilaksanakan mahasiswa lebih dari 50 menit dalam 1 minggu. Mahasiswa sering terlihat mengalami penurunan performansi dalam aktivitas perkuliahan disertai dengan munculnya kondisi kelelahan. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi beban kerja mental mahasiswa dalam beraktivitas, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem praktikum berdasarkan beban kerja mental melalui pengukuran performansi dan kelelahan di perguruan Tinggi X. Pengukuran tingkat performansi (waktu reaksi) menggunakan psychomotor vigilance test (PVT) dengan parameter mean 1/RT, shortest 10% 1/RT, lapses, dan longest 10% 1/RT, serta kelelahan menggunakan kuesioner visual analog scale (VAS). Pengukuran dilakukan setelah praktikum, sebelum asistensi laporan, dan sebelum presentasi laporan. Uji statistik menunjukan untuk parameter performansi yaitu shortest 10% 1/RT signifikan medeteksi perubahan untuk ketiga kondisi, sementara untuk mean 1/RT, lapses, dan longest 1/RT tidak signifikan dalam mendeteksi perubahan waktu reaksi untuk ketiga kondisi tersebut. Parameter VAS juga menunjukan hasil tidak signifikan dalam perubahan kondisi kelelahan untuk ketiga kondisi tersebut. Hasil menunjukan bahwa mahasiswa tidak mengalami peningkatan beban kerja mental saat melewati rangkaian proses praktikum di jurusan teknik industri pada perguruan tinggi X, sehingga sistem praktikum yang diterapkan saat ini dalam pencapaian proses pembelajaran sudah optimal.Kata kunci: waktu reaksi, kelelahan, PVT, VAS.ABSTRACTPracticum are observation, experiment, and examination towards the obtained course material. Practicum held as a form of achievement learning process of a course. One course credit (sks) has 170 minutes learning once a week witihin a semester dedicated for practicum activity. Practicum activity consists of 120 minutes actual practice and 50 minutes independent task. In fact, independent task occurs over 50 minutes once a week. Many Students have seen their academics performances decline, along with fatigue because of the practice activity while also attending lectures in classes. These Conditions often affected students mental workload, which is why the aim of this study is to evaluate practicum activity system based on mental workload through measurement of perfomance and fatigue on college X. Measurement performance rate (reaction time) use psychomotor vigilance test (PVT) with parameter mean 1/RT, shortest 10% 1/RT, lapses, and longest 10% 1/RT, with questionnaire visual analog scale (VAS) for fatigue measurement. Each measurement was made after practicum, before assistance report, and before a report presentation. Statistics showed shortest 10% 1/RT significant detecting transformation for third condition, while mean 1/RT, lapses, and longest 10% were not significant. VAS parameter showed not significant result in term of detecting transformation for those 3 condition mentioned berofe. Result showed mental workload through series of practicum activity at Industrial Engineering Major on college X are not significant, which is showed that the current practicum system activity for achievement learning process are optimum.Keywords: reaction time, fatigue, PVT, VAS.
Karakteristik Antioksidan pada Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) Maria Inggrid; Yansen Hartanto; Jesslyn Fedora Widjaja
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2517

Abstract

ABSTRAKBunga rosella mengandung senyawa bioaktif dengan kadar antosianin yang tinggi. Antosianin termasuk golongan senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan alami, mampu menghambat radikal bebas serta dapat mencegah terjadinya degeneratif sel dan penyakit lain. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh jenis pelarut dan temperatur pada ekstraksi rosella terhadap aktivitas dan kadar antosianin. Manfaat penelitian ini adalah menerapkan hasil peneliti ekstraksi antioksidan pada rosella bagi dunia usaha. Metode penelitian terdiri dari persiapan bahan baku, ekstraksi antosianin dan analisis. Rosella yang telah dikeringkan diekstraksi masing-masing menggunakan campuran pelarut etanol:air dengan variasi 0:100, 50:50 dan 70:30 % v/v , ekstraksi dilakukan masing-masing pada temperatur 30 ˚C, 45 ˚C, dan 60 ˚C. Analisis kimia meliputi penentuan kadar antosianin dengan metode pH differensial, penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2 pikrilhidrazil). Hasil penelitian pada kondisi optimum ekstraksi adalah menggunakan pelarut etanol:air (50:50 v/v) pada temperatur 45 ˚C, kadar antosianin dan rendemen tertinggi masing-masing adalah 88,9 mg/L dan 53,2 %. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukan dengan nilai IC50 yaitu 67,3 ppm. Penentuan kestabilan antosianin dilakukan dengan memberi perlakuan termal pada temperatur 30 ˚C, 45 ˚C, dan 60 ˚C, dari persamaan Arhenius diperoleh nilai energi aktivasi 18,3 kJ/mol.Kata Kunci: Rosella, ekstraksi, pelarut, temperatur, analisis, antioksidanABSTRACTRoselle contains bioactive compounds and has high quantity of anthocyanin. Anthocyanins, including flavonoid compounds that can be used as natural antioxidants, that has the ability to inhibit free radical reaction, in human body can prevent degenerative cell and various diseases. The objective of this research is to study the effect of solvent and temperature in a batch extraction of roselle to the anthocyanin product. The benefit of this research is to give the transfer of extraction product for the benefit of industry. Method used in this research consisting of the preparation of size reduction of roselle into smallest size followed by drying process, and extraction of roselle. Extraction can be done by two variables, namely ratio ethanol and water of 0:100 ; 50:50 ; 70:30 v/v respectively and temperature of 30oC, 45oC and 60oC. Analysis anthocyanin content was evaluated by the pH differential method, and the activity of antioxidant using a method of DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). The research results can be shown that the optimum condition of temperature 45oC and ethanol water ratio of 50:50 followed by total anthocyanin of 88.9 mg/L, and yield content of 53.2%. The highest antioxidant activity indicated by IC50 value of 67.3 mg/L. The effect of temperature in a batch extraction process followed Arrhenius equation with energy activation of 18.3 kJ/mol.Keywords: Roselle, extraction, solvent, temperature, analysis, antioxidant
Usulan Perbaikan Peracangan Produk Smart Light Menggunakan Metode Design for Assembly Boothroyd-Dewhurst Arief Irfan Syah Tjaja; Rochmat Puji Astomo; Rispianda -
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1773

Abstract

ABSTRACTSmart Lamp product is a street lighting product which developed by PT X with LED lights concept. The design of Smart Light product is found to be slightly violate the terms of good design to the assembly process proposed by Boothroyd-Dewhurst as there is a component with sharp side, too much for using fastener, difficult fastener installation because the component is blocked and so forth. Existing design efficiency of Smart Light product is based on a calculation using the Boothroyd-Dewhurst table is 7.63% with total assembly time for 1149.1 seconds while the proposed design efficiency is 15.52% with total assembly time is 539.84 seconds. The changes of the design result reduction of the estimated product cost from Rp1.831.721, - and the BEP in 1482 products on existing product to Rp1.732.609, - and the BEP in 1283 products on proposed product.Kata kunci: design efficiency, assembly time, estimated cost, break event point (BEP).ABSTRAKProduk Smart Light adalah merupakan sebuah produk lampu penerangan jalan yang dikembangkan oleh PT X dengan konsep lampu LED. Rancangan produk Smart Light ini ternyata tidak sedikit melanggar ketentuan-ketentuan perancangan yang baik untuk proses perakitan yang dikemukakan oleh Boothroyd-Dewhurst seperti terdapat komponen yang memiliki bagian yang tajam, penggunaan fastener yang terlalu banyak, pemasangan fastener yang sulit karena komponen terhalang dan sebagainya. Efisiensi desain existing produk Smart Light ini berdasarkan pada perhitungan menggunakan tabel Boothroyd-Dewhurst adalah 7,63% dengan waktu perakitan total selama 1149,1 detik sedangkan efisiensi desain usulan adalah 15,52% dengan waktu perakitan total selama 539,84 detik. Perubahan rancangan desain mengakibatkan pengurangan pada estimasi biaya produk dari Rp1.831.721,- dan break event point (BEP) pada produk ke 1482 untuk produk existing menjadi Rp1.732.609,- dan BEP pada produk ke 1283 untuk produk usulan..Keywords: efisiensi desain, waktu perakitan, estimasi biaya, break event point
Prediksi Hambatan Kapal dengan Menggunakan Metode Overset Mesh pada Kapal Planing Hull Abubakar Fathuddiin; Samuel Samuel; Kiryanto Kiryanto; Aulia Widyandari
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.24-34

Abstract

ABSTRAKPrediksi hambatan kapal tipe planing lebih rumit dibanding dengan tipe displacement, hal ini disebabkan oleh gaya hidrodinamis yang lebih dominan pada bagian bawah kapal. Karakteristik hambatan kapal tipe planing sangat dipengaruhi oleh gerakan trim dan heave. Selain itu, bentuk hullform juga mempengaruhi hambatan kapal; seperti sudut dead-rise, chine, strip, stephull, dan lain-lain. Solusi untuk memprediksi hambatan kapal dengan menggunakan Finite Volume Method (FVM). Persamaan RANS (Reynolds- Averaged Navier-Stokes) dengan model turbulensi k-ε untuk memprediksi aliran turbulen dan Volume of Fluid (VOF) untuk mempresentasikan aliran 2 fasa. Pada penelitian ini digunakan metode overset mesh untuk memprediksi hambatan kapal agar mendapatkan akurasi yang baik. Hasil simulasi hambatan menunjukkan trend yang baik. Pada kecepatan tinggi, prediksi hambatan tidak memiliki hasil yang baik. Solusi yang ditawarkan pada Numerical ventilation problem (NVP) adalah dengan menggunakan metode phase replacement.Kata kunci: CFD, planing hull, RANS, overset mesh, NVP ABSTRACTThe prediction of planing hull resistance is more complicated than the displacement hull. It is caused by the more dominant hydrodynamic force at the bottom of the ship. The planing hull resistance characteristics are strongly influenced by trim and heave movements. In addition, the shape of the hullform also affects the ship's resistance, such as dead-rise angle, chine, strip, stephull, and others. The solution to predict ship resistance is by using the Finite Volume Method (FVM). RANS (Reynolds-Averaged Navier-Stokes) equation k-ε turbulence model was used to predict turbulent flow and Volume of Fluid (VOF) to present 2 phase flow. In this study, the overset mesh method was used to predict ship resistance in order to get good accuracy. Resistance simulation results showed a good trend. At high speeds, the prediction of resistance did not have good results. The solution offered in the Numerical ventilation problem (NVP) was to use the phase replacement method.Keywords: CFD, planing hull, RANS, overset mesh, NVP
Peningkatan Effisiensi Elektrik Modul Surya Menggunakan Bahan Berubah Fasa dan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Fery Hidayat; Yuli Setyo Indartono; Aryadi Suwono
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1636

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan Modul Surya (Photovoltaic-PV) untuk membangkitkan daya elektrik terkendala oleh efisiensi yang masih rendah. Efisiensi elektrik tersebut juga akan turun seiring dengan peningkatan temperatur sel PV selama PV beroperasi. Penggunaan Crude Palm Oil (CPO) sebagai bahan berubah fasa (Phase Change Material-PCM) bertujuan untuk menghambat kenaikan temperatur sel-PV, sedangkan untuk mendapatkan daya maksimum dengan menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT). Jurnal ini memuat hasil pengujian penggunaan PCM dan MPPT untuk meningkatkan efisiensi elektrik PV, dan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi antara PCM dan MPPT pada PV mampu meningkatkan efisiensi PV secara sigifikan dari 9,64% menjadi  16,27%.Kata kunci: Modul surya (PV), Bahan Berubah Fasa (PCM), Maximum Power Point Tracking (MPPT). ABSTRACT Utilization of Photovoltaic-PV to generates electric power is constrained by low efficiencies of the PV system. The electrical efficiensies will decrease by increasing PV cells temperature during operations. Crude Palm Oil as Phase Change Material (PCM) are used to prevent temperature rising of PV cells, wherease to get the maximum power of PV by using Maximum Power Point Tracking (MPPT). This journal coutains the result of testing the use of PCM and MPPT can improve electrical efficienciy of PV, and from the test result showed used both PCM and MPPT on PV is able to improve electrical efficiency around 9.64% to 16.27 %.Keywords: Photovoltaic-P), Phase Change Material (PCM), Maximum Power Point Tracking (MPPT). 
Sustainable Site : Kenyamanan Spasial Pada Ruang Terbuka Publik Kampus Itenas Bandung Dwi Kustianingrum; Eka Virdianti; Dian Duhita Permata
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2398

Abstract

ABSTRAKRuang terbuka publik di kawasan kampus itenas terbentuk dari pola tatanan massa yang dapat bersifat katalisator bagi perkembangan interaksi dan komunitas civitas akademika.. Interaksi antar civitas akademika dapat terjadi karena kenyamanan beraktifitas. Ruang yang responsif terhadap aktifitas memiliki kriteria, salah satunya dalam kenyamanan spatial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kenyamanan spatial di ruang terbuka publik itenas. Pendekatan penelitian menggunakan metoda kualitatif dengan pengambilan data melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi di periode waktu tertentu. Metoda analisis menggunakan metoda deskriptif. Hasil penelitian teridentifikasi hanya beberapa tempat yang menjadi titik kumpul mahasiswa dengan kenyamanan spatial tercapai dengan alasan tempat tersebut masuk kategori area teduh dan nyaman. Walaupun dari sisi elemen publik space di beberapa tempat belum terlengkapi namun mahasiswa dapat menggunakan elemen lain untuk mendukung aktifitasnya.Kata kunci: Sustainable Site, ruang terbuka publik kampus, kenyamanan spasial, Itenas.ABSTRACTPublic open space in the campus area is formed from the pattern of building order that can be a catalyst for the development of interaction and community academic community. Interaction among academic community can occur because of the convenience of activity. Space that is responsive to activity has criteria, one of which is in spatial comfort. This study aims to identify the spatial comfort in public space itenas. The research approach uses qualitative method with data retrieval through observation, questionnaire and documentation in certain time period. The method of analysis using descriptive method. The results of the study identified only a few places that became a student gathering point with the spatial comfort is achieved by reason of the place into the category of shady areas and comfortable. Although in terms of elements of public space in some places have not been completed but students can use other elements to support theirs activities.Keywords: Sustainable Site, Public open space in campus, spatial comfort, Itenas.
Pemilihan Jenis Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kecamatan Bekasi Selatan Qurrotul Uyun; Eka Wardhani; Nico Halomoan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3148

Abstract

ABSTRAKKawasan prioritas pada Kecamatan Bekasi Selatan adalah kawasan permukiman sepanjang Kali Bekasi. Kurangnya sarana dan prasana dalam penyaluran air limbah domestik telah memberikan kontribusi pencemaran cukup tinggi kepada penurunan kualitas air Kali Bekasi. Dampak dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang menjadi kebiasaan seperti buang air besar sembarang di sembarang tempat, tidak memiliki tangki septik sebagai tempat buang air besar, dan air bekas mandi dan cucian yang dibuang ke saluran drainase maupun secara langsung ke badan air juga menyebabkan buruknya tingkat sanitasi di Kecamatan Bekasi Selatan. Kondisi sanitasi Kecamatan Bekasi Selatan teridentifikasi beresiko tinggi berdasarkan Environmental Health Risk Assesment. Oleh Karena itu perlu dilakukan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Lampiran I. SPALD yang terpilih pada Kecamatan Bekasi Selatan yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat skala Komunal.Kata kunci: Kecamatan Bekasi Selatan, Tingkat Sanitasi, SPALD. ABSTRACTPriority area in South Bekasi District is a residential area along Bekasi River. The lack of facilities and infrastructures in the distribution of domestic wastewater has contributed to pollution which is high enough to decrease the quality of Bekasi River water. The impact of the daily activities of the community which becomes a habit such as defecating in any place, does not have a septic tank as a place to defecate, and used bathing water and laundry which are discharged into the drainage channel or directly to the body of water also causes poor levels sanitation in South Bekasi District. Sanitation conditions in South Bekasi District were identified as high risk based on Environmental Health Risk Assessment. Therefore it is necessary to develop a Domestic Wastewater Management System based on the Republic of Indonesia Minister of Public Works and Housing Regulation No. 4 concerning the Implementation of Domestic Wastewater Management Systems in Appendix I. Selected SPALD in South Bekasi District, namely Local Domestic Wastewater Management System Communal scale.Keywords: Sub-district, sanitation level, SPALD.
Implementasi Kebijakan Publik Dalam Pembangunan Ruang Publik Pantai Losari Makassar Ondang Surjana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1337

Abstract

ABSTRAK Kebijakan publik serta implementasinya merupakan sebuah program yang  komplek karena perlu melibatkan seluruh stakeholder, yaitu pihak pemerintah, publik dan swasta. Kebijakan publik terdiri dari banyak aktor dengan berbagai kepentingannya tetapi publik sebagai target sasaran sehingga menjadi aspek yang paling penting. Ruang publik merupakan salah satu sarana fisik yang dalam pembangunannya memerlukan sebuah kebijakan publik. Ruang publik adalah sebuah barang publik yang dibangun oleh pemerintah bagi kepentingan publik. Ruang publik dapat diakses bebas dan digunakan oleh seluruh warga kota dan fungsi utamanya sebagai tempat interaksi sosial. Keberadaan ruang publik sangat penting bagi warga kota dan merupakan salah satu elemen kota. Ironisnya, jumlah ruang publik di kota kota besar menurun. Pantai Losari, Makassar, adalah salah satu ruang publik yang paling populer dan paling banyak dikunjungi masyarakat setempat maupun dari daerah lain. Ruang publik tersebut merupakan ruang publik utama di Kota Makassar serta sebagai landmark kota. Daya tarik utamanya adalah lokasinya yang strategis berada di pinggir pantai.  Ruang publik pantai Losari dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur modern dipadukan dengan elemen elemen estetis tradisional. Tujuannya agar dapat mengakomodir beragam etnis di kota tersebut. Pada dasarnya pantai Losari adalah hasil implementasi kebijakan publik. Kata kunci: kebijakan publik, implementasi, ruang publik, arsitektur modern.    ABSTRACT Public policy and its implementation is a complex program because of the need to involve all stakeholders, namely the government, public and private. It consists of many actors with different interests but the public as a target to become the most important aspect. Public space is one of the physical facilities in a city which its development requires a public policy. Public space is a public goods built by the government for public purposes. It  can be free accessed and used by citizens and its primary function as a place of social interaction. The existence of public space is very important for the citizens of the city and is one important elements of the city. Ironically, the amount of public space in big cities declined. Pantai Losari, Makassar, is one of the most popular public space and most visited by local communities and other areas. This is a major public space in  Makassar city  as well as a city landmark. Its main attraction is its strategic location at the seaside.  Pantai Losari  built using modern architectural style combined with traditional aesthetic elements. The goal is to be able to accommodate diverse ethnicities in the Makassar. Basically, Pantai Losari is the result of the implementation of public policy.   Keywords: public policy, implementation, public space, modern archtecture.
Efisiensi Penyisihan Logam Fe Dengan Menggunakan Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) Septi Agriani; - Rachmawati S Dj
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2047

Abstract

ABSTRAKLindi berasal dari proses dekomposisi sampah yang mengandung materi tersuspensi, terlarut, dan terekstraksi, sehingga kandungan lindi sangat berbahaya. Pada penelitian ini akan diteliti logam Fe yang terdapat dalam lindi TPA Sarimukti serta parameter pendukung, seperti pH, suhu, DO, kekeruhan dan TSS. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan reaktor Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) secara semi kontinu dengan kombinasi antara anaerob dan aerob. Waktu detensi yang digunakan, yaitu 31,33 jam yang didapatkan dari tracer test. Proses seeding dan aklimatisasi dilakukan menggunakan bakteri fakultatif, dengan dua media lekat, yaitu kaldness dan bioball. Berdasarkan dari karakteristik awal didapatkan beberapa parameter yang tidak memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, yaitu BOD5 sebesar 1.071,55-1.593,29 mg/l, COD sebesar 4.800-6.400 mg/l dan TSS sebesar 470-556 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian, IPLC mampu menyisihkan Fe sebesar 53,87% dari konsentrasi awal.Kata kunci: Air Lindi, Logam Berat, IPL Compact, SarimuktiABSTRACTLeachate originates from waste decomposition process which contains suspended, dissolved, and extracted material, so that leachate content is considered as hazardous. In this research, leachate was obtained from municipal solid waste (TPA) Sarimukti. Parameters to be studied is heavy metals Fe which contained in the leachate from TPA Sarimukti. In addition several supporting parameters, such as pH, temperature, DO, turbidity and TSS are studied. The treatment was carried out using a pilot plant scale reactor of Leachate Compact Processing Plant (IPLC), operated semi-continuously using biological, physical and chemical processing systems as well as anaerobic-aerobic configurations. The detention time used were 31,33 hours which was obtained from the tracer test. The seeding and acclimatization process was carried out using facultative bacteria, with two sticky media, caldness and bioball. Based on the results, IPLC was able to eliminate Fe by 53,87% from the initial concentration.Keywords: Leachate, Heavy Metal, IPL Compact, Sarimukti