cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Tipologi Courtyard pada Permukiman Tionghoa Lasem Dian Duhita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2820

Abstract

ABSTRAKHunian Tionghoa di Lasem Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan budaya di Indonesia yang masih meninggalkan warisan hingga saat ini. Hunian Tionghoa di Lasem berkembang sejak abad ke-15, dimana kawasan ini mulai membentuk kawasan pecinan khas yang dikenali melalui hunian courtyard dan gerbang masuk sebagai bagian dari fasade bangunan. Permukiman yang didirikan membentuk kawasan yang terpisah dari kawasan pribumi. Masing-masing kawasan memiliki bangunan penting berupa tempat ibadah (kelenteng) dan keraton sebagai inti permukiman. Hunian courtyard Tionghoa di Lasem memiliki unsur budaya campuran, seperti adanya elemen arsitektur bergaya Cina, kolonial serta Jawa. Tujuan penelitian ini antara lain menganalisis tipologi hunian courtyard di permukiman Tionghoa Lasem dimana terdapat akulturasi langgam arsitektur di dalamnya. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana pengambilan data dilakukan secara kualitatif. Setiap tipe hunian courtyard memberikan image berbeda tergantung dari komposisi bangunan yang ada di dalamnya sehingga memiliki ciri khas tertentu. Suasana ruang courtyard dipengaruhi oleh hadirnya gerbang dengan atap ngang shan, bangunan utama berupa thienching maupun chengshen serta hulung yang melengkapi elemen hunian. Kavling hunian courtyard memiliki variasi bentuk akibat dari perubahan yang ada pada elemen fisik sehingga ruang courtyard berpotensi untuk berubah dan berkembang menjadi bangunan tumbuh.Kata kunci: Hunian Courtyard, Permukiman Tionghoa, LasemABSTRACTChinese occupancy in Lasem, Central Java is one of the cultural heritages in Indonesia which still leaves a legacy until now. Chinese occupancy in Lasem developed since the 15th century, where the area began to form a distinctive Chinatown area that was recognized through courtyard and entrance gates as part of the building facade. Established settlements form a separate area from the indigenous region. Each area has an important building in the form of a place of worship (kelenteng) and a palace as the core of the settlement. Chinese courtyard occupancy in Lasem has a mixture of cultural elements, such as the presence of Chinese, colonial and Javanese architectural elements. The purpose of this study included analyzing the residential typology of courtyard in the Chinese settlement of Lasem where there was acculturation in the style of architecture. The research method used is descriptive where data collection is done qualitatively. Each type of residential courtyard gives a different image depending on the composition of the building in it so that it has certain characteristics. The atmosphere of the courtyard room is influenced by the presence of a gate with the roof of the Ngang Shan, the main building in the form of thienching and chengshen and hulung which complements the residential elements. Courtyard residential plots have a variety of forms as a result of changes in physical elements so that courtyard space has the potential to change and develop into a growing building.Keywords: Courtyard Houses, Chinese Settlement, Lasem
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Proses Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat Prilly Martunisa; Trisna Insan Noor
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2038

Abstract

ABSTRAKPertanian selama ini hanya dihargai karena kemampuannya menghasilkan bahan pangan, sandang dan papan. Selain itu, pertanian juga memberikan berbagai jasa/fungsi positif di bidang sosial budaya, ekonomi dan lingkungan yang dikenal dengan multifungsi pertanian dan belum banyak diketahui masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perekonomian banyak terjadi alih fungsi lahan terutama lahan padi sawah untuk berbagai kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya alih fungsi lahan padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan adalah wawancara kepada 45 orang petani yang pernah melakukan alih fungsi lahan padi sawah. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS version 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani, pendapatan petani, luas kepemilikkan lahan, sistem waris, pengaruh tetangga yang mengalihfungsikan lahannya, pengaruh pengusaha/investor, keadaan lingkungan, kebijakan pemerintah dan pendidikan petani secara keseluruhan memberikan pengaruh nyata terhadap alih fungsi lahan padi sawah. Variabel umur petani dan luas kepemilikkan lahan menjadi faktor yang dominan terhadap terjadinya alih fungsi lahan padi sawah.Kata kunci: faktor-faktor, alih fungsi, lahan padi sawahABSTRACTAgriculture has been only valued for its ability to produce primary needs of human being. In addition, agriculture also provides a range of positive services / functions at socio-cultural, economic and environmental fields known as multifunctional agriculture and have not been known to the public yet. Along with the raising population and the growth of economic, there has been occured many land conversion, particularly for paddy fields as it for several needs. This land conversion is caused by several factors. The purpose of this research is to identify the factors as well as to find the dominant among them that affect the land conversion of paddy fields. This research was conducted in Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. In this research, the data was collected by interviewing 45 farmers who ever did changes to the utility of paddy land. The design of this study is quantitative descriptive. Data analysis using multiple linear regression with SPSS version tool 24. This research shows the results that the age of farmers, farmers income, land ownership, inheritance systems, the influance of neighbors that also converted land, influence of investors, environmental conditions, government policies and farmer education generally gives a real effect on the conversion of paddy land. After all, the age of farmers and the land ownership become the dominant factor toward the land conversion that occured.Keywords: factors, land conversion, paddy field
Tinjauan Aksesibilitas pada Fasilitas Umum bagi Pengunjung dengan Alat Bantu Berjalan Studi Kasus Mall Bandung Indah Plaza Anastasha Oktavia Sati Zein
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1635

Abstract

ABSTRAKSemua manusia membutuhkan kemudahan dalam mencapai suatu tempat, terutama bagi orang yang memakai alat bantu berjalan. Fasilitas ini sebaiknya terdapat tidak hanya dilingkungan dimana mereka hidup sehari – hari tetapi juga harus di sediakan pada bangunan umum seperti aktifitas bekerja dan aktifitas rekreasi. Kemudahan aksesibilitas pada fasilitas umum ini memungkinkan pengunjung dengan alat bantu berjalan untuk bersosialisasi dengan orang lain diluar dari lingkungan keluarganya.Katakunci: Aksesibilitas, Pengguna Alat Bantu Berjalan, Pusat Pertokoan ABSTRACTEverybody needs facility to reach every place with ease, especially to those who require walking aids. This facility not only be found in their surroundings but also provided in the public facility such as work place and recreation activity. The easiness accessibility in the public facility allows visitors with walking aids to socialize with others outside their surroundings.Keywords: Accessibillity, Walking Aids User, Mall 
Karakterisasi Protein Alga Coklat dan Merah dari Perairan Pulau Pari Sebagai Zat Antioksidan Elvi Kustiyah; Bungaran Saing; Avira Afriyanti; Ibnu Susanto Joyosemito
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2513

Abstract

ABSTRAKKandungan dalam alga meliputi polisakarida, mineral, protein, lemak, vitamin, polifenol dan senyawa bioaktif yang bisa memberikan manfaat terhadap sumber makanan, vitamin maupun pharmasi. Investigasi karakter Alga Coklat dan Alga Merah yang diperoleh dari perairan pulau pari kepulauan seribu wilayah Indonesia dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan zat yang mampu menjadi alternatif sumber anti oksidan . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi maserasi dengan pelarut Phosfat Buffer Saline (PBS) sedangkan Uji kadar protein alga menggunakan metode Lowry dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 1,1-Diphenyl-2-Pycrylhydrazy(DPPH). Hasil penelitian menunjukkan kadar protein yang tertinggi diperoleh pada sampel alga merah, sedangkan nilai kadar protein paling rendah terdapat pada alga cokelat . Nilai aktivitas antioksidan yang paling baik yaitu pada sampel yang berasal dari alga merah dengan nilai IC50 sebesar 3,5421 mg/ml.Kata Kunci: Alga, protein, antioksidan.ABSTRACTAn alga contains polysaccharides, minerals, proteins, fats, vitamins, polyphenols and bioactive compounds that can provide benefits for food, vitamin and pharmaceutical sources. Characteristic investigations of Brown Algae and Red Algae from the Pari Island waters, Thousand Islands, Indonesia, were carried out to obtain substances that could be an alternative source of antioxidants. The maceration extraction method using Phosphate Buffered Saline (PBS) as solvent was used in this study. Protein content in algae was investigated by Lowry method and the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method was used to investigate the antioxidant activity of algae The results showed that the highest protein content was found in Red Algae and the lowest is in Brown Algae. The best value of antioxidant activity was found in Red Algae with the IC50 value of 3.5421 mg/ml.Keywords: Algae, protein, antioxidants.
Cromosom: Aplikasi Crowdsourced Software Engineering Menggunakan Komponen Rekomendasi Task Berbasis Media Sosial Kurnia Ramadhan Putra; Muhammad Zuhri Catur Candra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3432

Abstract

ABSTRAK Konsep crowdsourcing dapat dimanfaatkan pada bidang rekayasa perangkat lunak yang dikenal dengan Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE digunakan untuk menyelesaikan task yang berkaitan dengan perangkat lunak, seperti desain, implementasi, dan pengujian perangkat luna serta perbaikan bug. Saat ini, permasalahan umum yang terjadi aplikasi CSE adalah worker menghabiskan waktu untuk menemukan task yang relevan sesuai dengan keahliannya dan requester sulit untuk memilih worker yang dapat dipercaya untuk mengerjakan task. Komponen sistem rekomendasi dapat diintegrasikan pada aplikasi CSE yang dipercaya mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa penelitian yang ada tentang integrasi komponen sistem rekomendasi pada aplikasi CSE hanya untuk menangani rekomendasi task dan tidak memepertimbangkan trustworthiness dari worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pada penelitian ini, integrasi komponen sistem rekomendasi selain dapat membantu merekomendasikan task kepada worker juga melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk requester dalam memilih worker yang akan mengerjakan task. Pendekatan yang diusulkan pada penelitian ini adalah kombinasi antara pendekatan content based dengan individual based. Pendekatan content based untuk menangani proses pencocokan antara kebutuhan keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan task dengan kualifikasi worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pendekatan individual based untuk menangani proses perhitungan nilai social profile dalam menghasilkan trustworthiness dari worker. Implementasi dilakukan dengan mengembangkan aplikasi CSE yang dikenal dengan Cromosom, yang diintegrasikan dengan komponen sistem rekomendasi untuk membantu merekomendasikan task kepada worker dan melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut. Dari hasil pengujian fungsionalitas yang dilakukan, aplikasi Cromosom dapat membantu worker untuk menemukan task yang lebih relevan sesuai dengan keahliannya, dan membantu requester dalam memilih worker yang memiliki trustworthiness untuk mengerjakan task. Kata kunci: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation. ABSTRACT The concept of crowdsourcing can be utilized in the field of software engineering known as Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE is used to address tasks related to software, such as design, implementation, and testing of software and bug fixes. Currently, a common problem that occurs with CSE applications is that workers spend time finding relevant tasks according to their expertise and requester is difficult to choose workers who can be trusted to do the task. The recommendation system component can be integrated into CSE applications that are believed to be able to overcome these problems. Some existing research on the integration of recommendation system components in CSE applications is only to handle task recommendations and not consider the trustworthiness of workers who will be working on tasks. Whereas in this study, the integration of recommendation system components in addition to being able to help recommend tasks to workers also rank workers based on the trustworthiness of the workers so that they can be considered for the requester in choosing workers who will do the task. The approach proposed in this study is a combination of content-based and individual-based approaches. Content-based approach to handle the matching process between the skill requirements needed to do the task and the qualifications of the worker who will be working on the task. While the individual-based approach to handle the process of calculating the value of social profiles in generating trustworthiness from workers. Implementation is done by developing a CSE application known as a Cromosom, which is integrated with the recommendation system component to help recommend tasks to workers and rank workers based on the trustworthiness of the worker. From the results of the functionality testing, the Cromosom application can help workers find more relevant tasks according to their expertise, and help requester in choosing workers who have trustworthiness to do the task. Keywords: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation.
Pengaruh Kebijakan ““4 in 1”” terhadap Kinerja Persimpangan Jl Dr. Djunjunan – Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Mikro Andrean Maulana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1333

Abstract

ABSTRAKKebijakan “4 in 1” diterapkan sebagai salah satu solusi untuk permasalahan kemacetan di kota Bandung. Adapun tujuan dari penerapan kebijakan “4 in 1” adalah meningkatkan kinerja persimpangan Tol Pasteur – Jl. Dr Djunjunan atau Simpang Pasteur. Untuk analisis kinerja Simpang Pasteur, digunakan model simulasi mikro dengan perangkat Paramics. Analisis dilakukan terhadap dua kondisi yaitu kondisi dengan kebijakan “4 in 1” dan kondisi tanpa kebijakan “4 in 1”. Terjadi pengurangan panjang antrian maksimum sebesar 148,79 meter dan tundaan rata-rata simpang sebesar 7,6 detik. Lalu, dilakukan pengubahan waktu sinyal untuk meningkatkan kinerja simpang Pasteur . Waktu siklus yang didapat sebesar 52 detik, dengan rincian waktu hijau fase satu dan dua sebesar 15 detik dan fase tiga sebesar 14 detik. Dengan waktu siklus terbaik ini dapat menghasilkan pengurangan panjang antrian maksimum sebesar 239 meter dan tundaan rata-rata simpang sebesar 46 detik.Kata kunci: simulasi, mikro, antrian, tundaan, sinyal  ABSTRACTBandung city government recently applied “4 in 1” strategy as one of city's traffic management strategies to resolve traffic congestion that occurs at many city's main streets. By applying that rule, hopefully it will reduces, even eliminates traffic congestion that usually occurs at Dr. Djunjunan street during peak hours. Since the program prohibits any passenger cars that carry less than 4 passengers to cross Dr. Djunjunan street, it will affects every street at Pasteur signalized intersection and the intersection itself. Therefore, this study was conducted to analyze Pasteur signalized intersection's performance before and after the application of “4 in 1” strategy. The analysis was conducted using micro-simulation model that generated from Paramics software.The analysis was conducted in two condition, with or without “4 in 1” strategy. Results from analysis indicates that there will be 148,79 meter difference of maximum length of queue and 7,6 seconds difference of mean delay time between those two condition at Pasteur signalized intersection. The analysis also conducted by changing traffic signal timing in order to obtain better performance of Pasteur signalized intersection. Results from analysis indicates that there will be 239 meter reduction of maximum length of queue and 46 second of mean delay time.Keywords: simulation, micro, queue, delay, signal.
Pengujian Kinerja Dan Modifikasi Reaktor Downdraft Gasifikasi Biomassa 100 kW Muhammad Ridwan; Indradjaja Indradjaja; Noviyanti Nugraha; Irfan Taufik
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2394

Abstract

ABSTRAKGasifikasi adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung karbon untuk mengubah material baik cair maupun padat menjadi bahan bakar gas mampu bakar melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas. Reaktor tempat terjadinya proses gasifikasi disebut gasifier. Gas hasil dari proses gasifikasi disebut syngas. Pada penelitian sebelumnya telah dirancang reaktor gasifikasi dengan menggunakan kotoran sapi sebagai bahan bakar proses gasifikasi. Tipe reaktor yang digunakan adalah tipe downdraft. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji performa mesin, menganalisa hasil pengujian dan memodifikasi rancangan reaktor gasifikasi downdraft kapasitas 100 kW. Dari pengujian pertama, diperoleh hasil pengujian yaitu temperatur di dalam ruang pembakaran kurang dari 500°C serta masih terdapat kebocoran pada komponen reaktor. Maka di perlukan modifikasi agar temperature yang ditargetkan yaitu diatas 500°C tercapai dan memperbaiki kekurangan lainnya. Modifikasi yang dilakukan meliputi bagian atas yaitu hopper, pemasangan instalasi pipa 2 in, serta pembuatan kembali saringan ash grate. Setelah melakukan modifikasi, dilakukan pengujian kembali, Hasil pengujian setelah dimodiifikasi diperoleh temperatur antara 550 oC – 600oC.Kata kunci : reaktor, downdraft, gasifikasi, kotoran sapi, pengujjianABSTRACTGasification is a process of converting carbonaceous compounds to convert both liquid and solid materials into fuel gas capable of burning through a combustion process with limited air supply. The reactor where the gasification process occurs is called a gasifier. The resultant gas from the gasification process is called syngas. Previous studies have designed gasification reactors using cow dung as a fuel for gasification processes. The type of reactor used is the downdraft type. The purpose of this study is to test the performance of the engine, analyze the test results and modify the down kaft gasification reactor design capacity of 100 kW. From the first test, obtained the test results that the temperature in the combustion chamber is less than 500°C and there is still leakage in the reactor component. So in need of modifications to the targeted temperature that is above 500°C achieved and fix other deficiencies. Modifications made include the top of the hopper, installation of 2-in pipe installation, as well as remaking ash grate filter. After modification, re-testing, the test results after modified temperature obtained between 550 oC - 600oC.Keywords: reactor, downdraft, gasification, cow dung, test.
Karakteristik Mekanik Panel Honeycomb Sandwich Berbahan Komposit Fibreglass dengan Dimensi Cell-Pitch 40mm dan Cell-Height 30mm Marsono Marsono; Ali Ali; Nico Luwis
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3144

Abstract

ABSTRAKRekayasa struktur honeycomb sandwich dalam pengembangan material banyak telah dimanfaatkan karena memiliki kekuatan struktur yang relatif tinggi dengan bobot material yang ringan. Material dengan rekayasa struktur honeycomb cocok digunakan pada mobil hemat energi, untuk meningkatkan efesiensi energi. Dalam penelitian ini dibuat panel honeycomb sandwich berbahan komposit serat kaca (fibreglass) dan matirks resin. Panel ini nantinya akan diterapkan pada rangka kendaraan hemat energi. Tiga panel honeycomb sandwich dibuat dengan variasi pada ketebalan dinding sel terutama ditujukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan dinding sel terhadap kekuatan dan kekakuan panel honeycomb sandwich. Variasi ketebalan dinding sel didapatkan dari variasi penerapan jumlah lapisan fiberglass pada dinding sel honeycomb, yaitu 2 lapis, 4 lapis dan 6 lapis fibreglass. Hasil pengujian bending menunjukkan bahwa panel honeycomb sandwich dengan ketebalan dinding sel terbesar, yaitu dengan 6 lapisan fibreglass, memberikan kekuatan lentur terbesar yaitu 3,774 kg/mm2, dan kekakuan tertinggi, yaitu 21,48 kg/mm.Kata kunci: honeycomb sandwich, komposit fibreglass, kekuatan lentur, kekakuan.  ABSTRACTEngineering of honeycomb sandwich structure in the materials development has been highly utilized because of its high structural strength with lightweight material. Honeycomb structure material is suitable for use in energy-efficient cars, to increase energy efficiency. In this research, sandwich honeycomb panel were made from fibreglass composite with resin as matrices. This panel will be applied to the frame of energy-efficient vehicle. Three sandwich honeycomb panels were made with variations in cell wall thickness. These variations are primarily intended to determine the effect of cell wall thickness to the flexural strength and stiffness of the honeycomb sandwich panel. Variations in cell wall thickness were obtained from variations in the application of fibreglass layers on honeycomb cell walls, which are 2 layers, 4 layers and 6 layers of fibreglass. The bending test results show that the honeycomb sandwich panel with the largest cell wall thickness, which has 6 layers of fibreglass, provides the greatest flexural strength of 3.774 kg/mm2, and the highest stiffness of 21.48 kg/mm.Keywords: honeycomb sandwich,fibreglass composite , flexurall strength, stiffness.
Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Air Sungai Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung dari Sektor Domestik Yushi Rahayu; Iwan Juwana; Dyah Marganingrum
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2043

Abstract

ABSTRAKSungai Cikapundung merupakan anak sungai DAS Citarum Hulu yang digunakan untuk sumber air baku air minum, irigasi dan perikanan di Kota Bandung. Sungai Cikapundung yang melewati Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung berpotensi tercemar oleh limbah dari sektor domestik. Namun saat ini belum ada informasi mengenai beban pencemar terhadap Sungai Cikapundung dari sektor domestik. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengukur tingkat pencemaran di Sungai Cikapundung dengan menghitung, status mutu air, potensi beban pencemaran sektor domestik. Status mutu air ditentukan dengan menggunakan metode indeks pencemar dan potensi beban pencemaran Sungai Cikapundung dihitung menggunakan pendekatan faktor emisi limbah domestik. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan bahwa Sungai Cikapundung pada tahun 2016 memiliki kriteria mutu air cemar sedang pada bulan kering dan cemar ringan di bulan basah. Sungai Cikapundung telahtercemar limbah domestik berdasarkan hasil perhitungan beban pencemar mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk pada tahun 2021 oleh 25.383,89 Kg/ hari TSS, 17.537,96 kg/hari BOD, 18.461,01 kg/hari COD, 889,97 kg/hari N-Total dan 96,92 Kg/hari P-Total.Kata kunci: Beban Pencemar, Domestik Cikapundung, Kualitas AirABSTRACTCikapundung river is the sub river of upper Citarum River which was used by the people in Bandung city as a raw water for drinking water, irrigation and fishery. Cikapundung river that passes through many districts of Bandung have a great potential of being polluted by from domestic waste. This condition will affects the water quality of Cikapundung water. Having this condition, the urgency of conducting the research for measure the polution level at Cikapundung river was reasonable, with calculating the water quality status, the potential polutions domestic sector. Water quality status is determined by using pollution index method and potential pollution load of Cikapundung River using domestic polution emission factor approach. Result of pollutant index calculation Cikapundung River at 2016 in dry months has severe polluted water quality. Cikapundung watershed contaminated with domestic waste in the calculation of polluted pollutant potency in 2016 by 25.383,89 Kg / day TSS, 17,537.96 kg / day BOD, 18.461.01 kg / day COD, 889.97 kg / day N-Total and 96.92 Kg / day P-Total.Keywords: Pollution Load, Cikapundung Domestic, Water.
Evaluasi Sistem Proteksi Aktif dan Pasif sebagai Upaya Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Gedung X Mall Katarina Rini Ratnayanti; Nur Laeli Hajati; Mutiara Indah Rizki Utama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2816

Abstract

ABSTRAKX Mall merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai fasilitas lengkap mulai dari pusat perbelanjaan, arena rekreasi, kawasan kuliner, bank, hingga tempat peribadatan. X Mall termasuk tingkat risiko bahaya kebakaran sedang III yang memiliki potensi pemicu kebakaran dari dalam dan luar gedung. Maka dari itu X Mall perlu menerapkan sistem proteksi kebakaran dan sarana pendukung yang baik untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pihak X Mall untuk mengetahui kelengkapan dan kondisi sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, serta manajemen kebakaran yang telah diterapkan. Hasil observasi dan wawancara kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yaitu Kepmen PU No.10/KPTS/2000 dan SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen tanggap kebakaran sudah cukup baik dengan umumnya persentase kesesuaian ≥80%.Kata kunci: kebakaran, bahaya kebakaran, mall, proteksi aktif, proteksi pasif, manajemen kebakaranABSTRACTX Mall is a shopping centre that provides complete facilities such as supermarket, recreation arena, culinary, bank, also place of worship. The level of risk of fire hazard in X Mall is classified as Moderate III Fire Hazard that has the potential fire triggering from inside and outside the building. Therefore X Mall needs to implements fire protection system and good supporting facilities to prevent and overcome fire hazards. This research was done by observation and direct interviews with the X Mall to find out the availability and condition of active protection system, passive protection system, and fire management that have been implemented. The results of observation are then compared to the applicable regulations that are Kepmen PU No. 10/KPTS/2000 and SNI. The final results showed that active and passivefire protection system, lif saving facilities, and fire reponse management is quite good, with generally the percentage of suitability ≥80%.Keywords: fire, fire hazard, mall, active protection, passive protection, fire management