cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2008)" : 19 Documents clear
Partisipasi Dan Motivasi Peternak Dalam Perbaikan Mutu Genetik Domba Dedi Rahmat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana partisipasi dan motivasi peternak dalam perbaikan mutu genetik domba melalui kegiatan pemuliaan. Objek penelitian adalah peternak anggota kelompok peternak domba tangkas dan domba bukan tangkas. Metode yang digunakan adalah survey, pengambilan sampel peternak dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi peternak pemuliaan termasuk katagori tinggi. Tingginya skor partisipasi terutama pada partisipasi dalam perencanaan kegiatan, kehadiran dalam aktivitas serta pemanfaatan dan evaluasi hasil kegiatan. Motivasi peternak termasuk katagori cukup.Kata kunci: Partisipasi, motivasi, pemuliaan sapi
Implikasi Penerapan Kebijakan Otonomi Daerah Terhadap Kegiatan Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Sumedang (Kasus di Cabang Dinas Pertanian Tanjungsari Sumedang) Syahirul Alim; Unang Yunasaf; Sugeng Winaryanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2217

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja Cabang Dinas Pertanian Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan kebijkan otonomi daerah terhadap perencanaan program penyuluhan peternakan dan pelaksanaan program kegiatan penyuluhan peternakan di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitis. Responden dipilih dengan cara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berlakunya otonomi daerah di Kabupaten Sumedang tidak memberikan pengaruh yang positif bagi perbaikkan kualitas penyuluh dan penyuluhan di wilayah Kecamatan Tanjungsari  2) Petani/peternak kurang dilibatkan dalam perencanaan program penyuluhan sehingga antusiame untuk mengikuti kegiatan penyuluhan menurun, 3) Pelaksanaan program penyuluhan bersifat jalan ditempat karena tidak ada penjelasan yang memadai bagi tugas serta fungsi penyuluh dan penyuluhan.Kata kunci : Otonomi Daerah, Perencanaan Program Penyuluhan, Pelaksanaan Program Penyuluhan.
Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val. ) Dalam Ransum Yang Diberi Minyak Jelantah Terhadap Performan Ayam Broiler A. A. Rahmat; e E. Kusnadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2208

Abstract

Penelelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pembrian kunyit terhadap performans ayam broiler yang diberi fakan minyak jelantah.  Rancangan penelitian yang dihignakan  Rancangan Acak Lengkap pola faktorial pola 3 x 3, faktor pertama adalam pemberian kunyit 0% (K0), 0,05 (K05), dan 0,10% (K1) dalam ransum, dan faktor kedua adalah tingkat minyak jelantah , yaitu 0% (J0), 50% (J50), dan 100% (J100)  menggantikan minyak kelapa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian kunyit dengan pemberian minyak jelantah terhada konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum, dan kandungan protein daging ayam broiler.  Penambahan kunyit nyata menuruankan konsumsi ransum, tetapi pemberian sebanyak 0,05% kunyit dapat meningkatkan pertambahan berat badan dan kandungan protein dagaing.  Pemberian minyak jelantah meningkarak konsumsi  dan  konversi pakan, tetapi tidak brpengaruh terhadap pertambahan berat bandan dan kandungan protein  daging ayam broiler.Kata kunci:  kunyit, ayam broiler, minyak jelantah
Penggunaan Albumen untuk Separasi Spermatozoa Epididymis Domba Garut Nurcholidah Solihati; Tita D. Lestari; Rangga Setiawan; j J. Arifin; t T. Hariyanti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi albumen untuk separasi spermatozoa epididymis Domba Garut. Penelitian ini menggunakan semen yang berasal dari cauda epididymis Domba Garut yang baru dipotong dan segera diolah di laboratorium.  Perlakuan yang digunakan yaitu media separasi menggunakan berbagai kombinasi konsentrasi albumen pada lapisan atas dan bawah terdiri dari 10%-30%, 10%-50%, 10%-70% dan kontrol (tanpa media separasi). Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rangcangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lapisan atas kombinasi konsentrasi albumen berpengaruh nyata (p<0.05) dapat meningkatkan jumlah spermatozoa X dari rasio alamiahnya, dan pada lapisan bawah kombinasi konsentrasi albumen berpengaruh nyata (p<0.05) dapat meningkatkan spermatozoa Y dari rasio alamiahnya.  Disimpulkan bahwa kombinasi konsentrasi albumen yang digunakan cukup efektif digunakan untuk pemisahan spermatozoa X dan Y pada Domba Garut.Kata kunci:  albumen, separasi spermatozoa, Domba Garut
Pendugaan Heritabilitas Bobot Lahir dan Bobot Sapih Sebagai Dasar Seleksi Kambing Peranakan Etawah Karnaen -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2213

Abstract

Penelitian tentang pendugaan heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih sebagai dasar seleksi kambing Peranakan Etawah (PE) telah dilaksanakan di desa Cibening kecamatan Cempaka kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi (pengamatan). Adapun pejantan kambing Peranakan Etawah yang digunakan sebanyak 5 ekor dan setiap pejantan tersebut mengawini 8 ekor betina. Data yang diambil adalah anak kambing Peranakan Etawah jantan. Nilai heritabilitas diduga dengan menggunakan metode analisis ragam. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih masing-masing h2 = 0,07 ± 0,17 dan h2 = 0,177 ± 0,19. Efektivitas seleksi yang baik adalah berdasarkan bobot sapih.Kata kunci: Heritabilitas, bobot sapih, bobot lahir, Kambing PE
Pengaruh Penundaan Pemberian Ampas Tahu pada Domba yang Diberi Rumput Gajah terhadap Konsumsi dan Kecernaan Iman Hernaman; Atun Budiman; Budi Ayuningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2204

Abstract

AbstrakAmpas tahu adalah hasil ikutan yang mudah didegradasi oleh mikroba rumen. Penelitian betujuan untuk mempelajari pengaruh penundaan pemberian ampas tahu pada domba yang diberi rumput terhadap konsumsi dan kecernaan. Dua puluh ekor domba lokal jantan dengan bobot hidup sebesar 21,7 ± 1,36 dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan berupa pola waktu  pemberian ampas tahu terhadap rumput gajah, yaitu 1) 1,5 jam sebelum 2) bersamaan, 3) 1,5 jam sesudah 4) 3 jam sesudah. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) nyata terhadap konsumsi ransum, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar.  Kesimpulan, pemberian ampas tahu dapat dilakukan kapan saja, namun pemberian sebelum rumput gajah akan lebih efisien pada pagi hari, sedangkan pada siang atau sore hari sebaiknya diberikan secara bersamaan.Kata kunci : ampas tahu, rumput  Gajah,  domba, konsumsi dan kecernaan
Identifikasi Kelas Kemampuan Kelompok Tani Ternak di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Agustina Abdullah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  tentang kelas kemampuan kelompok tani-ternak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Penentuan lokasi/desa dan kelompok tani-ternak terpilih dilakukan secara sengaja (purposive). Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner, dengan ruang lingkup aspek administrasi, perencanaan, organisasi/kelembagaan, pemupukan modal, hubungan kelembagaan dan teknologi dalam kelompok tani ternak. Penentuan kelas kemampuan kelompok tani ternak mengacu pada pedoman penilaian kelompok tani ternak (Direktorat Jenderal Peternakan, 2003),  sehingga diketahui status kelas kemampuan kelompok tani ternak yaitu kelas pemula, lanjut, madya dan mandiri. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani ternak Bontosura kategori kelas madya dengan nilai 705, sementara kelompok tani ternak Bunging Lohe kelas pemula (nilai 315).  Dilain pihak, kelompok tani ternak dalam kelas lanjut adalah Singaraja KWT, Jatia, Bontosura KWT, Garuda, Singaraja, serta Saukeng.Kata kunci : Kelas kelompok tani, Herlang, Bulukumba
Perubahan Nilai Nutrisi Ampas Sagu selam pada Fase Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) yang berbeda Insun Sangadji; Aminuddin Parakkasi; Komang G. Wiryawan; Budi Haryanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2209

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  kandungan nutirisi ampas sagu yang dipermentasi menggunakan   Pleurotus ostreatus   pada berbegai  fase pertumbuhannnya.  Rancangan Acak lengkap digunakan pada penelitian ini, perlakuan yang diberikan adalah fase pertumbuhan dari Pleurotus ostreatu. Peubah yang diukur meliputi  kandungan protein kasar, bahan kering, ADF, VDF, dan lignin dari ampas sagu yang difermentasi.  Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat perubahan komposisi nutrisi ampas sago pada berbagai fase pertumbuhan Jamur Pleurotus ostreatus. Kandungan protein meningkat dan kandungan ligninoselulosa menurun, sehingga hasil fermentasi ini sangat potensial untuk dijadikan sebagai  pakan ternak ruminansia.Kata kunci: Ampas sago, Pleurotus ostreatus,  pakan ruminansia.
Korelasi Fenotipik dan Genetik Produksi Susu dengan Sifat Reproduksi Pada Sapi Fries Holland Nena Hilmia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui korelasi fenotipik dan genetic produksi susu dengan sifat-sifat reproduksi sebagai dasar untuk seleksi yang efektif terhadap kedua sifat tersebut pada sapi Fries Holland.   Penelitian ini menggunakan catatan produksi laktasi pertama dan catatan reproduksi  dari tahun 1989 sampai 2002.  Parameter genetic  dihitung menggunakan   Animal Model dengan Restricted Maximum Likelihood (REML) dengan program paket yang digunakan adalah VCE 4.2. Selanjutnya korelasi fenotifik dihitung menggunakan program SAS. 6.12.   Hasil penelitian ini menunjukkan  korelasi fenotipik yang rendah antara produksi susu dengan selang beranak , angka kawin per kebuntingan, dan masa kosong, masing-masing sebesar 0,060, 0,066 dan 0,075, sedangkan  korelasi genetiknya tinggi  masing masing sebesar 0,479 ; 0,563 dan 0,609. Seleksi yang efektif untuk  sapi Frisian Holland  perlu  mempertimbangkan sifat reproduksiKata kunci : Korelasi, fenotipik, genetic, produksi dan reproduksi

Page 2 of 2 | Total Record : 19