cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2012)" : 9 Documents clear
Identifikasi Bakteri yang Dominan Berperan pada Proses Pengomposan Filtrate Pengolahan Pupuk Cair Feses Domba (Identification of Dominant Bacteria in The Composting of Filtrate of Liquid Fertilizer Making Process of Sheep Feces) Tb. Benito A.k
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan  mengetahui bakteri  yang dominan pada proses pengomposan filtrate pengolahan pupuk cair feses domba.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Peubah yang diamati adalah temperatur, pH, dan bakteri dominan pada proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal proses pengomposan temperature filtrate bervariasi antara 24 –  26oC. Setelah itu, temperatur filtrate naik menjadi     40 – 45oC sampai dengan hari ke 24, kemudian turun menjadi 33oC pada hari ke 30, dan akhirnya turun menjadi 26oC pada akhir proses pengomposan. Nilai pH filtrate pada awal proses pengomposan berkisar antara pH 5,0 – 6,0 sampai dengan hari ke 14, selanjutnya pH naik sampai  8 pada hari ke 24, lalu turun menjadi7 sampai dengan akhir proses pengomposan. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri menunjukkan bahwa pada awal pengomposan terdapat dua jenis bakteri dominan, yaitu : Enterobacter sp (1012 cfu/g),  dan Escherichia coli (109 cfu/g); pada tahap pertengan hanya ditemukan satu baketri, yaitu Bacillus sp (109 cfu/g); dan di akhir pengomposan muncul lagi bakteri koliform dalam jumlah sedikit, yaitu : Enterobacter sp. (106 cfu/g) dan Escherichia coli (106 cfu/g)Kata kunci : feses domba, filtrate pupuk cair, pengomposan, bakteri
Bioproses Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L) D.C) oleh Rhizopus oligosporus terhadap Peningkatan Protein Murni dan Penurunan Asam Sianida (Bioprocess of Winged Bean Seeds (Psophocarpus tetragonolobus (L) DC) BY Rhizopus oligosporus to Improved Tjitjah Aisjah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5135

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia danIndustri   Makanan   Ternak   Fakultas   Peternakan   Universitas   Padjadjaran,   JatinangorSumedang.  Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis inokulum Rhizopus oligosporus dan waktu fermentasi biji kecipir yang optimum terhadap peningkatan kandungan protein murni dan penurunan asam sianida.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (3x3).  Perlakuan terdiri atas faktor A, yaitu dosis inokulum Rhizopus oligosporus (d1=0,1% b/b, d2=0,2% b/b, dan d3=0,3% b/b) dan faktor B yaitu waktu fermentasi (w1=24 jam, w2= 48 jam, dan w3=72 jam).   Faktor B (waktu) tersarang pada faktor A (dosis), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Peubah yang diamati adalah kenaikan kandungan protein murni dan penurunan asam sianida.   Hasil penelitian diperoleh bahwa dosis inokulum Rhizopus oligosporus sebesar0,2%  (b/b)  dan  waktu  fermentasi  48  jam,  merupakan  dosis  dan  waktu  optimal  yang menghasilkan peningkatan kandungan protein murni tertinggi, yaitu sebesar 46,90% (dari15,70% menjadi 23,06%).  Adapun penurunan kandungan asam sianida tertinggi diperoleh pada dosis inokulum Rhizopus oligosporus sebesar 0,3% (b/b) dengan waktu fermentasi 72jam, yaitu sebesar 97,29% (dari 45,48 mg/kg menjadi 1,23 mg/kg).Kata Kunci : Bioproses, biji kecipir, Rhizopus oligosporus, protein murni, sianida.
Kajian Pola Pemuliaan Kerbau Lokal yang Berkelanjutan dalam Upaya Mendukung Kecukupan Daging Nasional. (The Sustainable Local Buffalo Breeding Scheme as Effort to Support National Meat Sufficien) Dudi -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5131

Abstract

Kerbau lokal Banten merupakan salah satu sumberdaya genetik ternak Indonesia.Namun sampai saat ini kegiatan program pemuliaan kerbau yang berkelanjutan belum dapat dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegetahuan, motivasi dan partisipasi peternak kerbau dalam program pemuliaan kerbau sebagai upaya mendukungkecukupan daging nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, penentuan sampel  berdasarkan metode purposive sampling yang dilakukan terhadap 60  responden peternak kerbau di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung pada peternak kerbau yang dipandu oleh daftar pertanyaan pada kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan peternak kerbau masih tergolong rendah. Partisipasi peternak dalam kegiatan pemuliaan kerbau tergolong cukup, sedangkan motivasi dan pengetahuan peternak relatif rendah. Faktor sosial dan budaya peternak menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program pemuliaan kerbau yang berkelanjutan, dan pola pemuliaan inti terbuka merupakan pola pemuliaan kerbau yang mungkin dapat diterapkan pada peternakan kerbau rakyat.Kata kunci: kerbau lokal, pola pemuliaan
Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Sapi Perah di KSU Tandangsari Sumedang (The Role of Extension Agent in Learning Process Dairy Farmer in KSU Tandangsari Sumedang) Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5136

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mempelajari  peran  penyuluh  baik  sebagai  pendidik maupun sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran peternak sapi perah anggota KSUTandangsari Kabupaten Sumedang. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei, dengan responden  sebanyak  30  peternak.  Hasil  penelitian  menunjukkan:  (1)  Penyuluh  dinilai peternak telah tergolong cukup perannya, baik dalam perannya sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator, (2) Hal-hal yang relatif sudah baik dari penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah: dalam cara penyampaian materi, materi yang diberikan sudah berhubungan dengan pengetahuan peternak, dan tingkat kemampuan  dalam menjelaskan materi, (3) Hal- hal  yang dianggap masih belum dilakukan dengan baik oleh penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah dalam: kelengkapan materi aspek manajemen usaha, perhatiannya terhadap kesiapan mental peternak, dan pengulangan aktivitas demonstrasi, dan (4) Hal yang dianggap sudah baik dilakukan penyuluh dalam perannya sebagai fasilitator adalah dalam hal pengenalan sumber-sumber informasi.  Hal yang kurang adalah dalam hal penyediaan sarana belajar.Kata kunci: Peran penyuluh, proses pembelajaran
Uji Organoleptik Daging Ayam yang Diberi Ransum yang Mengandung Lumpur Susu Terfermentasi oleh Aspergillus niger (Organoleptic Evaluation of Meat from Broiler Fed Diets Containing Graded Levels of Dairy-Waste Water Solid Fermented by Aspergillus niger) Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon panelis terhadap daging yangdihasilkan dari ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung berbagai tingkat lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger.   Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Penelitian ini menggunakan enam tingkat  lumpur susu terfermentasi dalam ransum, yaitu  R0 (0%); R1 (5%); R2 (10%); R3 (15%); R4 (20%); dan R5 (25%) dengan 20 orang panelis sebagai ulangan.   Pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, dan tekstur daging broiler bagian dada.   Perhitungan statistika dilakukan dengan ANOVA  dan  dilanjutkan dengan  uji  Duncan.    Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  : pemberian lumpur susu terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25% dalam ransum  broiler  tidak  berpengaruh  nyata  (P>0.05)  terhadap  warna,  bau/aroma,  maupun tekstur daging broiler, artinya pemberian ransum yang mengandung lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25 persen dalam ransum ayam broiler tidak menurunkan kualitas daging broiler baik warna, bau/aroma, maupun tekstur daging.Kata Kunci : Lumpur susu terfermentasi, Aspergillus niger,  organoleptik
Penggunaan Berbagai Bahan Pengikat Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Pelet Hijauan Makanan Ternak (Effect Of Binder On Physical And Chemical Quality Of Grass Pellet) Iin Susilawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5137

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengkaji  pengaruh  berbagai  bahan  pengikat  terhadap kualitas fisik (durabilitas dan densitas) serta kimia (kandungan protein kasar dan energi) pelet hijauan makanan ternak. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas 3 dosis jagung (20, 30, 40 %) dari tepung hijauan, molasses (20, 30, 40 %), gaplek (20,30, 40 %) dan tapioka (20,30, 40 %), masing-masing perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dilihat dari sifat fisiknya, molasses merupakan bahan pengikat untuk pelet hijauan yang paling baikyaitu dengan campuran 40 % dari tepung hijauan memberikan durabilitas 89,5 % dan densitas sebanyak 370,2 kg per m3, kemudian gaplek (40 %) memberikan durabilitas 85,2%, densitas 326,7 % dan jagung (40 %) yang memberikan durabilitas 85,0 % dan densitas269,0 kg per m3. Bahan pengikat dari gaplek (20 dan 30 %), tapioka (20 dan 30 %), dan jagung (30 dan 40 %), menghasilkan kandungan protein kasar pelet hijauan yang tidak berbeda nyata yaitu masing-masing 13,4 %, 12,5 %, 13,4 %, 11,8 %, 12,0 % dan 12,7 %. Kandungan energi tertinggi diperoleh dari campuran bahan pengikat tapioka 30 dan 40 %yaitu sebesar 4222 dan 4374 kkal/kg, kemudian jagung (20,30,40 %) yaitu 3580,3597 dan3790 kkal/kg.Kata kunci : Bahan pengikat, durabilitas, densitas, kandungan kimia, pelet hijauan
Pengaruh Perendaman Daging Itik Pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestika) Terhadap Warna, Rasa, Bau, dan pH (Effect of Soaking Meat Ducks at various concentrations extract Turmeric (Curcuma domestika) The color, taste, smell, and pH) Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5133

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  tingkat  konsentrasi  ekstrak  kunyit(Curcuma domestika) pada daging itik terhadap warna, rasa, bau,dan  pH. Pada penelitianini, diamati konsentrasi ekstrak kunyit  (Curcuma domestika) 0%, 2.5%, 5.0 dan 7.5% pada daging Itik terhadap warna, rasa, bau, dan pH. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana tiap perlakuan konsentrasi ekstrak kunyit (Curcuma domestika) diulang sebanyak lima kali untuk tiap peubah yang diukur.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi ekstrak   kunyit (Curcuma domestika) pada daging itik berpengaruh nyata (P< 0.05) terhadap warna, rasa, dan   bau tetapi tidak berpengaruh terhadap pH. Konsentrasi ekstrak kunyit 5% memberikan hasil optimum terhadap warna, bau, dan rasa daging itikKata Kunci : Kunyit (Curcuma domestika), daging itik, warna, rasa, bau, pH.
Nilai Energi Metabolis dan Kecernaan Ransum Mengandung Imbuhan Pakan Berbasis Ekstrak Limbah Udang pada Ayam Broiler (Metabolizable Energy and Digestibility Value of Ration Containing Feed Supplement Based on Waste Extract Shrimp on Broilers) Abun -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5129

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia danIndustri  Makanan  Ternak,  Fakultas  Peternakan  Universitas  Padjadjaran,  Jatinangor-Sumedang.  Tujuan penelitian untuk menguji kualitas ekstrak limbah udang yang  diolah melalui bioproses dengan bakteri Bacillus licheniformis dan kapang Aspergillus niger. Ekstrak  produk  bioproses  disuplementasi  dengan  Sodium  Hidro  Sulfat  (NaHSO4), kemudian ditambahkan binder (tapioka) sehingga menjadi imbuhan pakan.  Guna menguji kualitas imbuhan pakan, ditambahkan ke dalam ransum ayam broiler dan diukur nilai energi metabolis serta kecernaannya.    Percobaan dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan rancangan acak lengkap, terdiri atas 8 perlakuan ransum dan diulang 4 kali.     Peubah yang diamati adalah energi  metabolis dan kecernaan (kecernaan bahan kering, protein dan bahan organik).  Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan imbuhan pakan pada tingkat 5% dalam ransum menghasilkan nilai energi metabolis dan kecernaan yang optimal (setara dengan ransum komersial).  Nilai energi metabolis, kecernaan bahan kering, protein, dan bahan organik ransum, berturut-turut sebesar 2.973 kkal/kg;  75,07 %;74,34%; dan 74,99 %.Kata Kunci:   Limbah udang, bioproses, imbuhan pakan, kecernaan, energi metabolis, broiler.
Faktor Penyebab Resistensi Anggota Terhadap Kebijakan Pengurus KUD (Kasus Pada Koperasi Unit Desa Sarwa Mukti Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung) (Cause Factors Management Policies on Members Resistency KUD (Koperasi Unit Desa Case Sarwa M. Munandar Sulaeman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : a) faktor penyebab resistensi anggota  terhadap kebijakan koperasi yang tidak sesuai dengan kepentingan anggota, b) bentuk   resistensi anggota  koperasi  terhadap  kebijakan  koperasi  yang  tidak  sesuai  dengan  kepentingan peternak dan c) harapan anggota dalam memperbaiki kebijakan koperasi. Metode penelitianyang dilakukan studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji konsep resistensi anggota terhadap kebijakan koperasi. Metode Penelitian Studi Kasus dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan   dengan cara bertujuan (purposive). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) pengolahan data dengan organisasi, kategorisasi dan reduksi data serta analisis data dengan pemahaman mendalam (verstehen). Penelitian ini dilakukan di Koperasi Unit Desa Sarwa Mukti Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, karena merupakan basis kegiatan koperasi sapi perah yang potensial. Hasil penelitian, faktor resistensi anggota terhadap koperasi : Kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan anggota (sarana produksi peternakan, pengurus tidak aspiratif, pelayanan kurang  memadai). Penolakan (resistensi anggota terhadap kebijakan koperasi berupa pernyataan melawan, sikap tidak setuju dan melakukan tindakan menyimpang terhadap kebijakan koperasi. Harapan peternak segera memperbaiki kebijakan koperasi.Kata kunci: Resistensi, kebijakan, koperasi

Page 1 of 1 | Total Record : 9